Mobile Legends System

Mobile Legends System
8. Turnamen Lokal


__ADS_3

"Selamat datang di MPL Arena!"


Suara dari pembawa acara menggema di seluruh MPL Arena, membangkitkan semangat bagi penonton yang menyaksikan MPL ID secara langsung maupun mereka yang menonton melalui kanal live streaming. Semuanya sangat bersemangat dan antusias menyambut pertarungan akhir pada turnamen liga tersebesar Mobile Legends di Indonesia.


"Sungguh sambutan luar biasa dari para penikmat Mobile Legends baik yang hadir secara langsung atau menonton kita melalui layar kaca. Saya sangat takjub melihat antusias ini!" Pembawa acara menyambut antusias dari penonton dengan senyum dan rasa senang. Ia berkata lagi, "Semuanya tahu, hari ini adalah hari di mana pertarungan akhir dalam memperebutkan piala MPL dan pertarungannya akan segera digelar. Sama seperti musim sebelumnya, kali ini kita akan menyaksikan lagi pertarungan klasik antara dua tim yang sudah melegenda namanya di Esport Mobile Legends di Grand Final!"


Sorakan kegembiraan dan rasa semangat menggema di seluruh MPL Arena. Pada kanal live streaming, rentetan komentar tak pernah berhenti mengalir, ini menunjukkan rasa antusias dari penonton siaran langsung.


Pembawa acara tak membiarkan momentum ini terlewat. Jadi, ia pun langsung memperkenalkan salah satu tim di antara dua tim legenda kepada pemirsa dan penonton langsung. Ia berkata, "Tim ini merupakan tim yang bermain sangat apik, baik semasa di regular season maupun saat playoff. Tim ini juga pernah menjuarai MPL Indonesia pada musim kedua MPL. Mari kita sambut, Raja dari segala Raja, RRQ Hoshi!"


Sorakan penyemangat dan dukungan langsung bergema di arena pertarungan. Sorakan-sorakan itu didominasi oleh suporter dengan warna atribut oranye khas Team RRQ. Suporter-suporter itu merupakan Fanbase Team RRQ, RRQ Kingdom. Pendukung Team RRQ memberikan sorakan dengan sangat bersemangat, mengeluarkan segala kemampuan mereka untuk mendukung dan memberikan semngat kepada tim yang mereka dukung. Mereka sangat menantikan tim kesayangan mereka kembali mengangkat piala setelah sekian lama tak menduduki tahta. Raihan terbaik mereka pada tahun lalu adalah runner up di MPL musim lalu dan runner up di Piala Dunia Mobile Legends, M1 World Championship melawan tim yang akan mereka lawan nanti, EVOS Legend.


Satu per satu dari pemain tim RRQ Hoshi memasuki dan menaiki panggung di MPL Arena. LJ, Vyn, Xin, dan R7 masuk satu per satu. Kemudian, satu pemain terakhir memasuki arena dan disambut meriah oleh pendukung RRQ maupun para pemirsa lainnya. Pemain ini dijuluki sebagai alien karena kejeniusan dan kecerdikannya bermain serta sikap dan kisah legendanya. Pemain ini adalah RRQ Lemon.


Aldi juga ikut dalam kesemarakan pertarungan terakhir antara RRQ Hoshi melawan EVOS Legend dalam peraihan gelar kedua mereka di ajang Mobile Legends Professional League melalui layar ponselnya. Ia dan penonton-penonton lainnya sangat menantikan laga Elclasico ini, menunggu pertarungan sengit antara dua rival sejak lama ini.


Ini adalah ingatannya tentang sengitnya pertarungan Elclasico di Grand Final MPL Indonesia musim kelima. Mengingat tentang impiannya, otaknya secara otomatis memutar ulang memori di mana perjuangan pemain idolanya dalam meraih gelar juara untuk kedua kalinya pada ajang MPL Indonesia.


Merasakan atmosfer luar biasa dari MPL Arena, merasakan sengitnya pertarungan melawan pemain-pemain dari tim profesional, serta keinginan untuk mengharumkan nama bangsa melalui Esport Mobile Legends selalu menjadi impiannya. Atas pengingat dari sistem sebelumnya membuat dirinya kembali meneguhkan keinginan dan semangatnya dalam menggapai impiannya tersebut.


"Aldi!"

__ADS_1


Panggilan dari temannya membuat Aldi keluar dari larutan ingatannya. Ia kembali tersadar dan melihat bahwa sudah ada undangan dari Malik untuk segera masuk ke dalam room. Ia buru-buru menerima undangan tersebut dan meminta maaf kepada temannya, "Aku sudah masuk. Maaf, aku baru saja abis melamun."


"Sangat jarang aku melihat kamu melamun seperti ini. Kamu sedang melamunkan hal apa?" tanya Malik.


"Bukan apa-apa. Hanya memikirkan tentang sesuatu," kata Aldi menjawab dengan samar-samar. Ia dengan teguh mempertahankan kerahasiaan keberadaan sistem dari orang lain.


Mendengar jawaban temannya, Malik tak lagi menanyakan hal itu. Ia mengira apa yang dilamunkan oleh Aldi adalah tentang pekerjaan yang baru saja hilang karena baru saja dipecat. Ia kemudian mengalihkan topiknya ke hal yang lebih serius, "Aldi, aku ingin membicarakan sesuatu yang serius denganmu."


