Mobile Legends System

Mobile Legends System
4. Game Pertama (1)


__ADS_3

"Welcome to Mobile Legends!"


5 Hero telah mendarat di Land of Dawn. Aldi mengendalikan Roger berjalan ke area lane tengah bersama dengan Khufra dan Valir. Thamuz berjalan menuju lane atas, di mana ia akan bertemu dengan Esmeralda. Chou mengisi lane bawah dan akan bertempur one-by-one melawan Jawhead.


Hingga sampai pertemuan antar minion dari kedua tim, ia hanya melihat Claude bersama dengan Atlas. Ia langsung berbicara kepada Malik yang menggunakan Valir, "Spam skill ke Claude, ya. Selena lagi cicil HP monster buff ungu."


"Oke!" jawab Malik sambil bersembunyi di semak kanan lane tengah. Ia kemudian melihat Atlas membuka semak-semak kiri lalu membiarkan Claude maju tanpa membuka semak tempatnya bersembunyi.


Ini adalah kesempatannya untuk spam skill kepada Claud. Valir yang digunakannya langsung menggunakan Burst Fireball. Claude kaget dan berusaha untuk mundur, tapi Malik tak membiarkan itu, ia memberikan satu kali lagi Burst Fireball agar bisa mengaktifkan skill pasif dari Valir, Ashing. Saat Burst Fireball mengenai Claude sekali lagi, simbol bintang berkeliling muncul di kepala Claude yang menandakan bahwa telah terkena efek stun. Ia juga langsung menambahkan damage dengan menggunakan battle spell Flameshot ke Claude.


"HP Claude sisa setengah, ya!" seru Malik memberitahukan informasi kepada Aldi.


"Oke," kata Aldi seraya menggerakkan Roger-nya maju melewati Atlas yang mencoba melindungi core utamanya.


Ia bisa mengabaikan Atlas berkat bantuan Khufra yang menggunakan skill Bouncing Ball untuk membantu membersihkan gelombang minion sekaligus menghalangi pergerakan Atlas saat baru menggunakan skill Perfect Match.


Tanpa terhalang oleh minion, ia langsung menggunakan skill Open Fire. Saat peluru kedua mengenai Claude, physical defense-nya akan berkurang sebesar 10 poin yang bertahan selama 5 detik. Skill ini juga memberikan efek slow sebesar 80% yang akan berlangsung 1,5 detik.


82! 413!


Tak membiarkan Claude terbebas dari efek stun tanpa kematian, ia maju lagi menggunakan skill ultimate-nya, Wolf Transformation. Ketika Roger telah berubah dan menghempaskan diri ke Claude, Claude telah terbebas dari efek stun. Namun, Ia dengan cepat menggunakan skill Lycan Pounce.


222!


495!


"First Blood!"


Sebelum Lycan Pounce digunakan, Claude terkena Burst Fireball dari Valir lagi sehingga dengan Lycan Pounce, Roger bisa langsung membunuh Claude dan pengumuman first blood pun menggaung di tanah Land of Dawn.


"Pertama kalinya membunuh hero lawan. Host mendapatkan dua kotak hadiah spesial, satu pengusaan hero, dan kotak hadiah uang tunai."

__ADS_1


"Selamat, host mendapatkan uang tunai sebesar Rp.50.000 setelah menyelesaikan [First Blood]."


"Selamat, host mendapatkan uang tunai sebesar Rp.10.000 setelah membunuh hero lawan."


Deretan pemberitahuan dari sistem masuk ke dalam pikirannya, tetapi Aldi tak memperhatikan itu karena perasaan menyenangkan bermain seperti ini membuatnya mengabaikan hal tersebut. Setelah membunuh Claude, Roger naik ke level 2 karena dirinya telah membersihkan minion dengan bantuan Khufra saat mengganggu pergerakan Atlas.


"Malik, buka ke buff ungu, ya. Chou jaga Jawhead biar enggak datang ke sini," kara Aldi mengarahkan kawannya karena tak ingin menyia-nyiakan momentum ini.


Membunuh Claude membuat HP Roger kembali penuh dan menambahkan movement speednya. Bersama dengan efek Killing Spree ini, ia mengarahkan temannya untuk menginvansi buff ungu lawan. Ia tak sembarang mengambil keputusan. Ia tahu Claude masih harus menunggu untuk dihidupkan kembali, sehingga dirinya percaya bahwa bersama Valir, ia bisa mengambil buff ungu lawan dan membunuh Selena yang masih terdengar menyerang monster buff ungu.


"Oke!" balas Malik gembira. Ia senang melihat temannya sangat baik dalam memainkan Roger, walau ini masih awal-awal game. Ia pun berjalan ke arah buff ungu mengikuti arahan temannya tersebut.


Sampai di area monster buff ungu, Malik melihat Selena hanya meninggalkan kurang dari setengah HP. Valir yang telah maju terlebih dulu langsung memberikan Burst Fireball untuk mengurangi HP Selena, tetapi skill itu meleset dan tak mengenai lawan. Namun, skill itu tak sia-sia karena bekas Burst Fireball masih tersisa di tanah dan Selena yang berusaha kabur setelah mendapat serang tiba-tiba dari Valir terkena ledakan Burst Fireball yang ada di tanah


"HP Selena sisa sedikit!" seru Malik memberikan informasi kepada temannya.


Atlas melihat temannya diganggu mulai berusaha membantu, tetapi Khufra tak tinggal diam dan mengganggu pergerakan Atlas.


