Mobile Legends System

Mobile Legends System
16. Melawan Pemain Profesional (1)


__ADS_3

"Ini game terakhir, ya, guys! Kali ini aku bakal bermain solo ranked . Setelah ini, aku siaran akan berakhir karena diriku harus latihan bersama timku."


Seorang wanita berbicara di depan kamera sembari menunjukkan senyuman manisnya. Menggunakan seragam tim esportnya, dia tampak manis dan cantik. Dia saat ini sedang berinteraksi dengan para penontonnya sembari memainkan Mobile Legends yang disiarkan secara langsung di platform streaming ternama.


"Semangat buat latihannya, Luna! Semoga menjadi juara di turnamen selanjutnya!" tulis seorang warganet di kolom komentar.


"Luna harus menyiapkan mentalnya. Solo ranked biasanya berisikan bocah-bocah, bahkan pada tier tinggi seperti di Mythic."


"Solo ranked! Solo ranked! Solo ranked!"


Luna adalah nama panggilan wanita itu. Antusiasme dari penonton masih dirasakannya melalui komentar-komentar yang terus muncul di layar komputernya meski dirinya sudah memberitahu mereka bahwa siaran langsungnya akan berakhir setelah ini.


"Tak masalah. Aku bermain solo ranked hanya untuk refreshing sebelum latihan," katanya menjelaskan kepada penonton-penontonnya. Dia telah menyiapkan diri dari kemungkinan terburuk yang bisa terjadi saat dirinya bermain solo ranked pada game terakhirnya.


Matchmaking pun telah berakhir, dia segera menemukan sebuah tim. Segera memasuki tim tersebut, dia kemudian dibawa ke dalam proses draft pick. Selama proses banned hero berjalan, ada rekan setimnya yang mengenali dirinya. Mereka menyapa dirinya dan dia pun membalas antusias dari rekan satu timnya.


Rasa senang disapa oleh dirinya membuat rekan satu timnya hampir lupa membanned hero. Untungnya, rekan setimnya masih sempat membanned hero walau hero itu adalah Helcurt. Sampai pada proses pemilihan hero, Claude yang merupakan salah satu hero overpower terlepas dan langsung diambil oleh tim musuh. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat timnya saat ini.


"Helcurt kok dibanned? Hahaha. Luna pasti bertemu dengan bocah Mythic."


Berbagai komentar muncul di layar komputernya. Mereka mentertawakan 'kesialannya' saat mendapatkan rekan satu tim yang melakukan banned asal-asalan dan melepaskan hero yang kuat. Dia telah menduga hal ini akan terjadi sehingga dia masih bisa menerima hal ini.


"Tidak masalah. Aku akan menggendong mereka," katanya dengan percaya diri kepada penontonnya. Saat ini adalah gilirannya memilih hero, dia langsung memilih hero hypercarry favoritnya, Granger.


"Luna pakai Granger, musuh bercanda?!"

__ADS_1


"Ci Luna mempertaruhkan MMRnya. Semangat, Ci!"


"Wah, musuh akan dibantai nih. Granger Luna bukan kaleng-kaleng ini!"


Berbagai macam komentar dari penonton tampil di layar komputernya. Ada dari mereka mengatakan candaan, menyemangatinya, dan beberapa juga mengatai rekan setimnya karena melakukan banned hero yang asal-asalan serta memilih hero tank yang sangat jarang digunakan, Belerick. Melihat hal ini, dia hanya bisa menerima sembari terus melanjutkan interkasi dengan penonton-penontonnya.


....


Aldi melihat ada kesempatan untuk memilih Claude agar bisa digunakan olehnya. Baik musuh atau timnya tidak melakukan banned para hero ini, jadi ia langsung memilihnya tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada rekan satu timnya. Bahkan, dirinya tidak mempedulikan request hero dari teman-temannya karena dirinya sangat ingin menggunakan hero ini.


Setelah dirinya memilih, ada keraguan dari rekan satu timnya. Namun, ia tak menghiraukan mereka karena ia akan membuktikan dengan permainannya nanti. Rekan satu timnya pun mengalah dan memilih hero lain untuk dimainkan. Setelah itu, rekan timnya dan lawan pun memilih masing-masing dari hero mereka secara bergantian.


Timnya melakukan pelarangan hero terhadap hero-hero kuat seperti Khufra, Natalia dan Uranus. Sedangkan tim lawan, mereka melarang Esmeralda dan Atlas untuk digunakan serta satu hero yang cukup jarang dibanned, yaitu Helcurt. Menurutnya, meski hero ini cukup mengganggu, tetapi itu bukanlah hero di tingkat yang harus dibanned karena hero ini memiliki kekurangan yang mencolok. Helcurt bisa masuk ke dalam team fight dengan skill Shadow Transition serta skill ultimate miliknya, Dark Night Falls. Namun, setelah menggunakan semua skill untuk membunuh musuh, Helcurt tak memiliki apapun untuk bisa keluar dari team fight.


Diggie memiliki keunggulan di awal game dengan skill miliknya, Auto Alarm Bomb. Skill ini memiliki damage yang besar di awal-awal game dan sangat berguna untuk memberikan poke damage kepada lawan. Ini bisa membuat musuh mundur dan akhirnya musuh membuang banyak waktu mereka karena harus kembali mengisi HP yang tersisa sedikit.


