MEREKA KEMBALI

MEREKA KEMBALI
part 16


__ADS_3

angin yang sejuk serta lambaian lambaian dedaunan di bukit sangat indah,belum lagi matahari sedang cantik cantiknya,iya matahari sedang menjadi senja yang kian akan tenggelam.



kinan sangat rindu tempat ini,tempat dimana ia bertemu dengan affi dan alwi kedua laki laki yang sangat berperan penting didalam hidup nya.



setelah itu suara affi memanggilnya,sontak kinan melihat kebelakang menatap affi yang tergesa-gesa menghampirinya.



"jangan lari lari." ucap kinan sembari tertawa kecil melihat affi berlarian.



affi mengatur nafasnya yang ngos ngosanya, setelah itu duduk disamping kinan.



"indah ya nan."ujar affi menatap senja di sore itu.



"hemm." jawab kinan berdehem matanya sangat terfokus kedepan melihat senja.



"tapi kamu lebih indah." ucap affi sembari tersenyum.



brukss.



kinan meninju bahu affi dengan kasar, pipinya memerah seketika.



"gembel." celetuk kinan sembari tertawa.



"kamu sedih nan?." tanya affi kini kinan kembali menatap matahari itu.



"sedih kenapa?."tanya kinan



"karena kamu menjadi adik arif,padahal udah 'baper' kasian." ujar affi sembari menekan kata baper itu.



kinan menelan kuat saliva nya,sungguh laki laki di hadapannya minta di mutilasi kenapa dia membahas itu.



"engga, sotoy." ujar kinan sembari kesal.



"punya hati receh banget sih nan,sama es batu aja baper." lagi lagi affi menekan kata baper sepertinya dia sengaja untuk membuat kinan kesal.



kinan mengigit bibir bawahnya,tanganya terkepal sempurna siap untuk meninju affi namun dia meredam emosinya.



"aku ga baper tapi.." ucap kinan namun perkataannya terpotong.



"tapi apa? tapi kamu suka dia? kamu nyaman sama dia iyakan?." tuduhan affi berhasil membuat kinan menatap affi tajam.



"engga!." bentak kinan dengan kemunafikannya.



"dah lah hati kamu itu emang receh nan, baperan" ujar affi sekali lagi membuat kinan kian sangat kesal dengan dirinya.



dukssss..



kinan melayangkan pukulannya dengan keras di lengan affi,matanya menatap affi tajam.



"awww..ulu uluuu berani yaa maen kasar." ujar affi sembari menggoda kinan



"kamu sii nyebelin.'' ujar kinan dengan tatapan malas.



"heh baperan sinih ." ucap affi sembari menarik lengan kinan agar lebih dekat nya.



kinan melayangkan tanganya yang sudah terkepal dihadapan wajah affi,dia sangat kesal.



namun affi mengacak ngacak rambut kinan sembari tersenyum.



"kamu itu kinanty rahayu,gadis cantik yang kuat masa sama hati aja kalah, sudahlah kembali cintai aku lagi aku tidak akan pernah bisa merelakan kamu kepada siapapun lagi." ucap affi sembari menatap kinan lembut.



kinan menurunkan tanganya dia sangat salting dihadapan affi,bahkan matanya tidak mampu melihat affi.



"kenapa hey? adik arifin najmi nadian yang sempat jatuh cinta kepada kaka nya sendiri kenapa melamun?." lagi lagi affi malah menggoda kinan.



kinan menepiskan tanganya ke dedaunan.

__ADS_1



dia sangat emosi,kenapa affi begitu menyebalkan terus saja meledeknya.



"gue benci sama lo." ucap kinan sembari menatap kedepan



"utututuuuu apa apaa? kinan kenapa bahasanya jadi gue eloo?." ucap affi malah bercanda.



kinan hanya mematung tidak melirik laki laki yang mencoba sedang bercanda dengannya.



kinan berdiri dan affi ikut berdiri.



kinan akan pergi namun affi menahan lembut tangan kinan.



"sini peluk aku." ucap affi sembari menahan lengan kinan.



"gaa!." ujar kinan tegas.



"yakin?." ucap affi sembari mengedipkan sebelah matanya.



"dih! buaya." ucap kinan kesal.



"tapi ga sebuaya arif kan?" ucap affi sembari tertawa.



kinan memutar bola matanya malas.



"kinanty rahayu,boleh aku memilikimu sepenuh nya?." kata kata affi sangat serius membuat kinan menatap affi.



"bolehkah aku mencintaimu dengan seutuhnya? dan boleh kah cincin ini melingkar di jari manismu.", ujar affi sembari menyodorkan kotak yang terbuka didalamnya ada sepasang cincin emas yang sangat cantik.



senja dan bukit serta dedaunan menjadi saksi bisu,saksi bisu dimana affi melamar kinan.



