
"Jika perasaanmu saja sudah setengahnya lebur untuku,Lantas aku harus bagaimana?Mempertahankan mu? sudahlah aku tidak sebodoh itu!."
'tukk tukk tukk' suara ketukan kaca jendela itu terdengar nyaring di telinga seorang perempuan yang tengah tertidur pulas itu.
Kinan membuka matanya perlahan,Dengan samar dia melirik kearah jendela Namun mata indahnya,Hanya menangkap tirai kamar yang bergoyang kesana kemari tergibas angin.
"Hufs..." Kinan menghelakan nafas kasar,Dan menarik selimutnya kembali seraya untuk kembali menyambung mimpinya.
Preeeeeeeee, Namun kali ini Kinan mendengar suara pecahan kaca di luar kamar Kinan.
Deg!.
Jantung Kinan sedikit terkejut,Lantas ada apa diluar?suara apa itu? Apakah itu maling?.
Pikiran pikiran negatif Kinan mulai memenuhi isi kepalanya,dia sangat takut rumah milik Dimas yang selaku om nya itu kemalingan,Apalagi sampai membahayakan Salah satu pemilik rumah.
Kinan pelan pelan membuka selimut nya dan berjalan kearah pintu kamar.
Kerekekkkk..Kinan membuka pintu kamar dengan pelan dia sangat takut sekali.
Setelah Kinan melihat kebawah,Hanya keheningan tidak ada siapapun dan tidak ada apapun.
"Hufss.." ucap Kinan menghelakan nafas kasar.
"Kucing kali ya." Ujar nya lagi setelah itu dia melangkahkan kakinya kebawah menuju dapur untuk mengambil air putih.
Matanya tertuju kearah jarum jam ruang tengah,Rupanya sudah hampir pagi,Jarum jam menunjukkan sudah pukul 02.47 menit.Dan Kinan berlalu kedapur.
Dia mengambil segelas air putih dan meneguknya,setelah itu sekelebat bayangan manusia melintas didepan matanya.
Dada Kinan mulai berdebar,siapa yang akan menganggu nya lagi.
"Al?." Ucap Kinan memanggil Alwi,dia sangat yakin Alwi lah yang mulai menjahilinya.
"Al jangan jail dong." Ucap Kinan sembari sedikit bergemetar.
Preeeeee.
Gelas yang digenggam Kinan tiba tiba saja jatuh sampai pecah,karena Kinan melihat kepala manusia dihadapannya sedang melayang.
Dengan berumur darah dan lalat lalat memenuhi wajahnya.
Lantas kepala siapakah itu?
Kinan baru melihat kepala itu,Dia bukan Reysa ataupun yoga maupun Ana, dia orang yang berbeda.
Kaki Kinan mendadak kaku,seluruh tubuhnya serasa tidak bisa ia kendalikan.
"Siiiiii aaa paa kamuu.." ucap Kinan terbata bata.
Namun kepala itu hanya melebarkan senyumnya nya,dan semakin mendekati wajah Kinan.
"Tunggu tanggal mainnya." Bibir busuk dengan bau yang sangat menyengat itu mulai melontarkan kata kata mengancam Kinan,sehingga Kinan ambruk pingsan ditempat.
BRUKSSS.
Tokkkkk...tokkkk....
"Teh kinannn,teh bangun udah siang kata mama sarapan dulu..." Ujar Riri membangunkan Kinan yang masih terlelap.
Tokkkkk tokkkkk
"Teh Kinan ba..." Ujar Riri sekali lagi namun terpotong perkataan Arif.
"Udah jangan dibangunin dulu ri,dia kebluk nanti biar Abang siram aja." Ujar Arif sembari menyampaikan handuk di pundak nya.matanya menyorot kesal kearah pintu kamar Kinan yang terpampang jelas di pintunya ada tulisan "REYSA INDRIANA."
Tangan Arif langsung meraih tulisan REYSA INDRIANA dan meremasnya setelah itu melemparnya ketong sampah.
"Abang! Kenapa di copot." Teriak Riri kesal.
"Ini udah bukan kamar Rey! Jadi kita harus menghargai pemilik kamar baru ini." Ucap Arif setelah itu meninggalkan Riri.
