My Childish Girlfriend

My Childish Girlfriend
Bab 13 : Doori Franklin


__ADS_3

Masih flashback...


"*Emm... Leo... loe deket ya sama Manu?" tanya Doori


"Ya.. g juga sih. Kenal waktu MOS. Kenapa?" tanya Leo.


"G sih.... G kenapa-kenapa koq. Cuma tanya doang." jawab Doori


Saat ini Leo dan Doori sedang ada diparkiran sekolah. Seperti biasanya Leo akan mengantar Doori pulang. Mereka berdua adalah teman masa kecil. Bagi Doori Leo adalah teman masa kecilnya, tapi berbeda dengan Leo. Bagi Leo Doori adalah cewek yang ia cintai. Leo tau ia hanya dianggap sebagai teman bagi Doori. Tapi Leo tidak pernah menyerah akan perasaanya. Leo yakin suatu saat cintanya akan terbalas.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Saat ini para mostwanted SMA Anderson High school sedang duduk di pojok kantin. Tempat duduk yang seperti di khususkan untuk mereka. Karena tak ada seorang pun yang berani duduk di tempat itu.


"Eh lihat... para prince of Anderson High school tuh!!" kata Tania


Doori dan Maddie pun mengikuti arah pandang Tania. Mereka bertiga melihat para pentolan The Thunder sedang duduk di pojok kantin.


"Ayo kita kesana juga" kata Doori mengajak Tania dan Maddie.


"Tunggu. Sebaiknya kita jangan kesana. Manu itu tidak suka bila ia di ganggu. Jangan cari masalah... sebab Manu terkenal tak pandang bulu memberi pelajaran pada orang yang mengganggunya. Baik itu cowok ataupun cewek." cegah Tania.


"Ck.. udah ikut ajah..." kata Doori.


"Boleh gabung disini g..." kata Doori sambil meletakan makanannya di sebelah Manu dan Leo.


"Boleh koq Doori... duduk aja.." kata Leo.


Doori pun duduk di sebelah Manu dan Leo. Sedangkan Tania memilih duduk di sebelah Ivan karena menurutnya diantara mereka cuma Ivan yang cukup ramah. Maddie duduk di sebelah Alex.


"Cabut!" kata Manu dingin. Di ikuti Emilio.


"Eh loe mau kemana?? Makanan loe kan belum habis." kata Leo.


"Gue g suka makan sama cewek murahan." kata Manu dingin.


"Manu... ucapan loe..." kata Leo tak terima saat Manu mengatakan itu sambil menatap Doori.


"Kenapa?? salah?? urus cewek loe... pastikan cewek loe menjauhi gue ataupun The Thunder." kata Manu sambil pergi dan di ikuti Emilio, lalu Ivan, dan terakhir Alex. Alex tersenyum smirk penuh arti pada* *Maddie.


"Maaf ya Doori... jangan ambil hati omongannya Manu. Dingin emang tuh anak." kata Leo.


"Hmm..." jawab Doori.


"Sial.... susah banget sih deketin Manu." kata Doori dalam hati.


"Emmm... Leo, Manu itu udah punya cewek belum sih?" tanya Doori.


" Emmm.. setauku sih udah. Anak kelas 3 SMP kalo g salah. Emang kenapa?" tanya Leo.


" Udah punya cewek???" kata Doori kaget.


"Iya. kenapa loe kayak kaget gitu sih? kalo g salah namanya Mei." kata Leo.


"Anak mana? Trus udah lama pacaranya??" tanya Doori menggebu.


"Huwohuwou... loe kenapa sih... koq jadi kepo sama Manu?? jangan bilang loe naksir lagi sama Manu.." kata Leo.

__ADS_1


"Emmm... G.... gu.. gue.. cuma penasaran aja. Cowok kayak Manu itu udah punya pacar tau belum." jawab Doori sambil mengalihkan pandangannya agar tidak bertatapan mata dengan Leo.


Leo memicingkan matanya pada Doori. Leo merasa Doori tertarik pada Manu.


"Home schooling. Pacar Manu itu home schooling. Setau gue Manu udah lama deket sama pacarnya tapi Manu baru resmi jadian awal kelas 3 SMP." kata Leo.


"Lebih baik loe jangan deketin Manu. Manu cinta mati sama pacarnya." tambah Leo sambil beranjak pergi dari sana.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾


"Manu... gue mau minta tolong sama loe. Bisa g loe kalo ngomong sama Doori jangan kasar." pinta Leo.


Manu yang merasa di ajak bicara pun mendongakkan kepalanya dan menatap Leo sesaat. Manu, Leo, Alex, Emilio dan Ivan saat ini sedang berada di basecamp Thunder.


"Loe siapa? nyuruh-nyuruh gue?? yang ada tuh loe jagain cewek loe biar g ganjen sama gue. Jijik gue lihatnya." kata Manu.


Leo yang mendengar itu pun tak terima Doori nya dihina seperti itu. Leo langsung mencengkram kerah baju Manu.


"Jaga omongan loe!!" kata Leo geram.


"Weits.... tenang bro... sabar... di Thunder sesama anggota dilarang berkelahi." kata Ivan menenangkan Leo sambil melepaskan cengkraman tangan Leo pada Manu.


"Leo... loe juga tau Manu g suka di deketin. Terutama sama cewek. Jadi loe juga g bisa nyalahin Manu kalo dia bicara kasar. Loe juga tau gimana cara bicara Manu. Dingin plus irit." jelas Emilio.


"Ya tapi jangan sama Doori. Doori itu temen masa kecil gue." kata Leo.


