
"Itu karena mereka memiliki kartu emas yang diterbitkan oleh Bank Guerio. Orang yang memiliki kartu emas itu, sudah jelas memiliki sepuluh ribu emas Kyra. Jika Kau tidak memiliki uang sebanyak itu, maka Kau hanya akan memenuhi kursi yang ada di rumah lelang. Pelelangan ini hanya dibuka untuk mereka yang bersungguh-sungguh mengikuti lelang," jelas penjaga tersebut.
"Itu benar, Tuan Adam. Di sini memang ada aturannya yang seperti itu. Aku lupa memberitahumu mengenai hal ini," sahut Jason.
"Ah, seperti itu rupanya."
"Kau bisa meminjan kartu milikku, Tuan Adam. Aku memiliki dua kartu seperti ini," ucap Jason yang langsung menyerahkan kartu berwarna emas kepada Deny. Kartu tersebut memiliki logo sebuah singa di salah satu sisinya. Lalu, di sisi lain ada tulisan besar Bank Guerio.
"Sekarang, apakah aku boleh masuk?" tanya Adam.
"Ya. Tentu saja, Kau boleh masuk, Tuan," jawab penjaga tersebut.
Ketika sampai di dalam, Jason langsung mengajak Adam menuju salah satu bilik yang ada di rumah lelang. Di dalam sana, sudah ada seorang perempuan yang terlihat sibuk menuliskan sesuatu. Perempuan itu langsung menghentikan aktivitasnya setelah melihat kedatangan Adam dan Jason.
"Jadi, barang apa yang ingin kalian titipkan untuk dilelang di sini?" tanya perempuan itu tanpa basa basi. Rupanya bilik ini adalah tempat untuk menyerahkan barang yang akan dilelang. Sepertinya Jason belajar dari pengalaman sebelumnya dan membawa Adam langsung ke bilik ini.
Adam langsung mengeluarkan semua barang-barang yang akan ia jual. Jam tangan dengan berbagai model, gelas yang memiliki bentuk unik, serta beberapa set peralatan rias wajah lengkap. Adam mengeluarkan setidaknya lima buah barang, untuk setiap jenisnya.
Perempuan itu cukup kaget melihat banyaknya barang yang ingin Adam titipkan untuk dilelang. Biasanya, seseorang hanya akan menitipkan satu atau dua barang saja. Sependek ingatan perempuan itu, barang terbanyak yang pernah dititiplan oleh seseorang adalah lima belas barang.
Sedangkan Adam, setidaknya ada dua puluh barang berbeda yang dia titipkan. Dan setiap barang ada lima buah jumlahnya. Dengan seratus barang ini, Adam bisa membuka satu ruang lelang sendiri yang hanya menjual barang-barangnya.
"Kau akan menjual barang sebanyak ini, Tuan?" tanya perempuan tersebut.
__ADS_1
"Ya. Ini adalah sebagian barang yang aku miliki. Aku tidak terlalu yakin apakah barang-barang ini bisa dilelang di sini. Meski semua ini bukanlah benda sihir, tetapi barang-barang ini adalah hal yang langka di Benua Guerio. Tidak ada yang menjual barang seperti ini selain aku," jelas Adam.
"Apakah Kau dari Kota Red Stone, Tuan?" tanya perempuan tersebut. Matanya terlihat berbinar, dia terlihat sangat senang dengan kedatangan Adam.
"Ya," jawab Adam.
"Namamu sudah cukup dikenal di Kota Vredeburg ini, Tuan. Banyak pedagang besar dan bangsawan yang menanyakan mengenai barang yang Kau jual kepada Kami. Mereka ingin sekali kami melelang barang-barang milikmu itu di sini," jelas perempuan itu.
Mata Adam sedikit melebar mendengar ucapan perempuan ini. Ia tidak menyangka namanya sudah dikenal di Kota Vredeburg ini. Apakah ada bangsawan yang pernah membeli barang dagangannya dan berkunjung ke Kota Vredeburg ini?
"Benarkah? Barang yang aku jual setenar itu?"
"Ya. Guild Merchant sudah memajang pakaian dan gelas yang Kamu jual. Kemarin, semua pakaian dan gelas itu terjual habis. Beberapa bangsawan bahkan tidak sempat mendapatkannya karena banyaknya yang membeli."
