My Childish Girlfriend

My Childish Girlfriend
Bab 11 : Makin Cinta


__ADS_3

"Loe selingkuh di belakang gue?" tanya Manu. Ya suara yang didengar oleh Mei dan Leo. Manu turun dari motornya dan menarik Mei hingga kebelakang badan Manu dan langsung menonjok Leo dengan keras sampai Leo terjatuh.


"Brengs*k!!! loe udah gue peringatin. Jangan pernah loe ganggu cewek gue brengs*k!!" bentak Manu sambil masih memukuli dan menendang Leo bertubi-tubi.


Mei yang melihat itu kaget dan panik. Mei kasihan melihat Leo di pukuli Manu.


"Manu stop!" teriak Mei.


Manu yang mendengar Mei berteriak memintanya untuk berhenti memukuli Leo pun terdiam sesaat.


"Loe mau bela in selingkuh loe heh???" bentak Manu pada Mei.


Mei yang dibentak Manu pun takut dan mulai menangis.


"Hiks.. hiks.. hiks... Manu jahat!!! Manu bentak Mei...." kata Mei sambil menangis.


Manu yang melihat itu pun sadar. Manu telah membentak Mei. Dan Manu pun berhenti memukul Leo dan menghampiri Mei...


"Hei.. hei.. sayang.. jangan nangis hei..." kata Manu sambil menghapus air mata Mei di pipi gadis imut itu.


"Jangan deket-deket Mei.... Manu jahat!!! Hiks.. hiks.. hiks... Manu bentak Mei..." kata Mei sambil menepis tangan Manu.


Manu merasa bersalah tapi masih diliputi rasa cemburu pun dengan paksa menarik tangan Mei untuk menaiki motor Manu dan pergi dari sana meninggalkan Leo.


Manu tidak mengantar Mei ke mansion keluarga O'pray. Melainkan membawa Mei ke apartemennya.


Manu menggenggam tangan Mei dengan erat dan sedikit menyeret Mei saat mereka menuju apartemen Manu.


"Manu... sakit.. hiks.." kata Mei berusaha melepaskan genggaman tangan Manu yang sangat erat. Manu tak menggubris Mei. Rahangnya masih mengeras seolah menandakan bahwa ia masih marah. Sampai di dalam apartemennya, Manu mendudukkan Mei di sofa.


"Loe selingkuh dibelakang gue tadi ?"


"Manu kenapa sih... kasarin Mei? hiks.. hiks.. Mei takut."


"Udah deh... loe jangan ngalihin pembicaraan."


"Hiks.. hiks.."


Bukannya menjawab Manu, Mei malah menangis. Mei ketakutan melihat Manu yang marah-marah seperti ini.


"Jawab beg*!!" bentak Manu.


"Huaa...hiks.. hiks.." tangis Mei semakin keras. Mei menarik dan memeluk lututnya sambil menangis menyembunyikan wajahnya di lututnya.


Manu yang masih emosi pun mengalihkan pandangannya dari Mei, dan memilih duduk di seberang Mei.


Manu kesal. Sangat kesal. Ceweknya, gadis yang sangat dicintainya yang selama ini selalu dijaganya dari orang lain terutama dari cowok-cowok lain. Dan tadi Manu melihat Mei berada di pelukan cowok lain, Manu sangat marah melihat itu. Kini Manu melihat Mei sedang menangis ketakutan. Manu pun merasa bersalah. Manu berjalan mendekati Mei dan duduk di sebelah Mei. Matanya tak sengaja melihat pergelangan tangan Mei yang memerah karena cengkramanya tadi. Rasa bersalah pun makin Manu rasakan.


"Maaf... aku marah..." kata Manu sambil mengusap kepala Mei.


Mei menghindar. Manu yang melihat itu pun memutuskan pergi mengambil kotak P3K untuk mengobati memar di tangan Mei.


