
MEREKA KEMBALI.
by zahraa
#part 11
"Kelak kamu akan menyadari,Setelah diriku sepenuhnya pergi."~
Alya mendekati Manda,Yang tengah sama sama bergemetar,Alya menangis sejadi jadinya,Dirinya ingin kembali dan pulang,Sungguh terjebak dengan mahkluk seperti ini tidak pernah terlintas dipikirannya.
.
Manda merapalkan semua apapun ayat Alquran yang dia tahu,Namun nihil Iblis itu tidak pergi malah semakin tertawa terbahak bahak.
"Tolonggg biarkan kami hidup." Ucap Manda dengan penuh ketakutan.
"Oh ya? Kalian ingin hidup? Oke baiklah Kita akan melepaskan kalian,Dengan satu syarat kemarilah cium kaki saya." Ucap Reysa mempermainkan kedua gadis itu.
.
Membayangkannya saja Alya sudah ngeri,Bagaimana mungkin bibirnya harus menyentuh kaki busuk milik Reysa,Belum lagi kakinya di penuhi dengan belatung dan lalat, serta cacing cacing kecil membuat Alya ingin muntah membanyangkannya.
.
"Tapi setelah gue mencium kaki Lo,Lo akan pergi kan?." Tanya Manda memastikan.
"Coba saja sini cium dulu." Jawab Reysa senyumannya tersungging meledek.
Manda mendekati Kaki milik Reysa,Manda sangat tidak nyaman bau kaki Reysa sangat menganggu Indra penciumannya.
.
"Cukup Man,Jangan nurut sama hantu!." Ujar Alya menarik lengan Manda.
Manda menggelengkan kepalanya,Sembari tatapan nya menatap Alya penuh kenyakinan.
"Al jika ini bisa membuat kalian selamat gue akan melakukan apapun,kalian terjebak karena gue." Ujar Manda sembari semakin mendekati Kaki busuk milik Reysa.
"Ini gara gara Kinan man" Ucap Alya sembari membentak Manda.
Manda tidak menghiraukan ocehan Alya.Dia semakin mendekati Kaki itu dan Bibirnya sudah sangat dekat dengan kaki milik Reysa.
.
Bau kaki Reysa sangat sungguh menyengat,membuat kepala Manda pusing dan ingin muntah,Ditambah lagi hewan hewan kecil itu sepertinya melambai lambai akan menyentuh bibir mungil milik Manda.
Tidak ada pilihan lain selain melakukan apapun yang Reysa suruh,Manda sangat ingin hidup dan menua bersama dengan Arif.Manda juga ingin semuanya keluar dengan selamat.
Manda memejamkan matanya seraya berdoa didalam hatinya,Dia menahan nafasnya itu bisa mengurangi penciuman Indra hidung Manda.
Cup.Manda mencium kaki Buruk milik Reysa.
Alya bergidig ngeri melihat Manda menempelkan bibirnya di kaki itu,Seketika Alya Mual dengan pemandangan yang ia lihat.
Namun setelah itu Manda ditendang sekencang kencangnya,Oleh Reysa sehingga terhempas menubruk pepohonan yang menjulang tinggi.
"Ahahahahah menurut Lo segampang itu gue akan melepaskan kalian?." Teriak Reysa Sembari menghampiri Manda yang kini kondisinya sudah benar benar parah.
"Rey iblis!" ucap Manda lirih sembari menahan sesak di sekujur tubuh nya.
Astaga,Alya membulatkan matanya sempurna melihat Manda disiksa oleh Rey dengan keji.Bahkan Alya tidak bisa menolong Manda,Karena dirinya sendiri ketakutan dan tidak tau mau berbuat apa.
"Lo tau kan ini apa Hah." Teriak Reysa sembari mendekatkan serpihan kaca Tajam yang selalu ia jadikan senjata.
Manda mengangguk lemah, sembari menangis.
"Bagus! Kaca ini akan membelah tubuh Lo,akan merobek wajah Lo dan akan mencokel mata indah Lo."Teriak Reysa membuat Manda semakin bergemetar.
.
SREKKKKK...Reysa tanpa aba aba menyobek tangan Manda,Yang meronta ronta ingin keluar dari tikaman Rey.
"Aghh....." Rintih Manda sembari darah bercucuran dari lengannya.
"Hah.." Alya membulatkan matanya ngeri melihat Tangan Manda di tusuk oleh kaca tajam itu.
.