Riri sangat kesal bagaimanapun Reysa adalah kakaknya,Dan dia tidak semudah itu melupakan Reysa walaupun Rey sudah meninggal.
Dengan wajah muram Riri kembali kemeja makan, sambil melahap roti yang sedari tadi ia genggam.
"kinannnnnn kinantyyy Rahayu,WOYYY BANGUN KEBLUK!." Teriak Alwi sembari menggoyangkan badan Kinan.
"Emmmmmmmm..." Ujar Kinan sembari merentang kan tanganya,samar samar Kinan melihat Alwi didepannya dan dia terkejut.
"Haa....." Ucap Kinan Sembari bangun dari ranjangnya.
"HAAA heeee hooo,,Bangunnn kebluk dasar,ini udah jam 9 loh masa anak perawan bangun jam 9 cepet mandi." Omelan Alwi yang menggelegar tidak sama sekali membuyarkan lamunan Kinan dia masih melamun.
"Woyy Kinan astaga budeg!." Teriak Alwi sekali lagi sembari menggoyangkan bahu Kinan.
"HAAA. Apa?." Ucap Kinan sembari tampak seperti orang bego.
"Astaga,Lo kenapa SII." Ucap Alwi sembari menepuk jidat Kinan lembut.
"Al semalam gue mimpi buruk!." Ucap Kinan serius.
"Mimpi apaan?." Ucap Alwi sembari penasaran.
"Kemarin gue liat kepala manusia melayang di dapur." Ucap Kinan sembari ketakutan tampak menyelimuti wajahnya.
"Ohh itu! Kalau itu bukan mimpi bego,emang Lo pingsan didapur tapi gue gatau kalau Lo abis liat gituan." Ucap Alwi sembari melirik Kinan.
"Tuh kan Al,gue beneran pingsan terus yang bawa gue kesini siapa elo?." Ucap Kinan sembari hawatir.
Alwi mengangguk setelah itu beranjak dari ranjang Kinan.
"Gausah dipikirin nan,selagi ada gue Lo baik baik aja." Ujar Alwi sembari mencubit kedua pipi chaby Kinan lembut setelah itu mengedipkan sebelah matanya dan menghilang.
Kinan tersenyum bahagia,Alwi benar selagi ada Alwi Kinan pasti akan baik baik saja.
Trinkkkkkkkkk
Suara ponsel Arif bergetar sedari tadi,Ia masih tidak bisa mengangkat telponnya karena dia sedang mandi dikamar mandi.
Terus saja berdering sampai Arif kesal dan meraih ponselnya.
"Halooooooooo.." ucap Arif sedikit ngegas.
"Rif ko belum kerumah aku." Ucap Manda didalam ponsel dengan nada kesal.
Astaga Arif! Arif lupa kalau hari ini dia ada jam kuliah,pantas saja Manda menelponnya sedari pagi.
Mata Arif melihat jam dari ponselnya.
Lagi lagi Arif terkejut karena jam diponselnya sudah menunjukan jam 10.34 menit,dan hanya ada waktu sekitar 1menit lagi dan Arif tidak mungkin sampai kekampus dalam waktu satu menit,apalagi dia belum selesai mandi dan menjemput Manda..
Aghhhhhhh Arif prustasi kenapa bisa lupa!
"HALOOOOO!." bentak Manda sedikit membuat Arif kaget.
"Iyaaa ohokkkkkk OHOK... Mann kamu kekampuss sendiri aja ya aku demammm man, haaaa ciwww!." Ucap Arif berderama.
"Yaampun kamu sakit apa? Yaudah nanti aku ijinin ke dosen,pulang dari kampus aku kerumah kamu ya." Ucap Manda dengan sedikit nada hawatir.
"Iyaa man haaaa ciw!." Ujar Arif sembari berpula pula plu.
"Iyaa minum obat istrirahat yang cukup.bye" ucap Manda setelah itu mengakhiri panggilannya.
Arif menghelakan nafas lega,setelah itu menaruh kembali ponselnya dan kembali mandi dengan damai.
Kinan sedang asik menikmati angin sore di balkon rumah Dimas,Balkon rumah Dimas memang sangat menenangkan dengan pemandangan alam yang sangat menakjubkan.
