
Jason menatap iri Adam yang sekarang memperlihatkan senyum lebarnya. Adam memang gagal untuk melelang barang-barang miliknya. Namun, laki-laki itu justru mendapatkan kerja sama dengan keuntungan yang lebih besar.
Semua barang yang Adam bawa dibeli langsung oleh rumah lelang milik Duke Arnold. Rumah lelang itu bahkan masih memesan cukup banyak barang dari Adam, terutama perlengkapan merias diri dan pewangi yang baru saja Adam bawa.
Dari penjualan barang-barang yang ia bawa, Adam berhasil mengantongi seratus ribu emas Kyra. Belum lagi uang muka untuk pesanan sebanyak lima puluh ribu emas Kyra. Uang yang Adam dapatkan benar-benar sangat banyak. Pendapatan Adam ini setara dengan pedagang besar yang ada di Kota Vredeburg ini.
"Kenapa Kamu terus memandangiku seperti itu, Jason? Apakah ada yang salah dengan wajahku?"
"Tidak. Aku hanya iri denganmu. Menjadi pedagang terlihat sangat mudah dan mendapatkan keuntungan yang besar. Jika saja aku memiliki modal besar sepertimu, maka hidupku akan jauh lebih tenang nyaman," ucap Jason jujur.
"Iri? Kenapa Kamu iri padaku? Aku justru yang iri padamu, Jason. Kau memiliki kemampuan sihir yang sangat hebat. Aku berharap bisa sekuat dirimu untuk bisa melindungi diri. Namun, aku sama sekali tidak memiliki kemampuan itu. Aku memang sudah belajar sihir. Sampai sekarang, jumlah mana yang aku kumpulkan tidaklah terlalu besar," jawab Adam.
Meski Adam tidak melihat secara langsung Jason bertarung, tetapi ia yakin laki-laki itu memiliki kekuatan sihir yang besar. Bisa menjadi penjaga kota sudah menjawab semua itu.
"Aku tidak sekuat itu, Tuan Adam. Jika aku hebat, maka aku tidak akan menjadi penjaga kota. Lalu, gaji seorang penjaga kota tidak terlalu besar. Satu bulannya aku hanya mendapatkan lima mana stone tingkat rendah. Itu setara dengan lima ribu emas Kyra sebulannya," jelas Jason.
"Penjaga kota baru bisa mendapatkan gaji besar jika ada perang. Akan tetapi, saat ini kondisinya sangat aman. Tidak ada perang sama sekali," imbuh Jason.
Lima ribu emas Kyra cukup besar untuk seseorang yang belum menikah seperti Jason. Akan tetapi, kebutuhan hidupnya cukup besar. Tidak hanya itu, sebagai seorang battle mage, Jason memerlukan cukup banyak ramuan untuk mendukung memperkuat diri. Dan itu tidak murah.
__ADS_1
"Lihat saja dirimu. Kau selalu membawa pulang uang puluhan ribu emas Kyra ketika datang ke Kota Red Stone. Lalu, sekarang ini Kau mendapatkan uang seratus lima puluh ribu emas Kyra. Itu setara dengan tiga puluh bulan gajiku," jelas Jason.
"Tetapi itu adalah pendapatan kotor. Bukan keuntungan bersih. Jumlah uang yang aku dapatkan tidak jauh berbeda dari pendapatanmu, Jason," bual Adam.
Tentu saja ucapan Adam ini tidak benar. Keuntungan yang ia dapatkan ketika berjualan di Benua Guerio selalu di atas sembilan puluh persen.
"Hem, bagaiamana kalau Kau berhenti bekerja sebegai penjaga kota dan memilih bekerja menjadi pengawal pribadkiku? Aku akan memberimu gaji sepuluh ribu emas Kyra. Bagaimana dengan itu?" tanya Adam.
Dari pengamatan Adam selama berinteraksi dengan Jason, ia bisa menilai bahwa laki-laki itu adalah orang baik. Ketika melihat Adam mendapatkan uang yang cukup banyak, Jason memang terlihat iri. Namun, Adam tidak melihat adanya tatapan berbeda dari Jason.