"Heh kenapa Lo ga bantuin teman Lo." Teriak Yoga sembari menatap Alya tajam.
"Gue harus apa.." jawab Alya bergemetar.
"Hahahah diem aja,Nanti juga Lo dapet giliran." Celetuk Yoga membuat Alya semakin menekuk kedua kakinya lemas.
Tangan Rey mencekam wajah Manda dengan kasar,Lalu kaca itu di pusatkan di mata Manda.
"Kalau Lo buta mungkin Lo gaakan pernah bisa liat Arif lagi." Teriak Reysa sembari semakin mendekat kan kaca ke mata Manda.
Manda tampak berkedip kedip takut,Seluruh tubuhnya nampak sudah bergemetar,dia pasrah namun tidak sepenuhnya pasrah dia terus berdoa meminta perpotolongan.
"ANJIN\*."Teriak AffI melihat Manda yang tengah di siksa.
Alya menatap AffI sembari tersenyum "Syukurlah Sayang,kamu datang." Ucap Alya sembari berusaha berdiri.
DUKSSSS,AffI menarik Reysa dan membantingnya kearah batu besar.
.
"Lo gapapa kan Man.Tenang Gue akan lepasin Lo dari si iblis ini."Teriak AffI sembari melindungi Manda yang sudah dia anggap adik itu.
"Hahahaha, Superhero sadboy datang ga,Hahaha Lihat ini gaa dia datang menyelematkan perempuan yang dari dulu tidak meliriknya.Tulus sekali hatimu AFFI NERAKA!." teriak Reysa berbicara kepada Yoga namun menatap AffI tajam.
"Cih! Gue ga pernah nyerah melindungi Manda Bangsat!."Teriak AffI sembari memasang badan melindungi tubuh Manda yang melemah.
"Oke! Kita lihat siapa yang akan mati malam ini." Teriak Reysa sembari mendekati AffI.
"Gue ga pernah takut sama iblis ke elo."tantang AffI menantang Reysa.
Reysa menyunggingkan senyumnya,dan menatap nya semakin tajam.setelah itu dia mengangkat jari telunjuk nya.Ntah akan melakukan apa Namun tubuh AffI terangkat seraya mengikuti arah jari telunjuk Reysa.
"Ka AffI.." teriak Manda sembari hawatir melihat AffI melayang.
"Fiii astagaaa!Hentikan." Ujar Alya tidak kalah panik.
"Anjir mainnya terbang terbangan Ahahaha."Tawa AffI menggelegar menganggu Rey yang tengah berkosentrasi.
Brukss...
AffI dijatuhkan dengan tanpa aba aba,sehingga AffI batuk darah.
AffI bangkit,dia masih memamerkan senyuman sinis nya ke Reysa.
Setelah itu AffI berlari mendekati Reysa.
Wajah AffI berada dekat dengan wajah buruk Reysa.
AffI mengeluarkan sesuatu dari dalam dadanya,Ia mengeluarkan kalung batu yang bersinar.
"Lo lupa ini apa?Baby?." Ucap Affi Sembari tersenyum sinis,Batu itu diarahkan mengenai kening Reysa.
Reysa cukup kepanasan,Terlebih AffI merapalkan doa doa ntah doa apa itu Namun Reysa menghilang,Suaranya masih tertinggal di telinga AffI.
__ADS_1
"GUE BELUM MENYERAH!GUE AKAN KEMBALI!."Teriak Reysa di telinga AffI,Dengan itu suaranya menghilang bersamaan dengan Yoga yang ikut menghilang juga.
AffI tampak memasukan kalung itu lagi,Dan berlari menghampiri Manda yang tengah terkujur di dedaunan kering.
AffI mencemaskan Manda,keadaannya sudah tidak bisa dibilang Baik baik saja.
Alya pun mengakui bahwa Manda kali ini bukan caper,Namun Manda sekarat.
.
"Kaa AffI udah nemuin Kinan?." Suara lirih Manda membuat AffI tidak tega.
Kenapa Manda masih menghawatirkan wanita yang sudah menganggu hubungannya dengan Arif?.
Padahal Kondisinya jauh lebih menghawatirkan.
AffI menggelengkan kepalanya dan menatap Manda.
"Engga man,Aku kehilangan jejak Kinan." Ucap Affi lemas.
"Cari Kinan ka,Dia mungkin sedih karena Kaka tidak mempercayai nya,Manda mohon temukan Kinan." Ucap Manda dengan penuh senyuman yang di paksakan.
