MEREKA KEMBALI

MEREKA KEMBALI
part 15


__ADS_3

MEREKA KEMBALI.


by zahraa


#part 15


"Jika nanti sudah tidak kamu temukan aku di diri wanita siapapun lagi,Jangan menyesal karena aku pernah benar benar mencintaimu,namun tidak pernah sedikitpun kamu hargai."~


Hening..



Hanya ada keheningan dan Isak tangis seorang ibu dan anak didalam ruangan yang didominasi putih itu,Bahkan suara monitor puskesman pun sudah lama berhenti bersuara.



Dug dug dug°°°°° suara langkah kaki Arif menggema berlari menuju ruangan puskesmas dimana Manda terkujur kaku.



Preee......



Arif menjantuhkan kunci mobil nya,Seraya dengan melepaskan tangan yang melekat di lengan Kinan.



Butiran bening yang ia bendung di sudut matanya,Kini meronta ronta mendobrak seakan akan,Air mata itu akan segera mengalir dari bendungan mata Arif.



Seketika Arif terdiam matanya hanya tertuju pada satu titik,Ya matanya hanya melihat Tubuh Wanita mungil yang kian memucat dan terkujur kaku diranjang Puskemas itu.



Seketika bayangan bayangan sekilas senyuman Manda mulai terukir,Dan seakan akan kenangan tiga tahun kebelakang mulai terbayang kembali memenuhi otak Arif.



Tidak! tidak Manda belum meninggal..!



Ini prank kan ?



Manda wanita kuat,Dia tidak mungkin menyerah dengan keadaan secepat ini.



Begitulah, argumentasi argumentasi Arif,Kian memenuhi otaknya.



Jleb..Deg.



Kinan menyorotkan matanya dengan linangan air mata,Ada apa dengan Manda? Kenapa wajahnya kian memucat? Kenapa tubuhnya terkujur kaku? Dan dokter iu kenapa dengan dokter itu? Kenapa ia malah melepas selang dari hidung Manda?.



Astaga Kinan dia sontak melemas, pikiran nya tidak pernah menerima dengan apa yang ia lihat,Kinan menganggap semuanya hanya prank Manda,Manda tidak mungkin meninggal.



Begitulah isi otak Kinan,Kian mencemaskan seorang wanita uang sudah kehilangan detak jantungnya itu.



Arif melangkahkan kakinya mendekati Manda,dengan kaki yang bergemetar hebat.



Kini bibir yang selalu melengkung tersenyum tulus kepadanya sudah lenyap seketika,Mata yang selalu menatapnya lembut kini menutup sempurna,Wajah yang selalu ceria dalam kondisi apapun kini memucat kaku,Sungguh Arif dibuat tidak percaya kenapa Manda masih tidur? Kenapa dia tidak bangun.



Air mata yang sedari tadi menetes satu persatu,kini mengalir dengan deras di pipi Arif,tanganya bergerak kaku mengusap wajah dingin milik wanita yang tengah memejamkan matanya itu.



"Man,sayang jangan bercanda." Ucap Arif lirih..



"Udah ya sayang jangan tidur,bangunn sayang." Ucap nya lagi dengan nada sedikit meninggi.



Tangannya menepuk nepuk pundak Manda kasar,Dia tidak ingin melihat Manda dengan keadaan seperti ini.



"Man jangan nge prank galucu..hiks."Ucap Arif kinih Tanganya menguncang guncang seluruh badan Manda.



Risa Mendekatiku Arif setelah itu mendekapnya, seraya memberikan kekuatan untuk anaknya yang sedang terpukul hebat.



Arif terus memberontak menguncang serta memeluk Manda,Dia ingin Manda membuka mata indahnya lagi,dan tersenyum lagi ke arah nya



"Man. Kamu tidak mungkin lemah,Bangunnn sayanggg aku janji akan tetap dengan kamuu, asal kamu bangun Kita akan menikah kan? Kita akan memiliki anak dan cucu,bukanya salah satu cita citamu adalah menua dengan ku? Aku akan kabulkan asal kamu bangun Manda bangun jangan tidur teruss hikss." Ujar Arif histeris tidak percaya.



