MEREKA KEMBALI

MEREKA KEMBALI
part 20


__ADS_3

Bagaimana mungkin aidhan Gumilarr adalah Gumi musuhnya selama di TK dan sekarang mereka bertemu tanpa sengaja? Bahkan Manda sempat menganggumi ketampanan musuhnya itu,aghhh Manda dia sangat malu kenapa dia tidak menyadari kalau aidhan gumilarr itu adalah Gumiii orang paling menyebalkan diduniaa.


"Tiarr ?." Panggil Aidhan kepada Manda yang masih melamun.


"iiiyaa.." ucap Manda terbata bata.


"Sudah ingat?." Ucap aidhan sekali lagi.


Manda mengangguk dan wajahnya sangat memerah dia berusaha melepaskan pengaman mobil,dan mencoba keluar dari mobil aidhan.


Aidhan menahan manda.Dia menatap Manda dengan tajam.


"Tiarr jadi kamu gamau minta maap? Setelah selama ini menghilang dari hidup aku?." Ucap aidhan kedapa Manda.


"Akku... Maap Gumi tapi aku harus pergi." Ucap Manda setelah itu keluar dari mobil aidhan.


Aidhan mencoba menghampiri Manda dia menarik Manda masuk kembali kedalam mobilnya.


"Tiarr jangan pergi lagi." Ucap aidhan kepada Manda.


Flashback on. (Gumi&Tiar).



"Gumi jelek kenapa kamu selalu merusak kuciran aku?." Ucap Tiar yang masih berusia 6 tahun.



"Karena Tiar terlalu lucu untuk di kucir, gumi jadi gemesss." Ucap gumi sembari mencubit lembut pipi Tiar.



"Pokoknya Tiar gaakan Maapin gumi kalau sekali lagi Gumi narik ikatan rambut Tiar." Ucap Tiar sembari memonyongkan bibirnya.



"Yaudah gumi minta maap,tapi Gumi punya satu permintaan." Ucap gumi sembari tersenyum melihat Tiar marah.



"Apa! Awas aja kalau aneh aneh.", Ucap Tiar.



"Gumi mau kita sahabatan,gaboleh musuhan ya Tiar,Gumi males terus terusan jailin Tiar." Ucap gumi membuat Tiar tersenyum.



"Tiar juga mau jadi sahabat Gumi,asal Gumi harus tetap ada sampai Tiar dewasa gimana?." Ucap Tiar sembari memamerkan gigi putihnya.



"Gumi janji akan tetap sama Tiar, kecuali kalau nanti Tiar yang pergi dari Gumi."ucap gumi.



"Tiar gaakan pernah ninggalin Gumi janji." Ucap Tiar lalu membuat perjanjian Kelingking dengan Gumi.



Flashback off.


~


Manda meneteskan air matanya,bagaimana bisa dia mengingkari janji nya kepada aidhan.Dan bodohnya kepada dia tidak menyadari kalau aidahn itu Gumi.



"Jangan pergi lagi Tiar Gumi cape nyari tiar." Ucap Aidhan kepada Manda dengan tatapan lembut.



"Tapi aidhan,Manda sudah tunangan Manda gaakan menghianati cinta Manda untuk Arif." Ucap Manda dengan nada sedikit lemas.



"Emangnya Arif mencintaimu Tiar? Memangnya Arif mampu menjaga mu?." Ucap aidhan kepada Manda

__ADS_1



Manda membisu tidak bisa menjawab pernyataan aidhan,bahkan Arif sudah beberapa kali melukai hatinya bagaimana mungkin perasaan Arif masih utuh terhadap nya.hah itu tidak mungkin.



Bahkan Arif sudah tidak pernah mengabarinya, menanyakan kabarnya dan sekedar jalan jalan denganya.



"Bagaimana? Mau ikut aku sebentar?." Tanya aidhan kepada Manda.



"Kemana?." Tanya manda.



"Ketempat masa kecil kita,aku ingin mengulang nya dari awal." Ucap aidhan setelah itu Manda mengangguk.



Arif menelpon Manda berurang kali namun tidak diangkat oleh Manda.


"Aghh...." Ucap Arif membanting ponselnya dia prustasi kenapa Manda tidak mengangkat telponnya.


Apa Manda masih marah?


Apa dia sangat marah?.


Begitulah isi otak Arif,dia baru menyadari kalau diacuhkan Manda itu ternyata menyakitkan.


Seketika ujung matanya menatap Kinan berjalan kedapur sembari memengangi dadanya.


Arif mengikuti Kinan rupanya gadis itu,sedang mengambil air putih.


Trinkkkkkkkkk.....


Suara panggilan ponsel Arif berdering,dia langsung mengangkat dan menggerakkan tombol hijau dia pikir dari Manda namun ternyata itu dari Dimas.


"Hallo pa?." Ucap Arif


"Oh iya pa." Ucap Arif setelah itu panggilan diakhiri oleh Dimas.


Bruksss...