Setelah mendapat kabar kalau AffI kuliah kembali dan akan menjemput nya setelah pulang kuliah Kinan memilih menunggu AffI sambil menikmati ketenangan disore hari di balkon ini.
DUKSSSS..
Tiba tiba sesuatu menganggu ketenangan Kinan,ada yang melemparkan handuk kearah nya.
Sontak Kinan langsung melirik kebelakang.
Seorang laki laki tampan dengan tatapan dingin menatap kearah nya dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Apaaa?." Jawab Kinan dengan nada tinggi menantang Arif.
"Gapapa,Lo belum mandi kan mandi gih biar muka Lo tu ga kusut." Ucap Arif sembari sedikit meledek Kinan.
Kinan meremas ujung bajunya,dia sangat kesal kenapa Arif selalu saja membuat darahnya mendidih.
"Gue udah mandii!." Bentak Kinan sambil berdiri.
"Oh jadi gitu nada suara seorang adik kepada abangnya?." Tanya Arif sembari mendekati Kinan.
"Cik!.Kinan bukan adik Kaka,sampai kapan sih Kinan harus bilang sama ka Arif kalau kita itu tidak sedarah!." Ucap Kinan sembari berdecik kesal.
"Dan sampai kapan gue harus bilang kalau kita bisa saling mencintai karena kita tidak sedarah?." Tanya Arif membuat Kinan semakin ingin mencekik buaya di hadapannya ini.
"Bu..." Ucap Kinan namun tiba tiba saja dada Kinan merasa sesak dan sakit sekali.
Kinan menyentuh dadanya sembari batuk batuk kecil.
Arif sontak hawatir ada apa dengan gadis dihadapannya,kenapa tiba tiba seperti kesesakan nafas?."
"Aghh.." ucap Kinan sembari melemas terduduk di lantai.
"Loo kenapa?." Ucap Arif hawatir.
"Gapapa." Ucap Kinan sembari menahan sakitnya.
"Kita kerumah sakit ya." Ucap Arif sekali lagi dia hawatir.
Ohokkkkk OHOKKK..
Kinan batuk semakin parah sembari mengeluarkan darah hitam.
Mata Arif membulat sempurna melihat Kinan batuk dengan darah.
"Kita kerumah sakit ayo.." ucap Arif menarik lengan Kinan.
Kinan menepis tangan Arif setelah itu,dia berusaha berdiri.
"Gausah." Ucap Kinan setelah itu meninggalkan Arif dan dia berlari kecil kekamarnya sambari menahan sakit didadanya.
"Kinan berhenti!." Teriak Arif hawatir.
Namun kinan tidak berhenti dia malah mempercepat langkahnya.
"Aghhh..." Arif mengacak ngacak rambutnya perustasi kenapa Kinan susah sekali di atur,padahal sudah jelas Kinan sedang merasakan sakit yang sangat parah.
Brukssss.
Kinan menjatuhkan dirinya keranjang,setelah itu dia tidak merasakan sakit lagi.
Kinan bingung apa yang terjadi dengan dirinya,kenapa dia tiba tiba saja merasakan sakit yang luar biasa sampai batuk darah,seperti ada yang menusuk jantungnya.
Kinan harus memberi tahu Alwi, namun kemana Alwi dia tidak ada dikamar Kinan.
Kinan yakin ini bukan penyakit biasa,ini ada sangkut pautnya dengan kepala manusia yang kemarin malam Kinan lihat didapur.
Tok...tok....tokkkk
Riri membuka pintu yang sedari tadi diketuk.
Riri merekahkan senyumnya,saat melihat siapa yang datang kerumahnya.
"Teh Manda.Masukk tehh" ucap Riri sembari menarik lengan Manda.
"Bang Arif dimana RI?." Ucap Manda Sembari tersenyum.
Sementara Manda duduk di ruang keluarga sambil menonton film.
Tak lama kemudian Riri kembali lagi kebawah menghampiri Manda.
"Bang Arif gaada dikamar nya teh,gatau kemana." Ujar Riri dengan wajah sedikit bingung.