Alis Aldi berkerut saat temannya berkata bahwa ada hal serius yang ingin dibicarakan. Ia langsung bertanya, "Hal serius? Kamu ingin membicarakan hal apa?"


"Apakah kamu memiliki waktu luang untuk 2-3 pekan ke depan?" tanya Malik sebelum memasuki inti dari pembicaraan serius yang ia katakan.


Mata Malik cerah saat mendengar jawaban kawannya. Ia segera mengungkapkan maksud dan tujuannya menanyakan hal itu, "Jadi, aku, Jaka dan lainnya ingin mendaftar turnamen, tetapi kami masih memiliki satu slot pemain kosong di pemain hypercarry. Meski aku tau sebelumnya kamu di posisi offlaner, tetapi gaya permainan hypercarry-mu sangat bagus. Aku ingin mengundangmu ke tim dan ikut berkompetisi bersama di turnamen ini."


Saat mendengar kata turnamen, mata Aldi langsung menunjukkan cahaya cerah. Ia telah memikirkan cara untuk bisa bermain di panggung besar seperti MPL Indonesia seperti pemain idolanya. Dirinya sadar bahwa untuk bisa naik ke puncak, ia harus mengambil langkah awal dari bawah. Ia mengerti, ini adalah saat untuk dirinya bisa memulai jalan untuk meraih impiannya.


"Turnamen di mana?" tanyanya dengan penuh rasa ketertarikan


"Di Mall Mentari," jawab Malik. Ingat temannya baru saja dipecat, ia langsung menjelaskan tentang pendaftaran kepadanya, "Pendaftarannya akan dibuka besok dan aku akan menanggung biayanya. Turnamennya akan dimulai 14 hari kemudian."


"Jadi, bagaimana? Kamu mau ikut?" tanya Malik mewakili tiga teman lainnya. Saat ini, mereka merasa sedikit gugup menunggu jawaban dari Aldi.

__ADS_1


"Tentu saja ikut!" jawab Aldi tanpa rasa ragu. Sebagai langkah awal meraih impiannya, ia tak akan melewatkan kesempatan ini. Di hatinya, dirinya telah menetapkan semangat dan tujuan baru dalam langkahnya menuju panggung yang lebih besar lagi.


"Yey!"


Wisnu, Sandi, Jaka, serta Malik menyambut gembira serta antusias atas keputusan dari Aldi untuk ikut bersama mereka di turnamen yang akan datang. Seperti anak muda lainnya, mereka mempunyai impian untuk bisa sukses bersama teman sebaya. Ini adalah impian semua anak muda, termasuk mereka juga.


Malik tak ingin menghentikan rasa gembira mereka, tetapi ia juga harus melakukan sesuatu agar mereka tak terlena. Sebagai pemimpin, ia harus bisa mengingatkan mereka dan mengambil keputusan terbaik untuk tim. Jadi, ia pun berkata kepada mereka, "Mari kita fokus untuk menjalani turnamen nantinya. Turnamen akan mulai 14 hari lagi dan ini merupakan kesempatan kita untuk berlatih. Meski kita hanya tim kecil, tetapi tujuan kita tidak sekedar untuk menjadi partsipan di turnamen tersebut. Kita punya tujuan besar, tujuan yang akan menyatukan kita semua, yaitu tujuan untuk bisa meraih gelar juara! Oleh karena itu, kita harus berlatih dari sekarang!"


"Aku setuju kita mulai latihan dari sekarang," ucap Sandi menyetujui perkataan Malik. Ia meneruskan, "Aku dan Aldi dulunya sering bermain sendiri, tetapi untuk turnamen ini, kita harus bermain bersama untuk meningkatkan pemahaman di antara kita agar tak terjadinya kesalahan-kesalahan kecil ataupun blunder saat pertandingan berlangsung nantinya."


Sama seperti Sandi, Jaka dan Wisnu pun menyetujui untuk segera berlatih.


Mendengar teman-temannya bersatu dan bersemangat membuat keinginan Aldi untuk bisa meraih gelar juara semakin besar. Ia juga langsung mengatakan persetujuannya, "Ya! Aku juga setuju!"


Semangat membara dari teman-temannya sudah memuncak. Malik bisa melihat bahwa ini adalah kesempatan untuk memperbaiki permainan serta kerja sama antar pemain dan dirinya pun tak ingin melewatkan ini. Ia langsung memberi rangsangan semangat baru untuk mereka, "Mulai lusa, kita akan latihan di rumahku dan makan siang di sana. Untuk waktunya, kita harus mendiskusikannya agar tidak mengganggu kewajiban masing-masing dari kalian."


"Untuk hari ini dan besok, kita akan latihan melalui discord saja dulu selam waktu ini. Besok, aku bersama Aldi akan pergi melakukan pendaftaran kepada panitia turnamen itu," katanya melanjutkan penjelasannya.


"Ya, kita berlatih dari sekarang!"


Semangat juang dan persatuan terdengar jelas dari suara mereka. Keinginan meraih juara menyebar kepada masing-masing dari kelima pemain itu. Aldi juga meneguhkan diri untuk berusaha semakin keras pada pertarungan di turnamen lokal ini.

__ADS_1


__ADS_2