Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Kemarahan Adam (4)


__ADS_3

"Aku tidak menyangka Kamu akan membuang uang sebanyak itu, Pak Adam. Padahal, Kamu bisa menginvestasikan uang tersebut supaya mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Namun, Kamu justru menggunakannya untuk hal yang seperti ini," ucap Genta, manager investasi yang Catur kenalkan.


"Itu tidak akan berpengaruh besar pada keuanganku, Pak Genta. Anda tenang saja," jawab Adam yang nampak santai.


Laki-laki itu kini tengah memandangi layar laptop miliknya. Di sana, sudah ada grafik mengenai perkembangan harga saham dari perusahaan keluarga Nugraha. Harga yang ada di sana semakin lama semakin turun. Jika ada yang menjual saham, Adam langsung membelinya. Tidak lama kemudian, ia akan menjual kembali dengan harga yang sangat murah.


"Tenang? Kamu yakin menyuruhku tenang? Dari uang seratus lima puluh miliyar yang Kamu gunakan, sekarang tersisa seratus dua puluh miliyar. Dalam waktu sesingkat ini, Kamu sudah kehilangan uang tiga puluh miliyar."


"Semua itu membuatku, yang merupakan manager investasimu, merasa gagal dalam mengatur keuanganmu, Pak Adam. Seharusnya aku memberimu arahan, untuk mengatur keuanganmu agar keuanganmu menjadi sehat," jelas Genta.


Adam hanya tersenyum tipis setelah mendengar ucapan Genta. Jika ini adalah Adam yang sebelumnya, Adam yang belum mengetahui keberadaan pintu ajaib di bawah tanah, maka ia tidak akan pernah mengambil keputusan seperti ini.


Tiga puluh miliyar memang bukanlah angka yang kecil. Jika itu diinvestasikan, keuntungannya bisa menghidupi seseorang bahkan hingga keturunannya, meski orang itu tidak bekerja sekali pun.


Namun, Adam yang sekarang tidak terlalu menganggap tiga puluh miliyar sebagai uang yang banyak. Sekarang ini, ia bisa mendapatkan cukup banyak uang dalam sekali kunjungan ke Benua Guerio.


Kerja sama yang akan ia lakukan dengan Marco pun akan memberinya keuntungan yang lebih besar lagi. Asalkan Adam bisa membuat keluarga Nugraha, yang selama ini sudah menindasnya sengsara, berapa pun biayanya, Adam akan melakukan itu.

__ADS_1


"Pak Genta, Kamu tidak perlu mengkhawatirkan mengenai hal ini. Keadaan perekonomianku akan tetap baik-baik saja. Lagi pula, bukannya aku udah ngasih Kamu uang dua puluh miliyar untuk Kamu kelola. Aku masih memiliki uang itu meski semua uangku ini hilang sekali pun."


"Aku sangat mengingkan melihat kehancuran bisnis keluarga Nugraha itu. Ketika mereka terpojok, maka aku akan muncul untuk menjadi pemilik perusahaan keluarga Nugraha itu," jelas Adam.


Adam memang ingin menghancurkan bisnis keluarga Nugraha. Namun, laki-laki itu tidak benar-benar ingin bisnis keluarga itu hancur. Bagaimanapun juga, perusahaan itu adalah perusahaan yang dibangun oleh almarhum kakeknya. Tidak hanya itu, mendiang kedua orang tua Adam juga berkontribusi atas berkembangnya perusahaan tersebut.


Jadi, Adam tidak mau hasil kerja keras orang-orang yang ia sayangi, hancur begitu saja. Adam hanya ingin mengambil alih perusahaan tersebut dari paman dan bibinya.


"Tapi kenapa Kamu menggunakan cara yang seperti ini, Pak Adam? Kamu bisa menyerahkan semuanya padaku. Aku akan mengurusnya supaya Kamu menjadi pemegang saham terbesar di perusahan keluarga Nugraha. Kenapa Kamu membuang uang sebanyak itu," ucap Genta.


