Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Ke Benua Guerio (2)


__ADS_3

Airani menatap pintu besar di depannya. Perempuan itu tidak percaya melihat adanya pintu sebesar ini dibawah rumah milik Adam. Apa lagi, pintu tersebut terlihat berwarna keemasan. Airani menebak bahwa pintu ini terbuat dari emas.


"Apakah Kamu mendapatkan banyak uang dari pintu ini? Maksudku Kamu mengambil sebagian dari pintu ini dan menjualnya?" tanya Airani.


"Aku memang mendapatkan banyak uang dari pintu ini. Namun, aku sama sekali tidak mengambil sebagian besar pintu ini dan menjualnya," jelas Adam.


"Lalu, apa yang Kamu lakukan dengan pintu ini sehingga Kamu bisa mendapatkan uang?" tanya Airani penasaran.


"Aku akan memperlihatkan langsunu kepadamu," ucap Adam.


Laki-laki itu lalu menarik pelan tangan Airani. Ia lalu mengajaknya untuk memasuki pintu di depannya. Tidak lama kemudian, mereka bedua sampai lorong panjang, yang menjadi penghubung antara Planet Biru, dengan Benua Guerio.


Mata Airani melebar melihat keberadaan dunia lain di balik lorong ini. Perempuan itu tidak pernah menyangka bisa melihat hal seperti ini. Dahulu, Adam lebih siap untuk melihat hal-hal yang mungkin mustahil terjadi setelah melewati lorong itu. Namun, Airani sama sekali tidak siap dengan hal-hal semacam ini.


"Sayang, apakah aku bermimpi? Apakah ini dunia baru seperti halnya dalam novel?" tanya Airani.


"Aduh," ucap Adam setelah merasakan cubitan keras dari Airani. "Jika Kami memang ingin melihat apakah ini mimpi atau tidak, jangan cubit aku kayak gitu. Kamu masih bisa mencubit dirimu sendiri, bukan?" tanya Adam.

__ADS_1


"Tapi aku takut sakit. Karena ada Kamu, kenapa aku tidak memanfaatkanmu dengan baik," ucap Airani yang sekarang memperlihatkan senyumam lebar.


Perempuan itu cukup banyak membaca novel fantasi. Meski ia kaget, Airani bisa menerima semua ini dengan baik. Perempuan itu hanya tidak menyangka tunangannya menyembunyikan hal semenakjubkan ini.


"Karena Kamu ngerasa sakit, itu berarti tempat ini asli. Ini adalah dunia lain, bukan? Sekarang, katakan padaku seperti apa dunia ini?" tanya Airani dengan penuh keantusiasan.


Perempuan itu sudah terlebih dahulu membayangkan berbagai macam petualangan yang bisa ia lakukan di dunia baru ini. Pasti akan sangat menyenangkan melalukan penjelajahan di sini.


"Tempat ini bernama Benua Guerio. Aku belum hanyak mengenal tempat ini. Namun, ada sihir di dunia ini," jelas Adam singkat.


"Sihir! Apakah Kamu udah mempelajari sihir di dunia ini? Apakah Kamu bisa mengajariku untuk melakukan sihir?" tanya Airani.


"Aku sendiri baru mempelajari sihir. Namun, jika Kamu bisa mengumpulkan mana, lalu menyimpannya dengan baik, semua akan sangat mudah. Kamu tahu, rapalan mantra di dunia ini menggunakan Bahasa Inggris," jawab Adam.


"Apa!" seru Airani yang cukup kaget mendengar penjelasan dari Adam. Laki-laki itu tidak pernah menyangka bahwa bahasa untuk merapalkan matra di dunia ini akan semudah itu.


"Iya, itu benar," jawab Adam.

__ADS_1


"Kalau begitu, ajari aku bagaiamana cara mendapatkan mana. Ajari aku untuk menggunakan sihir," pinta Airani sembari menggoyang-goyangkan lengan Adam.


Airani benar-benar lupa tujuan awalnya datang ke tempat ini. Perempuan itu pada awalnya ingin mengetahui asal usul uang yang Adam miliki. Sekarang, dia justru ingin fokus untuk mempelajari sihir.


"Baiklah. Aku akan mengajarimu. Mari ikut aku," jawab Adam.


Jika Airani sudah bersikap seperti itu, maka dia akan terus menerus membujuk Adam dengan perilaku seperti itu agar bisa dikabulkan permintaannya. Adam benar-benar tidak bisa mengurus Airani yang seperti itu.


Sepanjang jalan menuju ke arah penginapan yang ingin Adam tuju, Airani bisa melihat tatapan ramah orang-orang di sekitarnya kepada Adam. Berberapa orang berniat mendatangi mereka. Namun, Adam selalu menolaknya dan meminta mereka menemuinya di kemudian hari karena dia masih sibuk.


"Sebenarnya, apa yang Kamu lakukan sehingga ada cukup banyak orang yang bersikap ramah kepadamu seperti ini?" tanya Airani penasaran.


"Aku berjualan barang di sini. Orang-orang tadi banyak yang beniat melakukan kerja sama denganku. Namun, aku tidak bisa menemui mereka sekarang karena ia harus menemanimu, Sayang," jelas Adam.


" Jadi, ini yang membuat Kamu memiliki cukup banyak uang? Dengan cara menjual barang di sini? Namun, apa yang Kamu jual sehingga mendapatkan uang sebanyak itu?" tanya Airani yang masih belum terjawab rasa penasarannya.


"Karena aku menjual jam tangan. Aku menjual jam tangan dengan harga ratusan hingga ribuan emas Kyra. Satu koin emas berkisar antara satu koma lima, hingga satu koma tujuh gram. Jadi, bayangkan sendiri betapa uang yang aku dapatkan dengan menjual satu buah jam tangan," jelas Adam.

__ADS_1


__ADS_2