Mobile Legends System

Mobile Legends System
11. Momen Comeback


__ADS_3

Sejak dua temannya terbunuh di awal game oleh hero hypercarry lawan, Aldi memutuskan untuk mundur dan melakukan farming saja. Ada kemungkinan dirinya tak bisa mengejar level dan keuangan hero hypercarry lawan jika ditekan oleh tim musuh setelah kejadian ini. Jika itu terjadi, dirinya hanya bisa menunggu late game agar bisa menemukan momen yang bisa memenangkan pertandingan kali ini.


Seperti yang diduga oleh dirinya, Lancelot bersama timnya sangat menguasai wilayah mereka, bahkan ia tak bisa mendapatkan buff setelah buff pertama diambil olehnya. Semua buff miliknya diambil oleh hero dari tim lawan.


Keadaan didominasi oleh lawan ini terus terjadi hingga menit kesebelas berjalan. Saat ini, ia dan timnya hanya disisakan tiga inhibitor turret. Musuh sama sekali tak memberi mereka ruang untuk bergerak di luar base mereka.


"Enemy has slain Lord."


Pengumuman tereleminasinya Lord didengar oleh Aldi dan empat teman lainnya. Ini artinya keadaan mereka diperburuk dengan kedatangan Lord dan Super Minion yang mana statistik minion ini meningkatkan kekuatan dan pertahanannya.


Tak memiliki hero dengan pertahanan high ground yang kuat seperti Pharsa, Change, ataupun Kimmy juga menjadi salah satu masalah mereka. Untuk memenangkan game ini, mereka harus berusaha keras menahan Lord agar bisa memiliki kesempatan untuk comeback.


"Tenang saja, kita masih memiliki kesempatan untuk menang. Kita harus bersabar menahan gempuran mereka dan menunggu kesempatan membunuh hero lawan agar bisa keluar dari kandang ini," kata Malik menenangkan keempat temannya. Ini adalah salah satu hal yang harus mereka latih karena ada masanya mereka harus bertahan untuk bisa mendapatkan momen seperti yang terjadi sekarang.


"Seperti kata Malik, kita harus tenang karena kali ini kita hanya kedatangan Lord lemah. Aku masih bisa menahannya dengan ultimate milikku," kata Sandi ikut menenangkan kawan-kawannya yang lain.


Badang miliknya telah memiliki item Demon Hunter Sword dan Golden Staff yang merupakan item penting hero tersebut. Jadi, ia masih bisa menggunakan Fist Crack untuk membersihkan Lord dengan cepat serta dari bantuan serangan temannya yang lain.


Teman-teman yang lain juga menjadi optimis bisa memenangkan game ini, Aldi pun ikut merasakan hal itu. Ia juga merasa optimis dikarenakan dirinya masih bisa menemukan ruang untuk farming dan bisa membeli beberapa item penting untuk dirinya meski ditekan oleh lawan. Ia bisa menemukan ruang ini karena bantuan dari 'mata' teman-temannya, trap dari Popol dan Selena.


Lord telah muncul di base milik lawan. Lawan pun langsung meresponnya dengan membersihkan minion dari masing-masing tiga lane yang berbeda secara bersamaan. Malik langsung memikirkan cara untuk bisa menahan kedatangan Lord dan push dari musuh.

__ADS_1


"Jaka, taruh trap sebanyak mungkin di depan turret lane tengah!" kata Malik memberikan arahan kepada teman satu timnya. Ia meminta temannya melakukan itu karena Lord akan berjalan di lane tengah. Dengan adanya trap milik Selena dan Popol, hal itu bisa memberikan sedikit waktu karena dua trap tersebut memiliki efek slow.


"Ya!" jawab Jaka dengan patuh. Ia memberikan jarak setiap masing-masing trapnya. Malik pun melakukan hal yang sama seperti dirinya lakukan.


Lord pun mulai terlihat sejak menginjak trap milik mereka. Malik segera mengingatkan empat temannya, "Lord akan datang!"


Kedatangan Lord ke base mereka sebentar lagi, tetapi musuh tak lagi terlihat di map. Roger berinisiatif maju menyicil HP Lord menggunakan pistolnya, ini adalah gerakannya untuk memancing kemunculan hero lawan. Ia tak berubah menjadi manusia serigala karena saat dalam perubahan itu, Roger hanya bisa menyerang dari jarak dekat. Ini menjadi bahaya karena dirinya hanya bisa melompat untuk bisa kabur.


Tak membiarkan Roger bisa melakukan pencicilan terhadap Lord dengan bebas, Chou bersiap melakukan penculikan terhadap Roger. Ia menggunakan Jeet Kune Do sebanyak dua kali. Saat tersisa tahap ketiga dari Jeet Kune Do, Chou melakukan Flicker mengarah pada Roger dan langsung menggunakan Jeet Kune Do tahap tiga tersebut. Namun, Roger langsung menghindari dengan Worlf Transformation. Gagal menculik, Chou memilih mundur.


Aldi bisa menghindari penculikan Chou berkat kemampuan bermain Kecepatan Tangan yang dimiliki olehnya. Ini adalah salah satu momen di mana kemampuan bermain ini bisa menyelamatkannya dari banyak hal.


