
"Apa kalian bisa memproduksi jam tangan perempuan? Aku ingin kalian membuatkan jam tangan perempuan untukku. Kalau bisa, kalian meyiapkan tempat agar jam tangan itu bisa dipasangi gambar yang berbeda untuk setiap jam tangannya," jelas Adam.
Dion cukup kaget mendengar permintaan Adam yang satu ini. Dia ternyata ingin memesan jam tangan perempuan dan bukan meminta hadiah tambahan selain potongan harga. Dion cukup malu pada dirinya sendiri karena sudah menyimpulkan sesuatu, meski itu belum terlihat kebenadannya.
"Setidaknya akan ada seratus hingga dua ratus pesanan jika kalian bisa melakukan ini. Mungkin setelahnya akan ada pesanan lagi. Ini bukan hanya satu waktu. Lebih bagus lagi kalo kalian bisa ngeluarin lebih dari satu model. Harganya lebih mahal pun nggak masalah buatku," lanjut Adam.
Para bangsawan itu sangat berharap memiliki sesuatu yang tidak pasaran. Mereka bahkan rela membayar dua hingga tiga kali lipat dari harga jam tangan normal yang sudah Adam tetapkan. Jadi, harga tidak terlalu masalah untuk Adam.
"Seratus hingga dua ratus jam tangan? Apa Kamu yakin dengan ucapanmu ini?" tanya Dion tidak percaya.
"Ya. Apakah itu terlalu dikit buat memenuhin jumlah minimal pemesanan jam tangan kustom?" tanya Adam ingin memastikan.
Adam tahu tidak semudah itu meminta perusahaan Dion membuatkan jam tangan kustom untuknya. Perlu adanya pembuatan desain, penyesuaian ukuran diameter jam, lalu mesin jam tangannya. Semua riset untuk membuat jam tangan baru tidaklah murah.
Kemungkinan besar jika Adam ingin dibuatkan pesanan kustom, maka ia harus memesan dalam jumlah yang sangat banyak. Seratus atau dua ratus jam tangan untuk setiap desain Adam rasa kurang dari cukup untuk memenuhi semua biaya yang perlu dikeluarakan.
"Itu ...." Dion tidak bisa menjawab pertanyaan Adam yang satu ini. Laki-laki itu saja bingung jawaban apa yang harus ia berikan kepada Adam.
"Sebenarnya, ini bukan wewenangku untuk memberimu keputusan. Kamu tahu, aku hanya manager gudang. Aku masih memiliki sedikit wewenang untuk menjual jam yang ada di sini kepadamu dan memberikan sedikit potongan harga," jelas Dion.
"Jika Kamu bersunggung-sungguh dengan ucapanmu ini, aku akan menghubungi rekanku. Dia yang lebih berwenang untuk membuat keputusan mengenai hal ini," lanjut Dion.
__ADS_1
"Seperti itu rupanya. Apakah Kamu bisa menghubungi orang itu sekarang Pak Dion? Jika dia nggak sibuk, apakah aku bisa bertemu dengannya sekarang?" tanya Adam.
Jika ia bisa menyelesaikannya dalam sehari ini. Itu lebih baik. Adam hanya perlu menunggu sebentar dan mulai mendiskusikan kerja sama mereka. Lalu, sembari menunggu jam tangan kustomnya dibuat, Adam berniat membeli cukup banyak perlengkapan kosmetik.
Penjualan pewarna bibir yang cukup cepat membuat Adam sadar masih ada beberapa lain yang berharga, selain jam, yang bisa ia jual laris di Benua Guerio. Lalu, Adam masih berfokus menjual barang miliknya di Kota Red Stone.
Masih banyak kota serta kerajaan lain di Benua Guerio yang belum Adam kunjungi. Ini berarti, Adam masih bisa menjual lebih banyak lagi barang dan mengumpulkan kekayaan.
"Baiklah. Aku akan menghubungi dia. Tunggu sebentar Pak Adam," ucap Dion.