"Aku pasti akan mencari Kinan,Tapi keadaan kamu jauh lebih penting saat ini, kamu harus segera keluar man." Ujar AffI sembari hawatir.
"Manda gapapa ka.." ucap Manda sembari menguatkan AffI dan setelah itu Manda menutup kembali matanya.
~
"Al yakin kamu tau jalan keluar nya?."tanya Kinan kepada alwi yang tengah menuntunnya.
Alwi menghentikan langkahnya,Dan menatap Kinan.
"Masa gue gatau sih nan,Kan halusinasi Lo cuma gini gini aja,jalan keluarnya ada di ujung danau." Ucap Alwi sembari membalikan badannya lagi dan menuntun kinan kembali.
"Al kenapa ga sama mereka aja keluar nya? Mereka juga gamungkin kan terus terusan terjebak disini? Lagian ini salah gue." Ujar Kinan sembari menunduk lemah.
"Gue cuma mau mastiin Lo keluar dulu dari tempat ini,gue ga peduli sama mereka yang udah ninggalin Lo disaat Lo terpuruk." Ujar Alwi dengan tatapan benci.
"Tapi itu salah gue Al,bukan salah mereka." Ucap Kinan bergemetar.
"Bodo amat nan,Gue ga mau tau salah siapa! Tapi gue ga pernah Nerima kalau Lo disakitin sama manusia tidak berhati seperti mereka, Terutama AffI gue gaakan lagi nitipin elo sama manusia ga punya otak kedia." Ucap Alwi tampak marah.
"Tapi Al..." Ucap Kinan namun Alwi malah menyeret Kinan tanpa mendengarkan perkataan Kinan.
~
"Mama udah siapp belum Riri sama papa udah siapp ni.." ujar Riri sembari membuka pintu kamar Risa.
"Mama bentar lagi siapp rii,gih tunggu dibawah sama papah." Jawab Risa sembari memoles wajahnya dengan make up tipis.
Setelah itu Riri beranjak menghampiri Dimas yang tengah bersenandung menyenderkan tubuhnya ke mobil.
"Dorr.." ucap Riri sembari mengejutkan Dimas.
"Astaga! PLETAK,Dasar anak Se..." Ucap Dimas sembari menjitak Riri pelan.Perkataannya terpotong karena Riri langsung melotot ke arah Dimas.
"Apaaaa? Anak siapa? Riri aduin mama.." ujar Riri sembari akan berteriak.
"Cieee tumben akur nih.." ujar Risa sembari tersenyum melihat Riri yang tengah di peluk Dimas.
"Mama...emmm" ucap Riri namun dibekam dimass.
Risa sontak melihat Dimas,kenapa Dimas membekam Riri.
"Subhanallah Istrikuu cantik banget, Anaknya kalah nih sama mamanya.." ucap Dimas sembari menatap Riri dengan tatapan ledekan.
"Ih! Mama nemuin Papa ke gini dimana sih ma? Ko kelakuan nya mirip monyet nyebelin." Ucap Riri sembari menepuk nepuk lengan Dimas.
"Astaga sama papa yang ganteng ini dikatain mirip monyet,huuuu Ri kayaknya mata kamu bermasalah deh!.'' ucap Dimas tidak terima.
Risa memutar bola matanya sebal,kenapa dengan anak gadis dan suami nya ini kenapa mereka selalu bertengkar.
"Mau berangkat kapann Yaelahh terus aja adu mulut." Ucap Rissa sembari masuk kedalam mobil.
Riri sempat menatap Dimas tajam serasa akan menghujat lagi papahnya itu,Namun Riri mengurungkan niatnya karena takut mamanya kesal.
"Untung papa ganteng! blakkkk." Ucap Riri sembari menutup pintu mobil dengan keras.
"Hufsss..Punya anak gini amat yaaallah."ucap Dimas menghelakan nafasnya kasar lalu masuk dan menyalakan mobil.
~~
"Ka AffI Arif belum kembali?." Tanya Manda lemas.
AffI menggelengkan kepalanya lemas,dan menatap Manda.
"Ka AffI kenapa disini tidak pernah terbit lagi matahari,Manda takut semuanya gelap." Ucap Manda sembari berkaca kaca.
"Tenang man aku akan menerangi setiap jalan kamu." Ucap Affi menguatkan Manda.
"Tapi Manda takut ka." Ucap Manda kini nangisannya lagi lagi pecah.