"Manda Maaap." Ujar Arif terus menangis histeris.



Kinan melangkahkan kakinya mundur,Tidakk Tuhan sedang bercanda lagi dengan hidupnya,kenapa? Kenapa tuhan merenggut nyawa Manda, Astaga Kinan sangat terkejut ini semua salahnya,Andai saja Kinan dan Arif tidak menyakiti Manda,mungkin Manda tidak akan mempunyai tekanan batin hingga menyebabkannya meninggal.



BRUKS



Mata Kinan menatap AffI yang baru saja tertabrak Tubuh mungilnya,AffI menatap Kinan sekilas namun langsung di palingkan kearah Manda



Seluruh badan AffI melemas,Kini wanita yang selama ini dia kejar dan sayangi sudah tidak ada lagi,kini Manda sudah meninggal AffI sangat tidak percaya kenapa Manda meninggal dengan secepat ini.



Satu dua tiga tetes berhasil membasahi pipi affi,AffI memang sudah tidak berharap lebih kepada Manda dia sudah mengiklaskannya kepada Arif,Dan meleburkan segala perasaan nya untuk Manda hanya demi kebahagiaan nya dengan Arif,Namun AffI tidak pernah menyangka Hidup Manda akan sependek ini.



AffI melangkah kan kakinya maju,Tanpa aba aba AffI menarik baju kaos Arif yang tengah memeluk Manda Sembari menangis.



Duksssss...



Satu pukulan berhasil mendarat di pipi Arif,Sontak membuat Dimas dan Risa menatap AffI tajam begitupun dengan Riri.


.


"Mamaa kenapa Abang di pukul Abang itu." Ucap Riri sembari menyeka air matanya.



Risa tidak menjawab dia hanya sedang menatap AffI tajam,menunggu ucapan yang akan AffI lontarkan.



"AGHHH..." Rintih Arif sembari memengangi bibir bawahnya yang sobek.



AffI menatap Arif tajam.Tanganya terkepal siap untuk memukul arif kembali.



"ANJIN\* Lo tai! Lo fakboy kenapa Lo bisa bisanya menyakiti wanita setulus Manda? Kenapa Lo menghianati cinta nya? Gue udah dengan suka rela melepas Manda,dan mengiklaskannya demi Lo! Demi kebaikan dan kebahagiaan Manda! tapi apa Lo malah ke tai bangsat! Lo malah nyakitin dia dengan Lo mencium Kinan itu membuat Manda terluka hebat! Lo ga mikir perasaan Manda banget tai, (DUKSSSS)." ucap Affi sembari penuh emosi dengan nada tinggi dan melayangkan satu pukulan Bonus di sebelah pipi Arif sampai memerah.



Deg.



Kali ini Arif tidak marah dan membalas pukulannya terhadapnya affi,Dia terkejut karena Manda melihat dirinya mencium Kinan sewaktu itu.



"AGH..." Ujar Arif perustasi sembari mengacak ngacak rambutnya kesal.



Dengan wajah geram hampir saja AffI akan melayangkan lagi pukulan nya,Namun Dimas menyeret AffI keluar karena dia geram dengan AffI,dia malah memancing keributan disaat duka.



Alya dan Kinan hanya mematung tidak percaya bahwa mayat dihadapannya adalah Amanda Gustiar.



Arif melangkahkan kakinya lagi kearah Manda,Dia mengusap puncak rambut Manda lembut.



"Terimakasih kamu sudah lebih dari dewasa man,Bahkan kamu meredam egomu sendiri untuk menjaga perasaan ku yang jelas jelas jahat ini,Kenapa si man kenapa kamu sangat baik,kenapa kamu tidak marah saja kepadaku waktu itu,kenapa kamu hanya tersenyum? Astaga Manda maap aku menyesal telah menyakitimu,BANGUNNNNNNNN.." Teriak Arif histeris namun setelah itu dokter melepaskan pelukan Arif, Dokter akan menutup Manda dengan kain putih puskesmas.