Manu menarik tangan Mei untuk mengoleskan salep pada tangan Mei, tapi Mei menarik kembali tangannya tak mau diobati Manu. Manu melihat itu pun kembali menarik tangan Mei dan menggenggamnya serta mengoleskan salep pada tangan Mei.


Mei tetap menangis sambil memeluk lututnya.


Mei menarik tangannya setelah dirasa Manu sudah selesai mengoleskan salep.


"Kalo kamu nangis dengan posisi kayak gitu nanti kamu pusing" kata Manu tapi tak di gubris Mei.


Manu pun menarik Mei kedalam pelukannya.


"Maaf" kata Manu sambil memeluk erat Mei.


"Hiks.. hiks.. hiks.." suara Mei yang masih menangis.

__ADS_1


"Koq g dijawab?? Aku udah minta maaf loh"


"Manu jahat!! Manu bentak Mei."


"Iya... aku bentak kamu tadi. Aku minta maaf ya..?"


"Manu narik-narik tangan Mei dengan sangat erat... kan Mei sakit... hiks.. hiks.."


"Iya itu juga aku minta maaf juga"


"Hiks.. hiks.. terus..terus juga Manu pakai bahasa g sopan sama Mei.. hiks.. hiks.. masa pakai elo-gue sama Mei... padahal kan g boleh ngomong kayak gitu... Mei kan pacar Manu..hiks.. hiks.."


Manu yang mendengar perkataan Mei pun tersenyum. Merasa lucu dengan ucapan Mei.


"Maaf maaf maaf... udah kan.. aku minta maaf." kata Manu.


"Hmm.. jangan marah kayak tadi. Mei takut!" kata Mei sambil membalas pelukan Manu.


Manu yang merasa Mei membalas pelukannya pun tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Tadi kenapa pelukan sama cowok lain hmm"


"G pelukan... Mei g selingkuh juga. Kata mommy kalo udah punya pacar atau suami g boleh selingkuh. G boleh deket sama cowok lain. Itu namanya jahat dan nakal. Mei g nakal"


Manu yang mendengar perkataan Mei tertawa geli. Mommy Yuri itu emang top bgt.


"Nah tuh tau. Terus?"


"Tadi Mei nungguin Manu laaammmaaaa banget. Terus Mei aus... Mei pingin minum. Mei pergi ke kafe ujung jalan. Terus waktu Mei mau nyeberang, Mei hampir ketabrak motor tau... "


Mendengar itu, Manu kaget. Gadisnya hampir terluka.


"Kamu g pa pa? g luka? sini aku periksa. Ada luka g.." kata Manu khawatir sambil memperhatikan badan Mei.


"Mei g papa. Tadi hampir tertabrak tapi untung di tolongin cowok tadi. Terus Manu dateng. Mei g selingkuh. Beneran. Sumpah."


"Di maafin. Mei maafin Manu. Mei g marah sama Manu. Mei juga g suka lihat Manu dengan cewek lain kayak Maddie. Apalagi kalo sampai Manu pelukan sama cewek lain, Mei pasti marah. Mei cinta sama Manu. Jangan tinggalin Mei. Kalo Manu jahatin bahkan ninggalin Mei, Mei bakalan pergi dari Manu dan g bakalan kembali ke Manu dan Manu g akan bisa nemuin Mei lag..." belum sampai Mei menyelesaikan ucapannya Manu memotongnya.


"Jangan!!! Jangan teruskan. Aku g bisa dengar lanjutan perkataan kamu. Aku sakit hanya dengan memikirkan itu. Aku g bisa hidup tanpa kamu. Aku bisa gila kehilangan kamu. Apapun yang terjadi kamu miliki aku. Dan aku akan selalu cinta sama kamu." kata Manu sambil mendekatkan wajahnya ke Mei dan mencium bibir Mei dengan lembut. Mei kaget. Ini ciuman pertamanya. Ya selama berpacaran dengan Manu, mereka hanya bergandengan tangan, ataupun berpelukan. Bukan karena cinta Manu pada Mei tidak besar. Malah sebaliknya. Manu sebenarnya sangat ingin menjadikan Mei menjadi miliknya sepenuhnya. Manu menahan dirinya selama ini. Selain di wanti-wanti oleh Daddy Sean, kakak Ryo dan Abang Dima pun sudah mengancam Manu kalo Manu sampai kebablasan dengan Mei, maka mereka akan menjauhkan Manu dengan Mei.


