Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Menjual Kosmetik (2)


__ADS_3

Tanpa menunggu jawaban dari para bangsawan perempuan di depannya, Adam langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam kopernya. Benda yang ia keluarkan itu langsung ia pajang di atas meja, agar para bangsawan perempuan di sekelilingnya bisa melihat apa yang ia jual.


"Apa ini?" tanya seseorang.


"Ini adalah riasan yang membantu kalian mempercantik diri. Lebih tepatnya, ini untuk mewarnai bibir kalian, para Lady yang terhormat," ucap Adam sembari mengambil salah satu pewarna bibir yang ia bawa.


Ketika menemani Airani membeli pewarna bibir baru, pemikiran untuk menjual ini di Benua Guerio terlintas di benak Adam. Laki-laki itu menyadari bahwa perempuan di sini tidak ada yang merias diri.


Mereka tidak menggunakan apa pun di wajah mereka. Meski begitu, wajah perempuan dan laki-laki di Benua Guerio terlihat sangat sehat. Mereka tetap cantik dan tampan tanpa adanya riasan. Mungkin karena adanya mana di dunia ini yang membuat mereka bisa seperti itu tanpa bantuan riasan.


"Lihatlah, para Lady sekalian. Dengan memakai pewarna bibir ini, kalian bisa membuat warna bibir kalian menyesuaikan warna pakaian kalian. Ini akan membantu penampilan kalian agar terlihat lebih menarik," jelas Adam yang sekarang mulai mewarnai bibirnya.


Laki-laki itu yakin perempuan di Benua Guerio tidak akan terlalu berbeda dengan perempuan di Planet Biru. Mereka pasti sama-sama menyukai berpenampilan bagus. Barang yang ia bawa akan laku keras di sini.


Buktinya, pomade miliknya juga banyak dibeli karena ini membantu para laki-laki memiliki penampilan yang lebih menarik dengan sentuhah kecil.

__ADS_1


"Eh, warna bibirmu terlihat sangat berbeda sekarang, Tuan Pedagang. Itu bahkan terlihat sangat alami. Jika aku tidak melihatnya secara langsung, maka aku akan percaya begitu saja jika Kau mengatakan ini adalah warna asli dari bibirmu," ucap Lady Mary.


Rupanya rencana Adam untuk mengalihkan perhatian para bangsawan perempuan ini berhasil. Mereka sekarang lebih tertarik melihat pewarna bibir yang Adam tawarkan daripada kembali membahas jam tangan. Adam bersyukur tidak ada lagi perkelahian di antara para bangsawan perempuan ini.


"Ya, itu benar Lady Mary. Pewarna bibir ini adalah hal yang luar biasa. Aku tidak menyangka hal seperti ini ada di dunia ini," sahut Lady Vrite.


Meski dandanan Lady Vrite tidak terlihat seperti bangsawan perempuan pada umumnya yang memakai gaun, dia tetaplah seorang perempuan. Lady Vrite masih tertarik dengan hal-hal yang berbau kecantikan seperti ini.


"Berapa warna yang Kau miliki, Tuan Adam? Lalu, berapa juga harga dari pewarna bibir ini?" tanya Lady Gaby yang benar-benar sudah tertarik dengan barang yang Adam tawarkan.


Adam terdiam sesaat. Laki-laki itu tengah memikirkan berapa harga yang harus ia tetapkan untuk menjual pewarna bibir ini. Dari pengamatannya di toko kosmetik, Adam tahu sebuah lewarna bibir memiliki harga tujuh puluh ribu hingga jutaan. Itu tergantung dari merek dan warna.


Pewarna bibir yang Adam beli sendiri memiliki harga seratus lima puluh ribu. Melihat keantusiasan para bangsawan perempuan ini, Adam tahu mereka mau membayar mahal pewarna bibir yang ia jual.


Namun, jika Adam memberikan harga terlalu tinggi, ada kemungkinan mereka tidak akan mau membelinya di kemudian hari. Adam masih menginginkan pelanggan tetap. Lebih baik untuk sedikit, tetapi memiliki cukup banyak penjualan, daripada untuk banyak hanya beberapa kali.

__ADS_1


"Harga satu buah pewarna bibir ini adalah lima belas emas Kyra. Jika kalian membeli dua belas buah, aku akan memberikan harga seratus tujuh puluh emas Kyra. Lalu, warna yang aku punya ada dua belas buah," jelas Adam.


"Hanya seratus tujuh puluh emas Kyra untuk satu set? Itu sangat murah sekali. Aku kira harga yang Kau tetapkan adalah ratusan emas Kyra. Kalau begitu, berikan aku satu set pewarna bibir ini. Ah tidak, tiga set. Aku yakin ibu dan kakakku akan menyukai pewarna bibir ini," ucap Lady Vrite.


"Ya, aku juga ingin dua set."


Satu persatu, para bangsawan perempuan itu mulai mengatakan berapa banyak pewarna bibir yang mereka inginkan. Meski Adam berhasil mencegah perkelahian di antara mereka, ketakutan baru terjadi.


Laki-laki itu takut jumlah pewarna bibir yang ia bawa, tidak akan mampu memenuhi permintaan para bangsawan ini. Jika itu terjadi, apakah akan ada perkelahian kembali?


Namun, apa yang Adam khawatirkan tidak terjadi. Semua bangsawan perempuan ini mendapatkan pewarna bibir sesuai dengan apa yang mereka minta. Adam masih menyisahkan dua set pewarna bibir sekarang.


"Terima kasih, lara Lady yang terhormat. Anda semua membantuku dengan membeli cukup banyak pewarna bibir," ucap Adam tulus.


"Itu tidak telalu masalah. Jarang sekali ada pedagang dari negeri jauh yang membawa barang-barang seunik dirimu. Kebanyakan yang datang hanya membawa barang, hampir sama dengan yang ada di Benua Guerio. Jadi, kami tidak terlalu tertarik dengan barang mereka," jelas Lady Gaby.

__ADS_1


__ADS_2