"Maap mass jangan terlalu berduka,Ini sudah takdir tuhan."ujar dokter itu sembari memenangkan Arif.



Setelah itu Dokter menutup kepala Manda dengan kain putihnya,dan Arif semakin tidak kuasa melihat Manda ditutup dengan kain putih itu.



Risa memeluk Arif dengan lembut sembari terus kata "IKHLAS" menggema di telinga Arif karena Risa sedari tadi membisikan kata iklas itu ditelinga nya.


.


"Keluar!." Bentak Arif sembari menatap tubuh kaku Manda tajam.



"Keluarr kalian keluar." Teriak Arif benar benar duka menyelimuti hatinya,Selain duka karena kehingan Manda sebenarnya Arif lebih menyesal karena dia telah menyakiti Manda.



Risa menuntun Riri keluar dia juga menarik lengan Kinan dan Alya.



Risa menatap Kinan dengan tatapan lembut.



"Beri ruang dulu untuk Arif dan alm Manda." Bisik Risa kepada Kinan dan langsung di angguki oleh kinan.


__ADS_1


"Ada masalah apa kamu dengan anak saya?." Tanya Dimas kepada AffI.


AffI dengan perasaan yang campur aduk,dia menatap Dimas dengan tatapan tidak bersahabat.


"ANAK OM TELAH MEREBUT PEREMPUAN MILIK SAYA,DAN MENGHIANATI PEREMPUAN SETELUS MANDA." ucap Affi sembari mengepalkan kedua tangannya.


"ANAK OM.ITU ***** LAKI LAKI." Susul AffI yang langsung diberi tatapan tajam oleh Dimas.


"***** laki laki ya?.'' ujar Dimas menyakinkan perkataan AffI.


"YA OM ARIF *****." Jawab affi kesal.


"Oh ya? Njir ***** enak tuh kalau dimakan sama nasi anget anget guri guri nyoy ehehe." Jawab Dimas sembari tertawa dan menepuk nepuk pundak AffI.


AffI menatap Dimas dengan kesal,Kenapa orang dihadapannya malah bercanda,Sumpah ini tidak lucu.


"Itu lotek Bambang." Ucap Risa yang menyahut dari belakang disusul dengan Kinan dan Alya serta Riri.


Dimas tersenyum kali ini dia menenangkan AffI,Dia juga tidak mengerti maksud AffI apa namun dia tidak ingin memperkeruh suasana.


"Sudah ya kalian teman jangan saling menyalahkan,Kematian Manda sudah takdir dari semesta." Ucap Dimas sembari menenangkan semuanya.


"ENGGA!." Tiba tiba saja suara Kinan meninggi melontarkan kata 'engga' sembari berlari menjauhi ruangan yang didominasi putih itu.


AffI mengejar Kinan dengan tatapan heran,kenapa dengan gadis itu dan mau pergi kemana dia?.



"Engga ini semuanya salah aku." Teriak Kinan dihalaman Puskesmas dengan histeris.



"Kalau saja aku tidak mengusulkan dunia Halusinasi dan tidak mencintai Arif mungkin ka Manda masih hidup." Teriak Kinan histeris.



Butiran bening sudah berhasil membanjiri pipi nya,Rasa bersalah dan menyesal terus saja menghantui hati nya.



AffI tiba tiba saja memeluk tubuh rapuh itu dengan hangat.



"Jangan menyelahkan diri kamu moy." Ujar AffI sembari memeluk Kinan dari belakang.



"Ini semua salah aku fi." Ucap Kinan sembari menangis.



AffI membalikan tubuh rapuh Kinan dia menatap bola mata indah Kinan.



