Mobile Legends System

Mobile Legends System
12. Kemenangan dan Diskusi


__ADS_3

Kemampuan Insting Membunuh miliknya aktif, Aldi segera melihat kesempatan untuk membunuh semua lawannya. Setelah sedikit perhitungan, dirinya membuat keputusan. Ia berseru, "Ini sebuah kesempatan!"


"Serang balik mereka!" kata Aldi memimpin dua temannya masih hidup. Ia tak akan membuang kesempatan karena ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan momentum serangan balik pada lawan.


Ia mengaktifkan skill milik Roger, Bloodthirsty Howl. Kecepatan gerakan dan serangannya meningkat drastis karena di dekatnya ada hero-hero musuh yang memiliki sedikit HP. Melihat Lancelot menyisakan sedikit HP saat digigit Kupa, ia langsung menggunakan Lycan Pounce.


Cakaran Roger mengenai tiga hero sekaligus. Namun, dirinya tak membunuh Lancelot karena Kupa yang mengambil titik darah terakhir yang dimiliki oleh Lancelot dengan gigitannya. Roger terus melanjutkan serangannya kepada hero lawan lainnya.


Lancelot telah dibunuh, Chou dan yang lainnya memutuskan untuk mundur dengan cepat. Mereka tak ingin ini menjadi titik di mana lawan melakukan comeback terhadap mereka yang telah mendominasi permainan sejak awal game.


Tentu saja Roger tak membiarkan mereka kabur. Bloodthirsty Howl miliknya masih aktif dan bonus kecepatan gerakannya masih dipertahankan karena musuh hanya memiliki HP kurang dari 25%. Ia juga masih memiliki bonus kecepatan cakarannya, ditambah dengan skill pasif miliknya ketika dalam keadaan perubahan manusia serigala, damage yang dihasilkan menjadi semakin sakit. Hasilnya, ia berhasil membunuh Chou dalam waktu singkat.


Terbunuhnya Chou disebabkan oleh dirinya membuat ia mendapatkan efek dari talent Kiling Spree. Skill Lycan Pounce miliknya juga telah selesai dari masa waktu cooldown. Ia meneruskan langkahnya menghampiri Kagura, kemudian mengarahkan cakaran Lycan Punce kepada Kagura.


"Double Kill!"


Efek dari Killing Spree kembali aktif karena dirinya membunuh Kagura. Atlas tak lepas dari maut setelah melihat kematian temannya. HP-nya dicukur habis oleh Roger dengan cakaran yang menyakitkan. Hidupnya diakhiri oleh cakaran maut milik Roger, Lycan Pounce.


"Triple Kill!"


Popol dan Kupa serta Thamuz tak tinggal diam melihat temannya membantai musuh. Mereka mengejar Jawhead yang masih memiliki lebih dari 75% HP. Ketika mereka mengejarnya hingga Jawhead memasuki rumput, mereka pun ikut berjalan ke arah sana. Namun, mereka tak menyadari adanya rencana dari Jawhead untuk menyerang balik mereka dengan serangan kejutan.


Jawhead mengaktifkan Smart Missiles lalu berbalik dengan menggunakan Ejector kepada Popol hingga membuat Popol terangkat ke udara. Popol tak bisa melakukan apapun dan akhirnya mati secara instan dengan kombo Jawhead. Thamuz juga tak mendapatkan hasil baik karena dirinya juga ikut mati karena pukulan serta misil-misil kecil dari Jawhead yang membesihkan sisa HP miliknya.


"Enemy Double Kill!"


Kedua temannya terbunuh hampir bersamaan dengan dirinya mendapatkan Triple Kill.

__ADS_1


Tak membiarkan Jawhead kabur, Roger berguling ke depan, mengubah dirinya menjadi Manusia lagi. Ia menggunakan Hunter's Steps untuk meningkatkan kecepatan berlari menghampiri Jawhead yang sudah dekat dengan dirinya. Langkahnya semakin cepat karena efek tambahan kecepatan bergerak serta masih memiliki efek dari Killing Spree.


