
"Enemy Double Kill!"
Luna memandang layar ponselnya dengan ekspresi terkejut. Meski mengakui permainan dari Claude lawan dengan sangat baik, tetapi dirinya tak membayangkan akan terbantai seperti ini. Bahkan, setelah kematiannya dan Selena, rekan timnya yang lainnya juga mati di tangan musuh. Saat Kaja telah dirobohkan oleh Claude, pengumuman pembersihan yang dilakukan oleh lawan menggema di Land of Dawn.
"Wipe Out!"
Dia menghela napas tak berdaya melihat bagaimana ganasnya pemain lawan serta kacaunya permainan rekan satu timnya. Tak seperti lawan yang bisa memainkan peran mereka dengan baik, rekan satu timnya tak menggunakan posisi serta kemampuan hero mereka dengan baik. Ini membuatnya agak kesulitan untuk mengembalikan keadaan walau telah menggunakan Granger yang merupakan hero andalannya.
"Hahaha. Granger milik Luna dibantai habis-habisan oleh Claude publik!"
"Aku akui Claude musuh serem abis!"
"Luna, aku ada pantun untukmu. Hijau kulit duren, hitam cangkang kepiting. Kalau mau suren, tombolnya ada di setting!"
Penontonnya benar-benar tak melepaskan kesempatan ini untuk mengolok-oloknya, bahkan beberapa orang memberikan pantun olokan kepadanya. Namun, sebagai pemain profesional dan streamer, dirinya tahu bahwa penontonnya ini sedang bercanda dengannya.
Sampai saat ini, dia tak memiliki kesempatan untuk mendapatkan buff satu kali pun. Untuk farming saja, ia hanya mengandalkan minion musuh saja lagi karena gerakannya selalu dibatasi oleh musuh, terutama Grock dan Diggie. Bahkan, jika dia melakukan kesalahan gerakan sedikit saja seperti sebelumnya, hypercarry milik musuh akan datang dan membunuhnya. Itulah mengapa sampai saat ini dia tak melakukan apapun kecuali membersihkan gelombang minion.
Setelah waktu kematiannya telah berlalu, dia bersama rekannya yang lain telah dihidupkan kembali. Jawhead maju lebih dulu memimpin jalan bersama dengan Belercik. Ketika Jawhead maju untuk membersihkan gelombang minion di inner turret, rekannya tersebut mendapatkan Grock dan melemparkannya ke bagian dalam.
Luna menggunakan kesempatan seperti ini untuk bisa mendapatkan kill terhadap Grock menggunakan Death Sonata miliknya, tetapi Grock sama sekali tidak mati. Grock yang tetap hidup itu menggunakan Wild Charge untuk menyundul Jawhead lalu rekan dari Grock membantu dan menyerang rekannya, Jawhead.
Serangan dari lawan tak berhenti. Kematian dari Jawhead membuat Claude bisa dengan bebas masuk ke area pertahannya. Blazing duet dari Claude langsung dikerahkan untuk membunuhnya. Dia berupaya kabur menggunakan Rondo sekaligus Purify agar bisa mendapatkan movement speed tambahan, tetapi Claude tak membiarkan hal itu terjadi dan mengejarnya sampai dirinya mati.
"Uh, baru saja aku dihidupkan, sekarang sudah dibunuh lagi!" katanya dengan ekspresi sedih di wajahnya. Para penontonnya telah memberikan banyak komentar tentang bagaimana permainannya. Dia bisa melihat komentar mereka melalui layar komputernya.
Baru saja dirinya mati, kini giliran Belerick yang menyusul dirinya. Tank di timnya tersebut mati terkena serangan tombak dari sang putri Moniyan Empire, Silvanna. Selena dan Kaja juga langsung ikut berperang meski kondisi musuh masih memiliki formasi lengkap.
Saat dua rekannya tersebut maju, kebetulan Claude menggunakan Battle Mirror Image unuk kedua kalinya agar bisa kembali di medan pertempuran. Kaja mengambil kesempatan ini untuk menarik hero hypercarry lawan, tetapi rekan dari Claude tak membiarkan hal itu terjadi.
__ADS_1
Diggie, Silvanna serta Grock masing-masing memberikan damage kepada Kaja dan Selena. Hal ini juga diikuti oleh Claude yang menyerang menggunakan serangan biasanya setelah efek tarijan Kaja berakhir. Serangan dari keempat hero tersebut membuat Kaja dan Selena tak bisa bertahan lebih lama.
"Enemy Triple Kill!"
"An ally has been slain."
"Wipe Out!"
Peperangan kali ini kembali membuat timnya 'wipe out' dan Claude dari lawan mendapatkan triple kill. Timnya benar-benar dibantai habis-habisan tanpa ampun oleh tim lawan.
"Baru kali ini aku melihat Luna benar-benar terbantai, bahkan para pemain profesional lainnya tak akan membantai Luna seperti ini saat menggunakan Granger. Musuh benar-benar bermain dengan baik."
"Claude musuh sih enggak ada obat, ya. Mainnya benar-benar agresif parah!"
"Wah, Claude enggak punya hati! Kawan, ayo bantai Clyffe jika bertemu di ranked! Jangan biarkan Luna dibantai seperti ini. Kita harus memberinya pelajaran karena telah berani membantai Luna seperti ini!"
"Ya, ayo kita bantai Clyffe!"
Perdebatan di kolom komentar siaran langsung milik Luna terus berlangsung. Luna tak menghiraukan perdebatan mereka karena dirinya merasa sedih. Matanya sayu seraya berkata, "Claude terlalu jahat, guys! Aku sama sekali tidak dikasih kesempatan dan malah dibantai habisan-habisan loh!"
