Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Tamparan Untuk Brian (2)


__ADS_3

Mata dan mulut Brian terbuka lebar melihat Catur yang sekarang justru terlihat sangat akrab dengan Adam. Laki-laki itu bahkan tidak mempedulikan keberadaan Brian yang sudah menyapanya.


Catur adalah pengacara keluarga besarnya. Sudah sewajarnya dia membalas sapaannya Brian bukan? Brian adalah Tuan Muda dari keluarga besar Nugraha. Jadi, berani sekali Catur mengacuhkan keluarga yang memberinya pekerjaan.


"Maaf, Pak Adam. Aku terlambat."


Brian mendengar dengan jelas permintaan maaf dari Catur. Laki-laki itu merasa bersalah karena terlambat. Ini berarti dia dengan sengaja datang ke sini, bukan sebuah kebetulan, atau datang ke sini karena ingin membantu Brian. Catur, datang kemari karena memang memiliki urusan dengan Adam.


"Sebenarnya, ada apa ini? Kenapa Pak Catur justru terlihat akrab dengan Adam? Kenapa dia datang ke sini untuk menemui Adam? Apa yang akan mereka lakukan di belakang keluarga Nugraha?"


Semua pertanyaan itu berkecamuk di kepala Brian. Ia terlihat sangat bingung dengan perubahan sikap Catur ini. Seingatnya, Catur masihlah pengacara keluarga Nugraha.


"Pak Catur. Kenapa Kamu datang ke sini untuk menemui Adam? Apa Kamu ingin menghianati keluarga Nugraha sekarang?" tanya Brian dengan angkuhnya.


Biasanya, Brian akan bersikap sopan kepada Catur karena laki-laki itu cukup sering membantu keluarganya untuk menyelesaikan masalah hukum yang mereka hadapi. Namun, sekarang ini Catur yang terlihat cukup dekat dengan Adam, Brian anggap sebagai sebuah penghianatan. Tidak ada lagi sopan santun untuk seorang penghianat.


"Heh." Catur mendengus. Laki-laki itu bahkan hanya melirik ke arah Brian, sama sekali tidak memiliki niatan untuk menatapnya secara langsung. Catur terlihat benar-benar merehkan Brian sekarang ini.

__ADS_1


"Sepertinya Kamu belum tahu, ya. Aku ini bukan pengacara pribadi Keluarga Nugraha. Keluarga kalian saja yang sudah terbiasa meminta bantuanku ketika tersandung masalah hukum. Aku sama sekali bukan pengacara pribadi kalian."


"Lalu, apa urusanmu mempertanyakan apa yang aku lakukan di sini. Kamu sama sekali nggak berhak ikut campur."


Catur merupakan pengacara ternama di ibukota. Firma hukum tempatnya bekerja sering menangani kasus-kasus besar dan menang. Itu membuat namanya menjadi cukup terkenal. Apalagi, firma hukum milik Catur sering juga menangani kasus perdata yang sering melibatkan badan usaha.


Keberadaan Catur, yang sering membantu Keluarga Nugraha, membuat mereka disegani di kalangan pengusaha yang ada di kota ini. Mereka tidak mau sampai menyinggung keluarga Nugraha. Ini karena keluarga Nugraha akan meminta bantuan catur untuk menangani kasus seperti ini.


Yang tidak mereka ketahui, Catur membantu keluarga Nugraha hanya untuk membantu Adam. Almarhum ayah Adam dan Catur adalah teman baik. Catur cukup sering dibantu ketika ayah Adam masih hidup. Jadi, ia ingin membalas budi dengan menjaga keluarganya.


Namun, setelah tahu apa yang Adam alami, juga Adam yang tidak mendapat warisan selayaknya, Catur tidak lagi membantu keluarga Nugraha. Jika ia ingin membalas budi, memang sudah seharusnya dia langsung membantu Adam.


Catur tidak lagi mempedulikan Brian. Ia mengajak Adam untuk segera masuk dan membicarakan mengenai urusan mereka.


Sikap Catur yang seperti ini membuat Brian mengerutkan keningnya. Ia mempertanyakan kembali tebakannya tadi, yang mengira Adam sekarang menjadi seorang sopir. Namun, kedatangan Catur membuat Brian berpikir sebaliknya.


"Jangan-jangan mobil tadi adalah mobil milik Adam. Dari mana dia mendapatkan uang untuk membelinya? Apakah Catur menyembunyikan beberapa aset milik Almarhum Kakek dan memberikannya kepada Adam?" tanya Brian dalam hati.

__ADS_1


Ini sangat mungkin terjadi. Sekarang saja, Catur terlihat dekat dengan Adam. Lalu, cara laki-laki itu memandangnya dengan tatapan meremehkan.


"Sebaiknya, aku harus menghubungi keluargaku. Mereka perlu menyelidiki Adam sesegera mungkin. Dia nampak cukup aneh akhir-akhir ini," gumam Brian.


...


"Aku nggak nyangka ternyata pengacara yang Kamu bawa adalah Pak Catur, pengacara kenamaan dari ibukota. Suatu kehormatan bagiku untuk bisa bekerja sama denganmu, Pak Catur," ucap Agnez.


"Suatu kehormatan juga bagiku bertemu denganmu, Bu Agnez. Atau aku perlu memanggilmu dengan Nyonya Wijaya, istri dari Jovian Wijaya, pengusaha kaya yang berasal dari ibu kota," ucap Catur.


Adam cukup kaget mendengarnya. Ia tidak menyangka Agnez merupakan istri dari pengusaha yang berasal dari ibu kota.


"Kalau begitu, kita langsung saja membahas mengenai kerja sama kita," ucap Catur.


Laki-laki itu langsung menilai perjanjian pengalihan kepemilikan saham di depannya. Semua klausul Catur baca dengan cukup cerat. Ia tidak mau sampai ada cela dalam perjanjian ini.


"Pernjanjian ini tidak memiliki masalah Pak Adam. Kamu bisa menanda tanganinya dengan tenang," ucap Catur setelau lebih dari dua puluh menit membaca berulang kali karena takut ada kesalah.

__ADS_1


"Terima kasih, Pak Catur," ucap Adam.


__ADS_2