
"Jadi, bagaiama, Bu Agnez. Apakah Anda setuju menjual saham Anda kepadaku?" tanya Adam.
"Ya. Suamiku setuju menjual sebagian sahamnya kepadamu Lalu, dia juga menyetujui permintaanmu untuk memiliki wewenang kecil yang sebelumnya Kamu minta," jawab Agnez.
Jawaban Agnez ini membuat Adam tesenyum lebar. "Lalu, berapa banyak saham yang aku dapatkan dengan uang enam miliar?" tanya Adam.
"Kamu akan mendapatkan lima belas persen saham, Pak Adam. Selain wewenang yang sebelumnya Kamu minta, Kamu tidak bisa ikut campur mengenai operasional perushaan. Tentu saja Kamu memiliki suara untuk memberi saran dalam rapat umum pemegang saham. Selain itu, Kamu hanya boleh mengamati," jelas Agnez.
"Itu tidak terlalu masalah untukku. Aku hanya ingin mendapatkan deviden tiap tahunnya. Lalu, aku juga akan terus membuat pesanan di perusahaan agar keuntungan yang aku dapatkan tiap tahunnya bertambah banyak," jelas Adam.
"Kalau begitu, tolong lihat perjanjian peralihan saham ini, Pak Adam. Jika tidak ada masalah, Kamu bisa menandatanganinya. Aku sarankan Kamu mengecek perjanjian itu ke pengacara terlebih dahulu," saran Agnez, ketika tidak melihat keberadaan pengacara yang menemani Adam dalam pertemuan ini.
Bisa dibilang, Adam cukup berani datang sendiri ke sini. Ia sepertinya percaya seratus persen kepada Agnez. Itu adalah hal yang ceroboh dalam dunia bisnis. Beberapa orang akan memanfaatkan kelengahan kita untuk membuat klausul bermakna ganda yang bisa jadi merugikan kita.
Jadi, perjanjian bernilai besar seperti ini harus didampingi orang yang ahli untuk melihat lebih lanjut perjanjian itu. Mereka harus menghindari klausul yang memberatkan dalam perjanjian.
__ADS_1
Adam cukup tersentuh dengan ucapan Agnez. "Terima kasih, Bu Agnez. Aku tahu mengenai hal itu. Pengacaraku sedang dalam perjalanan ke sini sekarang. Kita akan membahas lagi peralihan kepemilikan saham setelah dia datang. Sekarang, lebih baik kita nikmati makanan di depan kita ini," jelas Adam.
Mereka lalu menikmati makanan yang sudah Agnez pesan sebelumnya. Makanan di sini cukup enak. Itu membuat Adam berpikir untuk mengajak Airani makan di sini di kemudian hari. Tapi akan sulit mengajak perempuan itu sekarang. Dia pasti berpikir Adam terlalu boros dengan membeli makanan di restoran mahal seperti ini.
Ketika mereka baru mulai makan, terdengar keributan di luar ruangan. Itu membuat mereka tidak bisa menikmati makanan ini dengan tenang. Tiba-tiba saja pintu ruangan mereka terbuka. Seorang pelayan dengan wajah cemas, memasuki ruangan makan mereka.
"Maaf, terjadi kebakaran mobil di parkiran. Mohon pindahan mobil kalian yang mungkin berada cukup dekat dengan mobil kalian. Kami tidak bisa membiarkan adanya mobil lain yang ikut terbakar," ucap pelayan tersebut.
"Apa? Kebakaran mobil?" tanya Firza kaget. Laki-laki itu tidak menunggu penjelasan dari pelayan restoran ini. Ia langsung mengambil kunci mobilnya, berniat melihat keadaan dan memindahkan mobilnya.
Meski tidak mengatakan apa pun, Adam ikut memperlihatkan ekspresi khawatir. Ia mengikuti Firza yang berlari keluar ruangan, melihat kondisi mobil yang ada di parkiran. Laki-laki itu sedikit menundukkan kepalanya. Tidak ada yang melihat bahwa sekarang sebuah seringai sudah menghiasi wajahnya.
Adam sangat tahu mobil siapa yang terbakar. Siapa lagi jika bukan mobil Brian. Adam berhasil mengontrol api tersebut agar membakar perlahan mobil milik Brian. Dengan begitu, ia akan memiliki alibi dan tidak dicurigai.
Bagaimanapun juga, sebelum mobil itu terbakar, Brian terlibat cekcok dengannya. Jadi, cara ini adalah cara ampuh untuk menghilangkan kecurigaan itu.
__ADS_1
"Siram air yang banyak. Tolong pinjam alat pemadam api ringan dari toko sebelau," teriak seseorang ketika Adam dan Firza keluar dari dalam restoran.
Cukup banyak orang yang melihat kebakaran ini. Beberapa sudah memindahkan mobil mereka yang berada cukup dekat dengan mobil milik Brian. Tidak jauh dari mobil yang terbakar itu, beberapa tabung alat pemadam api ringan yang sepertinya sudah kosong.
Sepertinya orang-orang ini berniat memadamkan api di mobil Brian dengan alat pemadam api ringan itu. Sayangnya, itu tidak akan pernah berhasil. Api yang sekarang membakar mobil Brian bukanlah api biasa. Itu adalah api yang berasal dari sihir milik Adam.
Lalu, selama api itu menyala, api itu telah menyerap mana di sekitarnya, membuatnya menjadi bahan bakar untuk terus menyala. Ya, mana. Ternyata di Planet Biru juga memiliki mana. Hanya saja, kuantitas mana yang ada di sini hanya satu per delapan dari mana yang ada di Benya Guerio.
Adam baru mengetahui ini ketika iseng berlatih mengumpulkan mana. Ia sangat kaget mengetahui keberadaan mana di Planet Biru. Meski jumlahnya sangat sedikit, ini sudah lebih dari cukup untuk menyuplai daya pada sihir yang ia buat.
Tidak hanya itu, Adam juga bisa berlatih di Planet Biru dan tidak perlu pergi ke Benua Guerio setiap paginya. Ia sekarang bisa berlatih di mana pun.
"Sial, sial, sial!" suara umpatan milik Brian terdengar jelas oleh yang mereka yang melihat kejadian ini.
"Gimana bisa mobilku terbakar sepertinya ini. Ini adalah mobil yang baru aku pakai seminggu. Kenapa ini bisa terbakar seperti ini," ucap Brian dengan frustasi.
__ADS_1
"Selamat menikmati hadiah dariku, Brian. Ini baru awal saja. Aku akan membalas semua yang sudah kalian lakukan padaku," gumam Adam.