Dia ingin bersenang-senang bermain di solo ranked, tetapi dirinya merasa sedih dan sedikit kesal karena dibantai oleh musuh, ditambah lagi dengan rekan satu timnya tak bermain dengan baik. Dia tak pernah membayangkan dirinya akan dibantai oleh publik seperti ini.
"Luna, kamu kenapa?"
Seorang wanita bertubuh tinggi dan langsing datang menghampiri Luna. Kulit putih serta senyumannya membuat para penonton di siaran langsung Luna berhenti berdebat dan terpukau oleh kecantikan dari wanita tersebut.
Luna menoleh segera setelah mendengarkan seseorang memanggilnya. Dia melihat sosok itu adalah rekan satu timnya di klub e-sport. Melihat masih ada waktu belasan detik sebelum dirinya dihidupkan kembali, dirinya pun menceritakan kejadian yang dialaminya kepada rekannya.
"Nat, aku dibantai sama Claude! Walau aku menggunakan Granger, dia sama sekali tidak memberiku kesempatan untuk membalas!" katanya dengan mata berkaca-kaca kepada temannya tersebut.
__ADS_1
Nat adalah panggilan untuk Natalie. Melihat ekspresi menggemaskan dari temannya, dia cukup terkejut. Apalagi setelah mengetahui temannya tersebut terbantai oleh Claude milik publik, dia tak kuasa menahan tawanya.
Tawanya membuat temannya tersebut menggembungkan pipinya dengan kesal, kemudian membuang mukanya dan kembali fokus pada permainan dan siaran langsung. Natalie tak bisa berhenti tertawa melihat temannya tersebut.
Saat mendengar temannya menggunakan Granger dan dibantai oleh Claude yang dimainkan oleh publik membuatnya cykup terkejut. Apalagi Luna yang merupakan pemain top dalam memainkan hypercarry tak mendapat kesempatan sama sekali untuk melawan. Jika ini adalah pemain profesional lainnya, terutama dari liga tertinggi kompetisi Mobile Legends, ia tak akan heran. Namun, ini dilakukan oleh publik yang tak diketahui asalnya dari mana. Hal ini membangkitkan rasa penasarannya pada sosok pemain Claude tersebut.
Tawa dari temannya membuat Luna kesal. Dia kembali bermain dan menandai nama dari pemain yang telah membantainya tersebut. Dia bergumam, "Clyffe, akan kuingat namamu!"
Natalie mendekat dan mendengar gumaman dari temannya tersebut. Hal ini membuatnya terkikik dan tiba-tiba memikirkan sebuah ide. Sebelum dirinya melakukan apa yang dipikirkan olehnya saat ini, dia ingin melihat terlebih dahulu bagaimana permainan dari Claude milik Clyffe yang digumamkan oleh temannya tersebut.
....
Kemampuannya menggunakan Claude sebagai hypercarry membuat Aldi merasa cukup puas. Ia merasa bahwa permain agresifnya cukup menyulitkan pemain lawan, terutama pemain profesional lawan yang memainkan role yang sama dengan dirinya. Tentu dirinya tak menyombongkan diri karena ia masih bisa merasakan ada kekurangan yang dimiliki olehnya saat memainkan hero ini.
Setelah kembali berhasil membuat musuh wipe out untuk kedua kalinya, ia kemudian bergerak kembali ke peta milik timnya untuk mendapatkan pundi-pundi gold dan exp. Selain itu, turtle sekali lagi muncul dan ini kesempatannya untuk mendapatkan buff turtle untuk kedua kalinya.
Ia melakukan farming karena tak ingin mengakhiri game kali ini segera. Kesempatan bertemu pemain profesional di mode ranked, terutama solo ranked sangatlah sulit. Banyak hadiah, terutama kesempatan mendapatkan kotak hadiah yang bisa didapatkan dari membunuh pemain profesional tersebut sehingga dirinya tak ingin melewatkan kesempatan ini.
Ia membunuh semua monster jungle yang muncul di Land of Dawn, mulai dari membunuh turtle, hingga monster jungle buff merah dan ungu serta monster jungle lainnya. Setelah semuanya selesai dibunuh, gold yang didapatkan olehnya membuat Golden Staff telah selesai dibuat. Ini membuat serangannya semakin cepat serta semakin sakit lagi dengan kombinasi item Demon Hunter Sword.
Claude miliknya berjalan-jalan hingga lane bawah, saat itu ia melihat ada Jawhead sedang membersihkan minion. Melihat di mini map bahwa teman-temannya telah menganggu musuh di depan, maka dirinya menyimpulkan bahwa Jawhead sedang sendirian di lane bawah tersebut.
Kesempatan ini tak dibuang sia-sia olehnya. Ia langsung bergerak menuju tempat Jawhead berada, kemudian menggunakan Battle Mirror Image miliknya, ia mengagetkan Jawhead.
Jawhead yang kaget dengan kemunculan dari Claude langsung mengaktifkan Ejector untuk kabur setelah mendapatkan shield serta tambahan movement speed saat menggunakan skill tersebut. Namun, Claude sama sekali tidak membiarkan Jawhead kabur.
Claude menggunakan Art of Thievery guna memperlambat kecepatan bergerak dari Jawhead dengan menghisap movement speed dari lawannya tersebut. Hal ini diperparah dengan efek slow yang berasal dari buff merah. Jawhead pun hanya bisa berjalan dengan sangat lambat selama sepersekian detik.
Efek slow ini digunakannya dengan maksimal dengan menembaki Jawhead bersama dengan Dexter. Butuh waktu sekitar beberapa detik bagi dirinya untuk membunuh Jawhead hingga akhirnya pengumuman Jawhead terbunuh kesekian kalinya pun digaungkan di Land of Dawn.
__ADS_1
"Monster Kill!"