Jawhead telah terlihat di depan matanya. Mencoba kabur lebih cepat lagi, Jawhead menggunakan Ejector untuk meningkatkan kecepatannya. Namun, Roger tentu saja tak akan membiarkan Jawhead lolos. Roger menembakkan Open Fire kepada Jawhead demi mengurangi kecepatannya dengan efek slow serta mengurangi pertahanan fisik hero musuh tersebut.


Terkena dua peluru mematikan membuat shield beserta kecepatan bergerak Jawhead berkurang. Ia buru-buru berjalan masuk ke dalam semak-semak di lane tengah untuk merencakan sesuatu.


Saat melihat Roger akan mengikuti jejaknya memasuki rerumputan, ia mengaktifkan Smart Missiles dan menggunakan Flicker untuk mengejutkan Roger. Namun, saat dirinya hendak melemparkan Roger ke udara menggunaka Ejector, Roger melompat ke samping dan berubah menjadi manusia serigala. Ia gagal melakukan gerakan kejutannya kepada Roger.


Ketika melihat Jawhead menghilang dan tiba-tiba muncul di depannya, Aldi langsung menghindari gerakan Roger itu. Kecepatan tangannya membuat dirinya bisa menghindari Jawhead dengan menggunakan skill Wolf Transformation ke arah samping.


Sejak gagal melakukan serangan kejutan kepda Roger menggunakan Flicker dan Ejector, Jawead telah ditakdirkan mati di tangan Roger. Ia sekarang tak mempunyai skill untuk kabur. Sekarang, ia hanya mengandalkan Smart Missiles miliknya untuk melawan dan mengulur banyak waktu untuk kawan-kawannya. Namun, rencana keduanya masih gagal karena cakaran Roger sangat menyakitkan sehingga dirinya mati dalam hitungan detik.


"Maniac!"


"Wipe Out!"


"Host mendapatkan uang tunai sebesar Rp.120.000 dari perolehan [Maniac]."


"Host mendapatkan uang tunai sebesar Rp.5.000 setelah membantu teman membunuh hero lawan."


"Selamat! Host mendapatkan hadiah Keterampilan Game : Penguasaan Hero [Acak] dari perolehan [Maniac] untuk pertama kalinya."


Tak seperti sebelumnya, kali ini ia sangat memperhatikan pemberitahuan dari sistem. Ketika mendengar mendapatkan penguasaan hero sebagai hadiah, dirinya merasa sangat gembira. Ia bahkan tanpa sadar bersorak dengan berkata, "Hore!"


"Mantap, Aldi! Kamu berhasil mengocek Jawhead!" seru Wisnu dengan sangat bergembira saat melihat pengumuman pembunuhan. Sebelumnya, ia merasa tak enak karena memaksakan diri maju demi membunuh Jawhead saat HP miliknya sangat sedikit, ia pun mati di tangan Jawhead. Namun, ia merasa gembira saat Aldi bisa mengalahkan Jawhead.


Kemenangan duel Aldi melawan Jawhead disambut sorakan kegembiraan dari teman-teman yang lain. Teman-teman yang lain memujinya, hanya Malik saja yang memberikannya arahan untuk berfokus pada objektif game.

__ADS_1


Dirinya pun kembali fokus ke permainan setelah rasa bahagia mendapatkan hadiah yang dubutuhkannya saat ini. Tanpa ada musuh yang mengganggunya, ia membersihkan turret serta buff milik musuh selagi hero-hero lawan sedang menunggu untuk dihidupkan kembali ke arena pertarungan Lad of Dawn.


Momentum ini tak disia-siakan oleh mereka. Mereka menggunakan kesempatan ini dengan sangat baik untuk menekan lawan. Perlahan-lahan, mereka akhirnya menguasai wilayah musuh, seperti yang musuh lakukan pada mereka di awal serta pertengahan game.


Bersama teman-temannya, ia akhirnya berhasil menghancurkan base turret milik musuh setelah berperang habis-habisan di base turret lawan. Peperangan kali ini lagi-lagi hanya menyisakan Roger saja. Tanpa ada gangguan musuh, Roger menghancurkan base turret lawan dengan mudah menggunakan cakarannya.


