My Annoying Chef

My Annoying Chef
Chapter 18


__ADS_3

Loka berjalan cepat, menyusuri lorong sebuah asrama putri tempat para kontestan beristirahat. Suasana di area sana sudah sangat ramai, dipenuhi crew tv, juga para kontestan lainnya. Bahkan Alia dan Andrew sudah terlihat berada di sana, dan mencoba memberi pengertian kepada Farah, yang saat ini sudah membulatkan tekad untuk mengakhiri perjuangannya sendiri.


Belum sempat Loka menggapai pintu ruangan yang ditempati Farah. Ada sekitar empat orang bertubuh tinggi besar, mengenakan pakaian serba hitam, berjalan cepat memasuki ruangan yang hendak Loka datangi, di susul salah seorang crew tv yang tampak berusaha terus menjelaskan.


“Kami hanya menjalankan tugas, Pak. Jadi saya mohon untuk tidak membuat semuanya jadi rumit.” Seorang pria berkepala plontos menjelaskan pada crew tv tersebut, saat dirinya terus merasa dihalangi.


“Farah? Percayalah ini semua hanya skenario yang di setting agar ratingnya naik terus.” Alia berbicara.


“Sayang banget lho, Far. Lima belas besar ibu!” Ratu berbicara.


Dia berusaha menahan kawan seperjuangannya, untuk mendapatkan sebuah gelar Chef master.


Farah menyeka air matanya yang terus bercucuran, kemudian mengalihkan pandangan, pada sosok yang dia kenali sebagai orang suruhan ayahnya.


“Aku mau pulang sekarang!” Farah menatap salah satu pria tinggi besar itu, tanpa mau menggubris orang-orang yang ada disana.


Tidak terkecuali para juri dan crew yang terus berusaha membujuknya.


“Baik, semuanya juga sudah siap.”


Farah bangkit, lalu kembali menyeka pipinya yang basah karena air mata. Gadis itu hampir tidak mampu menghentikan tangisannya, bukan hanya karena Loka, tapi karena Farah tidak mampu bertahan lebih lama lagi, sehingga dirinya harus berhenti untuk mengejar apa yang sudah lama dia cita-citakan.


Sebuah gelar yang tidak dapat semua orang memakainya.


Salah satu dari orang suruhan Farah meraih gagang koper, dan segera bersiap untuk pergi dari tempat itu, apalagi ketika melihat Farah bangkit.


“Farah?” Loka memanggil.


Yang tentu saja sempat membuat Farah menoleh. Namun, dia kembali memalingkan wajahnya.


“Silahkan, Nona. Mobil kita sudah menunggu di bawah!”


Farah pun mengangguk, kemudian beranjak pergi bersama keempat Bodyguard ayahnya. Yang dia hubungi setelah yakin ingin benar-benar pulang.

__ADS_1


“Farah?” Loka berjalan cepat, berusaha menggapai gadis yang sedang berjalan cepat, di himpit orang-orang berpostur tinggi besar.


Salah satu dari mereka membentangkan tangannya, saat Loka hampir saja mendekati Farah yang saat ini tengah berjalan tergesa-gesa.


“Jangan mendekat, Pak! Kami sedang tidak mau mematahkan tulang siapapun.” Katanya sambil terus berusaha menghadang Loka.


“Loka!” Andrew memanggil.


Dia mengikuti langkah rekannya sambil sedikit berlari.


“Loka berhentilah, … mungkin Farah butuh waktu. Toh nanti juga ada season comeback. Kita bisa tunjuk Farah menjadi salah satu kontestan yang akan kembali, dan mendapatkan apronnya.”


Andrew menarik kerah kemeja bagian belakang milik Loka. Membuat pria itu tak dapat lagi bergerak, dan hanya mampu menatap punggung Farah yang berjalan di tengah-tengah pria berpakaian serba hitam, dengan penampilan cukup menyeramkan.


Postur yang sangat tinggi, memiliki otot tangan yang sangat besar, memakai kacamata, dengan sesuatu yang menempel di telinga masing-masing.


“Saya sudah bersama, Nona Farah. Dan akan segera sampai di rumah anda sekitar tiga puluh menit saja!” Katanya, seraya menekan sebuah alat yang menempel di telinganya, dan berjalan dengan langkah lebar.


Dan Loka semakin yakin, jika Farah bukanlah seorang putri dari orang sembarangan. Buktinya, dia mampu mengerahkan empat Bodyguard sekaligus.


Loka tidak menjawab, dia hanya terus menatap kepergian Farah dengan perasaan bersalah yang teramat sangat.


***


Klek!!


Loka menutup pintu unit apartemen yang ia huni. Membuka sepatunya, lalu berjalan memasuki ruang tengah yang temaram, dimana sofa-sofa berukuran besar berjejer rapi.


Brugh!


Pria itu menjatuhkan tubuhnya, sehingga kini duduk merapatkan punggung pada sandaran sofa.


Suasana ruangan masih gelap, tidak ada penerangan sedikitpun dari dalam sana. Hanya ada sedikit cahaya dari arah luar, membuat tempat itu menjadi temaram, dan Loka menikmatinya, ketika suasana hati tiba-tiba terasa hampa.

__ADS_1


Pandangan Loka menatap lurus langit-langit, dengan pikiran yang bekelanan. Yang selalu berujung memikirkan Farah, dan berakhir merutuki atas apa yang sudah dia lakukan.


“Oh astaga!” Loka mendesah frustasi.


Matanya terpejam, seraya memijat pangkal hidungnya dengan perlahan.


“Kau terlalu mendalami peran, … atau ada hal lain sehingga kau melakukan itu kepada Farah, … Ah Loka! Kau ceroboh sekali.” Dia terus bermonolog.


Loka meraih tas kecil yang selalu dia bawa kemanapun, lalu membukanya, dan mengeluarkan sebuah benda pipih yang tidak lain dan tidak bukan adalah handphone keluaran terbaru miliknya.


Lalu dia beralih pada secarik kertas yang dilipat-lipat.


Dan di dalamnya terdapat salah satu nama akun sosial media milik Farah, yang Loka minta dari Luki. Meskipun sempat merasa gengsi, tapi tetap ia lakukan hanya demi mendapatkan jalan untuk menghubungi Farah.


Langsung saja Loka masuk pada akun media sosialnya, untuk kemudian mengetik setiap huruf yang tertera di dalam kertas tadi.


Dan seulas senyuman samar pun terbit dari kedua sudut bibirnya. Saat dia menemukan akun yang ia cari.


Tentu Loka mengenalinya, jelas foto cantik Farah terpampang nyata disana, dengan wajah datar, namun terlihat sangat cantik.


Loka mencari tahu lebih dalam lagi. Menggeser ke bawah sehingga menampilkan banyak foto dan video yang Farah bagikan. Entah itu sendiri, bersama seorang gadis lainnya, dan juga bersama sepasang suami-istri, yang Loka yakini sebagai orang tua dari Farah.


“Ternyata kau manis juga ya? Setiap apa yang kamu buat, … kamu akan mengubahnya disini.” Ujar Loka saat melihat beberapa foto dan video saat Farah memasak.


Gadis itu berbicara dengan ceria, menjelaskan banyak hal, lalu memperlihatkan apa yang dia buat.


“Cincang daging pedas.”


“Chocolate cookies.”


“Mie ayam.”


Loka membaca semua caption. Yang seketika membuatnya kembali tersenyum.

__ADS_1


......................


Cie ada yang stalking 🤪


__ADS_2