Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Rapalan Mantra (2)


__ADS_3

Adam masih tidak bisa percaya dengan apa yang sekarang tertulis di buku miliknya. Dari yang ia dengar, bahasa yang dipakai untuk merapalkan mantra memang berbeda dengan bahasa sehari-hari yang dipakai di Benua Guerio. Jason mengatakan bahasa tersebut sangat sulit untuk dilafalkan.


Namun, bagi Adam bahasa ini sama sekali tidak sukit. Laki-laki itu tidak berani mengatakan memahami semua bahasa ini. Tetapi, ia sangat paham bahasa dasar dari bahasa yang dipakai untuk merapalkan mantra. Adam bahkan berpikir untuk membuat rapalan mantra baru dari kosa kata yang ia pahami.


"Kata siapa bahasa untuk merapalkan mantra sangat sulit. Ini sangat mudah bagiku. Aku sudah mempelajari bahasa ini semenjak SD. Setidaknya aku bisa merangkai kata untuk menciptakan mantra tanpa perlu kesusahan sedikit pun," gumam Adam.


"Tapi, kenapa bahasa Inggris? Dari semua bahasa, kenapa bahasa Inggris?"


Ya, bahasa yang dipakai untuk merapalkan mantra adalah bahasa Inggris. Ini sangat mudah bagi Adam yang berasal dari Planet Biru. Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa penghubung di antara orang yang berbeda negara dan bahasa.


Setidaknya hampir semua penduduk Planet Biru mengetahui bahasa Inggris. Meski mereka hanya bisa melafalkan satu atau dua kata.


"Tapi, gimana bisa bahasa Inggris jadi bahasa untuk melafalkan mantra? Kenapa tidak bahasa lainnya? Lalu, kenapa pula ini dipakai untuk bahasa pelafalan mantra?"

__ADS_1


Pertanyaan-pertanyaan ini berkecamuk di benak Adam. Laki-laki itu memikirkan asal muasal dari penggunaan sihir. Apakah penduduk Planet Biru dulunya juga bisa melakukan sihir? Tetapi itu sangat tidak mungkin.


Jika penduduk Planet Biru dulunya bisa melakukan sihir, pasti sekarang mereka yang sejak lahir sudah berbahasa Inggris bisa menjadi mage terhebat. Mantra yang dipakai saja mantra berbahasa Inggris.


"Ah, aku hampir melupakan kunci utama untuk sebuah sihir berfungsi. Mana. Apakah di Planet Biru sudah tidak ada lagi mana jadi mereka tidak bisa memakai sihir?" gumam Adam.


Apa pun itu alasannya, ini membuat Adam semakin yakin bahwa Planet Biru dan Benua Guerio memiliki hubungan misterius. Pintu ajaib yang ada di ruang bawah tanah rumahnya adalah contoh kongkrit bahwa kedua dunia ini terhubung. Apalagi bahasa yang dipakai untuk merapalkan sihir adalah bahasa yang cukup umum digunakan di Planet Biru.


"Mungkinkah di Planet Biru masih ada pintu-pintu lain yang menjadi portal penghubung di antara kedua dunia? Jika ini benar, ada kemungkinan bahwa bukan hanya aku saja yang bergerak bebas berpindah dari satu dunia ke dunia yang lainnya," gumam Adam.


"Jika ada pintu lain yang menjadi portal di antara dua dunia, itu berarti akan ada orang lain yang masuk ke Benua Guerio. Apakah mereka juga menjadi sainganku dalam berjualan? Ataukah mereka mengambil pekerjaan lain?" gumam Adam.


Ini adalah dunia sihir. Tidak semua orang yang masuk di dunia seperti ini berpikir untuk memulai bisnis. Mungkin sebagian dari mereka akan memilih menjadi seorang mage terhebat. Mungkin juga ada yang memilih menjadi seorang pandai besi atau keahlian lainnya.

__ADS_1


Semua itu bisa menjadi pilihan untuk seseorang yang masuk ke dunia seperti ini. Kemungkinan untuk Adam memiliki saingan juga kecil. Bahkan, ada kemungkinan tidak ada saingan sama sekali. Semua itu adalah hipotesis. Sebuah kemungkinan. Belum tentu ada yang masuk ke dunia ini selain Adam.


"Jika tahu seperti ini, aku harus lebih giat untuk mengumpulkan uang. Selagi aku bisa memonopoli pasar yang cukup besar ini. Lalu, aku juga perlu memperkuat diri untuk bersiap akan kemungkinan terburuk," gumam Adam.


Laki-laki itu lalu berkonsentrasi untuk memulai merapalkan matra pertamanya. Meski ia cukup paham dengan bahasa yang digunakan, tetapi Adam masih ingin melakukan semuanya dengan serius. Bagaimanapun juga, menggunakan sihir adalah pengalaman baru untuknya. Apalagi, tidak ada seorang pun yang membimbingnya sekarang.


"The great Fire God, lend me your power. Fire ball," ucap Adam.


Setelah berucap demikian, Adam melihat sebuah bola api muncul di telapak tangannya. Adam mengira bola api itu akan memiliki ukuran yang besar. Atau setidaknya berukuran sebesar bola tenis. Namun, bola api yang ada di tangan Adam sekarang berukuran sangat kecil. Itu hanya sebesar api yang muncul di korek api.


"Ah, kecil sekali. Aku kira bola api yang aku hasilkan akan cukup besar. Tapi, kenapa ukurannya sekecil ini? Kalo kayak gini, aku nggak bisa pake ini untuk nyerang seseorang. Palingan aku hanya akan make ini untuk menyalakan lilin atau api untuk memasak aja," gumam Adam.


"Apa ini karena mana yang aku gunakan sangat kecil sehingga bola api ini juga berukuran kecil? Ya itu mungkin aja terjadi. Di buku ini dijelaskan bahwa besar kecilnya bola api tergantung dengan besar kecilnya mana yang dipakai."

__ADS_1


"Untukku yang baru pertama kali mencoba merapalkan mantra, ini adalah hasil yang nggak terlalu buruk. Dari buku yang aku baca, seseorang baru bisa melakukan sihir pertama mereka beberapa bulan semenjak mereka belajar sihir. Yang tercepat adalah dua minggu. Dibandingkan mereka, bisa dibilang aku cukup jenius," gumam Adam membanggakan dirinya sendiri.


Meski sebenarnya Adam memiliki keunggulan karena sudah memahami bahasa Inggris dibandingkan dengan penduduk Benua Guerio, itu tidak membuat Adam berpikir dirinya tidak jenius. Setidaknya dengan memberi sugesti bahwa dirinya adalah seorang jenius, Adam bisa lebih bersemangat untuk mempelajari sihir.


__ADS_2