Mobile Legends System

Mobile Legends System
21. Kemenangan dan Berteman


__ADS_3

Mendapatkan kill dari Jawhead membuat goldnya semakin bertambah banyak. Aldi meneruskan farming pada monster jungle musuh serta minion yang datang. Ketika permainan telah menyentuh menit ketujuh, dirinya telah menyelesaikan pembuatan item selanjutnya dari Claude, Queen's Wings. Item ini sangat berguna dalam menghadapi musuh yang memberikan burst damage, termasuk skill Rhapsody milik Granger.


Ia melanjutkan gerakannya menuju lane tengah karena teman-temannya bersiap melakukan serangan kepada musuh bersama dengan pasukan minion yang telah datang. Saat sampai di tempat timnya berkumpul, stack Art of Thievery miliknya akan berakhir. Tak ingin stack miliknya terputus, ia rela masuk ke dalam turret demi mencuri kecepatan gerakan serta kecepatan serangan dari musuh. Dengan keberhasilannya mencuri atribut lawan, ia dapat mempertahankan stack Art of Thievery miliknya.


Keberaniannya memasuki turret milik musuh menyebabkan suatu ketakutan tersendiri bagi mereka. Hal ini membuat pihak musuh harus mundur dan tak berani mempertahankan inhibitor turret mereka. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh timnya sehingga ia dan timnya mendapatkan barisan pertahan terakhir lawan dengan mudah.


Mendapatkan inhibitor turret lawan tak lantas membuat mereka terburu-buru untuk menyelesaikan game. Ia bersama timnya kembali mengatur tempo permainan dan dirinya juga butuh musuh untuk bisa menyegarkan kembali stack yang dimilikinya.


Saat kembali ke formasi timnya setelah mempertahankan stack miliknya dari gelombang minion di lane bawah, ia melihat Selena dan Jawhead saling menempel satu sama lain. Selain itu, rekan musuh juga lumayan jauh dari keduanya.


Kemampuan Insting Membunuh segera memberitahu dirinya bahwa ini adalah kesempatan untuk mendapatkan poin kill dari lawan tanpa harus kehilangan nyawa. Tanpa berbasa-basi lagi, dirinya langsung melancarkan serangan.


Battle Mirror Image yang menampilkan bayangan dari Dexter segera muncul di depan dua hero musuh tersebut. Ia menekannya kembali dan bertukar posisi dengan bayangan milik partnernya. Bersama dengan Dexter, ia menembakkan peluru-peluru menyakitkan bernama Blazing Duet kepada Jawhead dan Selena.


Jawhead dan Selena kaget mendapatkan serangan mendadak dari Claude. Keduanya panik dan tak mempedulikan satu sama lain. Saat Selena bergegas menghindari serangan Claude ke tempat temannya berkumpul di lane bawah sisi map Claude, Jawhead mengaktifkan Ejector untuk meng-counter Blazing Duet milik hero tersebut.


Pemikiran Jawhead sudahlah benar, tetapi dirinya gagal mengeksekui hal tersebut karena Claude bisa menghindari serangannya. Aldi telah menduga apa yang dilakukan oleh Jawhead karena hanya Jawhead yang memiliki crowd control airbone yang bisa membatalkan skill ultimate miliknya.


Ia menghindarinya dengan berjalan ke arah lane atas untuk menghindari rencana Jawhead. Meski begitu, ia telah memperhitungkan bahwa Selena dan Jawhead akan mati dengan damage yang dimiliknya saat ini. Namun, setengah perhitungannya gagal karena Selena bisa selamat dengan sisa HP yang sangat-sangat sedikit, hanya tersisa dua digit angka saja. Sementara Jawhead telah benar-benar mati karena memakan seluruh damage yang ia berikan.


Meski hanya berhasil membunuh satu dari dua hero, ia memilih untuk mundur dan tidak memaksakan pertarungan. Ia kembali ke posisinya sebelum memasuki area perang dan segera mengambil buff ungu milik musuh yang baru saja muncul.


Setelah selesai menghabiskan monster jungle buff ungu milik lawan, gelombang minion milik timnya sudah datang lagi. Jadi, rekan satu timnya sudah bersiap-siap melakukan war di depan base turret musuh. Persiapan ini agak cepat karena dirinya baru saja menggunakan skill pamungkas miliknya, Blazing Duet saat berhadapan dengan Jawhead dan Selena.


Saat ia sampai ke sana, Belerick musuh telah membuka perang dengan menggunakan skill ultimate milik hero tersebut, Warth of Dryad yang dikombinasikan dengan battle spell Flicker. Ia pun terkena efek immobilize, tapi itu tak membuatnya panik.