"Oke! Bunuh Selena!" seru Aldi bersemangat. HP Selena hanya tersisa seperempat dan ketika Aldi mengaktifkan skill Bloodthirsty Howl, Movement Speed-nya bertambah sebesar 50% beserta Attack speednya sebesar 15%. Dua buff ini bertahan selama 5 detik dan itu tak disia-siakannya. Berlari maju ke depan dengan kencang, Selena telah masuk dalam jangkauannya. Tanpa membuang sedtik pun waktu, ia langsung menggunakan skill Lycan Pounce.


495!


Masih ada secuil HP tersisa setelah terkena skill Roger, tetapi Selena tak mempunyai skill defensive untuk kabur. Dia tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa merelakan dirinya terbunuh oleh cakaran serigala Roger.


"Double Kill!"


"Selamat, host mendapatkan uang tunai sebesar Rp.20.000 setelah menyelesaikan [Double Kill]."


"Selamat, host mendapatkan uang tunai sebesar Rp.10.000 setelah membunuh hero lawan."


Setelah membunuh Selena, Lycan Pounce milik Roger langsung masuk ke dalam keadaan cooldown selama 2,25 detik. Ini adalah skill utama Roger karena bisa digunakan lagi setelah membunuh atau membantu teman satu tim membunuh hero lawan. Cooldown skill akan berkurang sebanyak 80% setelah membunuh atau membantu teman membunuh hero lawan.

__ADS_1


Ia berlari kembali ke buff ungu lawan dan langsung menggunakan skill itu menyelesaikan sisa HP monster tersebut. Buff ungu pun didapatkan olehnya.


Momentum masih dipegang oleh timnya, ia bersama Khufra dan Valir menginvasi buff merah lawan. Selena yang mati, Atlas yang telah tercicil HP-nya, dan Claude yang masih level 1 setelah di-first blood olehnya tak bisa berbuat banyak pada invasi ini. Esmeralda juga tak bisa membantu timnya karena bertarung satu melawan satu dengan Thamuz membuat HP-nya berkurang dan tak bisa melakukan rotasi segera.


Setelah mendapatkan buff dan menginvansi jungle lainnya, net worth milik Roger sudah hampir menyentuh angka seribu. Ia kemudian membersihkan gelombang minion lalu membersihkan jungle serta buff miliknya.


Ia bersama timnya memimpin jumlah net worth, meninggalkan tim lawan dalam perolehan net worth dan kill setelah berhasil mendapatkan kill pada core serta support lawan. Roger yang dimainkan olehya juga telah selesai membuat Nimble Blade dan Swift Boots dan siap melakukan rotasi lagi.


"Aldi, Jawhead lagi sendiran. Bunuh enggak?" tanya Malik sembari bersembunyi di semak-semak berhadapan dengan gold buff.


"Gas!"jawabnya seraya menyelesaikan jungle hijau yang ada di lane bawah timnya.


Setelah mendengar jawaban Aldi, Khufra langsung melakukan Charge pada skill Tyrant's Revenge-nya. Jawhead yang berdiam di samping batu gold buff bagian dalam Turret tak mendengar adanya charge dari lawan karena ia hanya melihat Chou sedang membersihkan minion.


Tyrant's Revenge Khufra tepat mengenai Jawhead. Valir serta Chou langsung memberikan bantuan dengan Burst Fireball dan Jeet Kune Do dan membuat HP Jawhead langsung berkurang banyak. Roger yang datang terakhir hanya perlu menggunakan Bloodthirsty Howl dan Lycan Pounce. Jawhead terbunuh tanpa perlawanan.


"Bagus, Jaka!" puji Aldi kepada temannya yang menggunakan Khufra dengan sangat baik.


"Selamat, host mendapatkan kotak hadiah normal setelah membunuh hero lawan."


Mendapatkan kill tambahan beserta gold buff yang ada di lane bawah membuat Roger semakin kaya. Waktu dalam game menunjukkan menit ketiga, Turtle pertama dan buff ungu lawan spawn hampir pada waktu yang bersamaan.


"Malik, ayo rusuh buff musuh lagi," kata Aldi mengarahkan gerakan yang dilakukan selanjutnya. Kebetulan, saat itu ia telah menyelesaikan Raptor Machete.


"Ayo!" jawab Malik bersemangat.


Setelah Jawhead terbunuh, Aldi beserta dua temannya berotasi ke semak-semak musuh di dekat turtle dan buff lawan. Jaka langsung menggunakan Tyrant's Revenge lagi dan berhasil mengenai Selena yang bersembunyi di semak-semak depan buff ungu. Khufranya telah level 4 dan ia langsung menggunakan Tyrant's Rage ke arah tembok sehingga membuat Selena tak bisa bergerak. Malik dan Aldi langsung menyelesaikannya dengan masing-masing skill hero mereka. Kematian Selena membuat pundi-pundi keuangan Roger semakin tak terkejar.


Claude tahu bahwa dirinya tak bisa merebut buff ungu, jadi ia melakukan pembersihan terhadap minion menggunakan Blazing Duet di area lane tengah lalu berpindah ke area jungle buff merah menggunakan Battle Mirror Image miliknya.


Tak ada gangguan dari lawan membuat Roger mengambil buff ungu dengan dan ini menjadi kedua kalinya core lawan tak mendapatkan buff ungu yang sangat penting. Melihat tak ada lawan yang muncul dalam penglihatan temannya, Aldi menggunakan Roger menggaruk-garuk turtle dengan bebas tanpa ada gangguan. Turtle terbunuh dalam waktu sekejap, untuk melakukan gerakan selanjutnya, ia segera mengarahkan kawannya.

__ADS_1


"Jaka, buka map di lane tengah. Malik, bantu Chou sebentar. Setelah aku membersihkan jungle, kita rotasi ke lane atas!"


"Oke!" jawab Malik dan Jaka serentak.


__ADS_2