
"Ibarat pelangi dia hadir setelah hujan reda, Seperti kamu,Kamu hadir setelah beberapa kali aku merasakan jatuh dan tenggelam,dikala gelap kamu sengaja memberi penerang untuk ku,dikala suram kamu sengaja datang memberi warna warni indahnya kehidupan, Terimakasih telah membersamaiku lewat ketidaksengajaan yang aku semogakan."~
Deg!.
Detak jantung Manda seolah olah ber irama,ini kedua kalinya Manda merasakan seakan akan hatinya akan jatuh lagi kedalam pelukan seorang laki laki,hanya lewat tatapan.
"Manda?." Panggil aidhan dengan nada sedikit mengagetkan Manda.
"Ahhh iyaa apa?." Jawab Manda dengan gelagapan karena salting.
"Kamu pulang naik apa? Kemana?." Tanya aidhan dengan nada sedikit lembut.
"Emmmm rumah aku jauh dari perkampungan ini,aku juga gabawa kendaraan dan gaada taksi yang lewat jam segini." Ujar Manda kebingungan.
"Hahaha kamu lucu ya, dikampung mana ada taksi udah aku anterin pulang aja gapapakan?." Ucap aidhan sembari menatap Manda serius.
Manda malah menatap aidhan,dia sedikit takut aidhan orang jahat dan akan menculiknya, walaupun penampilan aidhan goodboy tapi tidak menutup kemungkinan kalau ternyata nantinya aidhan juga orang jahat.
Pikiran Manda terus saja bergelut,sampai pada akhirnya aidhan mengibaskan tanganya ke wajah Manda dia merasa bingung kenapa dengan gadis cantik dihadapannya ini.
"Ehem,aku bukan orang jahat loh aku baik tapi kalau kamu ga percaya yaudah gapapa aku pulang,duluan ya." Ujar aidhan membuat Manda membulatkan matanya.Jika aidhan pulang dengan siapa nantinya Manda disini? Dijalan sepi ini.
"Emmmm yaudah aku gapapa ko,bentar lagi juga pasti ada kendaraan lewat." Ucap Manda dia terlalu gengsi untuk mengiyakan tawaran aidhan.
"Yakin?." Ucap aidhan matanya yang indah serta bulu matanya yang lentik berkedip kedip menggoda Manda.
'astaga ini manusia atau bukan sih?.'
'kenapa begitu tampak seperti malaikat.'
'meleleh aku liatnya.'
Rintihan rintihan Manda disaat melihat keimutan aidhan saat menggoda nya.
"Gimana masih mau nunggu yang gapasti?." Tanya aidhan kali ini dia sedikit memaksa Manda.
"Tapi kamuu bukannn...." Ucap Manda namun perkataannya terpotong oleh ketawanya aidhan.
"Ahahahaah jadi dari tadi kamu so jual mahal,karena kamu takut aku orang jahat?." Ucap aidhan sembari tertawa.
"Emmmm bukan kan? Kamu manusia kan? Orang baik kan?." Ucap Manda dengan wajah memerah karena malu.
Aidhan menepuk keningnya sendiri,setelah itu tertawa kembali.
Manda menggigit bibir bawahnya, ada apa dengan laki laki dihadapanya ini,kenapa humornya begitu receh padahal sama sekali tidak ada yang lucu.
"Kamu tau tidak?." Ujar aidhan kepada Manda dengan tatapan serius bahkan ketawanya berhenti.
"Ga tau." Ucap Manda polos.
Tampak sekali aidhan sedang menahan tawanya,namun dia berusaha serius berbicara kepada Manda.
"Aku pisycopath!." Ucap aidhan membuat Manda sedikit terkejut dan mundur.
"Bohong!." Ucap Manda dengan tegas.
"Kamu pasti ga percaya kan? Yaiyalah orang ganteng gini mana ada yang percaya kalau pisycopath, tapi aku bener bener suka membunuh dan memutilasi mahkluk hidup!." Ujar aidhan dengan nada yang sangat serius.
Manda berjongkok dia melemas,bagaimana mungkin dia selamat dari tawanan preman jahat,namun masuk kedalam bahaya yang lebih membahayakan dirinya,sunguh dia masih ingin hidup.
