Mobile Legends System

Mobile Legends System
10. Efek dan Tantangan


__ADS_3

Dengan penuh rasa kebingungan di hatinya, Aldi langsung menanyakan hal itu kepada Sistem. Ia berkata, "Sistem, mengapa aku tak bisa memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan Badang?"


"Ini adalah efek dari sistem. Setelah mempunyai dua Keterampilan Game : Penguasaan Hero, sistem secara otomatis mereset pengetahuan mendalam host mengenai hero-hero Mobile Legends. Selain itu, efek dari sistem juga membuat host tak bisa menggunakan hero lain selain dari daftar penguasaan hero. Namun, host masih memiliki beberapa pengetahuan dasar dari semua hero yang melawan host. Ini adalah kompensasi dari sistem."


Jawaban dari seperti terasa layaknya hukuman mati bagi dirinya. Pengetahuan hero adalah hal penting untuk bisa memahami kekuatan serta kekurangan hero, tetapi sekarang pengetahuan utu sudah direset dan hampir membuatnya seperti pemula yang baru bermain Mobile Legends. Kehilangan hal ini merupakan pukulan fatal bagi dirinya karena baru saja memutuskan langkah pertama dalam meraih impiannya.


Jawaban sistem ini juga membuat dirinya menyadari bahwa dirinya telah merasa terlena sejak menfapatkan sistem. Ia merasa bisa menggapai semua impiannya dengab mudah menggunakan sistem, tetapi pikirannya selama ini salah. Ia tak menyesali mendapatkan efek seperti ini karena kehadiran sistem, hal ini malah memberikannya sebuah pecerahan dan kesadaran akan suatu hal.


Sekarang, ia tak berpikir bahwa efek dari sistem akan sesederhana ini. Jika pengetahuan hero miliknya bisa direset, maka ia juga akan kehilangan sesuatu yang menjadi keterampilan game-nya. Ia pun bertanya lagi kepada sistem, "Jika aku kehilangan pengetahuan hero, maka saat aku memiliki penguasaan role lain selain hypercarry akankah semua pengetahuan role seperti yang baru saja kualami?"


"Benar. Jika host memiliki role lain, sistem akan menganggap host telah mempunyai opsi lain selain role hypercarry sehingga sistem akan mereset kembali pengetahuan host mengenai role-role di dalam Mobile Legeds. Sama seperti pengetahuan hero, host juga akan memiliki pemahaman dasar pada role-role yang digunakan oleh musuh. Host tak bisa menggunakan pengetahuan dasar ini untuk dimainkan."


Senyuman, itulah eskpresi yang ditampilkan di wajahnya saat ini. Ia merasa lega karena telah menyadari sisi buruknya. Ia juga lega sistem masih memberinya sedikit kemudahan dibalik kesulitan yang juga diberikan oleh sistem. Pengetahuan dasar ini masih bisa digunakan sampai batas-batas tertentu untuk melawan musuh.


"Ini adalah tantangan. Aku harus lebih banyak belajar dan belajar lagi!" katanya dengan penuh semangat. Meski hilangnya pengetahuan hero ini membuat hero pool-nya semakin menyempit pada saat-saat akan turnamen seperti ini, ia menjadi lebih merasa tertantang untuk bisa meluaskan pool hero miliknya selama masa latihan 14 hari ke depan.


"Ini hanyalah tantangan awal sebagai calon dari pemain terkuat Mobile Legends di dunia ini. Masih ada banyak tantangan-tantangan berat menanti host untuk bisa meningkatkan dirinya menjadi lebih hebat lagi! Host, bersemangatlah!"


Ucapan semangat dari sistem membuat dirinya merasa lebih termotivasi lagi untuk meningkatkan hero pool serta mendapatkan lebih banyak keterampilan game. Melalui semangat dari sistem ini, ia merasa tertantang untuk melawan bermain dan belajar lebih banyak.

__ADS_1


....


Sandi telah menunggu lama jawaban dari Aldi, tetapi sejak tadi temannya itu tak menjawab pertanyaannya. Ia berpikir bahwa temannya ini lagi melamun sejak tadi. Jadi, ia pun langsung membangunkannya dari lamunan, "Aldi, jangan terus-terusan melamun. Nanti kesambet setan, loh."


Pengingat dari Sandi membuat Aldi tersadar dari pikirannya tentang 'musibah' yang baru saja menimpanya. Ia mengingat Sandi menanyakan battle spell serta emblem yang harus digunakan oleh Badang. Ia sedikit berpikir tentang emblem lalu buru-buru menjawab, "Ah, maaf! Aku hanya memikirkan emblem yang cocok digunakan untuk Badang."


"Aku menyarankanmu menggunakan emblem assassin dengan talent High and Dry untuk Badang. Flicker juga battle spell yang paling cocok untuk Badang," lanjutnya menjawab pertanyaan dari temannya tersebut. Pada detik-detik terakhir pemilihan hero, ia langsung mengamankan Roger untuk digunakan.


Ia menyarankan menggunakan High and Dry karena talent ini bisa digunakan untuk situasi duel satu melawan satu. Ia juga menyarankan battle spell Flicker karena itu adalah battle spell yang nyaman digunakan utuk kabur. Ia hanya memikirkan itu tanpa menyadari bahwa menggunakan Flicker juga bisa menjadi inisiasi saat melakukan team fight dengan musuh. Sayangnya, semua pengetahuan itu sudah lenyap oleh sistem.