Alya hanya menatap iba Manda,Dia sudah yakin Manda tidak mungkin bertahan lebih lama lagi,Melihat keadaannya saja Alya sudah sangat yakin bahwa Manda tidak akan hidup lebih lama lagi.
Eutttt Alya terlalu kejam memikirkan Keadaan Manda.
.
"Fii kenapa terus terusan malem sih." Ucap Alya sembari melirik jam yang melingkar di tangannya.
"Padahal udah jam 15.00 Wib.( Tiga) sore loh." Ucap Alya sekali lagi.
AffI nampak bingung,memang benar ini semua seperti dulu dimana AffI terjebak dengan Kinan di alam ghaib,Tidak ada matahari hanya ada kegelapan malam yang melilinginya.
"Jangan berpikiran aneh man,Kita semua pasti keluar." Ucap Affi sembari merebahkan Manda di pangkuannya.
Manda tampak tersenyum kecil,setelah itu menutup matanya kembali untuk sejenak tertidur,merehatkan segala rasa sakit ti tubuhnya.
"Mann bangun." Ucap Affi yang terkejut Manda menutup matanya.
Manda membuka matanya dengan pelan." Manda ngantuk." Ucap Manda seraya menenangkan AffI,Kalau dia hanya ingin tertidur.
AffI mengangguk dan tersenyum."tidur lah.." ucap Affi mengusap kembali puncak rambut Manda.
__ADS_1
~
Danau yang indah percis sekali apa yang Kinan tuangkan kedalam Halusinasinya, berserta Kunang Kunang yang menerangi kegelapan malam.
Kinan sangat takjub dengan apa yang ia lihat,dia tidak menyangka Halusinasinya jika di lihat dengan nyata begitu indah.
Kinan merekahkan senyumnya,setelah itu menatap Alwi.
"Jalan keluar nya dimana?." Ucap Kinan kepada alwi.
"Ada di depan." Ucap Alwi sembari tersenyum hangat.
"Kalau gitu gue mau ngasih tau yang lain,mereka juga harus keluar." Ucap Kinan melepaskan tangan Alwi yang melekat di tanganya.
"Gue bilang apa nan!Lo harus keluar sendiri,lo gausah perduliin mereka!." bentak Alwi matanya memerah karena marah.
Kinan melangkahkan kakinya mundur, Jantungnya berdegup kencang, Sungguh hantu dihadapannya bukan Alwi yang dia kenal.
Alwi tidak pernah egois Semarah apapun Alwi dia tidak pernah Bersikap seperti ini.
Alwi juga tidak pernah membentak Kinan sampai matanya memerah.
"Ada apa dengan lo Al?." Ucap Kinan bibirnya tampak bergemetar.
"Kemari!." Bentak Alwi menyuruh Kinan mendekatinya.
Kinan dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Gue ga kenal sama Lo! Siapa Lo?." Bentak Kinan sembari tampak bergemetar.
"Gue Alwi ! Ayolah Kinan kemari." Ucap Alwi sembari semakin dekat menghampiri Kinan.
"Jauh jauh dari gue!." Bentak Kinan kepada alwi.
Alwi sangat kesal,Matanya memerah dan semakin mengeras kan rahangnya.
Setelah itu Taring dari mulut Alwi keluar dibarengi dengan air liur yang bercampur darah,Alwi sudah mirip pampir yang baru saja memakan manusia.
"Al itu bukan Lo." Ucap Kinan melangkahkan kakinya mundur.
Lalu Alwi tertawa dengan keras Sehingga menggema di telinga kinan.
Seketika Wujudnya berubah menjadi seorang perempuan.
Yaps itu nyi Denok menyamar sebagai Alwi untuk mencelakakan Kinan.
"Nyii..... Den..nokk." ucap Kinan terbata bata tidak percaya.
"Hahahah,hehhh gue benci sama Lo! Lo udah ngerebut ketenangan gue dirumah gue! Gue risih sama Lo dan sekarang Hantu yang selalu melindungi Lo musnah! Tidak ada alasan untuk gue melewatkan malam ini,Malam dimana gue akan membalaskan dendam gue!." Teriak nyi Denok sembari tertawa dihadapan Kinan
Kinan mematung,tubuhnya bergemetar.
Padahal baru beberapa menit yang lalu Kinan merasakan bahagia yang tiada Tara,karena Melihat Alwi kembali dan memeluknya.
Tapi saat ini dengan menatap nyidenok harapannya musnah dan rasa tenang itu berubah menjadi ketakutan.