"Heyy kenapa kamu menyalahkan diri kamu sendiri? Itu semua udah takdir mungkin Manda sudah benar benar ingin istrirahat." Ucap Affi sembari mengelus pipi Kinan lembut.



"Tapi..." Ucap Kinan namun dipotong oleh perkataan AffI.



"Sudah cukup moy,Kembalilah kepelukan ku,dan meminta maap lah kepada Manda." Ujar AffI Sembari menarik Kinan kedalam pelukannya lagi.



Kinan hanyut didalam pelukan tubuh laki laki tampan nan manis itu,Kinan baru menyadari kenapa dia mencintai Arif si es batu? Sedangkan AffI lebih hangat dari hati es batu itu.



"Amanda Gustiar,coba lihat aku." Ujar Arif seperti orang gila terus saja berbicara dengan mayat.


Arif membukan kain penutup wajah mayat Manda itu.


"Lihat wajah ku Man, Bukanya kamu sangat menyukai bentuk dari setiap wajah ku?." Ujar Arif kali ini dia sembari tersenyum kecil mengingat dulu Manda sangat ingin memiliki wajah seperti Arif yang mengemaskan.


Lagi lagi kenangan bersama Manda terukir jelas dimemory Arif,dia sangat menyesal kenapa harus ada cinta segitiga dihatinya,kenapa dia menghianati Manda yang jelas jelas sudah mempertaruhkan hidup matinya untuk dirinya .


Sekarang tubuh Manda sudah dingin,Kaku dan memucat,bahkan Manda sudah tidak kuat membuka matanya lagi hanya untuk sekedar melihat Arif ,Dan Arif menyesal sungguh menyesal,Andai tuhan memberi Arif satu kesempatan lagi untuk memiliki Manda dia tidak akan pernah menyia nyiakan lagi gadis sebaik Manda.


Tubuh nya mendekap Mayat Manda,Sudah tidak ada detak jantung lagi di dada Manda,Dan hanya kedinginan yang menyelimuti tubuh yang sudah kian memucat itu.


"BANGUNNN MANDAA..."Bentak Arif sekali lagi meminta keajaiban kepada Tuhan.


"Manda bangun sayang.." ucap Arif kali ini ia benar benar menyerah,roh Manda sudah benar benar pergi.


Arif tergelepar lemas dilantai kepalanya ia tenggelamkan didalam kedua kakinya,Percis seperti orang gila yang prustasi.


Hening.....


Hanya ada Isak tangis Arif dan suara jarum jam diruangan Manda.


Tiba tiba saja sebuah tangan menyentuh lembut rambut Arif.


''Pergi." Ucap Arif yang tidak ingin diganggu siapapun.


Tangan itu semakin mengelus rambut Arif dengan penuh lembut dan lemas.


"Pergi KINAN!." bentak Arif sembari terus menutup matanya.


"Aaaaariff..." Suara itu,suara itu berasal dari bibir seorang wanita yang sudah di ponis mati.


Dia Amanda terbangun kembali,dan mengusap rambut Arif.


Sontak Arif membulatkan matanya terkejut,Bahkan jantung nya hampir saja kehilangan arah untuk berdetak.


Bibir Arif melengkung tersenyum,setelah itu memeluk tubuh Manda yang masih lemas.


"Terimakasih sudah kembali." Ucap Arif sembari menyeka air matanya.


Lalu setelah itu Arif memanggil semuanya dan dokter untuk kembali memasangkan alat bantuan hidup untuk Manda yang mungkin sangat sangat lemas.


Risa dan Dimas serta yang lainnya sangat terkejut apa yang dilakukan Arif kepada Manda?kenapa Manda terbangun kembali padahal sudah dengan jelas Risa melihat Manda terkujur kaku dan sudah kehilangan detak jantungnya.


"Keajaiban." Hanya kalimat itu yang mampu terukir di otak Risa dan semua yang melihat Manda kembali hidup.



