
Arif mengurung dirinya sendiri di kamar, dia sungguh menyesal mengucapkan kata kata bodohnya ke manda semalam,mungkin manda begitu terluka dengan kata kata arif,tapi arif tidak mau melihat manda terus terusan di kejar kejar reysa,arif harus menuruti reysa,dengan cara itulah bisa membuat manda pergi menjauh dari arif secara perlahan.
Besok adalah hari libur semester arif,tadinya arif dan manda akan pergi berlibur namun malah kejadian seperti inilah yang membuat arif harus pergi sendiri dari kota ini hanya sekedar untuk menenangkan dirinya sendiri.
(tok tok tok )suara ketukan pintu dibalik pintu kamar arif.
" bang riri boleh masuk?." ucap seorang anak kecil dibalik pintu.
" masuk aja ri." ucap arif menyilahkan riri masuk.
" abang kenapa abang ga kebawah,tadi mama nanyain abang tau ga,tuh kan jadi riri yang disuruh bawain sarapan buat abang." ucap riri sembari membawa segelas susu dan roti yang balut dengan selei coklat didalamnya.
" jadi riri ngambek nih gara gara disuruh mama?." ucap arif menggoda adiknya itu.
" engga bang riri cuma kesel aja kenapa kamar abang tu dilantai atas kan riri cape naik nya." ucap riri mengurutu sendiri.
'' yaudah sini simpen dulu makanannya di meja abang,sini riri duduk disebelah abang." ucap arif lalu riri menyimpan makanan itu dimeja kamar arif.
" abang kenapa hayooo? abang putus cinta ya?." ucap riri menggoda arif yang tengah duduk.
" sutt anak kecil gaboleh tau cinta cintaan." ucap arif sembari menutup mulut riri.
" emmmmm aaa lepasin abang." ucap riri sembari mengigit tangan arif.
'' awwww adik abang udah mirip serigala aja ih maen gigit." ucap arif sembari mengibas ngibas tanganya.
'' lagian abang nyebelin,riri kan udah 12 tahun riri kan udah gede." ucap riri sembari cemburut.
'' iyadeh iya adik abang yang gemeesinn ini udah gede,udah mau smp." ucap arif menggoda riri dengan mengusap pipi riri lembut.
'' abang kenapa cerita dong sama riri." ucap riri sembari menatap arif.
'' abang pengen holiday ketempat sepi sejuk gitu ri." ucap arif sembari menatap kosong kedepan.
"emmmmmmm ahaaaa riri ada ide.'' ucap riri sembari tersenyum lebar.
" apa?." tanya arif penasaran.
"kan papa punya vila di daerah pengunungan abang, yaudah abang kesana aja,vila nya bagus ko sama sejuk banget." ucap riri memberi jalan keluar untuk arif dari masalahnya.
" anak pinter, sekarang papa dimana?." ucap arif sembari berdiri dan tersenyum.
" papa dibawah sama mama, abang bilang apa dulu sama riri?." ucap riri dengan wajah cemberut.
" makasih riri cantik cup." ucap arif sembari mencium kening riri lalu berlari kebawah.
**
arif melihat kedua orang tuanya sedang menonton filem kartun sembari tertawa bahagia.
banyak sekali bercanda dan banyak sekali ketawa hal hal sederhana bisa menjadi bahan bahagia bagi kedua orang tua arif.
arif memberhentikan langkahnya lalu melihat mereka dengan tatapan bahagia.
" seandainya gue dan manda dimasa depan sama seperti mama dan papa." ucap arif lalu berlari memeluk kedua orang tuanya dari belakang.
arif adalah laki laki dingin namun tetap saja manja didepan orang tuanya sendiri.
" anak mama ada apa nih tiba tiba meluk." ucap risa sembari merangkul arif yang kala itu arif duduk di tengah tengah risa dan dimas.
" ganggguuuu terussss,orang tua lagi mesra mesra an ganguu terusss." ucap dimas sembari merasa kesal dengan arif yang tiba tiba muncul.
" apaan sih pah cemburuuuu teruuuusssss." ucap arif melirik dimas tajam.
