MEREKA KEMBALI

MEREKA KEMBALI
part 12


__ADS_3

Disisi lain ada Manda dan affi yang melihat mereka,Manda melihat dengan jelas Arif mencium bibir Kinan tiga kali,meski niat Arif untuk menyelamatkan nyawa Kinan tapi tetap saja Manda merasakan sesak ditubuhnya semakin bertambah.


Begitupun affi,hati nya hancur seketika ciuman bibir Kinan sudah di renggut seketika oleh Arif membuat dada AffI sesak dan sangat sangat tidak bisa melontarkan kata kata apapun.


CLAK CLAK CLAK,Darah dari hidung Manda kembali mimisan karena terkejut.


Lantas Manda langsung meninggalkan Arif dan Kinan serta AffI dan Alya yang sedang bersembunyi.


"Man mau kemana?." Tanya AffI menghampiri Manda.Affi tau Manda pasti terluka melihat Arif mencium Kinan dan affi mencoba dewasa untuk menenangkan Manda.


"Jangan bilang Arif,kalau Manda lihat semuanya ka,Lebih baik kita tunggu mereka di tempat semula,Manda ingin memberi ruang untuk mereka,Cinta mereka ga salah ka yang salah Manda karena terlalu mencintai arif." Ucap Manda sembari menyeka darah dari hidungnya.


AffI mengangguk pasrah,setelah itu mengikuti Manda sembari mengandeng tubuh Manda yang melemas.


Alya sungguh dibuat gedeg dengan pemandangan yang ia lihat,Alya tidak habis pikir bagaimana jika dia menjadi Manda dan Affi? melihat kekasihnya sendiri mencium dan di cium orang lain.



"Emmm guee cuma mau nyelematin Lo." Ucap Arif sembari salting.



"Emmm maap ya ka,Kinan merepotkan lagi." Ucap Kinan sembari menahan segala panas di pipi nya.



"gapapa, syukur lah kalau lo udah sadar." Ucap Arif sembari memberanikan diri menatap Kinan.



"Emm ehee iya.sekali lagi.." ucap Kinan namun perkataannya terpotong oleh Arif.



"Suttt." Ucap Arif menempelkan jari telunjuk nya di bibir Kinan yang memanas.



"First kiss gue,udah Lo renggut!." Ucap Arif membisikan kata katanya ke Kinan.



Astaga, Jantung Kinan sangat berdetak cepat dan pipinya semakin memerah mungkin telinganya juga memerah mendengarkan perkataan Arif.Eh...



Arif pasti bohong bukanya dia juga memiliki manda,mustahil rasanya jika Arif belum pernah mencium gadis secantik Manda.



"Kaka bohong.." ucap Kinan Sembari menatap Arif.



"Maksud Lo?." Tanya Arif tidak mengerti.



"First kiss Kaka pasti sama ka Manda." Ucap Kinan Sembari entahlah ada perasaan cemburu dihatinya.



"Gue cuma pernah nyium kening Manda, kalau bibir cuma bibir Lo aja barusan." Ucap Arif sembari tersenyum sinis.



"Iiiiiiiiii ! Itukan kecelakaan dan Kaka ga ada niat kan?.'' ucap Kinan sontak merasa malu.



"Iya gue cuma mau nolong Lo aja ko, tapi selebihnya gapapa bonus." Ucap Arif Ntahlah Arifpun tidak mengenali dirinya sendiri kenapa dia menjadi kayak fakboy.



"Dasar Kaka tuu udah mirip buaya tau." Teriak Kinan kesal.



"Lah ko?." Tanya Arif dingin.



"Semua cewe dibaperin!." Ucap Kinan Sembari berdiri.



Arif ikut berdiri dan mencekal lengan Kinan. " Heh cuma elo doang,kalau Manda emang pacar gue." Ucap Arif meluruskan.



"Udahlah ka jangan main main sama perasaan Kinan." Ucap Kinan lelah dengan sikap Arif.



"Siapa yang mempermainkann perasaan lo?." Ucap Arif.



"Kaka itu ya aghh ! (Prustasi) Kaka itu bentar bentar mendekati Ka Manda,tapi di menit yang lain lagi ngedeketin Kinan? Mau Kaka apa sih jadi cowok gaada pendirian banget! Ini hati ka,Bukan parkiran yang bisa seenaknya aja Kaka Dateng dan pergi!." Teriak Kinan sungguh kesal.



"Oh." Balas Arif dengan segala sikap dingin dan wajah datarnya.

__ADS_1



"Aghhhh..serah." bentak Kinan pergi meninggalkan Arif.



"Heh bocil tunggu." Teriak Arif menghentikan langkah kaki Kinan.



"Apa." Ucap Kinan tanpa melihat Arif.



"Sama sama." Ujar Arif sembari melangkah mendahului Kinan.



"Iiiiiiiiii nyebelin!.'' teriak Kinan sembari menghentakan kakinya ke tanah.



"Kamu ga papa kan man?." Tanya AffI melihat Manda melamun sedari tadi.


"Manda gapapa ka." Ucap Manda sembari tersenyum yang di paksakan.


"Kalau mau nangis nangis aja."Seru affi sembari menatap Manda lembut.


"Manda bahkan cape nangis terus." Ujar manda sembari so kuat.


AffI tersenyum setelah itu menarik kepala Manda kebahunya.


"Kamu jangan sedih ya! Kan kamu masih punya aku." Ucap Affi menguatkan wanita yang sedari dulu ia kejar.


AffI tidak menyangka nasib Manda akan menyedihkan seperti ini,Jika saja dulu Manda memilihnya bukan memilih Arif mungkin Manda tidak akan terus terusan merasa patah hati.