Mata Arif melihat Kinan terjatuh sembari memegangi dadanya,dia sampai memuntahkan darah dihadapan Arif.


"Kinan!." Ujar Arif menghampiri Kinan.


Kinan terus saja muntah darah,dia sangat lemas sekujur tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa.


"Sebenernya kamu sakit apa sih." Ucap Arif sembari mengendong Kinan kekamarnya.


Arif dengan telaten merawat Kinan,dia mengopres Kinan yang mengigil parah.


Kinan terus saja menangis dan menyebut nama mamanya,dia sangat parah keadaanya semakin hari semakin parah.


Arif mengelus Kinan dia sangat iba dengan Kinan, sebenernya apa yang terjadi kepada Kinan kenapa dia menjadi seperti ini.


"Alll...Alwi..." Ucap.kinan matanya terpejam namun menyebut nama Alwi.


"Alwi siapa?." Ucap Arif dia sangat bingung kenapa Kinan menyebut Alwi.


"Alwiii .." teriak Kinan dia sangat ingin bertemu Alwi.


Arif melangkah kan kakinya keluar dia mencoba menelpon AffI,siapa tau AffI tau siapa itu Alwi.


AffI baru saja selesai mandi,tadinya dia akan bergegas kerumah Arif, untuk melihat keadaan Kinan namun telponnya berdering sehingga dia langsung melihat siapa yang menelpon nya.



'Cik! Tumben sekali sitengil ini nelpon!.' ucap Affi setelah mengetahui yang menelpon adalah Arifin Najmi Nadian.



Dia langsung menggeserkan tombol hijau dan menelpelkan telpon nya tepat ditelinganya.

__ADS_1



"Hallo.." ucap Affi dengan nada malas.



"Gue perlu elo! Kinan sakit parah dia demam." Ucap Arif didalam ponsel berhasil membuat AffI menutup panggilannya dan langsung bergegas menuju rumah Arif.



"Aidhan ini indah banget." Ucap Manda setelah melihat hamparan daun hijau dan banyak sekali permainan anak kecil, seperti ayunan, prosotan dan lainnya.


"Tiar kamu ingat? Dulu kita selalu ingin kesini tapi dulu aku cuma punya uang 20ribu."ucap aidhan sembari melihat Manda yang tersenyum lebar.


Manda mengangguk setelah itu dia langsung menghampiri ayunan dia duduk disana dan aidhan mendorongnya pelan.


Indah, Tenang,damai,nyaman dan begitu sunyi.Hanya ada mereka berdua ditempat seluas ini.


"Sini duduk Gumi." Ujar Manda sembari menepuk nepuk satu ayunan kosong di sebelahnya.


Aidhan duduk dan tersenyum akhirnya Manda memanggilnya dengan sebutan itu lagi.


"Kenapa kamu bertunangan dengan laki laki yang jelas jelas tidak mencintaimu Tiar?." Ucap aidhan kepada Manda.


Manda melamun lalu tertunduk.


"Gumi masa masa SMA ku suram aku menabrak seorang gadis dan gadis itu menghantuiku sampai saat ini,Dan Arif dia Kaka dari gadis yang bernama Reysa gadis yang yoga tabrak,Gumi aku takut." Ucap Manda dengan sedikit bergemetar.


"Aku tau kamu bisa melihat dia kan ?." Ucap aidhan menunjuk kearah prosotan.


Manda melihat prosotan itu dan betapa terkejutnya Manda kenapa bisa,kenapa Aidhan juga bisa melihat mereka yang tidak bisa terlihat manusia normal.


Manda melihat seorang anak kecil bermain prosotan dengan wajah pucat,dia yakin anak kecil itu bukan manusia, tapi kenapa Aidhan bisa melihatnya juga?.


"Kamu?." Ucap Manda dengan aneh.


"Iya Tiar ,setelah umurku 17tahun aku bisa melihat mereka,dan bahkan aku berteman baik dengan mereka." Ucap aidhan sembari tersenyum.


"Tapi kenapa?." Ucap Manda sedikit tidak percaya.


"Jadi begini ceritanya." Ucap aidhan.




"Affi tunggu kamu mau kemana?." Tanya Alya kepada AffI.



"Gue mau kerumah Arif Kinan sakit." Jawab affi sembari terburu buru.



Alya tersenyum sinis,tanganya terkepal puas.



"Oh aku ikut boleh?." Ucap Alya



"Ribet! ga." Ucap Affi setelah itu meninggalkan Alya.



Alya meremas ujung bajunya bibirnya tersenyum miring. " Oke AffI gue udah berhasil membuat Kinan menderita,Dan besok gue akan membuat Lo cinta mati kegue hahaha." Ucap Alya dengan katawa yang menggelegar.



"Oh! Jadi elo orangnya!." Ucap seorang laki laki yang tiba tiba muncul dibelakang Alya.



Siapa dia?


__ADS_1


\#bersambung-


\-Maap banyak typo


__ADS_2