Meski tak bisa bergerak, ia masih bisa menggunakan skillnya dan ini dimanfaatkan dengan baik olehnya. Ia menaruh bayangan milik Dexter di luar dari area Warth of Dryad milik Belerick. Setelah selesai, ia membantu teman-temannya menyerang Belerick yang melakukan Recall berulang kali dan memberikan stiker juga, hingga pada akhirnya Belerick pun mati.


Kematian dari Belerick membuat Kaja dari lawan mencoba untuk melakukan inisiasi menggunakan Flicker lalu menarik dirinya menggunakan Divine Judgement, tetapi ia dengan lincah berpindah, bertukar tempat dengan bayangan Dexter. Saat itu juga Diggie menggunakan Time Journey untuk melindungi teman-teman di sekitarnya.


Kegagalan dalam melakukan inisiasi membuat Kaja tak bisa melakukan apa-apa lagi. Hal ini membuat Kaja serta Selena yang mencoba masuk ke area peperangan mengalami kematian pahit di tangan Claude. Kematian dari dua hero tersebut menyebabkan Claude mendapatkan Triple Kill untuk kedua kalinya.


Tanpa kehadiran dari rekan-rekannya, Granger tak bisa melakukan apapun. Ia hanya berdiam diri di dalam Fountain miliknya sembari menembak-nembaki lawan-lawannya yang masih mencoba membunuhnya.


Claude ingin membunuh Granger terlebih dahulu sebelum game ini berakhir, tetapi teman-temannya tidak sabar dan akhirnya base turret dihancurkan oleh mereka. Kemenangan akhir didapatkan olehnya serta rekan timnya.

__ADS_1


"Victory!"


Aldi merasa lega setelah berhasil memenangkan game kali ini, game pertamanya melawan pemain profesional, walaupun game ini adalah permainan solo ranked. Meski tak bisa mendapatkan kematian keempat dari hero pemain profesional tersebut, ia masih bersyukur mendapatkan lumayan banyak kotak hadiah serta uang tunai.


Ia kali ini mendapatkan kill sebanyak 14 kali serta 6 kali melakukan assist kepada teman-temannya tanpa sekali pun tumbang sehingga ia pun dinobatkan sebagai MVP pada game kali ini. Ia mendapatkan dua triple kill sekaligus dua double kill dari jumlah kill yang didapatkannya. Tiga dari jumlah kill itu juga membuatnya mendapatkan sejumlah uang sebesar Rp.450.000 dari membunuh hero yang dimainkan oleh pemain profesional.


Setelah semua penghasilannya game kali ini dihitung, ia mendapatkan total uang tunai sebanyak Rp.1.020.000. Jumlah uang ini belum termasuk dari kotak hadiah yang didapatkannya. Selain bahagia karena mendapatkan sejumlah uang, kotak hadiah yang didapatkannya tak kalah membuat dirinya bahagia. Ada satu kotak hadiah yang pertama kali didapatkannya, yaitu kotak hadiah epik.


Mendapat keuntungan besar seperti ini semakin membuatnya ingin melawan para pemain profesional itu. Ia berkata, "Aku ... ingin melawan mereka lebih banyak lagi!"


Semangatnya tersebut membuatnya ingin segera bermain lagi, tetapi ia dihentikan oleh suara notifikasi chat yang diterima olehnya. Saat melihat nama pemain yang mengiriminya pesan, ia merasa cukup ragu.


....


Natalie takjub melihat bagaimana lawan Luna memainkan hero Claude. Sebagai seorang yang bermain tank, tindakan yang dilakukan oleh Claude adalah hal yang membahagiakan. Hero core yang bisa melakukan solo kill kepada musuh merupakan kebahagiaan bagi pemain tank, apalagi hero core tersebut tak tumbang setelah membunuh hero-hero lawan.


Permainan agresif yang ditampilkan juga cukul membuat musuh pusing pemain lawan karena keberanian yang ditunjukkan saat menggunakan hero core tersebut. Kecepatan tangan serta pengambilan keputusan saat melakukan kill terhadap lawan-lawannya membuatnya memuji permainan dari Claude yang dimainkan oleh pemain bernama Clyffe.


"Luna benar-benar terbantai banget!" katanya mengejek nasib buruk yang dialami oleh temannya tersebut.


Kolom komentar siaran langsungnya saat ini sudah memiliki banyak komentar dari penontonnya yang mengolok-olok permainannya atau memuji permainan bagus dari lawannya. Hal ini membuatnya langsung mematikan siaran langsungnya dengan berkata, "Sampai nanti!"


Melihat permainan dari temannya telah berakhir, ia segera melakukan hal yang telah dipikirkan olehnya sebelum melihat permainan Claude dari Clyffe. Ia segera membuka riwayat pertandingan temannya barusan lalu menambahkan Clyffe sebagai temannya.