"Terima kasih!" kata Sandi berterima kasih. Ia buru-buru mengganti emblem fighter yang sebelumnya ia gunakan menjadi emblem assassin dengan talent High and Dry. Mengenai battle spell, sejak awal ia telah menggunakan Flicker karena ini adalah spell bagus untuk maju maupun mundur.


Dengan adanya banyak hero crowd control pada line up musuh, semuanya menggunakan battle spell Purify agar bisa menghindari setidaknya inisiasi perang dari musuh. Hanya Badang saja yang menggunakan battle spell Flicker karena skill ultimate miliknya, Fist Crack membuat dirinya mendapatkan shield tambahan. Selama shield itu masih ada, ia tak akan bisa diberikan efek crowd control oleh lawan. Inilah alasan Badang tak perlu menggunakan Purify.


Kembali pada jawaban dari sistem yang diterimanya tadi, dirinya tak lagi merasa dilema. Meski sempat berpikir saat ini adalah latihan dan pembunuhan terhadap hero musuh bukanlah prioritas utama, tetapi dirinya masih memilih untuk mementingkan pembunuhan hero musuh. Ia harus melakukan ini agar bisa mendapatkan peluang menjatuhkan kotak hadiah lebih banyak lagi dan membuatnya bisa menguasai lebih banyak hero lagi.


Meski dirinya sendiri mengangap tindakan yang diambilnya ini adalah tindakan egois, ia masih harus melakukannya karena yang ia lakukan untuk kebutuhan tim juga. Dengan banyak hero yang ia kuasai, dirinya tak akan menyusahkan teman-temannya dengan memiliki hero pool yang sedikit.


Ini adalah keputusan dari rencana jangka pendek yang ia ambil walau mengetahui kesempatan untuk mendapatkan keterampilan game, terutama penguasaan hero itu memiliki angka yang rendah. Namun, ia tak menyerah begitu saja meski mengetahui hal itu.

__ADS_1


"Welcome to Mobile Legends!"


Loading telah selesai, kini ia dan teman-temannya telah mendarat di tanah Land of Dawn. Ia bisa mendengar Malik membagikan rencana awal serta strategi yang akan digunakan oleh timnya. Mula-mula, Jaka akan menggangu Lancelot saat memberishkan gelombang minion pertama dan dirinya bersama Malik akan melakukan penyerbuan terhadap buff ungu milik Lancelot.


Teori yang disampaikan sangatlah apik, tetapi Jaka tak bisa mengeksekusi strategi ini dengan baik. Jaka tak memaksimalkan penggunaan skill 1 milik Popol, Bite 'em, Kupa! Skill ini ia gunakan kepada minion saja, ia tidak melakukan poking damage kepada hero core lawan. Dengan kejadian ini, strategi dan rencana awal pun harus diubah karena hero-hero lawan masih sehat dengan bar HP mereka yang penuh.


Hingga pada menit kedua berjalan, tak ada satu pun pengumuman First Blood di antara dua tim yang sedang bertarung ini. Lancelot bersama Atlas dan Kagura melakukan rotasi menuju lane atas tim Aldi. Kebetulan, Aldi mengambil buff merah lebih dulu bersama Selena sebelum melakukan pembersihan gelombang minion pertama. Ia Langsung melakukan rotasi ke lane atas setelah mendapatkan buff ungu miliknya dan memberishkan gelombang minion kedua.


Gold buff menjadi saksi atas peperangan yang akan terjadi dalam memperebutkan pundi-pundi keuangan. Peperangan itu segera dilakukan dan dengan cepat dimenangkan oleh Lancelot dalam mendapatkan gold buff karena memiliki battle spell Retribution sehingga semua monster jungle bisa diamankan oleh Lancelot tanpa harus khawatir dicuri oleh orang lain.


Peperangan tak berakhir sampai, tetapi dilanjutkan oleh musuh untuk mendapatkan poin kill. Atlas langsung menerjang masuk menggunakan skill Perfect Match menuju formasi tim Aldi. Tak sempat menghindari, Selena dan Popol tertangkap oleh Atlas dan terkena efek stun dari himpitan skill Perfect Match milik Atlas.


Lancelot langsung bergerak bebas menggunakan skill Puncture terus menerus kepada hero lawan yang berbeda. Dengan melakukan dash ini, skill pasif miliknya, Soul Cutter telah aktif dan memberikannya tambahan damage sebesar 10% setiap stacknya. Setelah itu, ia segera menggunakan skill Thorned Rose dan menyebabkan HP milik Popol, Kupa dan Selena turun ke titik terendahnya.


Menggunakan Phantom Execution, Lancelot langsung membunuh Selena dan Popol. Kematian mereka membuat exp serta pundi-pundi keuangan miliknya semakin meningkat. Pengumuman kematian pun diperdengarkan di Land of Dawn.


"First Blood!"


"Enemy Double Kill!"

__ADS_1


Kematian dari Selena dan Popol membuat Roger tak bisa melakukan banyak hal. Bersama dengan Thamuz, ia memilih mundur dan melakukan farming lebih banyak lagi agar bisa mengejar ketertinggalan level dan juga kekayaan dari hero core lawan.


__ADS_2