" ulu ulu ni anakkkk." ucap dimas sembari mengacak ngacak rambut ariff.
" udahlah sayang.ada apa arif?.'' ucap risa menepis tangan dimas dan berbicara lembut kepada anak laki lakinya ini.
" pa ma arif mau liburan ke vila ." ucap arif langsung berkata tanpa bertele tele.
" sama siapa?." ucap dimas sembari menatap nya serius.
" jadi gini arif tu stres pa tiap hari kuliah muluu,arif muau refreshing kebetulan besok liburan semester." ucap arif menyakinkan.
__ADS_1
" boleh sih asal jaga diri kamunya." ucap dimas sembari mematikan tv.
'' iya siap paaa makasih ya ijin nya, besok arif minta kunci vila sama sherlok lokasinya ya pa ma." ucap arif lalu berlari kekamarnya untuk berkemas.
" kamu mau berangkat besok?." teriak risa kepada anak nya itu.
" siang ini ma, Larat maksud arif kunci sama sherlokniya nanti kasih kearif maaa paaa, karena siang ini arif otw." ucap arif sembari berlari kegirangan.
"lahhh gajelas banget tu anak kamu." ucap dimas menatap risa sembari tertawa.
" anak kamu tai itu bibit kamu,nurunkan bodohnya sama kayak kamu." ucap risa sembari bersandar kembali keperut dimas.
" ema nya kamu yang lahirin kamu, ganteng nya nurun aku,kalau tolol nya nurun sama kamu." ucap dimas sembari tertawa.
" heh aku pinter awas aku jitak nih perut kamu." ucap risa dengan siaga akan menjitak perut dimas.
'' ututututu engga sayang iya tolol nya nurun sama akuu udah ah kita nonton lagii.." ucap dimas sembari menyalakan siaran tv kartun yang menguras tawa itu.
affi hari ini pulang,dia sudah merebahkan dirinya di kamar tercintanya, dia menatap matahari dari jendela kamarnya,rasanya dia ingin kembali mencari kinan.
affi berdiri dan melangkahkan kakinya memakai jaket nya untuk pergi lagi keluar.
alya melihat affi akan pergi, alya berlari menghampiri affi.
" kamu mau kemana? aku ikut.'' ucap alya membuat affi risih.
" denger ya al, gue mau nenangin diri gue,lo diem sebelum gue murka sama lo." ucap affi sembari melangkahkan kakinya keluar rumah.
alya hanya meneteskan air matanya dan setelah itu pergi kekamarnya untuk menangis.
"apa gue pulang aja ya ke jakarta." ucap alya disela sela tangisnya.
" tidak al affi kasar sama lo karena dia sedang prustasi,sabar all." ucap alya menguatkan dirinya sendiri.
**
affi melajukan sepeda motornya,bahkan perban di kepala dan tangan serta kakinya juga belum dia lepas tapi dia masih kuat mengenderai motornya.
Tidinnnnn ( suara klakson).
"hey mau kemana?." tanya affi ke manda yang tengah acak acakan itu.
" ka affi, syukurlah ka anterin manda kerumah arif." ucap manda lalu diangguki dengan affi.
manda dan affi menuju kerumah arif.
" kamu kenapa ko penampilan kamu acak acakan?." ucap affi kepada manda yang sangat prustasi karena diputuskan arif.
" aku mau minta kejelasan arif ka." ucap manda lalu menangis.
'' emang arif kenapa?." tanya affi.
'' arif memutuskan pertunangan manda sama dia." ucap manda lalu air matanya semakin deras lolos dari matanya.
" hah kenapa?." tanya affi terkejut.
" aku tidak tau." ucap manda, lalu affi diam sejenak setelah itu membiarkan manda tenang dengan sendirinya.
**
manda mengetuk rumah arif, namun hanya riri yang keluar membuka pintu.
'' eh teh mandaa.." ucap riri tersenyum hangat.
" ri arif ada?." ucap manda langsung menanyakan arif.
" bang arif udah pergi ke vila satu jam yang lalu teh." ucap riri membuat manda terkejut.