"Hai, bisakah kita berteman? Aku adalah rekan satu tim Luna, pemain profesional yang kamu lawan barusan."


Natalie segera mengirimkan pesan tersebut kepada Clyffe setelah menambahkan pemain itu sebagai teman. Sembari menunggu balasan, dia melihat riwayat pertandingan dari pemain tersebut. Dia cukup takjub saat melihat riwayat pertandingan Clyffe karena pemain itu menggunakan Roger. Pada waktu-waktu ini, cukup sedikit orang yang memainkan Roger sebagai hero hypercarry.


Luna segera bangkit dari tempat siaran langsungnya dan telah bersiap berlatih. Ketika ingin pergi ke ruang latihan, dia melihat Natalie masih berdiri sembari menatap ponsel. Dia bertanya, "Nat, kita akan segera memulai latihan. Apa yang kamu lihat di ponselmu?"


"Tidak ada, hanya sesuatu hal," kata Natalie menjawab pertanyaan temannya dengan senyuman misterius. Setelah membalas pesan dari Clyffe, dia meneruskan, "Aku akan memberikanmu sebuah kejutan nanti malam."


"Benarkah?" tanya Luna dengan ekspresi penuh kebahagiaan.


"Tentu saja. Aku yakin kamu menyukainya," jawab Natalie sembari berjalan bersama dengan temannya tersebut ke ruang latihan.

__ADS_1


"Awas, ya, kalau sampai kamu bohong." Luna menatap Natalie lalu berpose layaknya harimau yang siap mencakar mangsanya.


Natalie yang melihat ini tak bisa menahan tawanya ketika ekspresi lucu temannya tersebut. Dia tak menjawab sama sekali, tetapi mencubit hidung dari temannya tersebut sebagai bentuk jawaban.


....


Identitas dari orang yang mengirimkannya pesan serta menambahkannya sebagai teman benar-benar pemain profesional yang merupakan rekan satu tim dari pemain yang baru saja dikalahkannya, Luna.


Ia awalnya sempat ragu dan memeriksa profil dari pemain tersebut. Setelah melihat profil milik pemain bernama Natalie tersebut, ia melihat sebuah tanda yang hanya dimiliki oleh seorang pemain profesional dari klub e-sport yang telah diberi tanda khusus oleh Moontoon selaku developer Mobile Legends. Hal ini membuatnya percaya dengan identitas Natalie.


"Terima kasih!" balasnya kepada pemain tersebut setelah mengirimkan beberapa pesan. Ia mengatakan itu karena Natalie akan mengajak bermain bersama setelah mereka selesai latihan. Kemungkinan besar ia akan bermain bersama dengan anggota dari klub e-sport Cherry Blossom.


Berteman dan diajak untuk bermain bersama dengan pemain profesional adalah hal yang sangat baik untuknya. Ia tak akan melepaskan kesempatan ini karena ada kemungkinan besar melawan pemain profesional saat bermain bersama nanti, apalagi rekan satu tim Natalie mempunyai poin yang cukup tinggi pada tingkat Mythical Glory. Ia juga bisa mendapat beberapa pelajaran dari mereka, terutama tentang bagaimana menjadi pemain profesional serta bagaimana industri e-sport berjalan untuk para pemain profesionalnya.


Setelah membalas pesan dari Natalie, tak ada jawaban dari pihak lain. Ia mengerti bahwa latihan dari tim Natalie akan segera dimulai, jadi dirinya tak terlalu khawatir. Ia pun memilih untuk kembali melanjutkan perjalanannya bermain solo ranked untuk mencari uang serta hadiah yang diinginkannya.


Saat ingin menekan tombol mulai di room miliknya, tiba-tiba saja ia bersin. Ia sedikit bingung mengapa ini terjadi, apalagi setelah dirinya menggunakan kalung penyembuhan. Ia bergumam, "Aku sakit atau ada orang yang membicarakanku?"


Setelah memikirkannya, tak ada alasan masuk akal yang bisa diterimanya. Jadi, ia pun langsung menekan tombol mulai dan perjalanan solo rankednya telah dimulai.


....


Catatan Penulis :


Selamat siang, Kawan!


Jika berkenan memberikan dukungan kepada saya, kalian bisa berdonasi melalui : https://sociabuzz.com/alienaru/donate


Mengenai rencana lainnya, mungkin nanti akan diberitahukan kepada kalian.


Terima kasih atas dukungan kalian selama ini. Saya mau istirahat dulu sebentar.


See you in the next update!


Instagram : @diranelclyffe

__ADS_1


__ADS_2