My Annoying Chef

My Annoying Chef
Chapter 13


__ADS_3

Waktu memasak sudah dimulai. Seluruh kontestan tampak serius bergelut dengan perkakas dapur, juga bahan-bahan masakan yang mereka ambil dari pantry.


Loka berjalan mengelilingi setiap bench seperti biasa, pun dengan Alia juga Andrew, mereka memantau setiap peserta yang kali ini dibiarkan berkreasi dengan masakan andalan mereka sendiri. Ada yang sibuk memotong daging, mencuci ikan, mengupas bawang, memotong tomat, dan menumis bumbu.


"Halo Chef?" Salah satu dari mereka menyapa, saat Loka berhenti tepat di hadapannya.


"Hemm, … masak apa kamu?" Loka langsung bertanya, dengan raut wajah serius seperti biasa.


"Nasi goreng sambal kecombrang, Chef!" Katanya.


Loka diam sebentar, dia membayangkan bagaimana rasanya nasi goreng kecombrang. Sebelum akhirnya dia menatap kontestan yang tengah sibuk itu.


"Nasi goreng kecombrang? Gimana itu?"


"Eeee, … jadi aku kaya bikin sambal kecombrang gitu. Cabe rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, di kasih sedikit kemiri dan irisan bunga kecombrang, terus aku haluskan, lalu di tumis dan setelah tidak bau langu baru di masukan nasinya."


Loka tampak memicingkan mata.


Sehingga membuat sang kontestan salah tingkah. Awalnya dia beraksi dengan penuh percaya diri, tiba-tiba saja nyalinya menciut hanya karena melihat tatapan dari Loka.


"Gimana? Enak?" Pria itu bertanya.


Sang kontestan tersenyum, tanpa menjawab sepatah katapun.


"Eeeee, … Baru ide Chef. Belum pernah masak." Katanya sambil tersenyum malu.


Loka menjengit, ekspresi heran jelas pria itu langsung perlihatkan. Apalagi saat Loka tidak mendapati adanya hewan atau semacamnya untuk melengkapi maskan dari kontestan tersebut.


"Kamu belum pernah memasaknya? Belum pernah coba juga? Tapi berani bawa masakan ini ke galeri? Di hidangkan untuk saya, Chef Andrew dan Chef Alia?" Loka menatapnya tajam.


"Berani sekali kamu ini!" Loka teraenyum miring.


"Semoga bisa Chef!" Dia berusaha menyemangati dirinya sendiri.


"Terus kamu mau ngasih kami masih polos gitu aja? Nggak mau ngasih sayuran sama ikan atau apa gitu?" Loka dengan ketus.


Peserta itu menepuk jidatnya dengan keras.

__ADS_1


"Astaga, saking fokusnya sama kecombrang, aku sampe lupa." Dia bermonolog.


Lalu berlari ke arah pantry, dimana semua bahan masakan ada disana.


Dia memasukan kedua tangannya pada saku celana, lalu kembali memantau peserta yang lain. Dan entah mengapa, perhatiannya tertarik pada Andrew, yang saat ini berdiri di samping bench Farah, seraya meniup-niup sesuatu yang ada di dalam sendok yang Farah berikan.


"Silahkan si test rasa, Chef!" Farah tersenyum manis.


Ekspresi Andrew terlihat sedikit berbeda. Ada senyuman yang tertahan, dan Farah berharap itu adalah sebuah kabar baik.


"Kamu masak apa?" Loka tiba-tiba bertanya.


Entah kenapa rasanya tidak tahan untuk tetap berusaha acuh dari Farah. Apalagi penampilannya hari ini terlihat begitu cantik.


Rambunya di belah dua, dengan kepangan di setiap sisinya. Memakai kemeja biru muda motif garis-garis, yang dia biarkan beberapa kancing bagian atas terbuka, sehingga sebuah kalung yang melingkar di leher jenjangnya terlihat jelas. Di padukan dengan celana legging san sepatu sport.


Terlihat tomboi, namun tidak menghilangkan pesona kecantika dari gadis itu sendiri.