Dion lalu beranjak dari tempat duduknya untuk melakukan panggilan. Lima menit kemudian, ia kembali ke tempat Adam berada. Dion mengangguk pelan ke arah Adam. Sebelum laki-laki itu berbicara pun, Adam bisa menebak bahwa ia bisa bertemu dengan orang yang memiliki wewenang dalam hal ini hari ini juga.
"Tidak masalah, Pak Dion."
Menunggu lima belas menit tidak menjadi masaah untuk Adam. Namun, orang yang Dion maksud ternyata datang lebih awal dari yang Dion katakan. Baru tujuh menit menunggu, seorang laki-laki mendatangi mereka.
"Pak Adam, kenalkan ini Firza. Firza ini Pak Adam," ucap Dion memperkenalkan mereka berdua. "Adam." "Firza."
"Jadi, apakah benar yang aku dengar itu, bahwa Pak Adam ingin memesan seratus sampai dua ratus jam tangan kustom?" tanya Firza.
"Ya. Aku ingin jam tangan yang memiliki ruang kecil untuk menempatkan gambar kustom. Setiap jam tangannya kemungkinan besar memiliki gambar yang berbeda satu sama lain. Jadi, aku berpikir dengan membuat ruang kecil untuk menaruh gambar, itu lebih baik," jelas Adam.
__ADS_1
"Entah ini sebuah kebetulan atau memang ini rezeki besar untuk kami, sekarang kami memiliki apa yang Pak Adam inginkan," ucap Firza.
Firza kemudian mengeluarkan beberapa kertas dari map yang ia bawa. Ternyata kertas-kertas yang dia keluarkan adalah desain baru dari jam tangan. Ada lima jam tangan berbeda. Namun, Adam bisa melihat kelimanya memiliki desain yang sama satu sama lain. Ada ruang kecil yang cukup untuk menaruh sebuah gambar di sana.
"Apakah ada di antara jam tangan ini yang cocok dengan keinginan Pak Adam? Kebetulan, lusa jam tangan ini akan mulai diproduksi. Kemungkinan besar minggu depan akan ada jam tangan yang sudah selesai diproduksi," jelas Firza.
"Ini benar-benar seperti yang aku inginkan. Aku nggak nyangka kalian juga ngeluarin jam tangan perempuan. Aku kira kalian hanya fokus dengan jam tangan laki-laki aja."
"Kami masih memprioritaskan jam tangan laki-laki. Akan tetapi, kami juga akan membuat jam tangan perempuan meski desainnya tidak terlalu banyak. Beberapa jam tangan pasangan juga masih dalam proses desain untuk saat ini," jelas Firza.
"Jika dalam sekali pembelian aku membeli seratus jam tangan, berapa potongan harga yang bisa kalian berikan padaku?" tanya Adam. Laki-laki itu berharap bisa mendapatkan potongan harga sebanyak mungkin agar keuntungannya bisa lebih maksimal.
"Jam tangan ini sudah diputuskan. Untuk jam tangan desain satu, memiliki harga satu juta delapan ratus. Desain dua memiliki harga tiga juta. Desain tiga memiliki harga lima juta delapan ratus. Untuk desain keempat memiliki harga dua juta sembilan ratus. Dan terakhir memiliki harga dua juta lima ratus," jelas Firza.
"Apakah semua itu adalah harga setelah potongan harga?" tanya Adam.
"Tentu saja tidak. Itu adalah harga eceran yang sudah kami tetapkan. Aku tidak tahu akan Anda gunakan untuk apa jam tangan itu nanti. Jika Anda ingin menjualnya kembali, maka Anda tidak boleh menjualnya melebihi harga itu," ucap Firza.
"Ini adalah permintaan kami. Lalu, untuk harga jual kelada Anda, aku bisa memberilan potongan harga sepuluh persen. Ini adalah potongan harga maksimal yang bisa aku berikan, Pak Adam," lanjut Firza.
"Itu tidak masalah. Kita perlu mencari keuntungan bukan? Namun, apakah kalian menerima pembayaran dengan menggunakan emas murni?" tanya Adam, yang suaranya terdengar semakin kecil.
__ADS_1