"Victory!"


"Kita menang!" kata Wisnu dengan sangat bergembira.


Wisnu merasa sangat senang atas kemenangan ini karena game kali ini merupakan latihan perdana mereka. Kesulitan dari latihan perdana ini membawa kebahagian tersendiri baginya karena bisa memenangkan game dari kondisi ditekan oleh lawan hingga late game.


"Aku mengira kita akan kalah saat aku diserang tiba-tiba oleh Jawhead. Untung saja Aldi bisa membunuh Jawhead dan membalikkan keadaan dengan kesempatan ini," ucap Jaka mengungkapkan kesenangannya. Ia tak lupa memuji Aldi atas aksi hebatnya dan memuji aksi teman yang lain, "Sandi juga hebat. Ia bisa menangkap Lancelot dan membunuh lord dengan cepat!"


Mereka sangat senang bisa berhasil menang dan juga berkontribusi kepada tim. Masing-masing dari mereka bisa membuat momen yang membuat diri mereka memiliki kesempatan untuk melakukan serangan balik dan meraih kemenangan.


Aldi juga ikut dalam kesenangan teman-temannya. Ia sekali lagi mendapatkan MVP berdasarkan statistik yang didapatkannya. Statistiknya cukup bagus dengan mendapatkan 10 Kill, 2 Death, dan 4 Assist. Selain itu, ia mendapatkan satu kali Maniac. Secara total, ia mendapatkan uang tunai sebesar Rp.490.000!


Selain mendapatkan penguasaan hero, ia juga mendapatkan kotak hadiah normal dari membunuh lawan. Ia ingin membuka hadiah-hadiah ini segera, tetapi Malik mengajak dirinya dan yang lain berdiskusi tentang game tadi. Ia pun mengurungkan niatnya tersebut dan memutuskan untuk membuka hadiah setelah latihan berakhir.


"Kawan, aku ingin kita mendiskusikan dan membahas tentang game tadi sebelum kita memulai game selanjutnya," kata Malik memulai topik diskusi. Ia membuka diskusi dengan berkata, "Pertama-tama, aku minta maaf kepada Jaka karena memintanya menggunakan hero yang masih belum dikuasai olehnya. Setelah ini, kita akan menggunakan hero tank yang biasa ia gunakan saja. Namun, jika Jaka masih ingin mencoba menggunakan Popol sebagai Tank, kita harus menonton video turnamen atau siaran langsung dari pemain profesional yang menggunakan hero tersebut."


"Tidak masalah, Malik. Sejujurnya, aku menikmati menggunakan metode tank ini. Meski begitu, aku masih perlu belajar banyak hal untuk bisa menggunakan hero ini dengan baik," jawab Jaka dengan rendah hati. Ia benar-benar mengakui kesalahnnya, tidak berdebat dengan Malik seperti sebelumnya.


Bersama Malik dan Jaka, Wisnu dan Sandi ikut berdiskusi juga. Mereka mendiskusikan dengan apa yang dibutuhkan serta memanfaatkan hero dan strategi yang dipilih dengan baik. Mereka juga membicarakan kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat game tadi sedang berlangsung.


Aldi hanya mendengarkan mereka, ia tak banyak ikut berdiskusi. Ia hanya meminta untuk memberikannya ruang farming dan bukaan yang baik agar bisa menjadi hypercarry dengan maksimal. Ia juga mengatakan kalau dirinya hanya akan menggunakan Roger jika Claude tidak dibanned atau diambil oleh tim musuh. Untuk menghindari kecurigaan teman-temannya, ia menjelaskan alasan mengapa dirinya hanya menggunakan Roger. Ketika dirinya selesai menjelaskan, teman-temannya setuju dengan permintaannya.

__ADS_1


"Mari perbaiki kesalahan kita pada game sebelumnya! Kita akan mulai latihan lagi. Semangat!" seru Malik menyemangati teman-temannya setelah berdiskusi cukup panjang membahas tentang kesalahan serta hal yang perlu diperbaiki oleh mereka.


__ADS_2