
Sebuah senyum lebar terlihat menghiasi wajah Adam. Laki-laki itu cukup senang dengan jumlah emas yang ia dapatkan dari kunjungannya ke Benua Guerio. Kenalannya dari bangsawan Kota Red Stone juga bertambah banyak.
Apalagi, ia sudah membuat perjanjian kerja sama dengan Guild Merchant untuk menjual barang-barangnya kepada mereka. Yang perlu Adam lakukan hanyalah mengirimkan barang ke mereka dan menerima pembayaran.
Meski uang yang ia dapatkan lebih sedikit dari biasanya, itu tidak menjadi masalah besar untuk Adam. Tidak semua barangnya ia serahkan kepada Guild Merchant untuk dibantu menjual. Penjualan jam tangan, masih ia tangani sendiri.
Yang membuat Adam tersenyum bahagia bukan hanya besarnya uang yang ja dapatkan. Tadi lagi, setelah kembali dari Benua Guerio, laki-laki itu mendapatkan telepon dari Firza. Rupanya, Agnez ingin bertemu dengan Adam dan membicarakan pembahasan mereka yang tertunda.
Meski Firza tidak menyatakan dengan jelas, Adam bisa menebak kemungkinan besar Agnez sudah setuju untuk menjual beberapa saham perusahaan jam tangannya kepada Adam. Ini adalah kepemilikan perusahaan pertama milik Adam. Meski ia bukan menjadi pemenang saham terbanyak, rasa senangnya tidak dibendung.
Semua orang pernah memiliki langkah awal bukan? Adam bercita-cita memiliki cukup banyak perusahaan. Jadi, perusahaan jam ini akan menjadi batu loncatan untuk mencapai cita-citanya tersebut.
"Berapa persen saham yang akan aku dapatkan dengan uang enam miliar? Apakah itu sedikit? Apakah itu banyak? Apa aku perlu menjual emas yang aku miliki dan membeli lebih banyak saham?" gumam Adam yang mulai memikirkan pertemuan yang akan ia lakukan nanti.
__ADS_1
Ketika Adam sibuk memikirkan hal itu, ia tidak sadar bahwa mobilnya sudah sampai di tempat pertemuan. Kali ini, Agnez tidak mengajak Adam bertemu di kantor. Perempuan itu memilih sebuah restoran yang memiliki ruangan privat sebagai tempat pertemuan mereka.
Restoran ini terlihat cukup ramai ketika Adam datang. Parkiran yang ada di sana sudah hampir dipenuhi oleh mobil pelanggan. Dari sudut matanya, Adam melihat satu ruang parkir kosong yang cukup untuk mobil miliknya.
Ketika Adam hampir membelokkan mobilnya memasuki ruang kosong tersebut, sebuah mobil sport tiba-tiba berhenti di depan mobil milik Adam. Sepertinya pemilik mobil tersebut berniat mengambilnya tempat kosong ini sebagai tempat parkirnya.
Melihat hal itu, Adam langsung mengerutkan keningnya. Laki-laki cukup kesal dengan pemilik mobil sport tersebut. Jelas-jelas Adam yang lebih dahulu sampai. Sebagian roda Adam sudah memasuki ruang parkir tersebut. Namun, pemilik mobil sport tersebut justru ingin menyerobot.
Adam hanya diam dan tidak memiliki niatan untuk memundurkan mobilnya. Mobil sport di depannya juga memiliki niatan yang sama. Tidak ada satu pun di antara mereka yang mau mengalah.
Tidak lama kemudian, pemilik mobil sport tersebut keluar dari mobilnya. Wajahnya nampak memerah karena amarah.
Adam cukup kaget melihat wajah dari pengemudi mobil sport tersebut. Ternyata ini adalah orang yang ia kenal. Itu adalah Brian, sepupunya yang sering membuat masalah dengannya. Sepertinya mobil yang Brian kendarai ini adalah mobil baru. Adam sama sekali tidak mengenali mobil ini dari koleksi mobil yang sepupunya itu miliki.
__ADS_1
Adam lalu melihat Brian datang mendekati mobilnya. Sepertinya laki-laki itu berniat untuk mengajaknya bicara. Jika seperti ini, mau tidak mau Adam harus keluar dari mobilnya. Brian bukanlah orang yang akan tinggal diam saja jika ada orang yang mengganggunya. Dia pasti akan memaksanya keluar untuk "membicarakan" perkara lahan parkir ini.
"Ternyata itu Kamu, Adam?" ucap Brian tidak bisa menutupi kekagetannya melihat kemunculan Adam dari dalam mobil. Laki-laki itu tidak menyangka orang yang berebut lahan parkir dengannya adalah Adam.
"Emangnya kenapa jika ini bukan aku, Brian? Apakah Kau akan meminta orang itu untuk mundur dan membiarkanmu mengambil tempat parkir ini? Jangan mimpi! Aku nggak akan ngasih lahan parkir ini padamu. Cari tempat parkimu sendiri. Aku yang lebih dulu di sini," jelas Adam sembari menujuk mobilnya yang sudah memasuki lahan parkir tersebut.
"Kurang ajar sekali Kau memintaku untuk mencari tempat parkir lain. Ini adalah lahan parkir yang sudah aku pilih. Ini cukup pas untuk mobil sport milikku. Apa Kamu nggak tahu kalo ini mobil mahal? Aku membelinya seharga delapan miliar," jelas Brian.
"Jika Kamu sampai menggores mobil milikku, maka biaya perbaikannya cukup mahal. Aku yakin Kamu tidak akan pernah mampu membayar kerugian untuk kerusakan mobilku. Bahkan, rumah yang hampir roboh milikmu itu, tidak bisa membayar biaya perbaikan mobil ini jika rusak," lanjut Brian.
"Jadi, singkirkan mobil but ...." Brian tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Laki-laki itu baru menyadari sesuatu. Adam ke restoran ini dengan memakai sebuah mobil. Dari yang ia lihat, ini adalah salah satu mobil keluaran terbaru.
Apakah ini mobil milik Adam? Tetapi itu sangat tidak mungkin. Dari mana Adam memiliki uang sebanyak itu untuk membeli mobil ini?
__ADS_1
Apakah Adam mendapatkan warisan lain dari Almarhum Kakeknya yang tidak keluarga besarnya ketahui? Tetapi itu juga tidak mungkin. Ayahnya dan saudaranya yang lain sudah memastikan harta milik Kakek mereka. Tidak mungkin ada yang terlewat dalam penyelidikan yang keluarga besarnya lakukan.
"Apakah Adam menjadi seorang supir sekarang? Ya itu sangat masuk akal. Nggak mungkin Adam punya uang buat beli mobil. Pasti dia dapet kerjaan untuk jadi sopir," gumam Brian.