Manda terus saja berjongkok sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,sesekali terdengar isakan tangis didalamnya.
Aidhan ikut berjongkok dan melirik Manda,dia terkejut kenapa wanita dihadapannya gampang sekali percaya padahal dirinya hanya bercanda.
"Jangan nangis dong,aku gasuka daging gadis cantik apalagi imut seperti kamu." Ucap aidhan mencoba merayu.
"Aku takut,kenapa sih semua nya mau aku mati?." Manda malah semakin histeris ditengah gelapnya malam.
"Engga gitu,aku gamungkin ngebunuh perempuan,lagian kenapa kamu percaya sih kalau aku pisycopath dasar." Ucap aidhan dengan nada sedikit menyakinkan.
Manda membuka telapak tanganya dia menatap aidhan yang menatapnya "Jadi kamu bukan pisycopath? Kamu manusia normal?." Ucap Manda menyakinkan.
"Iyaa aku normalll niii aku gasuka daging manusia engga.." ucap aidhan sedikit tertawa geli.
"Ih dasar!." Ucap manda kesal.
DUKSSSS.
Manda bangun dan menghadiahkan tendangan kekesalannya kepada aidhan,aidhan sempat meringgis kesakitan namun rasa ingin tertawa lebih mendominasi sehingga dia tertawa sembari mengacak ngacak rambut Manda.
"Yaudah ayo." Ucap aidhan menarik lengan Manda.
"Kemana ih lepasin." Ucap Manda memberontak.
"Pulanggggg,aku gamau ya liat kamu dihadang preman lagi!." Ujar aidhan sembari menarik Manda.
Aidhan memasukan Manda kedalam mobil hondazes warna merah miliknya,dan Mengantarkan Manda pulang.
Alwi dengan susah payah mengobati luka Kinan,namun Alwi terkejut didalam tubuh Kinan ada aura hitam yang mencoba ingin mencelakakan Kinan.
"Aghhhh! Siapa yang berani bermain dengan sekotor ini kepada Kinan." Ucap Alwi dia sangat emosi karena ada yang mencoba mencelakai Kinan dengan cara kotor.
"Ohokkk ohokkkk,Al gue dimana." Ucap Kinan yang terbangun setelah tadi dirinya terjatuh ditangga.
Alwi tersenyum mengusap rambut Kinan dengan lembut, "Lo dikamar Nan,jangan hawatir yah gue akan cari tau siapa yang mengirim santet itu ke elo." Ucap Alwi sedikit menenangkan Kinan.
"Jadi selama ini gue disantet Al?." Tanya Kinan bibirnya bergemetar bagaimana mungkin ada yang tega menyantet dirinya dan siapa?apa itu Manda? Aghh tidak mungkin.
"Lo kena santet,dan orang itu mengirim kepala manusia untuk mengawasi elo nan,Lo harus hati hati untuk sementara jangan jauh jauh dari gue." Ujar Alwi mata Alwi memerah karena marah.
Kinan menyenderkan kepalanya yang terasa berat,serta sakit didadanya tidak kunjung mereda, percuma kedokter karena ini bukan sakit biasa,dia hanya perlu Alwi untuk membalikan dan menghentikan santet yang mencoba membunuhnya.
"Lo istrirahat ya nan,gue jagain Lo disini ko." Ucap Alwi sembari mengelus kening Kinan dan Kinan tersenyum lalu mengangguk mengiyakan kata kata Alwi.
~
"Gue gaakan pernah terima kalau ada yang bermain sekotor ini,lihat saja kalau gue tau orangnya jangan harap Lo selamat!."ujar Alwi dengan tangan terkepal matanya menatap Kinan dengan iba.
"Nahh nah itu rumah aku,berhenti disini aja Dhan." Ujar Manda sembari menunjuk rumah berlantai 3tingkat berwarna putih abu abu.
"Apa? Kamu manggil aku apa?." Ucap aidhan sembari memberhentikan mobilnya.
"Dhan? Nama kamu kan aidhan terus kalau aku panggil aidhan kepanjangan yaudah aku panggil Dhan aja.Emang kenapa?salah ya?." Ucap Manda sedikit canggung.
