
Mereka terus melanjutkan latihan mereka. Sama seperti sebelumnya, setelah satu pertandingan selesai, mereka akan membahas kekurangan serta kesalahan mereka pada pertandingan tersebut. Melalui metode semacam ini, kesalahan yang dilakukan oleh mereka semakin berkurang dan kemampuan mereka dalam komunikasi serta keterampilan individu meningkat. Meski begitu, mereka masih melakukan beberapa kesalahan yang lumayan fatal, tetapi tak sesering sebelumnya.
"Latihan hari ini kita sudahi sampai di sini." Malik segera mengumumkan akhir dari pelatihan setelah menyelesaikan diskusi tentang pertandingan sebelumnya. Ia kemudian mengatakan tentang hal berikutnya yang harus mereka lakukan, "Latihan telah berakhir dan kita akan melakukan evaluasi dari hasil latihan hari ini."
"Seperti yang kalian tahu, kita berhasil memenangkan semua pertandingan Ranked yang kita mainkan kali ini. Namun, dalam kemenangan itu, masing-masing dari kita masih membuat kesalahan, baik kesalahan besar maupun kesalahan kecil. Di balik kesalahan yang kita lakukan, kita terusmemperbaiki kesalahan itu dan meningkatkan masing-masing dari kemampuan kita," lanjutnya mengatakan evaluasinya pada keseluruhan latihan yang ia dan temannya jalani. Ia melanjutkan, "Untuk bisa meningkatkan komunikasi dan kemampuan kita, aku ingin kita menilai satu sama lain agar bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan yang diri kita miliki."
Usulannya disetujui oleh teman-temannya, dirinya pun memulai lebih dulu mengevaluasi teman-temannya dengan mengatakan pendapatnya mengenai permainan mereka. Setelah dirinya selesai, temannya Wisnu, Jaka, Sandi, dan Aldi bergantian menilai satu sama lain mengenai permainan salah satu anggota dari kacamata mereka sesuai dengan posisi mereka masing-masing.
Malik bersama teman-temannya telah selesai mengevalusiasi dan evaluasi ini menghasilkan pendapat inti dari mereka semua. Pertama-tama mereka mengevaluasi Jaka. Menurut mereka, Jaka bagus dalam memulai inisiasi terhadap lawan. Namun, Jaka masih mempunyai kelemahan di mana dirinya masih belum bisa melakukan zoning atau membatasi pergerakan lawan. Ia juga masih harus memperbaiki kemampuannya dalam melindungi teman satu timnya agar tak tereliminiasi oleh lawan.
Jaka tak mengelak dari apa yang diucapkan oleh teman-temannya. Ia bisa mengenal kemampuannya sendiri dan mengakui bahwa dirinya masih memiliki banyak kelemahan sama seperti yang teman-temannya sebutkan. Ia bertekad memperbaiki kemampuannya dengan menonton dan mempelajari dari permainan para pemain profesional.
Evaluasi terus berlanjut kepada Wisnu dan Sandi. Bagi mereka, dua offlaner ini memiliki karakteristik yang berbeda meski memiliki posisi yang sama. Jika Wisnu memiliki kelebihan pada kemampuan laning yang baik, maka Sandi memiliki kelebihan di mana dirinya bisa memenangkan satu melawan satu ataupun satu melawan dua di awal-awal pertandingan. Tentu mereka memiliki kekurangan di mana masih ada keraguan dalam pengambilan keputusan dan pembacaan situasi tim. Kemampuan mereka dalam hal individu sudah bagus, tetapi masih memiliki kekurangan dalam permainan tim. Mereka bisa mengembangkan kemampuan ini selama latihan berlangsung.
Malik adalah target evaluasi mereka selanjutnya. Menurut mereka, Malik masih memiliki keinginan untuk membunuh lawan dibanding dengan menjaga teman satu timnya. Ia masih harus terus meningkatkan kemampuannya dalam menjaga teman satu tim, baik itu hypercarry mereka atau hero di posisi lain. Keinginan untuk membunuh lawan itu juga jadi satu kelebihannya karena bisa membatasi pergerakan musuh dengan gerakan-gerakannya yang membuat musuh takut dibunuh. Kelebihan yang lain adalah kemampuannya dalam memimpin teman satu timnya. Semuanya setuju ia memiliki kelebihan pada bidang itu.
__ADS_1
"Hari ini, MVP kita adalah Aldi. Ia sangat berpengaruh dalam tim ini karena permainan hypercarrynya sangat bagus. Aku benar-benar tidak menyangka dirinya bisa bermain seperti ini. Cara bermainnya benar-benar menunjukkan tipikal pemain hypercarry sesungguhnya, bahkan menurutku ia sudah pantas masuk ke ranah pemain profesional," kata Malik memuji kemampuan Aldi. Ia benar-benar tidak menduga permainan temannya itu sangat konsisten, bahkan ketika kemampuan dirinya dan rekan setim lain sedang tidak dalam performa terbaik. Namun, ia juga masih memiliki beberapa saran untuk temannya tersebut, "Kemampuanmu memang sangatlah bagus, Aldi. Namun, kamu juga perlu memahami kemampuan kami sesuai posisi kami. Jujur saja, aku sendiri masih belum bisa mengimbangi permainan ganasmu dalam hal membunuh musuh."