Kinan mendongkakkan kepalanya,Melihat satu bintang yang masih menyoroti nya dengan terang.
"Al ternyata Lo ga kembali, Lo tetap dengan janji Lo ternyata,menjadi bintang diatas sana." Ucap Kinan sembari satu dua tetes air matanya mulai berjatuhan.
Nyidenok menarik lengan Kinan lalu Kinan di serett mendekati Danau.
BYURRR.... Kinan di tenggelamkan oleh nyidenok di danau yang sangat dalam.
"Hahahaaaa Mati Loo mati." Teriak nyidenok sembari terus menenggelamkan kepala Kinan.
Kinan kesulitan bernafas,Dia sangat sangat bergemetar kenapa lagi lagi Semesta bercanda dengan hidup nya.
Nyidenok mengangkat kepala Kinan setelah itu menenggelamkan lagi,begitulah terus sampai Kinan di lempar ke tengah Danau.
BYURRR...
Puk puk puk,nyidenok menepuk kedua tangannya setelah itu tertawa cekikikan dan pergi meninggalkan Kinan yang tampak kesusahan berenang.
' inilah akhir dari hidupku tuhan?.'
'kenapa se tregis ini?.'
'Bahkan Alwi aku harus menerimanya,Bahwa dia tidak akan pernah kembali.'
Rintihan Kinan ditengah sesaknya air yang menerpa paru-parunya.
Kinan tampak melihat Bintang yang semakin menyorot kearah tubuhnya,Dan Kinan menjulurkan tanganya sembari merintih.
"Tunggu gue Al,Gue akan segera menemui Lo, gue Akan segera keatas,Dan Kita tidak akan terpisah Oleh Dimensi lainnya lagi." Ucap Kinan setelah itu menutup matanya dan BYURRR.... Kinan tenggelam semakin kebawah kedasar Danau.
"Kinan,Kinanty Rahayu..." Teriak Arif sembari terus mencari Kinan.
Arif sampai ke sebuah danau,yang banyak sekali Kunang kunang.Tubuhnya tiba tiba saja diam mematung melihat keindahan Alam, yang Kinan ciptakan.
"Lo emang ajaib nan." Ucap Arif sembari meraih satu kunang kunang dihadapannya.
"Gue emang salah menyukai Lo,Tapi bukanya Rasa cinta itu selalu datang tanpa aba aba? Kenapa cinta yang harus kita salah kan? Seharusnya tidak ada yang salah dengan cinta kita,tapi waktu yang tidak tepat mempertemukan kita." Ucap Arif sembari terus menatap danau indah itu.
Pandangannya menyapu sempurna danau sampai matanya diam melihat seorang wanita mengambang.
Mata Arif membulat sempurna melihat Wanita itu adalah Kinan.
Byurr.. tanpa aba aba Arif menjatuhkan dirinya kedasar Danau dan berenang menyelamatkan Kinan.
~
"BANGUNNN NAN." teriak Arif sembari menekan nekan dada Kinan.
Kinan tampak kaku,bahkan nafasnya melemah dan sekujur tubuhnya tampak dingin seperti es.
"Lo gaboleh mati Kinan!." Teriak Arif sembari melepaskan Hoodie nya dan menutup tubuh Kinan.
Arif bingung harus dengan cara apa lagi untuk membangunkan dan menolong Kinan.
Seketika dia teringat,Jika ada yang tenggelam harus di beri nafas buatan.
Arif dengan terpaksa harus memberi nafas buatan untuk Kinan.
Yapss Arif mencium Kinan dan memberi nafas buatan untuk Kinan melewati bibirnya.
Satu kali Kinan masih belum sadar kan diri.
Dua kali Kinan masih terkujur kaku.
Hingga yang terakhir kalinya Arif memberikan nafas buatan dengan penuh kelembutan,membuat Kinan samar samar membuka matanya dan langsung matanya menemukan tatapan hawatir Arif
Yah Kinan melihat Arif dan bibirnya menempel di bibir Kinan.
Sontak Kinan terkejut kenapa dengan laki laki dihadapannya,kenapa dia memberikan ciuman kepada Kinan.
"OHOKKKK OHOKKK." Ujar Kinan sembari terbangun dan melepaskan bibir Arif yang menempel dibibirnya.
Kinan tampak menyentuh bibirnya,Dadanya sangat tidak beraturan,dan Wajahnya tampak memerah.
Arif juga tampak malu dan gelagapan,seluruh badannya salting.
__ADS_1
~