My Childish Girlfriend

My Childish Girlfriend
Bab 1: Mei O'Pray


__ADS_3

 


Lorong koridor sekolah SMA Anderson High school itu sudah tampak sepi. Bukan karna libur tapi semua penghuni sekolah baik guru maupun murid sudah masuk kelas dan mulai kegiatan belajar mengajarnya. Tampak sepasang murid saling bergandengan menuju ke suatu ruang kelas. Sampai di depan kelas XI, sang siswi enggan melepaskan genggaman tangannya kepada siswa itu. Malah siswi itu menggantikan genggaman tangannya dengan sebuah pelukan seolah olah enggan untuk berpisah dengan siswa itu.


 


"g papa... nanti klo udah istirarat aku jemput kamu koq... jadi jangan nangis ya..." ucap siswa itu menengangkan sambil melepaskan pelukan siswi itu.


"hiks.. hiks... g mau pisah sama Manu pokoknya... hiks.. hiks.. Mei takut..." kata siswi itu yang tak lain Mei O'pray


"hei... jangan nangis sayang... kan aku juga sekolah disini. Nanti klo ada yang nakalin kamu bilang sama aq.. nanti aq beri pelajaran. Ok..." ucap Manu sambil menghapus air mata Mei dengan ibu jarinya.


Mei pun mengangguk dengan pasrah. Lalu Manu pun mengetuk pintu ruang kelas itu. Seorang guru wanita paruh baya pun membuka pintu itu.


"ya ada apa?" tanya guru itu.


"Saya mengantar pacar saya yang baru pindah ke sini" ucap Manu tanpa malu mengenalkan Mei sebagai pacarnya. Guru wanita itu pun mengalihkan pandanganya pada Mei, lalu mengangguk. Mei menoleh pada Manu sambil menggelengkan kepalanya. Seolah mengerti, Manu pun menjawab " g papa.. gih masuk..." sambil mengusap kepala Mei. Mei pun masuk kedalam kelas di ikuti oleh guru wanita tadi yang merupakan Bu Andrea wali kelas itu. Manu yang melihat itu pun lalu pergi dari depan kelas Mei menuju kelasnya.


" Perhatian semua... ini ada siswi baru. silahkan perkenalkan diri kamu" pinta Bu Andrea.

__ADS_1


Dengan ragu Mei pun mulai memperkenalkan dirinya, " s..s..saya Mei... Mei O'pray.. pin.. pindahan dari sekolah putri Starla High school." ucap Mei lalu menundukan kepalanya karena takut. murid lain pun menatap Mei dengan beragam pikirannya. untuk siswa cowok, mereka merasa Mei itu imut, ada yang merasa Mei itu lucu. Sedang para siswi merasa iri melihat cara pandang siswa-siswa itu.


" Nah sekarang kamu bisa duduk d sebelah Yasmindiyah. siswi yang memakai hijab itu". perintah Bu Andrea. Mei pun melihat ke sekeliling ruangan itu. Lalu matanya menatap satu satunya siswi yang memakai penutup kepala. Mei pun berjalan mendekati siswi itu sambil menunduk.


" Hai... nama aku Yasmindiyah Madison" ucap Yasmin memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya pada Mei sesaat setelah Mei duduk di bangku sebelahnya. Mei pun menoleh pada Yasmin yang tersenyum ramah padanya. Mei pun membalas uluran tangan Yasmin dan tersenyum membalas Yasmin. Pelajaran pun dimulai seperti biasanya. Entah bagaimana dalam waktu singkat Mei merasa nyaman dan dekat dengan Yasmin. (Mungkin karena Yasmin yang ramah mimin rasa gitu...hehe)


Bel istirahat pun berbunyi. Terlihat 2 orang siswi mendekati Yasmin.


"Beb ke kantin yuk..." ajak salah satu siswi itu. "iya Bailey ku sayang... bentar ya... beresin buku dulu bentar..." jawab Yasmin sambil tersenyum pada Bailey dan Brooklyn.


"Mei juga ikut ke kantin yuk... bareng kita" ajak Yasmin.


"Bailey Mcknight"


"Mei O'pray"


"Brooklyn Mcknight"


" Mei O'pray"

__ADS_1


" Jadi mau ikut ke kantin bareng kami?" tanya Brooklyn


" eum.. aku..." belum sempat Mei menjawab Brooklyn, suara bass seseorang terdengar.


" Sayang... ayo ke kantin..." ucap pemilik suara bass tadi.


ke empat ciwi itu pun menoleh ke sumber suara itu. Dan betapa terkejutnya mereka melihat siswa atau lebih tepatnya beberapa siswa yang baru saja memasuki ruang kelas itu. Bukan hanya ke empat ciwi tadi tpi seluruh penghuni kelas yang masih tertinggal di jelas itu pun juga merasakan perasaan terkejut sama dengan Yasmin, Bailey dan Brooklyn. Mereka shock bukan hanya melihat Manu dan gengnya tapi ucapanya itu loh... yang buat mereka shock. Manu seorang most wanted yang terkenal dengan sikap badboy, arogan, dingin dan kejam tanpa pandang bulu baik itu cowok ataupun cewek jika mengganggunya bakalan dihabisin. Barusan memanggil Mei dengan sebutan sayang.


Manu pun mendekati Mei dan langung mengelus kepala gadis itu dengan sayang.


" Ke kantin udah waktunya makan. nanti kamu sakit lagi..." ucap Manu sambil menarik tangan Mei untuk ikut pergi dengannya.


" Eh..iya bentar... Mei ke kantin sama Manu dulu ya temen-temen..." ucap Mei pamit pada ke 3 teman baru nya. Manu menggenggam tangan Mei lalu berjalan keluar kelas itu di ikuti dengan Alex, Emilio, dan Ivan yang merupakan geng Thunder. Bailey dan Brooklyn hanya bengong tak percaya bahwa seorang Manu datang ke kelasnya bahkan menghapiri mereka. (Padahal kan jemput Mei... hihihi😂😂). Sedang Yasmin menundukkan kepalanya karena menurut agamanya seorang wanita tidak boleh melihat mata seorang lelaki. Tapi entah mengapa sedari tadi Yasmin merasa ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya. Yasmin mencoba mengacuhkan perasaan itu.


Sesaat setelah Mei, Manu serta gengnya pergi dari kelas itu, suasanya masih hening.


"Sumpah demi apa?? Manu bisa segitu lembutnya sama cewek?? memang Mei itu siapanya Manu??" tanya Bailey masih tak percaya. "Pacarnya mungkin?" jawab Yasmin dengan santuynya... "heh.....!!!!!" dijawab tak percaya seisi kelas yang masih tak percaya itu. Yasmin yang kaget dengan reaksi teman-temanya serta seisi kelas hanya menyediakan bahunya tanda dia tak ambil pusing.


__ADS_1


Mei O'pray


__ADS_2