
Luna benar-benar tidak beruntung pada game kali ini. Dia tak memiliki buff sama sekali karena kedua buff yang seharusnya miliknya diambil oleh orang lain. Saat awal game, dia bersama Selena dan Kaja sedang menghajar monster jungle buff ungu. Saat monster tersebut menyisakan sedikit HP saja lagi, Selena tanpa sengaja mengambil buff miliknya tersebut.
Kehilangan buff tanpa sengaja seperti ini tak membuatnya marah dan masih memakluminya. Dia pun berjalan bersama dengan mereka ke lane tengah untuk membersihkan gelombang minion untuk mendapatkan exp dan gold.
Ketika sudah selesai, dia ingin mengambil buff merah miliknya. Namun, saat menggeser kamera ke area buff merahnya, ia mendengar suara tembakan Claude dan suara Bomb Diggie. Dia pun buru-buru datang ke sana karena tak ingin kehilangan buff miliknya.
Gerakannya ini diketahui oleh musuh dan musuh pun membatasi gerakannya. Ia sama sekali tak bisa lewat karena Grock dan Diggie mempunyai skill yang menyakitkan di awal-awal game seperti ini. Tanpa bisa berbuat banyak, ia hanya bisa merelakan buff merah miliknya dan melakukan rotasi ke lane bawah bersama Belerick untuk mendapatkan exp dan gold dari minion serta jungle lainnya di lane bawah.
"Sungguh malang nasib Luna. Dia di-troll sama player publik di solo ranked."
"Sudah salah banned, pilih heronya Belerick. Mainnya malah asal-asalan lagi!"
"Kasihan Luna. Buff ungu diambil teman, buff merah diambil Claude lawan. Hahaha. Ci Luna harus sabar, ya."
Komentar dari para penontonnya membuat dirinya tersenyum pahit atas nasib buruk yang dialami olehnya. Dia awalnya mengira bahwa kesalahan di ban dan pick bisa terbayarkan di permainannya, tetapi sampai permainan berjalan hingga sekarang, ia benar-benar merasakan beratnya bermain solo ranked jika bertemu tim seperti ini.
Usai membersihkan minion serta jungle di lane bawah, dia menuju lane tengah dengan cara memutar melewati area buff merah miliknya. Ia khawatir Claude akan berotasi ke atas setelah membersihkan minion di lane tengah. Saat dirinya sampai di inner turret, dia menyadari teman-temannya sedang berperang di lane atas miliknya.
Ketika melihat Selena berhasil mendapatkan first blood dengan membunuh Diggie, dia merasa cukup lega. Namun, tak lama setelah itu, Claude tiba-tiba muncul di area peperangan. Tak lama berselang setelah pengumuman keberhasilan Selena membunuh Diggie, kematian Kaja pun digaungkan di seluruh arena Land of Dawn.
__ADS_1
Dirinya kemudian berusaha datang ke sana dengan harapan bisa sedikit membantu, tetapi Selena telah ditembak mati oleh Claude. Untungnya salah satu rekan tim bisa membayarkan kerugian ini dengan mendapatkan keuntungan dari membunuh Chou. Jawhead berhasil membunuh Chou lawan dengan gerakan yang cukup baik.
"Lihat? Mereka tidak terlalu buruk," katanya tersenyum memberitahu penontonnya untuk tak lagi mentertawakan kesialan yang didapatkan olehnya.
Dia berjalan menuju semak-semak untuk membuka map, tetapi Claude tiba-tiba muncul dengan HP yang masih terbilang penuh. Dia segera mengarahkan Granger miliknya untuk memutar arah dan mundur, tetapi gerakannya diperlambat oleh skill milik Claude serta skill pasif dari buff merah.
Meskipun efek slow ini hanya berlangsung sekejap saja, tetapi saat melihat waktu Diggie untuk dihidupkan kembali hanya sisa satu detik saja lagi, dia langsung menekan battle spell Purify agar terlepas dari efek slow dan bisa kabur dengan aman.
Meski harus kehilangan Purify selama 90 detik ke depan, tetapi dia tak menyesal. Dia tahu bahwa kematian hanya akan semakin merugikannya dan ini adalah salahnya karena terlalu maju hingga ke semak-semak yang dikuasai lawan.
