Mobile Legends System

Mobile Legends System
5. Game Pertama (2)


__ADS_3

Memiliki item Raptor Machete mempercepat Roger dalam melakukan farming. Item ini meningkatkan damage pada monster jungle serta meningkatkan exp dan gold yang diperoleh setelah membunuh monster jungle tersebut. Selain itu, item ini meningkat battle spell Retribution miliknya, di mana bisa memberikan efek slow serta sedikit damage kepada hero lawan. Ada pula efek lainnya seperti, tambahan damage setiap sekian detik serta meningkatkan Physical Attack dari stack pembunuhan jungle.


Selain telah memiliki item jungle tersebut, dengan membunuh turtle, ia juga mendapatkan Absorb Damage, di mana ini akan sangat berfungsi dalam melindunginya saat bertarung atau digempur hero lawan. Ia juga mendapatkan tambahan Physical Attack yang akan membuatnya semakin sakit saat menghajar hero lawan.


Selama ia melakukan farming, Chou bersama Valir berhasil membunuh Jawhead di lane bawah. Selesai melakukan pick-off, Chou melakukan cuting pada lane musuh. Valir berotasi menju lane tengah. Khufra juga melakukan pergerakan untuk membuka map, menjadikannya mata bagi hero core utama tim.


Jaka sampai pada area jungle lawan lane atas, ia bersembunyi di semak samping monster jungle. Ketika melihat Esmeralda dan Thamuz saling memberikan poke damage di peta, ia menemukan kesempatannya. Ia langsung bertanya, "Aldi, Esmeralda sendirian tuh. Mau bunuh sekarang?"


"Sekarang aja! HP Esmeralda udah banyak berkurang nih!" Suara remaja laki-laki terdengar memberikan informasi kepada teman-temannya. Hero yang digunakan remaja ini adalah Thamuz. Ia telah berduel melawan Esmeralda saat membersihkan minion di lane atas dan melihat hero offlane lawan tersebut tak kembali setelah kehilangan banyak HP.


"Oke," kata Aldi menyetujuinya. Setelah membunuh monster jungle hijau di dekat buff birunya, ia berjalan menuju tempat Khufra berada sambil berkata, "Wisnu, kamu majuin aja dulu. Biarin dia mundur masuk ke turret dan biar dia nanti ditangkap sama Jaka."


"Oke!" kata remaja bernama Wisnu sembari mengarahkan Thamuz miliknya untuk memukul mundur Esmeralda. Ia melemparkan Molten Scythes di depan Esmeralda lalu memberikan battle emote serta recall-recall.


Esmeralda langsung mengerti dengan tingkah laku pemain jika melakukan hal seperti itu. Dia ingat hanya memiliki HP sekitar 60%, jadi dia memilih untuk mundur sambil meminta bantuan segera.


Tanpa diketahui oleh Esmeralda, dia sebenarnya jatuh dalam rencana tim musuh. Saat memasuki Tower, tiba-tiba saja Tyrant's Revenge mengenainya. Panik karena serangan dari Khufra, dia langsung menggunakan battle spell Flickernya. Namun, Flicker miliknya dibatalkan oleh Khufra sehingga ia hanya memiliki skill Falling Starmoon untuk melarikan diri dari gempuran lawan.


"Esmeralda sudah enggak ada Flicker, ya!" kata Jaka mengingatkan teman-temannya. Tanpa menunggu Bouncing Ball-nya selesai, ia langsung menggunakan Tyrant's Rage kepada Esmeralda dan menempelkannya ke dinding. Efek stun pun segera dirasakan oleh Esmeralda selama lebih dari satu detik ke depan.


Tanpa membuang banyak waktu, Roger langsung menembakkan peluru menggunakan Open Fire. Memasuki turret yang telah ditahan oleh Khufra, ia melolong mengungkapkan kemarahannya dengan Bloodthirsty Howl dan langusung menggaruk-garuk Esmeralda menggunakan cakarannya.

__ADS_1


Esmeralda langsung menggunakan Falling Stramoon-nya untuk kabur setelah terlepas dari efek stun, tetapi Sebelum sempat itu terjadi, Roger langsung menggunakan cakaran maut miliknya, Lycan Pounce.


Sederetan angka damage berterbangan di sekitar Esmeralda. Hanya menggunakan Lycan Pounce miliknya, Esmeralda langsung tumbang tanpa bisa mendapatkan bantuan dari teman-temannya. Gema pemberitahuan kematian Esmeralda langsung menggaung di tanah Land of Dawn.


Walau hanya berbekalkan Raptor Machete dan buff turtle, cakaran Roger sangatlah kuat karena efek dari skill pasif yang dimiliki olehnya, Full Moon Curse. Full Moon Curse membuat Roger bisa memberikan sejumlah efek slow saat menyerang musuh menggunakan basic attack-nya dalam bentuk Manusia. Namun, saat dalam bentuk serigala, Roger akan memberikan damage tambahan yang setara dengan 5% HP lawan yang hilang pada setiap cakarannya, dan itu meningkat terus hingga 5 kali. Inilah yang membuat serangan Roger terasa sangat menyakitkan saat dalam keadaan menjadi serigala.