"Aku mau bikin semacam sei sapi gitu, Chef!" Farah terlihat sibuk.


Dia terus mengaduk nasi yang ada di dalam panci, tak lupa beberapa kali memeriksakan oven, dimana daging sapi miliknya di panggang di dalam sana.


Loka menatap rekan kerjanya diam-diam. Dan sesuatu terasa menggangu di dalam dada sana, sedikit tidak suka, tapi dirinya pun bingung apa yang membuat perasaan itu muncul.


"Jangan sembarang! Kecombrang disini harus menjadi kondimen utama." Loka menyindir.


"Dia sudah tahu!" Andrew membela.


"Sambal ini yang akan di satukan nanti dengan sei sapinya. Jika peserta lain membuat sambal hanya untuk cocoklan, … Farah justru menyatukan semuanya."


Loka menatap sebuah mangkuk berukuran sedang. Dimana terdapat sebuah bumbu halus di dalamnya, dengan warna yang sangat cantik.


Tanpa banyak bertanya Loka meraih sendok, dan berniat mencoba sesuatu yang semoat Andrew coba.


Asin yang pas, guring yang tidak berlebihan, pedas, dengan aroma kecombrang yang begitu pekat.


Raut wajah Loka seketika berubah. Sama halnya yang Andrew perlihatkan tadi. Karna memang, apa yang Loka coba, memiliki perpaduan rasa yang luar biasa.

__ADS_1


"Emmm, … not bad!!" Ujar Loka seraya mengendikan bahunya.


"Semoga kamu maju kedepan, dan naik untuk menjadi pemenang." Andrew kembali berbicara, sbelum akhirnya dia benar-benar pergi.


Yang hanya meninggalkan Loka dan Farah berdua saja.


"Coba jelaskan hidangan yang akan kamu berikan kepada saya dan kedua rekan saya!" Di berbasa-basi.


Farah memutar tombol kompor, sampai membuat benda itu mati, ketika Farah merasa nasinya sudah matang sempurna, dengan tingkat kematangan yang dia mau. Tidak terlalu keras, dan tidak terlalu lembek.


"Tadi aku udah jelasin ke Chef Andrew, Chef!"


"Ck!" Loka mendelik. "Saya juga mau dengar, agar semuanya tidak keliru."


Farah menatap Loka beberapa saat.


"Jadi bagaimana? Ini nasi biasa atau nasi luar biasa? Yang kamu campurkan dengan kondimen-kondimen lain?"


"Nggak, Chef. Cuma nasi pulpen biasa, … terus nanti sei sapinya aku asap sedikit menggunakan arang, di potong-potong, lalu di satukan dengan sambalnya." Jelas Farah.


"Aku mau bikin salad juga. Ada selada, tomat, sama jagung, … nanti aku kasih perasaan lemon biar segar, dan sedikit mayonaise."


Loka mengangguk.


"Terdengar enak."


"Mudah-mudahan, Chef." Balas Farah.


"Lalu kapan daging sapinya di asap? Kenapa kamu belum menyiapkan arangnya? Kan harus di bakar dulu! Setidaknya siapkan dari sekarang, agar kamu dapat memanajemen waktu dengan baik." Tiba-tiba saja dia menjadi sangat perhatian.


"Astaga, Aduh, … Chef Loka sih! saya sampai lupa gara-gara Chef tanya-tanya terus!" Celetuk Farah.


Dia segera berlari ke sisi lain studio untuk membawa arang dan tempat bakaran. Tak lupa sebuah mangkuk alumunium berukuran kecil untuk menahan asa dari arang itu sendiri.


"Ish dasar aneh! Kenapa juga ada kontestan seperti dia? Awas saja, … tidak akan aku biarkan gadis itu lolos dengan mudah. Sekalipun makannya enak, aku tidak akan membuat dia semakin besar kepala!" Gumam Loka, lalu dia kembali bergabung bersama kedua rekannya dengan perasaan kesal.


......................

__ADS_1


Ayodong ramein lapak othor, sepi banged kasiaaaan🤧


__ADS_2