"Pastiin aja cewek loe g ngedeketin atau cari perhatian sama gue dan Thunder. Gue g mau Thunder bubar cuma gara-gara satu cewek doang." kata Manu sambil pergi.


" Mau kemana boss??" tanya Ivan.


"Mei. Kangen gue" kata Manu


sampe kinclong...." kata Ivan.


"Itu ngepel beg*...." kata Emilio sambil menoyor kepala Ivan.


"Eh bangs*t.... pala gue ini... Dasar abang g punya akhlak..." kata Ivan.


"Sebaiknya loe jagain cewek loe. Cewek modelan kayak cewek loe itu ambisius. Dia bakal ngelakuin segala macam cara untuk mendapatkan apa yang ia mau. Cewek kayak gitu itu merepotkan." kata Alex sambil beranjak pergi.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Singkatnya, Doori semakin gencar mendekati Manu. Dari mulai sering menyapa tiap pagi, memberikan air tiap Manu selesai olah raga atau main basket, datang ke bascamp, ikut gabung makan di kantin saat istirahat, ikut nongkrong Thunder, dan masih banyak lagi cara Doori mendekati Manu.


Walau semua usaha mendekati Manu itu sia-sia, kadang tak digubris oleh Manu, atau bahkan mendapat bentakan, dan kata-kata kasar yang cinderung menghinanya. Tapi Doori tak pernah menyerah. Bagi Doori mendapatkan Manu itu suatu tantangan tersendiri. Dan kalo Doori bisa mendapatkan Manu maka ia akan mendapatkan segalanya. Ketenaran, kekayaan, kepopuleran, dan rasa bangga karena bisa mendapatkan seorang Manu Rios Anderson. Pria yang ketampanannya setara dengan dewa Yunani.


"Doori, hentikan ini. Loe g capek ngejar-ngejar Manu meski hasilnya sia-sia?" tanya Leo kesal.


"Enggak... gue cinta sama Manu. Gue harus dapetin dia. Loe sebagai teman masa kecil gue mestinya mendukung dan bantu gue." kata Doori.


"Manu udah punya cewek... Dia cinta mati sama ceweknya." kata Leo.


"Gue g peduli. Pokoknya Manu harus jadi milik gue. Kalo perlu gue hancurin hubungan mereka." kesal Doori.


"Hentikan!! ini g seperti Doori yang gue kenal." kata Leo.


"Heh... loe berkata seperti loe kenal betul gue. Asal loe tau... dulu gue ngedeketin loe dan berteman sama loe karena loe adalah cowok terpopuler. Gue beruntung karena gue sama loe udah saling kenal sejak kecil. Karena orang tua kita temenan. Gue mau temenan sama loe karena gue pikir loe lumayan. Tapi semenjak gue lihat Manu, gue jadi pingin miliki dia. Cuma Manu yang cocok sama gue." jelas Doori.

__ADS_1


"Doori.... loe tega... loe tega bicara gitu sama gue... gue.. gue cinta sama loe Doori..." kata Leo.


"Tapi gue cintanya sama Manu titik. Loe cinta sama gue itu urusan loe... tapi gue enggak. kalo loe emang cinta sama gue mestinya loe senang lihat gue bahagia. Dan bahagia gue itu kalo Manu jadi milik gue." kata Doori.


Setelah bicara seperti itu Doori pergi meninggalkan Leo.


Leo menatap punggung Doori yang menjauh dengan perasaan yang terluka. Selama ini Leo mencintai Doori meski Leo tau bahwa Doori menganggapnya sebagai teman. Tapi Leo tak menyangka bahwa Doori hanya memanfaatkannya dan tak benar-benar menganggapnya walau sebagai teman.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾


"Manu, boleh ngomong berdua g..." kata Doori yang saat ini mendekati Manu di basecamp Thunder.


Manu memutar bola matanya malas melihat Doori.


"Manu please..." pinta Doori sambil merengek. manja.


Mungkin bagi kebanyakan kaum adam akan luluh dan menurutinya tapi bagi Manu, ia merasa jijik melihat itu.


"Seperti jal*ng" batin Manu.


"Udah lah.. Manu loe turutin aja. Cuma dengerin doang kan... sepet gue liat muka ni cewek." kata Alex.


Manu sebenarnya sangat malas. Benar-benar malas berurusan dengan Doori tapi jika tak di selesaikan sekarang, akan jadi merepotkan suatu saat nanti.


Manu keluar dari bascamp diikuti Doori di belakangnya.


"Mau ngomong apa?? Cepetan!!"


"Manu... koq gitu sih ngomongnya... kasar banget ih.."


"Cepetan ngomong... jijik gue lama-lama sama loe."


"Malam ini, bisa g loe dateng ke apartemen gue..."


"Ngapain?? G!!"


"Please.... sekali ini aja... terakhir deh... ya..."


"Denger ya... selama ini gue diem aja saat loe berusaha deketin gue. Itu semua karena gue menghargai Leo. Leo temen gue. Dan Leo suka sama loe. Kalo bukan karena Leo, gue udah depak loe dari sekolah ini."


"Please Manu.... ini yang terakhir.. gue janji."


Manu tak menjawab dan berlalu begitu saja dari hadapan Doori.


"Hallo, ini gue. loe udah dapetin yang gue mau kan..." kata Doori sambil menelepon seseorang.


"......."


"Bagus... bayaran loe nanti gue transfer"


Doori pun menutup panggilan teleponnya.


"Malam ini gue bakalan buat Manu jadi milik gue. Selama ini loe nolak gue. Maka gue terpaksa menggunakan cara ini." kata Doori sambil tersenyum miring*.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_1


Leo Storm


__ADS_2