Selain Auto Alarm Bomb, skill milik Diggie lainnya juga cukup membantu. Reverse Time bisa digunakan untuk menyerang lawan maupun melindungi rekan satu tim karena skill ini mengikat lawan sehingga tak bisa melakukan pergerakan secara bebas.


Time Journey adalah skill ultimate milik Diggie yang sangat dibutuhkan. Skill ini bisa menyelamatkan rekan satu tim karena memiliki kelebihan di mana bisa menghapus efek crowd control yang diterima oleh rekan satu timnya. Selain itu, skill ini juga memberikan tambahan movement speed serta memberikan shield kepada rekan satu timnya. Inilah alasan mengapa Diggie cukup bagus untuk digunakan.


Grock dipilih karena memiliki ketahanan tubuh yang keras serta memiliki kekebalan terhadap efek crowd control saat menggunakan skill Power of Nature ketika berdekatan dengan dinding ataupun tembok. Semua ini disebabkan oleh skill pasif miliknya, Ancestral Gift. Selain memiliki efek tambahan tersebut, skill ini juga memberikannya tambahan movement speed, physical dan magical defense serta regen HP yang lumayan banyak.


Hero lain yang dipilih adalah Chou dan Silvana yang akan mengisi dua lane samping sebagai offlaner. Skill dari dua hero ini memiliki banyak crowd control dan memaksa musuh untuk menggunakan battle Spell Purify.


Semua skill milik Silvana memiliki efek crowd control di dalamnya. Apalagi jika itu adalah skill pasif miliknya, Knightess' Resolve yang sangatlah mengganggu. Skill ini mempunyai efek pengurangan defense di mana skill ini bisa mengurangi physical dan magical defense milik lawan ketika Silvana menyerang hero lawan. Skill ini memiliki stack dan jika stack ini penuh, Silvana mendapatkan tambahan damage sebesar 30% saat menggunakan skillnya kepada lawan.

__ADS_1


Belum lagi dia memiliki skill ultimate, Imperial Justice yang bisa menculik salah satu hero musuh masuk ke dalam area miliknya. Saat musuh terperangkap, musuh tak bisa melepaskan diri karena diikat oleh Silvana menggunakan skillnya. Durasi skill ini berlangsung selama 3,5 detik dan skill ini hanya bisa dibatalkan oleh battle spell Purify. Inilah mengapa Silvana bisa memaksa musuh menggunakan Purify, terutama hero hypercarry lawan.


Tim lawan memilih hero yang cukup kuat meski ada satu hero yang terlihat unik, yaitu Belerick. Granger, Selena, Jawhead serta Kaja adalah pilihan yang kuat untuk susunan hero mereka. Granger merupakan hero hypercarry yang memiliki skill burst damage besar, apalagi saat semua item-tem miliknya telah jadi.


Hero-hero lainnya memiliki efek crowd control yang cukup mengganggu, tetapi itu tak membuat Aldi gentar dalam menggunakan battle spell Retribution. Selain karena percaya pada kemampuannya dalam memainkan hero Claude, ia juga percaya dengan rekan satu timnya. Diggie bisa membantunya dalam membatalkan efek crowd control milik lawan. Meski Divine Judgement dari Kaja tak bisa dilepaskan oleh Time Journey milik Diggie, ia masih percaya dengan kemampuannya dalam memposisikan hero Claude meski game ini adalah game pertamanya sejak mendapatkan penguasaan hero Claude.


Waktu untuk mengatur battle spell, skin, serta hal lainnya telah berakhir. Ia bersama rekan setim serta lawannya dibawa menuju tempat pertarungan mereka, Land of Dawn. Ada sesuatu yang cukup spesial selama masa loading screen, yaitu adanya sebuah tanda pemain profesional pada lawannya. Namun, dirinya tak memperhatikan hal itu karena sibuk memikirkan sesuatu.


"Welcome to Mobile Legends!"


Claude yang dimainkan olehnya serta hero-hero dari rekan satu timnya turun di Land of Dawn. Ia bersama Grock dan Diggie berjalan menuju lane tengah karena ingin membersihkan gelombang minion di lane tengah terlebih dahulu. Ia tak ingin menyia-nyiakan skill yang dimiliki oleh Grock dan Diggie, Power of Nature dan Auto Alarm Bomb yang bisa membersihkan gelombang minion dengan sangat cepat dengan memilih untuk mendapatkan buff merah terlbih dahulu.


Saat berjalan, Grock dan Diggie sempat berhenti di inner turret. Ia mengerutkan alisnya, kemudian sadar bahwa mereka sedang mengetikkan sesuatu. Selain Diggie dan Grock, dua hero lainnya juga mengirimkan pesan kepada lawan. Ia pun segera membacanya.


"Kita melawan Luna!"


"Jangan seram-seram, ya, ci Luna."


"Halo, Ci."


"Granger Luna ngeri. Jangan galak-galak, ya!"


Saat melihat pesan yang dikirimkan oleh rekannya, ia sempat ragu bahwa itu adalah pemain profesional karena dirinya tak memperhatikan tanda pada loading screen sebelumnya. Jadi, dirinya hanya bersikap biasa-biasa saja dan membersihkan gelombang minion di lane tengah miliknya dengan cepat. Ia segera dibantu oleh Diggie dan Grock.


"Pemain profesional atau bukan, sistem akan mengungkapkan kebenarannya nanti," gumamnya sembari meneruskan permainannya.

__ADS_1


__ADS_2