"Lah kan Abang kamu sakit,ga mungkin kan dia keluar?.'' tanya Manda heran.
"Abang ga sakit ko,tadi pagi aja Abang keliatan biasa aja." Jawab Riri poloss.
"Lahh lahhh ni anakk boong lagi." Ucap manda berdecak kesal.
"Yaudah teteh temenin Riri aja nonton nanti juga Abang pulang." Ucap Riri setelah itu Manda mengangguk dan lengannya meraih ponsel untuk menelpon Arif namun ponselnya Arif mati susah dihubungi.
Sehingga Manda harus pasrah menunggu Arif dengan Riri.
Selang beberapa menit Arif masuk rumah dengan membawa kantung plastik putih ditangannya.
Mata Manda mulai menatap Arif dengan mengenakan Hoodie berwarna hitam dan celana selutut jelas sekali Arif tidak pucat dan tidak sakit.
Arif sempat terkejut melihat Manda,dia merekahkan senyumnya dan menghampiri manda.sementara Riri kembali kekamarnya Riri cukup mengerti dengan orang pacaran tidak mau diganggu.
Dukss.
Manda langsung memukul bahu Arif dengan cemberut.
"Dasar tukang boong." Ucap Manda sembari menyipitkan matanya dan memanyunkan bibirnya terlihat sekali dia sangat marah dan menggemaskan.
"Ehehehehehee tadi aku kesiangan bangun." Ucap Arif sembari memamerkan deretan gigi putihnya.
"Alesan! Kalau boong gausah pake sakit sakit segala!." Ucap Manda semakin kesal.
Arif mencubit gemas hidung Manda sampai memerah.
"Udahh marahnya udahhh?." Ucap Arif dengan sedikit gemas.
"Belum.." ucap Manda sambil menyolot kearah Arif
PLETAK.
Manda malah dijitak lembut oleh Arif saking gemasnya.
"Diajarin siapa sama suami nyolot?." Ucap Arif Sembari mencubit kedua pipi Manda yang mengembung layaknya anak kecil yang marah.
Manda tersenyum lebar menampilkan gigi gigi manisnya setelah itu meminta maap kepada Arif.
"Maap abisnya siii kamuu boong terus.'' ucap Manda sembari tersenyum namun sedikit cemberut.
"Haaaa maap eheee.." ucap Arif Sembari mengacak ngacak rambut Manda gemas.
Mata Manda melihat plastik putih yang sedari tadi Arif bawa.
Tanganya langsung membuka isi plastikk itu.
Ada 2 botol susu ultra milk berukuran sedang,satu coklat Silverqueen berukuran besar,dan beberapa obat dari apotek diantaranya obat sesak,obat batuk dan juga obat muntah darah.
"Ini untuk siapa? Mama kamu? Riri? Siapa yang sakit?." Ucap Manda sembari memerhatikan obat obatan itu.
__ADS_1
Arif hanya melamun mencari alesan namun suara langkah kaki seseorang,membuat Arif dan Manda melihat ke arah tangga.
"Kinan?" Ucap Manda dengan wajah yang tidak bersahabat bagaimana mungkin tidak terkejut kenapa Kinan berada satu atap dengan Arif?.
Kinan sempat terkejut namun dia menutupinya dengan senyum yang merekah,setelah itu menghampiri Manda.
"Eh ka gimana udah sembuh?" Ucap Kinan sembari melihat Manda lembut.
"Udahhh, tapi ko?." Ucap Manda semakin dibuat bingung
"Jadi ceritanya panjang Man,yang intinya Kinan adalah sepupu aku dan alm mamanya sempat menitipkan Kinan ke papa jadi Kinan tinggal disini." Ucap Arif menjelaskan.
Deg!
Hati Manda sangat sakit sekali,dadanya sesak bagaimana mungkin semesta mengatur rencana sebodoh ini, kenapa harus tinggal satu atap? Sedangkan Manda tau Arif sangat menyukai Kinan dan Kinan juga sempat sedikit merusak hubungannya? Pantas saja selama ini Arif tidak pernah kerumah nya lagi,dan selalu banyak alesan kalau Manda mengajak nya jalan-jalan,Jadi ini alasannya? Karena Kinan tinggal dirumahnya, jadi itu yang membuat Arif betah berlama lama dirumah nya. Sampai Arif bolos kuliah juga? Astaga dada Manda sangat sesak sekali.