'' hah vila? vila mana ri?." ucap manda terkejut.
" nanti deh riri coba tanyain ke papah nanti riri sherlok ya teh,sok atuh masuk dulu." ucap riri menyilahkan manda dan affi masuk.
__ADS_1
'' gausah ri,nanti kamu sherlok ya ri.'' ucap manda lalu pergi karena tidak kuat menahan tangis.
**
"hikssss....." ucap manda menangis dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
affi memeluknya menenangkan manda.
"kita susul arif oke." ucap affi sembari mengelus rambut manda.
manda mengangguk lalu membalas pelukan affi.
" manda ga habis pikir,salah manda dimana? kenapa arif menjauhi manda." ucap manda sembari menangis di bahu affi.
"yaudah kamu sekarang pulang,minta izin sama mama kamu dan abang kamu, ganti baju lalu kita otw." ucap affi lalu affi mengantar manda pulang.
Arif menatap vila,vila yang indah dengan pemandangan yang indah membuat dia tersenyum lebar namun kenapa vila nya nampak bertetanggaan dengan vila lainnya? itulah yang ada di pikiran arif namun arif tidak menghiraukannya.
arif masuk kevila itu lalu duduk dibalkon vila sembari menikmati angin yang sangat sejuk.
" mau tinggal satu tahun aja gue betah nih.'' ucap arif lalu matanya melihat wanita yang berjalan sendiri ,wanita itu memakai masker dan tampak berbicara sendiri sesekali wanita itu tertawa membuat arif merinding ternyata vila disebelahnya ada penghuninya.
" itu manusia atau hantu ya?." tanya arif kepada hatinya sendiri.
lalu arif terus saja menatap wanita itu sampai wanita itu melirik kearah arif,dan arif mulai salting dan masuk kedalam.
**
" eh al ternyata vila disebelah vila gue,ada orangnya loh laki laki gantengg ahahah.'' ucap kinan yang barusan melihat arif masuk kedalam vilanya.
" ah elo sama yang ganteng aja berbinar tu mata." ucap alwi kesal.
" semoga aja dia bukan manusia." ucap kinan membuat alwi terkejut.
'' lah kalau dia manusia kenapa? lo juga manusiakan?." ucap alwi.
" kalau manusia gue males banget al,nanti dia gabakal bisa nerima kekurangan gue.'' ucap kinan lalu mendahului alwi untuk masuk ke vila.
" hmmmm dasar manusia udah serasa hantu tuh." ucap alwi lalu menyusul kinan kedalam.
**
affi dan manda menyusul arif ke vila yang disherlok kan riri ke hp manda.
mereka menempuh perjalanan dengan mengunakan mobil, mungkin ada 2 jam perjalanan dari rumah nya baru sampai ke vila arif.
" man bangun udah sampe.'' ucap affi membangukan manda yang tengah tertidur.
mata manda celengak celinguk melihat 2 vila berdampingan di tempat sedingin dan sesepi itu,lalu matanya celengak celinguk kedua vila itu sangat kelihatan mengerikan karena sudah menjadi vila tua.
manda turun sembari memakai jaket nya.
" vila arif yang mana?." ucap manda kepada affi.
" aku gatau,coba tanya riri lewat chat." ucap affi.
manda membuka ponselnya namun tidak ada sinyal.
"gaada sinyal,yaudah kita masuk aja ke vila itu." ucap manda sembari menunjuk vila dengan lantai 3 tingkat.
" oke ayok." ucap affi.
affi dan manda masuk ke halaman vila namun affi di tepuk oleh seorang perempuan dari belakang.
" maap siapa ya?." ucap kinan yang menepuk affi.
affi dan manda terkejut lalu membalikan badannya.
affii lebih terkejut karena mata itu mata seorang kinanty rahayu,begitupun dengan kinan dia sangat terkejut karena affi berdiri dihadapanya.
lalu apa yang akan terjadi? apa kinan akan menghindar dari affi? dan apakah arif merima manda?pantauuu terussss.....
__ADS_1
#bersambunggg---