Rantai-rantai milik Atlas mengikat Roger, Selena, Popol dan Kupa. Sebelum Atlas bisa membanting mereka, masing-masing dari ketiga hero tersebut menggunakan battle spell Purify dan mereka pun langsung terlepas dari ikatan itu. Hasilnya, Atlas tak membanting siapapun.


Inisiasi dari musuh sekali lagi gagal, Thamuz langsung menggunakan kesempatan ini untuk maju dengan menggunakan skill ultimate miliknya– Cauterant Inferno. Skill ini memberikannya regen sebanyak 2% dari keseluruhan HP miliknya saat memberikan damage kepada lawan. Dengan skill ini, dirinya bisa menahan lebih banyak damage dan memberikan damage tambahan kepada Lord dan lawan di sekitarnya.


Sementara itu, Badang langsung menutup jalan kembali Atlas menggunakan Fist Break miliknya. Lancelot yang mencoba masuk untuk memberikan damage kepada Roger menggunakan skill Puncture harus menelan kegagalan karena terkena efek stun dari Popol dan Fist Break yang tepat waktu dari Badang.


Tanpa membuang waktu dan kesempatan, Badang mengeluarkan Qigong Fist dan menghantamkan dua hero musuh tersebut ke dinding buatannya. Skill ini menyebabkan efek knock back sekaligus stun singkat karena menabrak dinding. Setelah itu, ia menggunakan basic attack kepada Lancelot agar hero hypercarry musuh tersebut terkena efek stun tambahan dari skill pasif Chivalry Fist miliknya.


Durasi stun singkat ini dimanfaatkan dengan baik oleh Badang. Ia langsung mengerahkan pukulan beruntun miliknya, Fist Crack. Pukulan ini langsung menghilangkan HP milik Lord dengan drastis dan juga mengurangi HP milik dua hero musuh, Lancelot dan Atlas.

__ADS_1


Kagura tak membiarkan Badang menyerang hero hypercarry milik timnya dengan mudah. Ia melemparkan payung kepada Badang, kemudian menggunakan skill ultimate Yin Yang Overturn pada Badang dan Thamuz.


Chou bergerak dengan panik. Ia maju menggunakan Jeet Kune Do dan Shunpo untuk menghajar Badang. Saat Chou menggunakan The Way of Dragon, Badang masih memiliki shield yang melindungi dirinya. Penampilan Shield ini menandakan Badang masih memiliki kemampuan untuk kebal terhadap efek crowd control apapun dari musuh. Jadi, crowd control dari The Way of Dragon milik Chou harus terbuang sia-sia dan Chou juga harus terkena damage dari Fist Crack Badang.


Selain Badang, Thamuz juga melakukan tugasnya dengan sangat baik. Sambil menahan damage dari Kagura dan Lord, ia juga menghadang pergerakan Jawhead yang mengincar barisan belakang timnya. Dirinya masih berdiri kokoh menahan semua damage dari musuh.


Meski bisa membersihkan banyak HP milik Lord dan juga musuh-musuhnya, Badang tak memiliki ketahan seperti Thamuz. Ia hanya bisa bertahan hingga durasi Fist Crack berakhir sebelum mati setelah terkena banyak damage dari Kagura, Chou, dan misil-misil imut dari Jawhead. Pengorbanannya ini tak akan disia-siakan oleh rekan setimnya.


Sebelum Lancelot terkena serangan dari Badang, Popol telah menggunakan skill 'We Are Angry!' dan memberikan efek stun kepada Badang dengan gigitan beruntun dari Kupa saat menggunakan skill 'Bite 'em, Kupa!'.


Setelah Badang mati, Lancelot terbebas dari efek stun dari Badang. Menindaklanjuti gerakan Badang sebelumnya, Popol sekali lagi menggunakan skill Bite 'em, Kupa! Kepada Lancelot dan sekali lagi membiarkan Lancelot jatuh dalam keadaan stun selama satu detik.


Saat Popol sibuk membatasi gerakan Lancelot, Selena mengganggu lini belakang tim lawan. Dia memberikan Abyssal Arrow yang telah ditanami oleh Abyssal Trap miliknya kepada Kagura.


Kesibukan Kagura untuk melindungi Lancelot membuat dirinya harus terkena Abyssal Arrow dari Selena. Ia tak memiliki skill Rasho Umbrella Flee lagi untuk bisa menghapus efek crowd control. Saat Selena memajuinya menggunakan skill Garrote dan mencakarnya dengan Soul Eater, Jawhead langsung datang membantu dirinya.


Menggunakan Unstoppable Force, Jawhead menabrakkan diri kepada Selena. Seterusnya, Jawhead mengerahkan Smart Missiles lalu membanting menggunakan Ejector. Jawhead membuat Selena tak sempat membunuh rekannya yang hanya menyisakan sedikit HP saja lagi. Dengan kombo ini, Selena tewas di tangannya.


Hanya tersisa Thamuz, Popol dan Kupa serta Roger saja lagi yang bertahan setelah ditinggalkan oleh Selena dan Badang. Walau bergitu, pengorbanan keduanya tak sia-sia karena nilai HP musuh sudah sangat rendah meski mereka masih lengkap. Lord juga telah dibunuh sehingga mereka memiliki dua menit ekstra untuk melanjutkan permainan.


"Ini sebuah kesempatan!" Aldi tiba-tiba mengatakan sesuatu yang meyebabkan teman-temannya kaget.

__ADS_1


__ADS_2