"Aku setuju dengan Malik. Aku juga masih belum bisa mengimbangimu saat melakukan serangan kepada musuh." Jaka juga mengemukakan pendapatnya. Ia dan Malik sama-sama masih belum memiliki kemampuan menjaga hypercarry dengan baik, tetapi Aldi terkadang maju dan membunuh hypercarry lawan sendirian. Untung saja dalam beberapa momen seperti itu Aldi masih bisa meloloskan diri dari serangan lawan tanpa kehilangan nyawa.
Wisnu dan Sandi juga setuju dengan pernyataan dari Malik dan Jaka. Kemampuan Aldi tak normal di mata mereka saat melihat Aldi menggunakan Roger. Selalu saja ada momen yang membuat permainan Aldi terlihat memukau dan berbeda dari yang lainnya.
Mendengarkan pujian dari teman-temannya, Aldi tak lantas menjadi sombong. Ia sendiri masih menyadari betapa banyak kekurangannya, apalagi dalam pool hero yang dimiliki olehnya. Ia telah diajarkan untuk bersikap rendah hati dan dirinya juga tak ingin merasa cepat puas seperti yang terjadi pada dirinya sebelumnya.
"Tidak. Kalian juga sangat berpengaruh besar dalam gaya permainanku," katanya menolak pujian dari teman-temannya. Tentang saran dari temannya, ia menyetujui mereka dengan berkata, "Aku akan menyesuaikan gaya permainanku dengan kalian."
"Hari ini kita berlatih dengan baik dan mendapatkan banyak perkembangan. Kita harus meneruskan perkembangan ini agar bisa memenangkan turnamen yang akan kita ikuti nanti!" katanya menutup sesi pelatihan dengan memberikan semangat. Ia melanjutkan, "Latihan kita telah berakhir. Kalian bisa beristirahat dan makan."
"Besok aku dan Aldi akan pergi mendaftarkan tim kita. Latihan kita akan dimulai persis sama seperti kita latihan hari ini. Aku akan off lebih dulu, sampai nanti!" tambahnya menginformasikan latihan berikutnya pada rekan satu timnya sekaligus mengucapkan perpisahan.
"Akhirnya latihan selesai," kata Wisnu mengungkapkan rasa leganya. Pelatihan ini terasa cukup intens baginya dan membuatnya lelah meski hanya memainkan 10 game saja. Ia juga memutuskan untuk keluar dari permainan Mobile Legends, "Aku akan off juga. Sampai nanti kawan-kawan!"
__ADS_1
Selain Wisnu, pemain lainnya juga merasa lelah. Ini pertama kalinya mereka merasakan pelatihan yang cukup intensif meski pelatihan ini bukanlah pelatihan profesional. Namun, semuanya merasa senang bisa berlatih dan berjuang bersama mendapatkan juara pada turnamen yang akan mereka ikuti.
Aldi juga merasakan kelelahan dan merasa lapar karena selama bermain tenaganya terkuras dan otaknya ikut lelah. Ia mengucapkan selamat tinggal kepada kawan-kawan yang lain lalu memilih beristirahat sementara waktu.
Baru saja memilih beristirahat, perutnya sudah berbunyi lagi. Ia kemudian bangkit dan ingin segera makan, tetapi ingat bahwa hari ini pamannya akan pulang sore hari. Jika pamannya tak ada di rumah, ia tak berani makan karena bibinya akan memarahinya karena makan tanpa seizin sang bibi.
Ia pun memutuskan untuk mengisi perutnya di warung makan yang ia kunjungi tadi pagi. Selain murah, makanan di sana rasanya sangat enak. Ini salah satu alasan mengapa dirinya sering sarapan dan makan siang di sana jika tak ada pamannya di rumah.
Saat melangkah keluar rumah, ia melihat sepupunya datang dengan membawa tas di punggungnya. Ia menyapa sepupunya dengan senyuman, tetapi anak dari pamannya itu sama sekali tidak memandangnya. Sepupunya hanya melewati dirinya tanpa melihatnya sama sekali.
Dirinya hanya bisa tersenyum pahit saat mendapatkan perlakuan semacam ini. Meski sudah menduga hal ini akan terjadi, tetapi ia masih merasa pahit diabaikan oleh sepupunya sendiri.
Rasa lapar sekali lagi melanda dirinya, membuat ia segera melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Ia segera melangkahkan kaki menuju warung makan tujuannya.
Ketika sampai di sana, ia melihat Malik sudah duduk di sana dan makan sembari menonton sesuatu. Merasa penasaran, ia pun berjalan menghampiri temannya tersebut dan menyapanya.
__ADS_1