"Aku gasuka ya dipanggil Dhan dhen ataupun apalah nama nama pendek gitu!."Ucap aidhan bibirnya memanyun menggemaskan.
"Emmm yaudah iya maap aidhan." Ucap Manda lalu beranjak keluar dari mobil aidhan.
Aidhan ikut keluarr setelah itu tersenyum.
"Panggil aku sayang aja gapapa aku lebih suka dipanggil sayang." Ucap aidhan sembari tertawa geli.
"Sayang?....'' ucap Manda dengan nada yang risih.
"Apa sayang." Jawab aidhan bibir nya tersenyum lebar.
__ADS_1
"Bukan manggil bego!." Ucap Manda sangat kesal.
"Ahahahaaa kamu punya ponsel?." Tanya aidhan.
"Punya,cuma mati." Jawab Manda jujur.
"Astaga ponsel kamu mati?." Ucap aidhan dengan nada kaget.
"Iya mati." Jawab Manda Sembari melihatkan ponsel yang kehabisan baterai itu.
"Inanilahi kamu jahat banget sih hikss.." ucap aidhan dengan nada menangis layaknya berdrama.
"Lah tega apa?." Tanya Manda bingung dengan kelakuan human dihadapannya.
"Ponsel sendiri dibunuh apalagi perasaan." Ucap aidhan berhasil membuat Manda tertawa terbahak bahak.
"Ahahahaaa......"
"Okee okee bentar perut Aku sakit.ahaaa.." ucap Manda tertawa sembari terus memengangi perutnya.
"Ketawa aja terus,jangan berhenti aku suka liat kamu ketawa,Ketawa kamu bagus cantik." Ujar aidhan membuat Manda berhenti ketawa dan wajahnya memerah.
"Lagian kalau ponsel bukan mati,tapi kehabisan baterai." Ucap aidhan kali ini dia berani mencubit pipi Manda yang memerah layaknya kepiting rebus.
"Hemmmm,yaudah aku masuk dulu sekali lagi makasih." Ujar Manda dengan terburu buru masuk kedalam rumah.
Lalu aidhan berteriak membuat langkah Manda terhenti.
"Amanda Gustiar." Ucap aidhan.
Deg.
Manda berhenti bagaimana mungkin aidhan tau nama panjang nya?.
Manda membalikan badannya melihat aidhan yang melambai dan tersenyum kearahnya.
"Aku tantang kamu,kalau kita ketemu lagi berarti kita jodoh!.Dan kamu tidak boleh menolaknya." Ucap aidhan menantang Manda yang tengah kaku.
Setelah itu aidhan masuk kedalam mobilnya dan mengedipkan matanya serta melambaikan tanganya.
"Bye." Ucapnya lalu pergi dari pandangan Manda.
Manda terburu buru masuk,bagaimana mungkin aidhan tau tentang nama panjangnya,perasaan tadi dia hanya menyebutkan nama pendek nya saja.
Jadi sebenernya siapa aidhan gumilarr ini?
Kenapa sepertinya Manda sudah mengenal aidhan sangat dekat?begitupun sebaliknya.
"AGH...." Kinan terus saja merasa kesakitan di bagian dadanya,bahkan mukanya kini memucat.
Semalaman Kinan tidak tidur karena menahan sakit yang luar biasa,dan Alwi senantiasa meredakan rasa sakit Kinan namun tetap saja Kinan merasakan kesakitan.
"Al gue udah gakuat." Ucap Kinan berkaca kaca.
"Lo harus kuat nan,Lo wanita kuat bukan? Jangan nyerah gue mohon." Ucap Alwi menguatkan Kinan.
Kinan seketika melamun, sembari menatap Alwi kosong.
Beberapa kali Alwi menyadarkan Kinan,Namun Kinan tetap melamun.
"Mamaa Kinan mau ikut ma." Ucap Kinan tiba tiba saja Kinan melihat mamanya melambaikan tangan kearahnya.