Setelah Manda mulai membaik dokter menyilahkan Manda untuk pulang,Dengan satu syarat kali ini Manda harus dengan telaten meminum obat nya setiap hari.



"Diminum ya mba obat nya,awas jangan lupa lagi." Ucap Melly selaku dokter atau ibu bidan setempat.



Manda tersenyum sembari mengangguk mantap.



Tanganya di arahkan kekeningnya seperti akan menghormat bendera setelah itu mengatakan "SIAP." Ujar Manda .



Dokter itu tersenyum lalu menatap Arif yang sedang tersenyum bahagia melihat Manda kembali ceria.



"Mass nya jagain mba nya terusss,kalian cocok si mba nya cantik si mas nya ganteng ga kebayang nanti anak nya segemoy gimana ehehe.." ujar dokter menggoda keduanya.



"Segemoy mama nya lah dok." Ucap Arif tanpa ekspresi dengan wajah datar namun menatap Manda lembut.



Dokter itu terkekeh geli melihat ekspresi Arif yang kian lucu,wajahnya sangat didominasi dengan wajah laki laki dingin jadi seberapapun dia bercanda atau merayu wajahnya akan tetap saja datar.



~~


Setelah Manda pulang Arif dan Manda menyusul Risa dan Dimas serta AffI Kinan alya yang sudah memutuskan untuk pulang ke Bandung terlebih dahulu.



"Kinan ka AffI sama Alya udah pulang?." Tanya Manda didalam mobil Arif.



Arif berdehem dan setelah itu menarik kepala Manda kepundaknya dan sebelah tangannya mengelus lembut rambut Manda.



Manda sangat terkekeh geli melihat Arif sudah kembali kepadanya sudah menjadi Arif yang Manda kenal tiga tahun lalu.



"Apa harus merasakan kehilangan dulu Rif? Baru kamu akan sadar ehehe." Ujar Manda sembari tersenyum geli.



"Apaan sih awasnya jangan nge prank lagi."ucap Arif dingin.



"Yeeee orang ga ngeprank bangsul." Ujar Manda Sembari kesal,Enak saja Arif mengira dirinya nge prank padahal kan prank soal kematian itu tidak lucu sama sekali.


~



Kinanty Rahayu,Sudah satu Minggu lebih dirinya hidup dengan tiga orang asing baginya,Ya dengan Risa dan Dimas serta Riri,bahkan mungkin dari mulai besok dia akan hidup satu atap dengan Arif.



Meski Kinan sudah mengiklaskan sepenuh nya Arif kepada Manda,Jujur saja Kinan masih tidak bisa meleburkan perasaannya untuk Arif.



Terlebih dari mulai besok dirinya akan tinggal satu atap dengan Arif dan lebih akan bertemu Arif setiap hari.



"Kinan mau tinggal sama ka gean." Ucap Kinan sembari menatap ponselnya didalam ponselnya masih terpampang Poto gean yang ntah dimana sekarang keberadaannya.



"Kaka dimana sih." Ucap Kinan sembari menyeka air matanya.



Kinan menatap jendela dengan kekosongan,Kebetulan kamarnya dilantai atas bersebelahan dengan kamar Riri dan Arif.



Sungguh Kinan tidak nyaman hidup bersama dengan orang asing dia ingin kembali saja ke vila dan hidup dengan para hantu itu lebih menenangkan.



Kinan melihat asap hitam selebat dihadapan nya,bulu pundak nya meremang dan dia buru buru menutup tirai gordengnya.



Siapa? Siapa yang akan mengangu Kinan lagi?



Kinan membalikan badannya sembari mengatur ritme jantungnya.



Deg.


__ADS_1


Kinan melihat Alwi sedang terduduk manis di ranjang kamarnya sembari menatap Kinan dengan mata di kedip kedip kan sudah mirip seperti buaya darat.



"PERGI!." Bentak Kinan dia sudah tidak percaya lagi dengan mahluk yang mencoba menganggu nya dengan menyerupai Alwi.