AffI juga seandainya dulu dia menghapus perasaannya untuk Kinan,Mungkin diapun tidak akan pernah mencintai lagi kinan dengan sedalam ini.


"Aku cuma ga nyangka aja ka,nasib aku akan semenyedihkan ini." Ucap Manda sembari tersenyum membuyarkan lamunan AffI.


"Sabar! Aku yakin kamu wanita kuat." Ucap Affi sembari memeluk Manda.


Jleb


Arif melihat Affi memeluk Manda.


Tangan yang tadinya menuntun kinan,Arif lepaskan dan di kepalkan ketika melihat Manda dan Affi berpelukan.


Tangan Arif menarik paksa tangan Manda yang lemas.


Setelah itu Arif menatap AffI tajam.


"Sekali lagi gue lihat Lo meluk Manda,gue habisin Lo." Ucap Arif sembari menatap AffI murka.


"Kamu kenapa?." Tanya Arif hawatir melihat tubuh Manda lemas belum lagi Manda terluka.


"Aku gapapa." Ucap Manda sembari melengkung kan senyumnya.


"Yakin?." Tanya Arif tidak yakin.


Manda mengangguk pelan,setelah itu Arif memeluknya.


Kinan dibuat mematung melihat Arif dan Manda.Namun Kinan sadar diri sebelum pada akhirnya Kinan menatap AffI.


AffI menatap Kinan gadis itu sudah basah kuyup,namun Hoodie Arif melekat ditubuhnya.


Kinan tersenyum kearah AffI,namun affi masih dengan egois nya tidak membalas senyuman Kinan.Terlebih affi tadi melihat bibir mungil milik Kinan di cium mesra oleh Arif.


"Kamu masih marah?." Tanya Kinan mulai mencair kan suasana diantara mereka.


"Engga." Balas AffI dingin.


"Kenapa? Kenapa masih bersikap seperti ini." Ucap Kinan dengan tatapan berkaca kaca.


Setan kecil dihati affi terus saja menghasut untuk tetap egois.Namun Malaikat kecil AffI pun terus membujuk agar AffI memaafkan Kinan seperti halnya Manda yang memaafkan Arif.


AffI mulai merekahkan senyum terbaik nya untuk Kinan,setelah itu menarik Kinan kedalam pelukannya.


"Jangan sedih aku ga marah lagi." Ujar AffI membuat Kinan sontak terkejut dan merasakan kembali kehangatan pelukan AffI.


Alya sontak membulat kan matanya! Dia menghentak hentakan kakinya kesal.


Melihat Arif dan Manda berpelukan dan melihat affi dan Kinan pun tengah berpelukan seperti teletabis.


Lantas diri nya sendiri! Alya menelan salivanya dalam dalam setelah itu meredam emosinya.




"Wawww mama, vila nya keren." Ujar Riri yang langsung keluar dari dalam mobil dan melihat dua vila bertetanggaan.



"Lah sayang,sejak kapan vila nya jadi ada dua?."Ucap Risa heran karena dulu hanya ada vila Dimas.



"Oh itu, nanti aja bahas nya,soalnya cape nihh."Ucap Dimas sembari melangkahkan kakinya kedalam halaman vila.



Riri memencet beberapa kali bel vila Arif,namun tidak ada yang keluar dan membukan pintu,jelas jelas dihalaman vila mobil Arif terparkir disana.

__ADS_1



"Bang Arif bobo kali pah." Ucap Riri Sembari melirik jendela.



"Telpon coba dim."Ucap Risa sembari tampak hawatir.



Tutttt..



"Ga nyambung yang." Ujar Dimas Sembari menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.



"Astaga.. kemana anak itu." Ucap Risa hawatir.



Dimas celengak celinguk melihat vila disebelahnya tampak pintunya terbuka.



"Eh itu vila pasti ada orangnya,coba kita kesana tanyain." Ucap Dimas lalu Riri dan Risa mengiyakan perkataan Dimas.



~



"Punten.." ucap Dimas.



"AGH papa langsung masuk aja atuh pintunya juga kebuka." Ucap Riri gemas.



"Eh anak siapa sih kamu,papa ga ngajarin kamu tidak sopan ke gini." Ucap Dimas memutar bola matanya sebal.



"Ehhhh mah pah ituuu bang Arif sama temen temennya."Ucap Riri setelah itu Risa dan dimas masuk tanpa permisi.



Risa tidak habis pikir kenapa kelima manusia dihadapannya ini memejamkan mata sembari mengelilingi laptop ditengah tengah mereka.



Risa menggoyang goyangkan Arif,namun Arif sepertinya tidak mendengarkan Risa dia masih mematung.



"Ada apa dengan mereka?" Ucap Risa Sembari panik.



Dimas mengamati isi didalam laptop tersebut.



"Tidak! Mereka masuk kedalam dunia lain." Ucap Dimas sembari dengan serius.



"Papa dunia lain itu apa?."tanya Riri yang terkejut melihat ekspresi wajah Dimas.



Risa juga Sontak melihat Dimas ingin melontarkan pertanyaan yang Riri katakan.



Dimas mengacak ngacak rambut nya perustasi.



"Kenapa sih! Semuanya terulang kembali,dan gadis ini gadis ini sepertinya anak Dari Tante Mawar."Ucap Dimas menunjuk Kinan yang memejamkan mata.



"Maksud kamu apa?." Tanya Risa bingung.



"Halusinasi! Mereka terjebak di dunia Halusinasi!." Ucap Dimas membulatkan matanya sempurna.



\#bersambung-


\- maap banyak typo.


\#AccMin



\-Waw ada hubungan apa Dimas dan keluarga Kinan? pantau terussss😻

__ADS_1


__ADS_2