Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Ke Benua Guerio (1)


__ADS_3

"Kamu kenapa nggak berhenti tersenyum kayak gitu?" tanya Airani yang melihat ekspresi senang yang ada di wajah Adam. Tunangannya ini sedari tadi memasang senyum lebar di wajahnya.


Airani tahu senyum itu bukan karena Adam bertemu dengannya. Pasti ada hal membahagiakan lainnya yang membuat laki-laki itu tersenyum lebar seperti ini.


"Aku sangat senang hari ini. Apa Kamu belum mendengar jika perusahaan milik keluarga Nugraha terancam bangkrut? Beberapa proyek milik mereka terlibat masalah. Nggak hanya itu, petinggi perusahaan juga banyak yang melakukan tindak kejahatan. Mereka sekarang sudah diproses oleh kepolisian," jelas Adam.


Campur tangan Adam dalam hal ini cukuplah besar. Dengan kemampuan meretas yang ia miliki, Adam sudah mengantongi cukup banyak bukti beberapa kejahatan yang dilakukan oleh anggota keluarga Nugraha. Ia lansgung mengirimkan semua bukti-bukti itu ke kepolisian.


Tidak hanya itu, demi menutup cela untuk anggota keluarga Nugraha terlepas dari jeratan hukum, Adam juga menyebarkan bukti kejahatan mereka ke sosial media. Dengan begitu, masyarakat akan mengetahui mengenai kasus ini dan mengawalnya. Mereka juga bisa memberi tekanan ke pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.


Semua itu membuat harga saham keluarga Nugraha merosot tajam. Mungkin Genta juga memiliki andil besar dalam hal ini. Beberapa investor yang Genta kenal, menarik investasi mereka segelah tahu perusahaan tersebut bermasalah. Itu menjadi kabar bahagia untuk Adam.

__ADS_1


"Heh," dengus Airani. "Itu adalah karma untuk mereka. Mereka terlalu jahat selama ini. Tapi aku nggak nyangka juga mereka ngelakuin kejahatan sebanyak ini," ucap Airani.


Perempuan itu juga cukup kesal dengan anggota keluarga Nugraha lainnya. Mereka cukup sering melakukan perundungan terhadap Adam. Apa yang menjadi hak milik Adam, mereka ambil tanpa memikirkan nasib Adam.


Airani sama sekali tidak memiliki rasa kasihan melihat nasib keluarga Nugraha yang sekarang. Mereka sangat pantas mendapatkan ganjaran seperti ini.


"Sayang sekali perushaan kakekmu ini hancur di tangan mereka. Padahal, kakekmu sudah bersusah payah mengembangkan perusahaan ini hingga menjadi seperti ini," ucap Airani.


"Kamu? Bukannya aku nggak percaya Kamu bisa ngelakuinnya. Namun, dari mana Kamu bisa ngedapetin uang untuk ngebeli perusahaan itu?" tanya Airani sembari menyipitkan matanya.


Tunangannya ini sampai sekarang belum juga mengatakan apa pekerjaannya. Adam masih terus mengatakan bahwa pekerjaannya halal dan bisa memberinya cukup banyak uang. Ini benar-benar membuat perempuan itu penasaran.

__ADS_1


"Sebenarnya, darimana Kamu mendapatkan uang sebanyak itu, Sayang. Katakan padaku. Aku ingin Kamu menjawab jujur tanpa lagi menutup-tutupi semuanya," ucap Airani cukup serius.


Dari ekspresinya, terlihat sekali bahwa perempuan itu tidak mau berkompromi lagi. Ia akan terus menunggu sampai Adam memberikan jawaban yang benar-benar memuaskannya. Ia tidak mau Adam hanya memberi alasan bahwa pekerjaan barunya tidak bisa sebar luaskan.


Airani tidak bisa sepenuhnya mempercayai hal itu sekarang. Apalagi, setelah ia mengetahui bahwa Adam memiliki cukup banyak uang. Meski Adam belum memberi tahunya, perempuan itu juga sudah tahu bahwa tunangannya baru membeli mobil baru beberapa waktu lalu.


Tidak mungkin Adam mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu cepat dari pekerjaan barunya. Apalagi laki-laki itu sering mengatakan bahwa ini adalah uang halal. Ia perlu mencari tahu semuanya sampai tuntas.


"Hah." Adam menghembuskan napas panjangnya. "Kamu ingin tahu semuanya rupanya. Aku bisa memberi tahumu. Namun, bisakah Kamu berjanji padaku untuk tidak membocorkan rahasiaku ini kepada siapa pun?" tanya Adam.


Cepat atau lambat Airani akan sering mencurigainya. Lalu, jika ia sudah menikah dengan tunangannya ini, perempuan itu akan tahu bahwa ada masa-masa tertentu di mana Adam akan menghilang selama beberapa hari dan tidak bisa dihubungi.

__ADS_1


Karena tidak mau membuat Airani terlalu khawatir, Adam berniat memberi tahukan semuanya kepada tunangannya ini. Adam hanya perlu memperkuat dirinya. Dengan begitu, ia tidak akan lagi memiliki rasa takut akan resiko yang mungkin akan muncul di kemudian hari.


__ADS_2