Kinan sangat mematung tidak tau harus apa,Dia hanya merekah kan senyumnya dengan manis.



"Maksud kamu?." Ucap Kinan ragu.




Kinan tersenyum merekah,dia sangat bahagia namun kenapa hatinya masih tidak ingin menerima AffI? Sebenarnya apa yang hatinya ingin? Apakah hatinya menginginkan Arif? Asyudahlah dia sodara,mereka tidak mungkin bersama.



"Bagaimana?." Ucap Affi membuyarkan lamunan Kinan.



"GAMAU!." Bentak Kinan sembari serius dan melepaskan tanganya yang digenggam AffI.



Sontak AffI terkejut kenapa lagi lagi kesadboyan menerpa dirinya,dan wanita yang dia cintai dengan jelas menolak lamarannya dan menghancurkan harapan affi sepenuhnya.



AffI tampak kecewa bibirnya bergemetar tidak percaya."kenapa? Apa kamu masih mengharapkan Arif?." Tanya AffI lemas.



Kinan tersenyum dia menjulurkan tanganya dan menggerakkan jari manisnya kearah AffI.



"GAMAU NOLAK MAKSUDNYA." Ujar Kinan sembari tertawa kecil.



Affi sangat dibuat bimbang dengan jawaban Kinan sungguh Kinan sangat menggemaskan sehingga membuat AffI ingin membunuhnya untung dia mencintai Kinan.



AffI menelan dalam dalam Saliva nya,dan setelah itu tersenyum lebar memakaikan cincin di jari manis Kinan sembari gerogi.



Namun kinan memeluk AffI dan membuyarkan rasa gerogi AffI.



"Terimakasih aku mencintaimu." Ujar Kinan membisikan kata kata yang membuat jantung AffI senam jantung.



~



"Jadi untuk apa aku kembali? Untuk menjadi temanmu? Selamanya? Kenapa aku tidak tau diri kenapa aku meski mencintaimu padahal sudah jelas dunia kita berbeda dimensi." Ucap Alwi yang menyaksikan semuanya dihadapan matanya.



"Kinan kali ini gue tidak akan melepaskan elo,Lihat saja walaupun dengan cara kotor gue akan merebut AffI kembali." Ucap Alya yang sedari tadi mengikuti kemana AffI pergi dia tidak menyangka melihat AffI melamar Kinan dengan romantis.



Krekekk.. Kinan membuka kan pintu gerbang rumah Arif dengan hati hati,Kinan pulang terlalu malam dia seharian dibawa jalan jalan mengelili kota Bandung dengan affi.

__ADS_1


"Hufsss untung saja belum dikunci." Ujar Kinan seraya menutup gerbang rumah dan menguncinya Kembali dari dalam.


Pluksss


Tiba tiba saja kulit jeruk dilempar dari atas mengenai kepalanya.


" Ih !." Dengan kesal Kinan melirik keatas ternyata ada Arif yang sengaja melemparnya dari atas sembari menatapnya tajam.


Kinan menghentakkan kakinya, setelah itu masuk kedalam rumah.


Krekekk..Kinan membuka rumah yang tidak terkunci.


Jleb.


Dihadapannya sudah ada arif sedang berdiri dan melipat tanganya di dada.


Kinan sekilas menatap Arif lalu pergi melewati Arif tanpa bicara.


"Darimana aja Lo,kelayapan jam segini baru pulang." Tanya Arif dengan dingin.


Kinan menghelakan nafas kasar,heii dia siapa kenapa so mengekang Kinan?.


"Jalan sama AffI." Ucap Kinan dingin sembari melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.


"Hufss... lain kali jangan pergi tanpa seizin gue." Printah Arif membuat Kinan muak.


Kinan membalikan badannya, tanganya terkepal kenapa laki laki dihadapanya ini begitu menyebalkan.


"Emang Lo siapa?." Jawab Kinan dengan nada tinggi.


Arif membalikan badannya,mereka saling menatap tajam.


"Pemilik rumah dan sekaligus Kaka Lo." Ujar Arif dengan PD.


Kinan berdecak kesal,bola matanya memutar sebal "Dih! Yang pertama Kinan tinggal disini itu atas kemauan om Dimas,dan yang kedua ka Arif bukan ka gean kita tidak sedarah, jadi jangan so mengekang Kinan." Ucap Kinan setelah itu pergi melangkahkan kakinya ke atas.


Lalu Arif berteriak kearah Kinan.


