
Saat membersihkan gelombang minion, ia menggeser kameranya ke area buff ungu milik lawan. Ia melakukan ini untuk memeriksa lokasi hero lawan karena tak ada satu pun dari hero lawan yang melakukan pembersihan minion gelombang pertama di lane tengah. Suara monster dari skill Abyssal Trap milik Selena serta suara tembakan dari Granger terdengar jelas di telinganya saat kameranya sampai di area buff ungu.
Membaca strategi serta posisi dari lawan, ia segera memutuskan untuk menginvasi monster jungle buff merah milik lawan. Ia memberikan tanda menyerang serta petunjuk lokasi kepada rekan satu timnya agar mereka mengerti dengan yang dirinya maksudkan. Bahkan dirinya pun rela berjalan lebih dulu menuju area monster buff merah lawan.
Sementara mereka telah bergerak, musuh menyadari pergerakan mereka saat Claude, Grock serta Diggie sudah menyerang monster jungle buff merah. HP milik monster telah melewati setengah saat musuh berdatangan. Grock dan Diggie pun meninggalkan area buff untuk membatasi pergerakan musuh yang mencoba mengambil buff merah dari Claude.
Pembatasan gerakan yang dilakukan oleh Grock dan Diggie ini membuat musuh tak bisa melakukan banyak hal. Musuh hanya bisa mendekat lalu kembali berotasi lagi karena tak kuat menahan damage besar dari skill milik Grock dan Diggie.
Tanpa menggunakan battle spell Retribution, Claude bisa mendapatkan buff merah dengan mudah. Ia langsung berotasi menuju lane tengah lagi. Namun, sebelum itu ia membunuh Lithowanderer agar bisa mendapatkan regen HP dan mana karena dirinya masih belum memiliki buff ungu.
Selesai membersihkan minion di lane tengah, ia bergerak mengambil buff ungu miliknya. Bersama Diggie dan Grock, ia bisa mendapatkan buff ungu dengan cepat kemudian melanjutkan membunuh gelombang minion serta monster jungle demi mendapatkan gold dan exp.
Saat dirinya melakukan farming, offlaner di timnya, Chou sedang diincar oleh Selena, Kaja, serta Jawhead di lane bawah. Tak ada pergerakan dari Chou membuat Jawhead keluar dari semak-semak untuk memancing Chou keluar dari turret, tetapi usaha itu berakhir dengan kegagalan.
Chou tak menggubris provokasi dari Jawhead, ia malah berbalik mundur ke area turret lebih dalam. Saat berjalan, tiba-tiba saja Abyssal Arrow milik Selena diarahkan kepadanya. Ia buru-buru menggunakan Shunpo guna menghindari serangan dari Selena tersebut. Setelah itu, ia langsung menandai semak-semak di dekat depan gold buff untuk memperingatkan teman-temannya.
__ADS_1
Dua serangan dari teman-temannya gagal dilakukan, Kaja melakukan gerakan lain untuk membuka penglihatan bagi teman-temannya dengan berjalan menuju lane tengah. Namun, belum sampai pada semak-semak di lane tangah, dirinya melihat Grock sedang berjalan-jalan, melakukan hal yang sama seperti dirinya lakukan. Ia pun segera mundur dan mendekati kedua temannya karena khawatir dirinya akan diserang oleh Grock dan hero musuh lainnya yang tak terlihat di mini map.
Bertemu dengan Kaja tak membuat Grock gentar dalam membuka map untuk teman-temannya. Ia terus berjalan-jalan hingga akhirnya sampai di daerah gold buff milik lawan. Saat memasuki semak-semak, ia bisa melihat ada tiga musuh di sana. Kemunculan dirinya disadari oleh Jawhead, Selena, dan Kaja sehingga dirinya pun diserang oleh sekumpulan hero lawan tersebut.
"Request to back up!"
Ia meminta bantuan dengan menekan tombol minta bantu. Melihat ini, Diggie meninggalkan Claude dan langsung memutar arah tujuannya menjadi tempat di mana pertarungan antara Grock dan tiga hero lawan sedang berlangsung. Chou yang hanya memiliki setengah HP juga maju ke sana untuk melindungi teman mereka.
Diggie dan Chou segera datang membantu Grock dari serangan Selena, Jawhead dan Kaja. Grock menggunakan Flameshot miliknya agar musuh terkena efek knockback sehibgga dirinya memiliki ruang untuk kabur. Setelah itu, dirinya segera menggunakan Power of Nature di dekat dinding. Skill ini serta skill pasifnya, Ancestral Gift membuat kecepatan bergerak bertambah cepat serta meningkatkan ketahanan tubuhnya menjadi semakin keras lagi.
