My Annoying Lecturer

My Annoying Lecturer
Nonton Bioskop [EXTRA PART|01]


__ADS_3

Hari ini Pak Arfa ngajak nonton film. Tumben kan? Banget. Apakah mungkin ada maksud seperti udang dibalik bakwan kah? Intinya sih selama Pak Arfa bayarin, aku mah isokeh aja.



Aku masih belum terbiasa manggil Pak Arfa dengan sebutan Mas. Soalnya kan Pak Arfa masih dosen tuh ya, ntar kalau keceplos gimana? Bisa jambak-jambakan aku ntar sama Arfalovers di kampus.



Pokoknya balik ke prinsip awal, mau lulus dengan tenang. Heheh.



"Pak!!"



"Apa sih? Gak usah teriak-teriak El. Kuping saya sakit."



"Baru teriak dikit aja udah marah, ntar kalau saya teriak-teriak pas mau melahirkan. Emang Bapak mau marah-marah gitu?"



"Gitu aja ngambek."



"Biarin."



Sekarang aku sedang berada di mobil Pak Arfa. Tolong jangan tanyakan bagaimana perkembangan skripsi ku karena otakku rasanya udah mau pecah mikirin skripsi yang gak pernah selesai. Gimana mau selesai coba, kalau drama korea sekarang lagi banyak yang bagus. Anggap saja drama terbarunya Song Joong Ki. Saking susahnya otakku untuk ngerti tuh drama, aku sampai telepon Devi malam-malam supaya dia mau jelasin alur dramanya. Heheh. Gak faedah banget kan?



"Pak, kita mau nonton film apa?" Tanya ku sembari melirik cincin yang kini sudah tersemat di jari manisku.



"Kamu mau nonton apa?" Tanya Pak Arfa balik yang langsung membuatku berpikir.



"Aladdin?" Usul ku.



"Tolong ya El, kamu udah nonton film itu bareng Devi dua kali. Masa mau nonton lagi?"



"Abis Aladdinnya ganteng. Gimana coba."



"Ya gak sampai nonton dua kali sih El."



"Bapak mau denger saya nyanyi speechless gak? Suara saya menggelar membahana kayak Princess Jasmine loh Pak."



"Gak. Makasih."



"Kamu teriak aja telinga saya sudah sakit, apalagi nyanyi."



"Oh gitu? Bapak gak mau dengerin saya nyanyi? Yaudah ntar saya belajar nyanyi dulu. Skripsinya saya tunda sampai saya bisa nyanyi." Ancamku. Entahlah, akhir-akhir ini aku benar-benar bersikap kekanak-kanakan. Heheh.



"Jangan! Yaudah ntar kita ke karaoke aja. Kamu nyanyi aja sepuas kamu."



"Beneran?"



Pak Arfa menganggukan kepalanya, "Iya. Jadi mau nonton apa kita?"



"Aladdin!"



"Terserah." Ujar Pak Arfa yang sepertinya sudah malas berdebat denganku.



"Bapak marah?"



"Enggak."



"Senyum dulu dong!"

__ADS_1



Pak Arfa dengan muka terpaksa menunjukkan deretan giginya kepadaku, seperti sedang tersenyum dengan sangat lebar.



"Good boy." Ucapku setelah melihat senyuman Pak Arfa.



"Oh ya Pak."



"Kenapa lagi sih El?"



"Kita berdua cover lagu A Whole New World yuk. Lagi viral lagunya Pak."



"Ogah. Kamu aja."



"Masa sendirian sih Pak?"



"El. Kamu belum minum obat ya?" Tanya Pak Arfa sembari tangan kirinya memegang keningku, sedangkan tangan kanannya memegang setir mobil.



"Obat apa? Emang saya sakit?"



"Sakit jiwa kamu kambuh kayaknya."



💝💝💝



Jangan berpikir kalau di bioskop aku dan Pak Arfa bakal curi-curi kesempatan buat pegangan tangan atau modus satu sama lain.



"Stop El!"



"Kenapa sih Pak? Kan enak."




"Saya gak suka."



"Saya suka. Mulut saya gak bisa berhenti, gimana dong."



"El! Kita itu mau nonton."



"Ya kan kita nonton Pak."



"Kalau mulut kamu gak bisa berhenti spoiler, sama aja saya gak nikmatin nonton filmnya."



Iya. Daritadi mulutku gak bisa berhenti buat ngomong tentang adegan selanjutnya ke Pak Arfa. Maklum lah ya namanya juga aku terlalu excited jadi kebawa mau spoiler terus, ada gak yang kalau nonton itu mulutnya gak bisa diam kayak aku? Atau cuma aku aja?



"Pak nant--" Sebelum aku berhasil menyelesaikan kalimat ku, Pak Arfa sudah menyumpal mulut ku dengan popcorn.



"Kalau kamu spoiler lagi ntar bukan popcorn yang saya sumpal."



"Jadi apa?"



Jawab aja gitu Pak ntar disumpal pakai bibir. Kan pasti nambah berisik aku.



"Kaos kaki saya. Mau?"



"Gak deh, Pak. Makasih."

__ADS_1



"Makanya jangan berisik."



Yaudah deh, mending diam dulu daripada Pak Arfa ngamuk kan ya.



"Pak, itu bajunya Jasmine ucul ya. Ntar kita nikahnya pakek konsep Aladdin aja." Belum juga lima menit aku menutup rapat mulut ku, sepertinya mulut aku emang susah untuk diam.



"Gak mau."



"Jasmine cantik banget kan Pak pakai baju gitu. Kan saya juga mau."



"Jangan."



"Kenapa?"



"Kamu lebih cantik dari Jasmine, nanti saya silau lihat kamu."



"Gombal."



"Gak. Saya bilangnya fakta."



"El." Nah, sekarang malah Pak Arfa yang ngajak ngobrol pas nonton film. Walaupun kami bicaranya bisik-bisik sih.



"Kenapa Pak?"



"Jangan dekat-dekat saya kalau nonton."



"Kok gitu? Saya bau ya?"



"Enggak. Saya takut kamu dengar detak jantung saya."



Yaa. Memerah kayak tomat lagi kedua pipiku. Untung gelap kan ya, jadi gak kelihatan Pak Arfa kalau pipi aku udah kayak tomat.



"Pak..."



"Kenapa?" Pak Arfa tidak menoleh ke arahku. Pak Arfa masih fokus dengan film Aladdin.



"Haus nih."



"Mau minum apa? Butuh aqua?"



"Enggak jadi haus."



"Kenapa?"



"Soalnya saya cuma butuh Bapak."



Yaa. Jadilah kegiatan nonton film di bioskop menjadi kegiatan adu gombal di bioskop. Emang gak pernah benar kalau aku sama Pak Arfa mah.



💞💞💞



Haii, maaf ya lama ngepost cerita ini. Jadi karena aku sayang kalian*ehh makanya aku mutusin buat lanjutin cerita ini dengan beberapa kegiatan receh Elvia dan Pak Arfa. di extra part kemungkinan aku bakal nulis 2-10 chapter lagi tergantung respon kalian gimana. Apakah kalian masih mau lanjut atau enggak. Heheh. Oh ya kalian bisa follow ig aku @juliahsn_ untuk tahu cerita-cerita aku yang lain.


__ADS_1


HAPPY READING!!!


__ADS_2