Bisa dibilang, baru seminggu Adam menitipkan berpuluh-puluh kodi pakaian kepada Guild Merchant. Mereka berjanji akan menyebarkan pakaian itu ke cabang Guild Merchant lainnya untuk dijual.
Dalam waktu seminggu ini, rupanya pakaian itu banyak disukai oleh penduduk Benua Guerio. Pakaian yang sangat banyak itu, habis terjual dalam waktu singkat.
"Ini karena siswa Akademi Sihir Vredeburg banyak membelinya, Tuan. Mereka yang membuat pakaianmu itu banyak diminati. Sekarang, mereka yang tidak memakainya, dianggap ketinggalan tren, Tuan."
"Jadi, bisakah Kamu menitipkan semua barang yang Kamu punya di tempat lelang Kami? Aku bisa menyiapkan satu ruangan khusus untuk melelang barang-barang milikmu. Lalu, aku tidak akan menarik biaya komisi kepadamu."
"Hanya saja, aku ingin setiap barang yang Kamu lelang, jumlahnya tidak lebih dari sepuluh buah. Lalu, Kamu juga tidak bisa menjual barang itu untuk tiga hari ke depan. Bisakah Kamu melakukan itu, Tuan?" tanya perempuan tersebut.
__ADS_1
Adam tidak langsung memberikan jawabannya. Laki-laki itu memikirkan dengan matang mengenai tawaran ini. Tawaran dari rumah lelang ini memang terdengar menggiurkan.
Jika menerima tawaran ini, Adam bisa membuka satu ruangan lelang yang hanya akan melelang barang-barang miliknya. Ini bisa membantunya untuk mempromosikan diri kepada penduduk Kota Vredeburg agar mereka tahu barang-barang yang Adam jual. Adam juga tidak perlu membayar komisi kepada rumah lelang ini.
Akan tetapi, syarat untuk tidak menjual barang-barang ini selama beberapa hari cukup memberatkan untuk Adam. Komisi untuk rumah lelang ini tidaklah seberapa. Kemungkinan besar hanya sepuluh hingga lima belas persen saja. Namun, jika Adam menjual barang miliknya setelah mengikuti pelelangan ini, keuntungan yang ia dapatkan akan semakin banyak.
"Maaf. Aku tidak bisa mengikuti syarat yang Kamu berikan itu, Nona. Jika memang aku tidak bisa menitipkan semua barang milikku, aku yakin Kamu bisa menerima satu atau dua barang, bukan? Jika Kamu memang tidak menerimanya juga, itu tidak telalu masalah. Aku bisa pergi ke tempat lain," jelas Adam.
Jason mengatakan bahwa jumlah rumah lelang yang ada di Kota Vredeburg tidak hanya satu saja. Guild Merchant juga membuka rumah lelang mereka sendiri. Namun, rumah lelang ini memang rumah lelang terbesar yang ada di Kota Vredeburg.
"Kalau begitu, dua hari. Hanya dua hari saja, Tuan," ucap perempuan itu.
"Tidak. Aku juga tidak bisa melakukan hal itu, Nona. Aku menitipkan barang milikku untuk dilelang karena aku ingin memanfaatkan hal ini sebagai ajang promosi. Aku akan mendapatkan untung jika barang yang aku lelang terjual, kalian juga akan mendapatkan keuntungan juga."
"Jika Kamu melarangku menjualnya selama dua hari ke depan, itu sama saja dengan memutus bisnis milikku," keluh Adam.
"Kalau begitu, bisakah Kamu menjual semua barang yang Kamu punya ke Kami? Kami ingin menjadi satu-satunya orang yang menjual barang milikmu di Kota Vredeburg ini. Bisakah Kamu mengabulkan ini," tanya perempuan tersebut.
Adam cukup kaget mendengar tawaran ini. Ia tidak menyangka perempuan ini akan meminta menjadi distributor resmi dari barang yang ia jual.
Dibandingkan dengan tawaran sebelumnya, ini adalah tawaran yang sangat menggiurkan untuk Adam. Rumah lelang ini akan membeli semua barangnya dan menjualnya kembali. Ini membuat Adam bisa menjual barang dalam jumlah besar.
"Baiklah, aku akan melakukannya. Aku akan menuliskan daftar barang yang aku miliki. Kamu bisa mengatakan padaku berapa jumlah barang yang Kamu inginkan. Aku akan sesegera mungkin menyiapkan semuanya untukmu," jelas Adam.
__ADS_1