"Mantap!" kata Malik saat melihat pengumuman kematian hero lawan. Ia mengungkapkan kekagumannya dengan mengatakan, "Aku tak membayangkan kamu bisa menggunakan Roger seperti ini."


"Sejujurnya, aku baru saja kepikiran dan ingin mencobanya," kata Aldi menjawab kekaguman temannya. Ia tak mengatakan kebohongan karena dirinya benar-benar baru kepikiran bagaimana menggunakan Roger sebagai hypercarry.


Ia memikirkan hal ini bukan semata-mata karena mendapatkan penguasaan role hypercarry saja, tetapi karena ada banyak pengetahuan yang didapatkannya dalam penguasaan hero Roger.


Penguasaan hero ini membuat dirinya bisa memahami batas maksimal hero hingga kemampuannya serta kelemahan dan kelebihannya dalam melawan hero musuh. Dalam pengetahuan itu juga ia mengetahui role apa saja yang bisa digunakan pada hero Roger, salah satunya adalah hypercarry.


Membunuh hero lawan memang merupakan bagian yang penting, tetapi di dalam game berjenis MOBA, kemenangan dan kekalahan bergantung pada kehancuran turret, bukan pada jumlah kill.


Menit kelima datang dengan cepat. Pengumuman akan kehadiran turtle yang kedua menggema di tanah Land of Dawn. Pada saat yang sama, Aldi telah menyelesaikan item Windtalker, item attack termurah kedua setelah Haas's Claws.


Windtalker merupakan salah satu item penting bagi Roger. Penambahan attack speed, movement speed dan critical chance akan berpengaruh besar pada pergerakan Roger. Pasif item ini, Typhoon juga sangat berguna di mana akan memberikan damage tambahan dalam bentuk magic damage setiap 5 detik, juga memiliki kesempatan untuk memberikan damage tersebut dalam bentuk critical damage. Dan jika Typhoon aktif, skill pasif lainnya pun aktif di mana akan menambahkan movement speed dalam waktu yang singkat.


Roger bergerak menuju ke semak kiri di lane tengah bersama Valir, menunggu hero lawan datang membersihkan minion. Namun, setelah menunggu 15 detik, tak ada tanda-tanda kemunculan lawan.

__ADS_1


Buff merahnya sudah habis, serta buff ungunya sebentar lagi akan habis. Tak ingin membuang waktu secara percuma, ia membersihkan minion dengan perubahan serigalanya. Saat baru saja menggunakan Lycan Pounce untuk membersihkan minion, Atlas tiba-tiba muncur dari semak kanan lane tengah. Untungnya, Valir cepat maju dan langsung menggunakan Searing Torrent sehingga skill Perfect Match Atlas tak mengenai Roger.


Memiliki dua item yang telah selesai tak membuatnya bernafsu membubuh hero keras seperti Atlas. Ia juga tahu Atlas masih belum menggunakan Fatal Links. Jadi, ia langsung mengambil buff ungu setelah membersihkan minion di lane tengah.


"Siap-siap war, ya!" Jaka memberitahu yang lain untuk segera bersiap berperang. Ia telah berdiri di semak depan turtle yang baru saja dihidupkan kembali.


Baru saja selesai mendapatkan buff ungu, ia mendengar Jaka bersiap untuk membuka perang terhadap lawan. Ia langsung mengurungkan niatnya untuk mengambil buff merah dan berputar menuju semak yang telah dihuni oleh Valir di dekat buff ungu. Ia bersama Valir menunggu inisiasi dari Khufra.


Tyrant's Revenge telah di-charge oleh Khufra. Ketika melihat Selena akan menaruh Abyssal Trap di jalur sungai Land of Dawn, Khufra langsung melepaskan charge Tyrant's Revenge miliknya.


Gerakan itu tak disangka-sangka oleh Selena. Tyrant's Revenge tersebut langsung mengenai Selena dan Tyrant's Rage langsung digunakan tanpa menyia-nyiakan waktu efek airbone tersebut. Selena langsung terhempaskan ke dinding dan mendapatkan efek stun dari Khufra.


Sejak Khufra melompat untuk melakukan inisasi terhadap lawan, Roger langsung bergerak menggunakan Hunter's Steps yang mana akan meningkatkan kecepatan bergeraknya selama 2,5 detik. Valir tak ketinggalan membuntuti Roger dari belakang dan juga bersiap kalau-kalau Burst Fireball miliknya dibutuhkan.


Open Fire!


Dua tembakan dari Roger langsung mengenai Selena yang telah terkena efek stun. Kemudian, ia menggunakan Wolf Transformation dan tubuhnya jatuh di tempat Selena berdiri, menambahkan damage ke Selena lagi. Lycan Pounce langsung digunakan dan Selena tak bisa terhindarkan dari kematian.


"You has slain an enemy!"


Namun, itu bukanlah akhir dari perang. Dengan telah digunakannya Tyrant's Revenge dan Tyrant's Rage Khufra, Atlas langsung muncul dari arah lane tengah. Dari atas, Esmeralda sudah terlihat di samping turtle yang masih terdiam di tempatnya.

__ADS_1


"Awas! Esmeralda ke turtle, ya!" kata Wisnu memberikan Informasi kepada kawannya.


__ADS_2