Alwi menatap Kinan kenapa dengan gadis bodoh ini kenapa dia malah berteriak takut.



"Heyy bodoh,Apa apaan ini kenapa Lo malah ngusir gue! Cape tau gue baru nyampe udah diusir lagi." Ucap Alwi kesal.



"Lo bukan Alwi PERGI!." Bentak Kinan sekali lagi kedua tanganya meremas ujung baju yang ia kenakan karena takut.



"PLETAKK," Alwi menjitak kening Kinan dengan keras.



"Lo belajar dari mana bodoh kenapa melupakan gue secepat ini." Ujar Alwi sembari menarik Kinan berada dekat dengan nya.



Kinan menatap Alwi dia memperhatikan seluruh bentuk wajah Alwi.



"Lo Alwi ? Beneran ini Lo Al? Lo bukan nyidenok kan?." Tanya Kinan sembari gelagapan.



"Heh yakali gue nyidenok si hantu Mageran itu." Ucap Alwi sembari tersenyum menyungging.



"Astaga Al,ini Loo aaaaa Alwi..." Ujar Kinan memeluk tubuh dingin Alwi.



"Heh gausah lebay deh tai." Ucap Alwi kata katanya masih sama seperti dulu menyebalkan namun menggemaskan.



Kinan melepaskan pelukannya setelah itu menatap Alwi dalam.



"Awas ya Lo kalau ninggalin gue lagi." Ujar Kinan sembari mengerucutkan bibirnya.



Alwi mencolek hidung mancung Kinan,setelah itu menatap Kinan lembut.



"Heh gue gamungkin ninggalin perempuan segemoy elo." Ujar Alwi Sembari cengengesan menatap Kinan yang kian wajahnya memerah.



"Byetheway, Lo kenapa jadi tinggal satu atap dengan keluarga si es batu?." Tanya Arif lalu setelah itu Kinan duduk di ranjang nya.



"Panjang Al ceritanya,dan intinya gue adalah adik sepupu arif." Ucap Kinan berhasil membuat Alwi terkejut.



"Wow.." ucap Alwi sembari membulatkan mulutnya.



"Heh sini duduk.." ucap Kinan Sembari menepuk sebelah ranjangnya yang kosong,Lalu Alwi duduk disana dengan kaki yang ditaikan keatas dan menyilangkannya setelah itu kedua tanganya dipakai untuk menahan dagunya kini menatap Kinan dengan tatapan tidak sabar.



"Ishhhh ko kayak mau ngajarin anak TK sih." Ujar Kinan Sembari mendorong kening Alwi pelan.



"Oke buguruuu, adek sudah siap mendengarkan dongeng selama adek pergi." Ucap Alwi Sembari dengan nada anak kecil yang di cadel cadel kan.



Kinan tertawa geli,Alwi masih sama dengan Alwi yang ia kenal dan Kinan bahagia alwi kembali dan itu akan membuat Kinan jauh lebih baik baik saja.



Setelah itu Kinan menceritakan semuanya kepada alwi,membuat Alwi menepuk jidatnya kasar.



Puk..



"Sejak kapan Papa ajarin kamuu Jadi pelakor hah?" Ucap Alwi sembari nada marah.



"Papa? Heh tai Lo bukan bokap gue." Ucap kinan kesal.



"Pokoknya kalau kamu mencintai Arif,papa tidak akan merestui hubungan kalian." Alwi semakin menjadi dengan drama nya.



"Ahahaaa.... Siap papa."Ucap Kinan tertawa geli melihat hantu dihadapannya sudah benar benar tidak mempunyai akal sehat.



"Kamu istrirahat,setelah itu makan yang bayak jangan lupa makan obatnya ya " titah Arif kepada Manda yang sudah membaringkan tubuhnya dikamar yang sudah lama ia rindukan.