Laki-laki itu tidak memiliki niatan untuk merampok Adam. Padahal, dia memiliki kesempatan uang cukup besar untuk melakukan hal itu.
"Sepuluh ribu emas Kyra? Apa Kamu yakin akan memberikanku uang sebanyak itu? Aku bukanlah batle mage yang hebat. Masih ada yang lebih hebat lagi. Kenapa harus aku?" tanya Jason ingin memastikan.
"Bagaimana? Apakah Kamu mau bekerja padaku?" tanya Adam.
"Tentu saja aku mau. Aku tidak mau melewatkan kesempatan berharga ini. Menjadi penjaga kota cukup lama untuk menunggu kenaikan gaji. Tentu saja aku mau," ucap Jason dengan penuh bersemangat.
Adam tersenyum senang mendengar ucapan Jason. Sekarang, ia tidak perlu terlalu khawatir ketika bepergian di Benua Guerio. Ada Jason yang akan melindunginya. Ini membuat Adam berpikir untuk mencari pengawal juga dari Planet Biru.
__ADS_1
Musuh terbesarnya adalah orang-orang di Planet Biru. Paman dan bibinya pasti tidak tinggal diam setelah mereka tahu bahwa Catur sekarang bekerja padanya. Jika mereka sedikit menyelidikinya, maka paman dan bibinya akan tahu bahwa Adam yang sekarang tidak seperti Adam yang dahulu.
"Aku harus segera mencari pengawal. Lebih banyak lebih baik. Aku juga perlu mengirim seseorang untuk ngejaga Rani dari kejauhan," gumam Adam.
Tok, tok, tok.
Suara ketukan palu kayu membuat Adam dan Jason menghentikan obrolan mereka. Keduanya lalu melihat ke arah panggung di mana seorang laki-laki dengan memakai jas rapi berdiri di sana. Adam langsung menaikkan sebelah alisnya melihat hal ini. Ia tidak menyangka pemimpin lelang di ruangan ini akan memakai jas seperti itu.
Adam merasa tidak pernah menjual jas ini kepada rumah lelang milik Duke Arnold ini. Ia juga tidak menitipkan jas ini pada Guild Merchant. Kemungkinan besar, jas ini dipinjamkan oleh salah satu bangsawan di Kota Res Stone. Atau mungkin jas mereka dibeli oleh rumah lelang ini.
Meski suasana sudah tidak segaduh sebelumnya, Adam masih mendengar bisik-bisik kecil dari peserta lelang lainnya. Mereka terdengar membicarakan mengenai pakaian yang dipakai oleh pemimpin lelang.
"Tuan dan Nyonya yang terhormat. Aku Bucho, pemimpin lelang kali ini. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa pakaianku ini sangat berbeda dari pakaian yang biasa aku pakai. Ini adalah pakaian yang dijual oleh Tuan Adam, pedagang dari negeri yang jauh."
"Sekarang ini, Rumah Lelang Vredeburg ini akan menjadi penjual resmi barang-barang dari Tuan Adam. Jika kalian ingin melihat barang-barang unik lainnya, kalian bisa pergi ke lantai tiga untuk melihat barang-barang dari negeri yang jauh, yang kami jual," jelas Bucho.
Bisik-bisik yang ada di sekitar Adam terdengar lebih intens lagi daripada sebelumnya. Mereka sudah tidak sabar untuk keluar dari ruangan lelang ini, untuk melihat barang-barang dari negeri yang jauh, yang dijual di lantai tiga.
Pakaian-pakaian dan beberapa barang sederhana yang dijual di Guild Merchant saja sudah terlihat sangat menarik. Jika Rumah lelang Vredeburg ini memiliki koleksi lengkap, maka mereka bisa menemukan barang unik yang lebih banyak lagi.
__ADS_1
"Sekarang, mari kita mulai lelang kali ini," ucap Bucho.
Orang-orang yang sebelumnya berniat pergi, terpaksa mengurungkan niat mereka. Lelang kali ini lebih penting daripada melihat barang-barang di lantai tiga mereka hanya berharap barang yang dijual di sana belum habis ketika mereka datang.