"Berarti kita bisa saling mencintai kan? Bukanya kita tidak sedarah?." Ujar Arif membuat Kinan menghentikan kakinya dan menghentakannya dengan kasar .


"Gue udah tunangan ka ! Jangan ganggu gue.Dan Lo Lo juga udah tunangan dengan ka Manda jadi gue mohon lo jagain dia gausah genit lagi,jangan menjadi buaya darat!." Ujar Kinan sembari tidak melihat Arif


"Dih! Baperan lagian siapa yang menyukai perempuan aneh ke Lo." Ujar Arif dengan dingin setelah itu meninggalkan Kinan.


Kinan mengepalkan kedua tangannya,dia sangat kesall dengan Arif, ingin sekali dia menyumpal bibir tipis milik Arif itu.


Namun kinan dengan terburu buru memilih masuk kedalam kamarnya,dan menjatuhkan tubuhnya diranjang empuk miliknya euttt maksudnya milik Reysa namun kamarnya kini sudah dia tempati.


"Al Lo disini dari tadi." Ucap Kinan yang baru menyadari adanya Alwi disebelah nya.


"HM" ujar Alwi dengan malas.


"All gue... Gueee ada berita bahagia buat Lo." Ucap Kinan sembari tersenyum lebar.


"Hm apa?." Tanya Alwi pura pura tidak tau.


"Gue...emmmm gue dilamarrr sama affi aaa.." ucap Kinan bersorak gembira.


Alwi hanya menghelakan nafasnya dan menatap gadis itu yang tengah gembira.


"Eh ko Lo ga seneng sih Al ,bukanya Lo selalu support gue buat pacaran sama AffI?." Ucap Kinan Sembari cemberut.


"Gue bahagia,akhirnya anak gue akan segera menikah." Ucap Alwi dengan senyum yang dipaksakan.


"Utututuuuu papa..." Ucap Kinan sembari memeluk tubuh dingin Alwi.


'sebenarnya gue sakit nan,Lo perempuan yang gue cintai selama tinggal dibumi,bahkan gue kembali untuk Lo,tapi apa? Gue sekarang harus menerima kenyataan bahwa gue hanya bisa menjadi sosok teman Lo,gue gabisa memiliki elo seutuhnya karena kita berbeda alam.' ucap Alwi didalam hatinya,sembari memeluk Kinan, hatinya sangat sakit ketika harus melihat wanita yang ia cintai dilamar oleh laki laki lain.


Suara itu bahkan masih menggema ditelinga Manda,yah suara ketukan kaca dari sore sampai larut malam terus saja tidak berhenti.



Beberapa kali Manda menghubungi Yusuf yang berada dirumah sakit dengan Naya,katanya mereka belum bisa pulang karena mama nya masih dirawat.



Manda juga menghubungi Arif,ternyata Arif mengingkari perkataannya dia tidak jadi datang malam ini karena manusia itu menunggu Kinan pulang yang sampe larut malam.



Suara cekikikan itu menggema di telinga Manda,Manda pikir Reysa terjebak didalam Halusinasi Kinan,ternyata tidak Reysa masih mengikutinya.



Namun seketika suara permintaan tolong itu lebih mendominasi sehingga Manda melihat kesana kemari siapa yang meminta tolong ditengah malam begini.



Seketika tubuh tukang ojeg itu merangkak mendekati Manda,dengan tubuh yang berlumur darah.



"Tolonggg saya minta tolong." Ucap hantu tukang ojeg itu.



"Ba...paa ma..u mintaa tolongg apa?." Tanya Manda dengan gemetar dan gelagapan.



"Tolong sampaikan kepada istri saya,istri saya masih belum menerima kepergian saya." Ucap tukang ojeg itu dengan memohon.



"Besok saya akan sampaikan kepada istri bapak,asal bapak menunjukan rumah istri bapak dan berhenti menganggu saya." Ucap Manda dengan gemetar.



Tukang ojeg itu mengangguk mengiyakan semua perkataan Manda,setelah itu ia menghilang.



"Hufss..." Ujar manda menghelakan nafas kasar.



Manda mencoba memejam kan matanya,ternyata urusan Manda dengan hantu itu belum usai,dan tidak tau sampai kapan ini akan terjadi.


"Hallo wi,bokap Lo dukun kan?." Ucap Alya didalam telpon.


"......"


"Nah iya gue besok kesana,ada hal yang harus gue usaikan." Ucap Alya sekali lagi.


"............"


"Kinanty Rahayu,dia harus musnah." Ucap Alya sembari menutup telponnya,bibirnya menyungging dan tersenyum sinis.


#Bersambung-

__ADS_1


-Maap banyak typo.


__ADS_2