"Iya ka aku sama ka Arif sepupu." Ucap Kinan membuyarkan lamunan Manda.
Manda sempat berkaca kaca,mungkin beberapa dobrakan lagi air matanya akan mengalir namun tetap saja dia harus kuat dia tidak lemah.Manda merekahkan senyumnya ke arah Kinan dan menggenggam tangan Kinan lembut.
"Syukurlah nan,jadi kamu punya keluarga bagaimana dengan keadaan kamu?." Tanya Manda dengan sedikit rasa cemburu.
"Baik kaa." Ucap Kinan sembari merekah kan senyumnya namun Arif langsung menyodorkan plastik putih itu kepada Kinan.
"Lo ga baik baik aja! Makan ini dan istrirahat!." Ucap Arif terdengar dingin namun terlihat sekali Arif begitu peduli dengan Kinan bahkan dihadapan Manda.
Sudahlah Manda sudah terlalu sakit melihat ini,walaupun Kinan sepupu arif dan Arif bisa dibilang Kaka Kinan tetap saja Manda cemburu karena mereka tidak sedarah.
Clakkk
Air mata Manda sudah berhasil mendobrak dan mengalir satu tetes yang langsung dihapus oleh Manda.
Kinan melihat Manda,dia sangat tidak enak oleh Manda dia kembali menyodorkan plastik itu.
"Gue baik baik aja ka makasih obatnya,tapi gue gabutuh." Ucap Kinan setelah itu tersenyum kearah Manda.
"Ka Manda Kinan pamit dulu ya,mau jalan sama AffI." Ucap Kinan berpamitan kepada Manda dan melirik Arif dengan sinis.
Manda mengangguk tersenyum,namun Arif melihat Kinan sinis.
"Gue nga ngijinin Lo keluar rumah Kinan!." Teriak Arif namun sama sekali tidak didengar oleh Kinan.
~
Kenapa tuhan selalu menguji hatiku? Apakah aku belum pantas bahagia?.
Begitulah rintihan Manda yang kali ini melamun tertegun Sembari melihat matahari yang kian akan tenggelam.
Dia menunggu Arif yang entah sedang apa di dalam rumahnya,sedangkan Manda dengan setia menunggu Arif di balkon rumah Arif sembari menikmati kesakitan hatinya melihat Arif sebegitu perhatian kepada Kinan.
"LO HARUSNYA NYERAH!." Tiba tiba saja suara Perempuan menggema di telinga Manda ya itu suara Reysa.
"Rey " ucap Manda kali ini dia tidak terkejut ataupun takut dia sudah lelah dengan teror Reysa.
"Ya! Gue perihatin liat Lo man, Lo udah dibuang dari hati Abang gue tapi Lo seolah olah ngemis ngemis cinta sama dia,Lo gapunya kaca? Atau Lo gapunya malu?." Ucapan Reysa mampu membuat Manda sadar Reysa ada benarnya.
"Iya Rey gue sadar gue udah dibuang,dan sekarang gue harusnya mundur." Ucap Manda dengan nada yang melemah.
"Kalau Lo berhenti mencintai Arif gue gaakan ganggu Lo lagi." Ucap Rey kali ini dia serius.
"Gue gabisa berhenti mencintai Arif,tapi gue mulai sedikit mundur ko." Ucap Manda dengan nada yang lemah.
"Lo itu keras kepala banget sih Manda!." Bentak Rey sangat jenuh dengan alesan Manda.
"Abang Lo udah sama gue selama 3tahun Rey gamudah buat gue lupa sama dia." Ucap Manda sembari berkaca kaca.
"Gue tunggu 1minggu kedepan! Kalau Lo masih bersama dengan Arif gue gaakan segan segan membunuh Lo." Ucap Reysa setelah itu menghilang.
"Hufssss...." Ucap Manda Sembari menenggelamkan wajahnya disela sela tanganya.
"Mba..." Ucap seorang laki laki dibelakang Manda.
Manda melirik kebelakang dan melihat arwah tukang ojeg itu.