Aldi juga mendengar permintaan tolong dari Grock, tetapi dirinya percaya bahwa teman-temannya tak akan terbunuh dengan mudah. Ia pun membersihkan gelombang minion setelah mendapatkan buff merah miliknya.
"Ini kesempatan untuk membunuh lawan!" katanya setelah melihat HP milik lawan. Ia segera menghabisi gelombang minion lalu berjalan menuju lane atas. Kecepatannya berlari sangat cepat karena dirinya mempertahankan stack dari skill Art of Thievery miliknya.
Sesampainya di area tempat turtle tinggal, ia bisa melihat Kaja yang terkena efek tarikan dari Reverse Time milik Diggie dan Jawhead yang bersembunyi di dekat Kaja. HP milik musuh hanya menyisakan sedikit saja lagi dan inilah kesempatannya untuk memasuki tempat peperangan meski teman-temannya telah melarikan diri.
__ADS_1
"First Blood!"
Pengumuman Diggie terbunuh oleh Selena digaungkan di Land of Dawn. Aldi yang melihat ini langsung menggunakan Battle Mirror Imagenya untuk memasuki area peperangan. Menggunakan Art of Thievery-nya untuk mempertahankan stack, ia langsung menembakkan rentetan tembakan Blazing Duet kepada Jawhead dan Kaja yang terikat oleh tali waktu milik Diggie.
Damage yang diberikan oleh Claude serta Dexter membuat Kaja tak berdaya dan hanya pasrah terbunuh. Efek tarikan dari tali waktu Reverse Time milik Diggie mengakhiri kehidupan Kaja. Sementara itu, Jawhead berhasil lari dengan menggunakan kemampuannya menghindari serangan dari Claude menuju outer turret miliknya.
Selena berusaha kabur dengan menggunakan Flicker dari serangan Claude. Jarak antara dirinya dan Claude telah menjaduh, tetapi Claude memiliki kecepatan gerak yang terlampau cepat.
Claude menggunakan Art of Thievery miliknya serta Retribution yang telah di-upgrade oleh item jungle tingkat dua, Nimble Blade. Skill miliknua menghisap kecepatan gerakan serta serangan dari Selena sehingga Selena terkena efek slow, ditambah pula dengan efek slow tambahan dari battle spell Retribution. Tumpukan efek slow ini membuat Selena tak bisa melarikan diri dari malaikat maut. Claude serta Dexter berhasil membunuh Selena dengan tembakan mereka.
Kedatangan Claude di area peperangan membuat timnya memenangkan perang dengan mendapatkan dua kill serta bisa menyelamatkan Grock. Namun, usai dirinya membunuh Selena, Chou yang bernafsu membunuh Jawhead harus mati di tangan hero musuh tersebut.
Jawhead mengecoh pergerakan Chou, kemudian menggunakan Ejector untuk mengangkat Chou melayang di udara. Setelah itu, ia menggunakan Smart Missiles. Chou langsung mati terkena serangan kombo dari Jawhead yang hanya menyisakan secuil HP. Seusai membunuh, Jawhead langsung melarikan diri ke dalam turret dan menggunakan Recall guna untuk mengisi HP miliknya.
Melihat pengumuman itu, Aldi tak bisa berbuat banyak dan membiarkan Jawhead lolos saja. Ia melanjutkan rotasinya ke tengah, tetapi kemudian bertemu dengan Granger. Art of Thievery langsung digunakan untuk memperlambat gerakan musuh, tetapi Granger langsung menggunakan Purify sehingga ia tak bisa menyerang Granger karena telah berlari jauh ke dalam turret.
__ADS_1
"Sayang sekali dia menggunakan Purify," gumamnya saat melihat gerakan yang dilakukan oleh Granger. Ia tak terlalu kecewa karena Purify milik hypercarry lawan akan masuk ke dalam keadaan cooldown selama 90 detik ke depan. Ini akan menciptakan kesempatan untuknya dalam jangka waktu tersebut.
Ia tak lagi tertarik mengejar Granger. Bersama dengan Diggie yang baru saja hidup kembali, ia membersihkan gelombang minion kemudian melakukan rotasi ke bagian lane atas untuk mendapatkan exp dan gold lebih banyak dari monster jungle milik lawan.