Mobile Legends System

Mobile Legends System
19. Melawan Pemain Profesional (4)


__ADS_3

Bermain agresif dan garang adalah tujuan Aldi sejak awal. Ini juga alasan mengapa ia menggunakan battle spell Retribution, yaitu untuk memenangkan pertarungan pada early game sesuai dengan dua hero yang menemaninya, Diggie dan Grock yang memiliki damage besar di awal game.


Permainan apiknya dalam memainkan Claude secara agresif menghasilkan dua kill serta tiga assist yang didapatkan dari berbagai peperangan yang terjadi. Ia juga berhasil melakukan agresi terhadap buff serta monster jungle milik lawan. Hero hypercarry lawan, Granger tak bisa berkutik dan harus menerima kemiskinan yang dibuat olehnya.


Ia saat ini melakukan rotasi ke lane bawah karena Chou telah bersiap melakukan penculikan terhadap hero offlaner lawan, Jawhead. Saat sudah sampai di depan area gold buff lane bawah, Chou telah berhasil memancing Jawhead dan menendang hero lawan tersebut menggunakan The Way of Dragon. Menggunakan kesempatan ini, Aldi menembaki Jawhead hingga HP milik hero robot tersebut tak bersisa.


Setelah menyelesaikan pertarungan, Chou dan Diggie bergerak lagi melakukan rotasi ke lane tengah. Sementara dirinya harus membersihkan gelombang minion yang amat banyak di lane bawah. Ia mendapatkan banyak exp dan gold hingga membuat dirinya mencapai level 8.


Ia beralih ke objektif selanjutnya, yaitu turtle. Ia telah memiliki Raptor Machete serta telah mencapai level 8 sehingga hanya butuh seorang diri unruk membunuh turtle dengan sangat cepat. Sementara dirinya menghajar turtle, teman-temannya melakukan peperangan di lane tengah. Hasilnya, Chou mendapatkan satu kill setelah membunuh Selena. Musuh juga mendapatkan satu kill setelah Kaja menarih Grock menggunakan Divine Judgement miliknya hingga masuk ke dalam turret.


Kehilangan tank utama pada tim, rekan satu timnya memilih mundur dan mengatur ulang formasi dan posisi mereka masing-masing. Claude meneruskan farmingnya supaya bisa memperoleh item intinya dengan cepat.


Ia berkeliling membunuh monster jungle di area miliknya, hingga sampai dirinya sedang mengambil buff ungu dari monster jungle, Grock telah dihidupkan kembali dan melakukan observasi demi menjadi mata untuk teman-temannya.


Grock melihat Silvana sedang dikeroyok dua hero, Kaja dan Granger di lane atas saat berjalan membukakan map untuk temannya. Temannya butuh bantuan dan Grock pun datang menghadang serangan dari Kaja dan Granger.


Kaja dan Granger sama-sama mengambil langkah mundur menggunakan masing-masing dari skill mereka, Lighting Bomb dan Rondo. Kaja sengaja memperlambat dirinya agar Grock tak bisa mencapai Granger yang telah mundur ke barisan pertahan di belakang. Namun, mereka benar-benar tidak memperkirakan gerakan dari hypercarry lawan mereka.


Claude yang telah memberikan tanda menyerang tidak bergerak menuju Grock berada. Ia memilih untuk melakukan pergerakan yang tak bisa ditebak oleh musuh. Menggunakan Art of Thievery kepada monster jungle untuk memberitahankan stacknya, ia menyerang hypercarry lawan, Granger dari arah samping.


Battle Mirror Image telah digunaknnya untuk mendekat ke arah Granger. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Claude dan langsung menembaki Granger dengan rentetan peluru bersama Dexter dengan Blazing Duet mereka.


Granger sama sekali tak memiliki skill yang bisa digunakan untuk kabur. Ia hanya bergerak ke dalam inner turret, berharap Claude mundur saat tahu ia sudah memasuki pertahannya.


Namun, harapan Granger mustahil terjadi. Permainan Claude yang agresif tak membiarkan Granger kabur. Meski tak memiliki item inti seperti Demon Hunter Sword, serangan miliknya masih mampu membunuh Granger dalam hitungan detik.

__ADS_1


"You has slain an enemy!"


"Host mendapatkan kotak hadiah [Epic] dari perolehan [Membunuh Pemain Profesional] untuk pertama kalinya."


"Host mendapatkan kotak hadiah spesial dari perolehan [Membunuh Streamer] untuk pertama kalinya."


"Host mendapatkan uang tunai sebesar Rp.150.000 dari membunuh hero lawan."


"Host mendapatkan kotak hadiah spesial dari membunuh hero lawan."


"Ya? Mendapat banyak hadiah sekaligus?" gumamnya dengan heran saat mendengarkan pemberitahuan dari sistem. Ini menandakan bahwa ia dan rekan satu timnya benar-benar melawan pemain profesional sekaligus streamer. Ia tak pernah menyangka bahwa orang yang memainkan Granger benar-benar pemain profesional seperti yang dikatakan oleh timnya sejak awal permainan dimulai.