Astaga Manda lupa,dia sudah janji akan membantu tukang ojeg itu.
"Maap pa saya lupa sekarang saja bapak tunjukan harus kearah mana saya pergi." Ucap Manda dengan nada sedikit bergemetar.
Tukang ojeg itu mengangguk dan berdiri.
~
"Rif aku pulang dulu ya, disuruh kerumah sakit sama abang." Ucap Manda setelah sampai keruang tengah dan melihat Arif sedang bermain game.
"Mau aku anter?." Tanya Arif.
"Boleh emangnya?." Ucap Manda berbalik bertanya.
Arif melirik jam tangan yang melingkar di tanganya,sudah jam 7 malam.
Seketika Arif teringat Kinan,kenapa wanita itu belum pulang padahal sudah malam lagipula dia sedang sakit parah.
"Kamu bisa pulang sendiri?." Tanya Arif kepada Manda.
Deg!
Padahal sudah malam tapi Arif tega bertanya seperti itu kepada Manda!.
"BISA!." Bentak manda setelah itu melangkahkan kakinya keluar tanpa berpamitan.
"Hufsss.... Anak itu gampang sekali marah." Ucap Arif sembari menarik jaket nya dan meraih kunci motornya namun bukan untuk mengantarkan Manda pulang tapi untuk mencari Kinanty Rahayu.
"Moy coba liat bintang yang paling terang itu." Ucap Affi sembari melajukan motornya tangan nya menunjuk kearah lampu jalanan kota, Dilangit sama sekali tidak ada bintang membuat Kinan bingung.
"Manaaaa gaada." Ucap Kinan sembari memerhatikan langit yang hitam pekat.
"Ituuuu..." Ucap Affi dengan kekeh
"Itu lampu begoo." Ucap Kinan sebal.
"Tapikan lampunya berbentuk bintang hahaah.." ucap Affi sembari tertawa
"Garingg dasar." Ucap Kinan sedikit tertawa melihat kegaringan affi.
"Ehhhh kenapa coba dilangit gaada bintang?." Tanya AffI kembali membuat Kinan bingung.
"Emmmm karena bukan jadwal nya bintang keluar kali." Tebakan Kinan membuat AffI tertawa geli.
"Ahahaaaaa salah .." jawab affi sembari tertawa.
"Emmmm karena tadi siang hujan jadi bintangnya gamuncul deh." Sekali lagi tebakan Kinan membuat AffI tertawa lepas.
"Hahahaha bukannnn gemoyyyy,nyerah gaa?." Tanya AffI sekali lagi dengan tertawa.
"Gaaaa aku gamau nyerah sekarang!." Ucap Kinan dengan kekeh.
"Ayo tebak dengan jelass." Ucap Affi sembari memelankan motonya.
AffI mengarahkan kaca sepion motornya ke wajah kinan,gadis itu tampak cantik sekali kalau sedang berpikir dengan wajah yang sangat menggemaskan.
"Udah ada belumm jawabannya?." Tanya AffI sedikit menggoda Kinan
"Emmmmm yaudah deh nyerah deh." Ucap Kinan terpaksa nyerah dengan wajah cemberut kesal.
AffI sedikit tertawa setelah itu dia menatap kedepan.
"Jawabannya adalah, karena bintang insecure liat kamu lebih terang,lebih indah,lebih mempesona dan lebih cantik,makanya bintang gamuncul malam ini karena dia takut kalah saing sama kamu." Ucap Affi sembari menatap Kinan di kaca spionn motornya.
Terlihat jelas wajah Kinan memerah dan sangat menggemaskan,setelah itu Kinan mencubit pelan perut AffI.
"Emm gombal." Ucap Kinan sembari tersenyum.
AffI malah menarik tangan Kinan yang sebelah nya lagi dan meletaknya diperut AffI sehingga Kinan menjadi memeluk perut AffI dari belakang.
__ADS_1
"Emmmmmmmm dasarr mengambil kesempatan dalam kesempitan.", Ucap Kinan sudah tidak paham lagi dengan kelakuan human dihadapannya ini.
Setelah itu AffI tertawa dan Kinan pun ikut tertawa ternyata bahagia sesederhana itu.