"Papah,mamah tunggu Kinan Kinan ingin ikut." Ucap Kinan lagi butiran butiran bening berhasil keluar dari matanya,setelah itu Kinan memberontak berlari mengejar kekosongan sampai kearah balkon kamarnya,membuat Alwi mengejar nya serta terkejut sebenarnya apa yang Kinan lihat,kenapa Alwi tidak bisa melihat nya.
"Nan istighfar itu bukan mama papa Lo itu Halusinasi, istighfar." Ucap Alwi sembari memeluk Kinan dibalikin kamarnya.
"Al itu maama sama papa mereka keatas Al,gue pengen ikut mereka." Ucap Kinan Sembari menangis.
Arif membawa kan roti dengan isi coklat serta segelas susu kekamar Kinan.
Dia tidak melihat Kinan diranjang nya,Lantas pintu balkon Kinan terbuka,setelah menaruh sarapan pagi untuk Kinan Arif melangkahkan kakinya menuju balkon.
Dia melihat Kinan sedang menangis tersedu sedu.
Ada apa dengan wanita itu kenapa dia menangis?.
Arif langsung berlari kearah Kinan.
"Lo kenapa?astaga muka Lo pucet banget." Ucap Arif setelah itu tanpa aba aba mengendong Kinan untuk dibawa kerumah sakit.
Kinan tidak bisa mengubris Arif dia sangat lemas dia hanya mengiyakan semua perkataan Arif.
~
"Bang teh Kinan kenapa?." Ucap Riri tak kalah panik dengan Arif.
"Ri ambilin kunci mobil abang,sama jaket cepet." Ucap Arif terburu buru.
"Iiiya bang." Ucap Riri dengan sigap mengambilkan apa yang Arif suruh.
Alwi hanya terdiam menatap kepanikan Arif.
"Percuma saja kalian panik membawa Kinan kedokter,ini bukan penyakit biasa! Ini ada sangkut pautnya dengan ghaib." Ucap Alwi sembari melesat mencari tau siapa sebenarnya yang tega membuat Kinan seperti ini.
"Hoaaaaaa...." Ucap Manda dia sangat fresh pagi ini karena semalaman dia tertidur tanpa gangguan apapun.
Dia bangun dan mencoba melangkah kan kakinya untuk mandi,Namun tiba tiba saja di ruang tengah terdengar seperti banyak orang sedang mengobrol.
Eh siapa orang yang datang kerumah Manda?sepagi ini?.
Karena penasaran Manda melangkahkan kakinya menuju ruang tengah terlebih dahulu.
Dan jleb!
Manda melihat puluhan arwah sedang bergantayangan dirumah Manda.
Astaga Manda baru ingat jika semalam dia diikuti banyak arwah arwah dari perkampungan itu.Tapi kenapa sebanyak ini?.
Kaki Manda melangkah mundur dan berlari menuju kamar dia mengunci rapat rapat pintu kamarnya.
Bagaimana tidak terkejut melihat hantu berbagai bentuk ada dirumahnya,terlebih yang membuat Manda ketakutan adalah berarti semalaman dia tidur dengan mereka.
Wajar saja dirumah Manda sendiri Yusuf dan Naya sudah hampir 2bulan menginap dirumah sakit karena mamanya yang tak kunjung sembuh dan tidak bangun setelah kejadian jatuh dari tangga waktu itu.
Manda bergemetar ketakutan harus dengan cara apa dia mengusir para arwah itu?.
Tiba tiba suara mobil terparkir di halaman rumah Manda,Dia langsung bangun dia yakin pasti mobil itu milik Yusuf.
Dia bergegas berlari menuju balkon kamarnya dan melihat ke halaman rumah.
Eh.
Itu mobil aidhan mobil hondazes berwarna merah terparkir disana.
Lalu seorang laki laki berdiri didepan mobil itu.
"Aidhan?." Ucap Manda sembari memperhatikan aidhan.
Lalu tak lama kemudian aidhan mendongkrak kan kepalanya keatas,dia tersenyum melihat Manda.
"Morninggg,turunnn sini." Ucap aidhan berteriak kearah Manda.
Manda sangat ketakutan untuk turun,tapi harus sampai kapan Manda membiarkan para hantu itu dirumahnya?
