Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Tamparan Untuk Brian (1)


__ADS_3

"Kenapa api ini cukup aneh sekali. Sudah cukup banyak alat pemandam api ringan yang digunakan. Tetapi, api ini tidak kunjung padam," ucap Firza.


"Aku juga tidak tahu. Mungkin pemilik mobil itu memiliki dosa yang sangat besar sehingga apinya tidak bisa dipadamkan semudah itu," jawab Adam asal.


Laki-laki itu melihat mobil sport milik Brian sudah terbakar habis. Jika apinya padam sekali pun, yang tersisa hanya kerangkanya. Tepat ketika mobil pemadam kebakaran datang, Adam mengontrol api itu dari jauh dan memadamkannya. Itu membuat kehebohan lagi di antara mereka yang melihat.


"Pak Firza. Sebaiknya kita kembali masuk. Api di mobil itu sudah padam. Tidak ada yang bisa ditonton lagi. Lalu, mobil kita juga sudah diamankan, sudah berada jauh dari mobil yang terbakar bukan?" imbuh Adam.


"Ah, iya. Nggak ada yang bisa kita liat di sini. Sebaiknya kita kembali masuk. Kita masih belum menyelesaikan penandatanganan perjanjian peralihan kepemilikan saham," jawab Firza.


Ketika mereka akan masuk kembali ke restoran, seseorang sudah menghadang mereka. Penampilan laki-laki itu terlihat berantakan. Rambutnya terlihat acak-acakan. Kemejanya juga sudah tidak terlihat rapi lagi.


"Ini pasti perbuatanmu bukan? Aku yakin, Kamu adalah orang yang membakar mobilku bukan?" ucap laki-laki yang menghadang Adam dan Firza. Laki-laki itu adalah Brian. Matanya nampak sangat merah sekarang.


"Jangan seenaknya menuduhku seperti itu, Brian. Apa buktinya jika aku yang membakar mobilmu? Jangan memfitnah aku yang tidak bersalah seperti itu. Ketika mobilmu terbakar, aku sedang makan di dalam restoran. Gimana bisa aku membakar mobilmu," ucap Adam.


Selama tidak ada bukti, tidak ada yang bisa mengatakan bahwa Adam adalah orang yang membakar mobil milil Brian. Meski sebenarnya memang Adam lah pelakunya. Laki-laki itu sangat yakin bisa terbebas dari segala tuntutan karena tidak ada bukti.


"Sebelum ini aku memiliki konflik denganmu, bukan? Aku yakin Kamu adalah pelakunya. Jangan pergi, aku sudah memanggil polisi dan mengurus semua ini dengan mereka. Kamu harus ikut mereka untuk mengikuti pemeriksaan," ucap Brian setengah berteriak.

__ADS_1


Mobil itu baru satu minggu ia miliki. Brian menghabiskan seluruh tabungannya untuk membeli mobil tersebut. Bahkan, ia memakai uang proyek untuk mencukupi kekurangannya. Sekarang, mobil yang ia bangga-banggakan itu justru terbakar habis tidak bersisa. Tentu saja Brian perlu mencari seseorag untuk dikambing hitamkan.


"Maaf, Pak. Anda jangan menuduh orang sembarangan. Sedari tadi Pak Adam bersamaku di dalam restoran. Ia sama sekali tidak keluar, selain tadi memindahkan mobil bersamaku. Kami keluar pun ketika mobilmu sudah terbakar. Jadi, tolong jangan menuduh orang sembarangan, Tuan," ucap Firza membela Adam.


Sedari tadi Adam bersama dengannya. Jika laki-laki ini menuduh Adam membakar mobilnya, itu sama saja mengatakan bahwa dirinya dan Agnez juga ikut terlibat karena mereka bersama.


"Jangan membelanya kayak gitu. Apa Kamu nggak tahu siapa aku? Aku bisa membuat hidupmu berantakan jika Kamu ikut campur. Ini urusanku dengan cecunguk ini. Dia harus ikut ke kantor polisi karena apa yang ia lakukan," teriak Brian.


Teriakan Brian ini membuat beberapa orang yang ada di sana kembali berkumpul untuk melihat drama kecil ini. Mereka tidak menyangka pemilik mobil langsung menuduh seseorang sudah membakar mobilnya seperti ini.


"Maaf, Pak. Tapi mobilmu terbakar sendiri. Tidak ada yang mendekati mobil milikmu," ucap satpam yang ada di sana.


"Mobilmu adalah mobil bagus. Aku mengawasinya dengan baik karena takut terjadi sesuatu pada mobilmu. Selama mobilmu terparkir, tidak ada yang mendekati mobilmu. Dari awal Kamu memarkirkan mobil itu, hingga waktu pertama kali api diketahui, itu terpaut waktu setengah jam, Pak."


"Jadi, sangat tidak mungkin ada yang membakar mobilmu. Aku ada bukti rekaman kamera pengawas jika Kamu tidak percaya, Pak," ucap satpam tersebut.


Jika ia tidak membela Adam, itu sama saja dengan dirinya mendukung ucapan Brian bahwa mobilnya dibakar oleh orang lain. Sebagai satpam di restoran ini, sedikit banyak ia akan ikut disalahkan karena tidak menjaga tempat ini dengan baik.


Jadi, demi menjaga dirinya sendiri, satpam tersebut perlu mengatakan bahwa mobil Brian terbakar dengan sendirinya. Tidak ada yang membakar mobil itu.

__ADS_1


"Dia ini siapa? Kenapa dia angkuh sekali seperti itu? Orang lewat langsung di tuduh membakar mobilnya seperti itu. Lalu, satpam tadi juga mengatakan bahwa tidak ada yang mendekati mobilnya. Jadi, bagaimana bisa dia menuduh orang lain membakar mobilnya."


"Kayak Kamu nggak tahu aja. Anak orang kaya ya kayak gitu semua. Mereka sering berbuat seenaknya sendiri karena merasa sangat kaya dan bisa menyelesaikan semua permasalahan dengan uang."


"Jika nggak salah, dia itu anak dari Pak Ferdinan, bukan? Ferdinan dari BSK Group."


"Ah, benar. Aku nggak nyanga keluarga dari BSK Group berbuat semena-mena seperti ini. Padahal, dulu pemimpin mereka sangatlah baik dan rendah hati."


Ucapan demi ucapan dari orang di sekitar mereka terdengar jelas di telinga Brian. Laki-laki itu tidak menyangka bahwa orang-orang ini justru menyalahkannya dan tidak ada yang membela. Ketika Brian ingin memarahi orang-orang ini, ia melihat kedatangan seseorang yang ia kenal.


Dengan adanya orang ini, Brian sangat yakin bisa memberi pelajaran kepada orang-orang ini. Bahkan, ia bisa memenjarakan Adam selama beberapa bulan dengan bantuan orang ini. Brian langsung melangkahkan kakinya menyambut laki-laki tersebut.


"Pak Catur," sapa Brian.


Laki-laki yang Brian panggil dengan Catur itu tidak memiliki niatan berhenti setelah mendengar sapaan Brian. Dia bahkan langsung melewati Brian tanpa memberi respon apa pun, seolah-olah menganggap tidak ada Brian di sana.


Catur langsung berhenti di samping Adam. Laki-laki itu langsung memberikan sebuah senyuman kepada Adam.


"Maaf, Pak Adam. Aku terlambat," ucap Catur.

__ADS_1


__ADS_2