"Aku tak boleh membiarkan kesempatan ini pergi!" katanya setelah menyadari bahwa sekarang adalah kesempatan untuk mengumpulkan lebih banyak hadiah.


Selena terlihat ingin menyerangnya, tetapi serangan itu gagal. Ia memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan serangan balik kepada Selena. Menggunakan Battle Mirror Image yang telah selesai masa cooldown, ia menghampiri Selena di dekat area buff ungu milik lawan.


Ia menembaki Selena bersama dengan Dexter hingga HP Selena turun dengan sangat drastis. Tiba-tiba saja Kaja muncul di depan mereka berdua.


Menggunakan Ring of Order miliknya, Kaja berusaha mengusir Claude agar bisa menyelamatkan temannya dari kematian. Tindakan yang dilakukan oleh Kaja ini berhasil menyelamatkan temannya meski ikut mendapatkan serangan dari hypercarry milik lawan.


Claude menyadari HP milik Kaja dan Selena hanya menyisakan sedikit saja lagi dan mereka pasti tak akan memaksakan diri untuk mempertahankan outer turret milik mereka. Bersama dengan teman-temannya, ia menghancurkan outer turret di lane tengah milik lawan. Setelah hancur, ia kembali bergerak melakukan rotasi.


Ia melakukan rotasi ke lane atas karena tak melihat satu pun hero yang mempertahakan inner turret mereka dari serangan minion. Turret ini bisa dihancurkannya tanpa dipertahankan oleh lawan. Ketika inner turret telah dihancurkan olehnya, ia melihat Abyssal Arrow diarahkan kepadanya.


Kehadiran Selena pun terlihat olehnya setelah menghindari serangan dari hero lawan tersebut. Ia melakukan pelarian, tetapi saat itu monster jungle buff merah milik lawan telah muncul kembali. Melihat ada kesempatan emas, ia pun bersembunyi di rerumputan di samping monster jungle tersebut.

__ADS_1


Tak nampak di mini map lagi membuat Granger mengira bahwa dirinya telah berotasi ke lane lain. Granger pun mulai bergerak ke arah monster jungle buff merah bersama Selena. Ketika keduanya sudah saling berdekatan, Battle Mirror Image sudah muncul di depan dua hero tersebut.


Berganti tempat dengan bayangan Dexter di dekat dua hero musuh, ia memberikan banyak damage kepada Granger dan Selena menggunakan Blazing duet. Dengan memiliki Demon Hunter Sword, Blazing Duet memberikan damage yang lebih besar lagi. Hanya dalam hitungan detik, Granger tewas di bawah tembakan miliknya.


Serangan darinya tak berhenti sampai di sana saja. Ia berpindah ke target selanjutnya, Selena. Meski hero musuh tersebut telah menaruh Abyssal Trap di dekatnya, ia tak takut untuk menembaki Selena.


Abyssal Trap itu terinjak olehnya dan Selena menggunakan kesempatan ini berubah dalam bentuk Abyssal Demon menggunakan Primal Darkness. Ia tetap tenang dan menembaki Selena yang telah bersiap mencakar dirinya menggunakan Soul Eater.


Cakaran iblis dari Selena mengenai dirinya, tetapi itu tak banyak mengurangi HP miliknya. Semua ini berkat dari perbedaan level serta shield tambahan dari buff turtle. Ia tak memberikan skill apapun kepada Selena, hanya menggunakan tembakan secara bergantian dengan Dexter. Dalam waktu singkat ia sekali lagi mendapatkan kill.


"Double Kill!"


"Host mendapatkan uang tunai sebesar Rp.160.000 dari membunuh 2 hero lawan."


"Host mendapatkan uang tunai sebesar Rp.30.000 dari perolehan [Double Kill]."


Selain pertarungannya melawan Selena dan Granger, rekan satu timnya juga telah memulai perang dengan tiga musuh lainnya di lane tengah. Perang tersebut berhasil dimenangkan oleh timnya dengan mendapatkan dua kill, satu milik Diggie dan satu milik Grock.


Meski memenangkan perang, rekan satu timnya juga menjadi korban setelah ditarik oleh Kaja menggunakan Divine Judgement hingga masuk ke dalam inner turret lawan. Hal ini membuatnya buru-buru membunuh monster jungle buff merah agar bisa membantu teman-temannya menyelesaikan perang.


Ia bergerak melalui jalan di antara inner dan inhibitor turret milik musuh demi membatasi gerakan Kaja agar tak bisa kembali ke base. Gerakannya ini ditindaklanjuti oleh Diggie dengan memberikan tali pengikat waktu, Reverse Time kepada Kaja. Ini membuat Kaja tak bisa bergerak dan ia menggunakan kesempatan ini untuk membunuh Kaja.


Ia masuk melalui inner turret milik lawan dengan bantuan Grock sebagai penahan damage dari turret untuk beberapa saat. Kaja yang terikat oleh tali waktu membuat dirinya semakin mudah menyerang Kaja. Menggunakan tembakan baisanya beserta serangan dari tiga rekannya yang masih hidup, kehidupan Kaja terenggut oleh Claude.


"Wipe Out!"

__ADS_1


__ADS_2