Manda memberanikan diri untuk turun dan mengusir semua hantu dirumahnya.
Tap tap tap.
__ADS_1
Manda melangkah kan kakinya turun melewati anak tangga.
Seketika semua arwah melihatnya dengan tatapan tajam.
"Kalian ngapain sih disini?." Teriak Manda kepada semuanya.
Mereka tidak menjawab mereka hanya melihat Manda sembari mematung.
"Pergi! Jangan tinggal disini." Ucap Manda sekali lagi.
Lalu arwah yang tidak mempunyai kaki itu melesat melayang mendekati Manda.
Lidahnya ia julurkan,air liur bercucuran dari mulutnya.
"Iwh! Jiji." Ucap Manda sembari bergidig ngeri.
"Mau bermain bersama kami?." Ucap arwah setengah badan itu.
Manda langsung menggelengkan kepalanya,dia berlari namun salah satu arwah menghadang kakinya hingga dia terjatuh kebawah.
Dukss...
"Hahahaha"
Semua arwah gentayangan disana menertawakan Manda yang meringgis kesakitan.
"Pergi." Ucap Manda sembari menangis.
Tok tok tok.
"Mannn." Ucap aidhan dibalik pintu.
"Aidhan tolong.." teriak Manda yang dikepung banyak sekali arwah.
"Kamu kenapa?." Tanya aidhan dibalik pintu.
"Dobrak ajaa." Teriak Manda.
"Oke okee bentar." Ucap aidhan.
Lalu tanpa aba aba aidhan mendobrak pintu dan terbuka.
DUKSSSS...
"Mann are you oke?." Ucap aidhan menghampiri Manda.
Manda berdiri dan menarik aidhan pergi, keluar dari rumahnya.
Terlihat sekali Arwah itu mengikuti Manda namun dengan sigap Manda menutup kembali pintu rumah.
"Kamu kenapa?." Ucap aidhan sembari ngos ngosan.
"Bawa aku kemana aja Dhan plis." Ucap Manda memohon.
"Oke,euttt jangan panggil Dhan! Panggil aku sayang." Ucap aidhan merasa kesal terhadap Manda.
"Iyaaa aidhan cepettttt." Ucap Manda menarik aidhan untuk segera masuk kedalam mobilnya.
"Bagaimana keadaan Kinan dok?." Tanya Arif penuh dengan kekhawatiran.
"Baik baik saja,tidak ada penyakit serius." Jawab dokter itu sembari memeriksa Kinan.
"TIDAK MUNGKIN." Ucap Arif sembari berdiri nada suaranya meninggi.
"Iya mas pasiuen cuma kelelahan saja." Ucap dokter menyakinkan dan sedikit terkejut dengan perilaku Arif.
"Jelas jelas kemarin saya lihat Kinan batuk darah,dan dia mengeluh sakit dada sesak,terus tadi pagi mukanya sangat pucat bagaimana bisa dia baik baik saja! Kalau meriksa itu yang bener." Teriak Arif menyalahkan Dokter yang memeriksa Kinan.
"Udahhh udahh ka dokter benar,Kinan baik baik saja." Ucap Kinan mencoba menenangkan Arif.
"Keluar dok." Titah arif dengan emosi.
Dokter dan suster keluar dari ruangan kinan,mereka sangat terkejut kenapa ada manusia semacam Arif.
"Lo ga baik Baik aja nan." Ucap Arif kepada Kinan.
"Gue baik baik aja,Lo gausah so peduli sama gue!" Ucap Kinan setelah itu mencoba bangun dan pergi dari hadapan Arif.
"KINANTY RAHAYU BERHENTI." ucap Arif dengan berteriak.
Kinan tidak mendengarkan Arif dia terus saja berjalan kedepan namun sakit didadanya semakin menusuk nusuk,hingga dia melemas terjatuh.
Arif berlari menghampiri Kinan,dia sangat hawatir.
"Bisa tidak Lo dengerin gue untuk saat ini nan? Gue ke gini karena hawatir sama Lo gue peduli sama Lo." Ucap Arif mencoba membantu Kinan berdiri.