Dirinya telah mundur hingga masuk ke dalam turret. Saat itu, gelombang minion selanjutnya telah sampai di outer turret miliknya. Claude dengan berani maju mengambil kecepatan bergerak serta serangan dari minion dengan Art of Thievery lalu menghabisi gelombang minion tersebut.
Dia hanya bisa menunggu Claude selesai sebelum bisa mengambil exp dan gold milik minion musuh. Saat hero hypercarry musuh tersebut telah selesai dan mulai berotasi lagi, dia segera membersihkan minion dengan bantuan dari Kaja yang baru saja dihidupkan kembali.
Selama dalam perjalanan, dia bisa melihat Belerick di timnya sedang diganggu oleh musuh di lane bawah. Dia mengambil kesempatan ini untuk mengambil buff merah miliknya karena Belerick akan menjadi target lawan. Namun, musuh sama sekali tak membiarkan hal itu terjadi.
Claude dan Grock langsung menghilang setelah memukul Belercik. Saat HP milik monster jungle buff merah menyisakan setengah, tiba-tiba saja Grock muncul dari semak-semak di samping area buff merah dengan menggunakan Power of Nature. Sementara itu, Claude datang dari arah monter jungle di lane tengah bagian bawah.
Serangan dari dua arah ini membuatnya sedikit panik. Dia segera menggunakan Death Sonata kepada monster jungle buff merah agar bisa mendapatkan serangan terakhir dan buff menjadi miliknya, tetapi usahanya berakhir kegagalan.
__ADS_1
Claude langsung datang ke depan Kaja dengan menggunakan Battle Mirror Image, kemudian menembaki sang Nazar King dengan rentetan peluru dari Blazing Duet. Hanya dalam beberapa detik, Kaja hanya disisakan sedikit HP oleh Claude dan Claude mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan buff merah miliknya yang telah susah payah dicicil olehnya.
Grock juga tak tinggal diam. Ia melakukan serangan akhir kepada Kaja dengan menyudul Nazar King tersebut menggunakan Wild Charge hingga menyebabkan Kaja terkena efek airbone dan mati seketika.
Peperangan ini seharusnya telah berakhir, tetapi salah satu rekannya, Belerick melakukan gerakan yang sangatlah aneh. Tank ini malah mendatangi ketiga hero lawan dengan niat yang tak diketahui. Gerakan yang dilakukannya ini seakan mengantarkan nyawa secara gratis kepada lawan.
Luna buru-buru datang dan berupaya menyelamatkan rekannya tersebut dengan memberikan damage kepada lawan menggunakan Rhapsody. Namun, upayanya benar-benar sia-sia. Belerick langsung mati terkena Auto Alarm Bomb dari Diggie serta serangan dari hero lawan lainnya. Serangan musuh juga mengenainya dan Selena yang datang membantu setelah diam-diam mengambil buff ungu miliknya.
Kematian yang sia-sia ini memperburuk keadaan timnya. Dia pun tak punya pilihan lain selain mengambil exp dan gold dari tiga minion yang datang bersama dengan Selena. Usai minion berhasil dibersihkan, dia kembali ke base miliknya menggunakan Recall.
Ketika sudah sampai di base miliknya, dia mendengar kembali pengumuman pembunuhan dari lawan. Kali ini, Jawhead menjadi korban setelah dibunuh oleh Claude musuh.
"Cluade-nya bagus banget mainnya. Agresif dan on-point banget!"
"Luar biasa! Luna dan timnya terbantai oleh musuh."
"Hahaha. Luna baru main solo ranked sekali sudah di-troll dan dibantai oleh musuh seperti ini."
Komentar-komentar dari penontonnya kebanyakan mentertawakannya atas kesialan serta 'kehebatan' dari rekan satu timnya. Mereka juga memuji permainan hebat dari Claude lawan yang sangat baik melawan timnya.
__ADS_1
"Baru sekali ini aku menemukan tim solo ranked seburuk ini," katanya sembari menghela napasnya. Dia merasa sedikit iri dengan Claude yang bisa bermain sangat agrasif meski melawan timnya yang memiliki banyak kemampuan crowd control.
"Claude musuh benar-benar bermain dengan sangat baik," lanjutnya ikut memuji kemampuan hebat milik lawan. Dia benar-benar terpukau dengan cara permainan hypercarry lawan.