Sebuah seringai langsung terlihat menghiasi wajah Adam. "Karena aku ingin menyiksa mereka terlebih dahulu. Aku ingin mereka saling sikut dan menjatuhkan satu sama lain. Jika aku menjadi pemegang saham tertinggi, aku memang memiliki kekuasaan yang besar."


"Dengan begitu, tidak akan ada lagi anggota keluarga Nugraha di perusahaan itu selain aku," jelas Adam.


Awalnya, Adam ingin melakukan semua ini dengan cara yang Genta usulkan. Ia akan mengambil alih perusaan keluarga Nugraha itu dari paman dan bibinya secara perlahan. Namun, pembakarwn mobilnya membuat Adam benar-benar marah.


Laki-laki itu tidak bisa tinggal diam dan membiarkan keluarga Nugraha yang lain kembali menindasnya. Adam sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi diam seperti sebelum-sebelumnya.

__ADS_1


"Kamu ini! Aish, terserah Kamu saja lah. Ini juga uang-uangmu sendiri. Kamu bebas menggunakannya utnuk apa pun yang Kamu mau," ucap Genta pada akhirnya. Laki-laki itu sebenarnya masih tidak rela Adam membuang-buang uangnya seperti ini.


Namun, Genta hanya memberikan saran saja mengenai investasi keuangan untuk Adam. Laki-laki itu juga bertanggung jawab akan beberapa uang Adam yang titipkan untuk dikelola. Untuk uang seratus lima puluh miliyar ini, Adam sudah mengatakan bahwa Genta tidak akan dimintai pertanggung jawaban jika ada kerugian.


"Kamu tidak perlu sesedih itu, Pak Genta. Aku akan memberikan uang seratus miliyar dalam dua minggu ke depan untukmu. Kamu bisa mengelola uang itu sepuasmu, aku tidak akan ikut campuran mengenai pengelolaannya," ucap Adam.


Beberapa hari ke depan Adam akan menghabiskan lebih banyak waktunya di Planet Biru. Ia ingin melihat bagaiamana anggota keluarga Nugraha lainnya pontang panting mengurusi masalah yang ia buat. Laki-laki itu belum puas jika belum melihat mereka hancur. Keluarga Nugraha sendiri yang memaksa Adam melakukan hal ini.


Mata Genta langsung berbinar mendengar ucapan Adam. Laki-laki itu tidak menyangka Adam akan mempercayakan uang sebanyak itu kepdanya. Genta sebenarnya memiliki banyak rencana investasi yang bisa membawa keuntungan yang besar.


Namun, selama ini clientnya, yang mempercayakan uang mereka kepada Genta, tidak ada yang menitipkan uang dengan nominal besar. Mereka hanya menitipkan beberapa miliyar saja. Itu membuat Genta tidak bisa menggunakan seluruh kemampuannya karena terkendala modal.


"Benarkau itu, Pak Adam? Kamu akan mempercayakan uang sebanyak itu kepadaku?" tanya Genta ingin memastikan.


"Ya. Paling cepat dua minggu lagi Kamu bisa menerima uang tersebut, Pak Genta. Namun, jika Kamu bisa membantuku membuat keluarga Nugraha bangkrut lebih cepat, maka Kamu bisa menerima uang itu lebih cepat lagi," jelas Adam.


"Sungguh! Kalau begitu, aku akan meminta bantuan temanku. Beberapa dari mereka masih memiliki hutang budi padaku. Aku yakin mereka bisa membantuku untuk membuat perusahaan semacam perusahaan keluarga Nugraha bangkrut lebih cepat," jelas Genta.

__ADS_1


Genta jelas tidak sabar melaksanakan semua rencana investasi yang sudah lama ia susun. Jadi, mendengar Adam bisa memberikan uang itu lebih cepat, tentu saja ia tidak akan melewatkannya.


__ADS_2