"Bisa tidak Lo gausah muncul lagi dari kehidupan gue! Bisa tidak Lo pergi saja dari pandangan gue! Gue udah cukup nyakitin ka Manda,dengan Lo terus seperti ini,ini semakin mempersulit gue! GUE BENCI SAMA PERASAAN GUE SENDIRI GUE BENCI KARENA GUE PERNAH JATUH CINTA SAMA LO KA."Teriak Kinan dia sungguh lelah dengan perilaku Arif.
Tanpa aba aba Arif malah memeluk Kinan,dia mengusap kepala Kinan lembut.
"Jangan hilangkan perasaan itu nan gue mohon,kita gasalah cinta kita juga gasalah." Ucap Arif memeluk Kinan.
Kinan mencoba melepaskan pelukan Arif namun tidak bisa.
"Tolong Ka jangan siksa hati Kinan dengan perhatian Kaka yang berlebihan biarkan Kinan hidup tenang ka." Ucap Kinan kini air matanya mendobrak menagis mengalir tanpa jeda.
"Gue mau elo nan." Ucap Arif sekali lagi sembari melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Kinan.
"Lalu bagaimana dengan perasaan ka Manda? Bagaimana dengan AffI? Cinta kita hanya membuat yang lainnya tersakiti ka." Ucap Kinan dengan nada melemas.
"Ijinkan gue untuk mencintai Lo nan,gue ikhlas jika tidak dicintai kembali oleh Lo,gue bodoamat dengan mereka bukankah Tuhan punya kuasa untuk membolak balikan hati manusia? Dan hati gue sudah mencintai Lo,rasa gue kemanda udah hilang nan." Ucap Arif dia benar benar serius terhadap Kinan.
"Kita sodara." Ucap Kinan melepaskan tangan Arif yang melekat dibahunya.
"Jadi plis sadar diri." Ucap nya lagi setelah itu pergi meninggalkan Arif.
Arif mematung mendengarkan kalimat terakhir Kinan,kenapa harus ada ikatan sodara diantara mereka?.
Manda melamun dia masih mengenakan piyama baju tidur bermotif hellokity,Rambutnya yang di ikat acak acakan mempermanis penampilannya.
Aidhan melihat Manda dengan sedikit senyum.
"Kenapa senyam senyum?." Tanya Manda kepada aidhan.
"Kita jodoh dan kamu gabisa nolak itu." Ucap aidhan membuat Manda melohok mendengarkannya.
"Maksud kamu?." Ucap Manda Sembari melotot.
"Kamu lupa kemarin malam aku bilang apa? Kalau kita ketemu lagi kita jodoh kan?." Ucap aidhan membuat Manda membulatkan matanya sempurna.
Manda tersenyum sinis kepada aidhan.
"Pertama kamu jangan ke gr an deh,aku udah tunangan dan tunangan aku ganteng lebih ganteng dari kamu." Ucap Manda memamerkan cincin tunangan nya dengan Arif.
"Kedua aku mau nanya kenapa kamu tau nama panjang aku? Dan kenapa kamu kerumah aku?." Ucapnya lagi mengintrogasi aidhan.
Aidhan mengerem mobilnya dengan tiba tiba dia memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.
Terlihat sekali keterkejutann memenuhi wajahnya.
Lalu aidhan melihat Manda dan tersenyum sinis.
"Pertama aku tidak peduli dengan Cincin yang melingkar dijari manis kamu,karena aku mencintai kamu dari semenjak kita Umur 6tahun!."
"Kedua siapa yang tidak mengenal Amanda Gustiar? Gadis yang selalu dikucir dua duduk di bangku kedua dan aku yang selalu menarik kuciran kamu.Haha menggemaskan. Dan soal kenapa aku kerumah kamu yah karena aku ingin membuktikan kalau kita itu jodoh tanpa penolakan!." Ucap aidhan berhasil membuat Manda terkejut.
"Gumiiiii....." Ucap Manda dengan mata yang membulat sempurna.
"Yah aku Gumii yang selalu memusuhi mu dikelas,Haii Tiarrr lama tidak bertemu." Ucap Aidhan membuat Manda mengepalkan tanganya.
__ADS_1