Namun hanya ada mereka berdua,kenapa Yusuf dan Naya masih tidak ada dirumah,apa mamahnya belum sembuh? Asyudahlah Manda sangat pusing.


"Aku pulang dulu,nanti malem kesini lagi mau silahturahmi sama mama kamu."Ucap Arif mengelus rambut Manda lembut.


Manda mengangguk dan tersenyum." Hati hati." Ujar Manda Sembari menatap Arif.


Arif melangkahkan kakinya mundur dan setelah itu memberi deheman kepada Manda.


Hening..


Dikamar Manda kembali hening,Namun hatinya sudah tenang karena Arif kembali padanya.


Namun suara ketukan kaca berhasil membuyarkan keheningan kamar Manda,membuat Manda menutup wajahnya dengan selimut,dia sangat takut.


Arif melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah besar berlantai dua milik keluarganya,seperti biasa Arif melihat Riri sedang mengutak ngatik laptop di ruang tengah dan Risa serta Dimas yang asik menonton siaran larva di tv besar milik mereka.



Arif menghelakan nafas kasar lalu melangkahkan kakinya keatas kekamarnya.



"Eh bang Arif udah pulang.", Ucap Riri yang langsung diberi senyuman oleh Arif.



"Astaga udah ke setan aja kamu Rif,masuk ga ngucapin salam." Sindir Dimas dengan nada malas.



"Sorry pah lupa."ucap Arif lalu akan melangkahkan kakinya kembali menaiki anak tangga.



"Rif gimana keadaan Manda?." Tanya Risa memberhentikan langkah Arif lagi.



"Baik maa dia udah mendingan." Ucap Arif setelah itu melangkahkan kakinya lagi.



Deg



Pandangan Arif bertemu dengan mata Kinan dihadapannya.



Ternyata gadis itu sudah tinggal bersama keluarganya,jika begini bagaimana Arif bisa lupa dengan Kinan!



Kinan memilih memalingkan tatapannya dari hadapan Arif setelah itu melangkah melewati Arif.



Arif merasa diacuhkan tidak terima,dia menarik lengan Kinan sehingga mereka sejajar.



"Lepas."ujar Kinan menepis tangan Arif kasar.



"Mau kemana lo?" Tanya Arif sembari memperhatikan penampilan Kinan yang sudah rapih.



"Penting banget ya buat Kaka?kenapa sih ka Arif kepo banget sama kehidupan Kinan?." Ujar Kinan gemas sekali.



Arif tersenyum sinis setelah itu menatap mata Kinan dalam, " ya karena Lo sekarang adik gue." Ucap Arif



Kinan mengepalkan tanganya,dia sungguh tidak ingin Mempunyai Kaka model ke Arif.



"Kinan bukan adik ka Arif." Bentak Kinan setelah itu melangkahkan kakinya pergi menjauhi Arif.



Setelah berpamitan dengan Risa dan Dimas serta Riri Kinan pergi semakin menjauh dari pandangan Arif.



Dengan kesal Arif melangkahkan kakinya kekamar setelah itu menjatuhkan dirinya keatas ranjang,Dia sangat prustasi kenapa takdir membuat lelucon segaring ini.



Kinan memilih pergi untuk menenangkan hatinya,dia tidak ingin melihat Arif itu membuat hatinya semakin terluka.


Trinkkkkkk


Tiba tiba suara ponsel menggema sehingga membuat Kinan mengangkat panggilan yang terus memanggilnya.


"Halloo fi." Ucap Kinan dengan nada lembut.


"Dimana kamuu." Ucap Affi dari dalam ponsel.


"Di halte." Ujar Kinan


"Jangan bilang kamu mau kabur lagi." Ucap Affi sembarii nada hawatir.


"Apaan sihh fi, aku mau ke bukit." Ucap Kinan.

__ADS_1


"Oh tunggu disana,aku otw." Ucap Affi setelah itu mematikan panggilannya.


"Hufssss dasar." Ucap Kinan menghelakan nafas kasar.


__ADS_2