"****!!! Manis banget." batin Manu.


"Sabar Manu... ini belum saatnya..." imbuhnya


Manu pun melepaskan ciumannya. Dia melihat Mei yang nampak kaget.


"Sekarang kamu mandi gih... Kucel gitu muka kamu.. kebanyakan nangis itu..." kata Manu sambil mengusap kepala Mei.


"Tadi Manu nyium bibir Mei?" tanya Mei sambil mengerjapkan matanya tak percaya.


"Kamu g suka?" tanya Manu.


Mei menggelengkan kepalanya.


"Ciuman Manu mirip sama ciumannya daddy pada mommy. Tapi daddy gigit-gigit bibirnya mommy. pasti sakit. Kan kasihan mommy bibirnya di gigit kayak gitu..." kata Mei sambil memiringkan kepalanya dan mengetuk dagunya dengan jari telunjuk seolah berpikir.


Manu yang mendengar itu melotot kaget. Dia tak menyangka daddy dan mommy-nya Mei berciuman di depan Mei.


"Daddy Sean dan mommy Yuri ciuman di depan kamu" tanya Manu.


"G... Mei g sengaja lihatnya" kata Mei.


"G sengaja atau kamu ngintip?" tanya Manu curiga.


"Ih... Dibilangin Mei g sengaja lihatnya..."

__ADS_1


"Beneran??"


"Iya... ih... g percaya banget sih sama Mei."


"Udah gih sana mandi dulu... Aq mau pesen makanan. Kamu mau apa?"


"Mei mau mie instan...."


"Heh... Dibilangin kalau aku mau pesen koq malah pingin mie instan?! G... aku pesenin ayam bakar asam manis ajah"


"Kalo Manu udah putusin pesenannya kenapa masih tanya Mei??? bikin kesel ih.."


"Bikin kisil ih.." kata Manu mengejek Mei.


Mei pun beranjak pergi ke kamar mandi. Tapi tiba-tiba...


"Berarti Mei udah dewasa dong.... kan tadi Mei ciuman sama Manu... ciuman yang mirip sama daddy dan mommy"


"Ha??? Maksudnya gimana?"


"Iya... Dewasa. Kata daddy ciuman kayak tadi itu untuk orang dewasa. Berarti Mei udah dewasa dong sekarang. Iya kan Manu..."


"G... kamu masih bocil. Ciuman kayak tadi itu cuma boleh sama aku. Tau kenapa? Karena aku yang udah dewasa. Kamu masih bocil.'


"Ih koq bocil. Lagian Manu kan cuma lebih tua 1tahun dari Mei?? Masa cuma beda satu tahun cuma Manu yang dewasa, sedang Mei masih bocil sih.."


"Lah ya... coba sekarang aku tanya... kamu di ijinin g... kalo keluar mansion sendirian??"


tanya Manu dan dijawab gelengan kepala Mei.


"Bisa bobo' sendirian g?" tanya Manu lagi dan di jawab gelengan kepala Mei lagi.


"Gue udah dewasa. Mangkanya gue boleh kemana-mana sendirian. Ngerti?"


Mei berpikir sejenak. Lalu Mei pun mengangguk membenarkan semua pertanyaan Manu itu.


"Good girl..." kata Manu mengusap kepala Mei.


"Mandi gih..." perintah Manu dan Mei pun menurutinya.


"Ck... polos banget... makin cinta kan gue jadinya." kata Manu pelan setelah Mei pergi.


"Kamu tidur di sini malam ini" kata Manu.


Saat ini mereka berdua sedang makan malam bersama. Tentu saja dengan Mei yang sedang di suapi Manu.


"Mei belum ijin... Manu udah ijin ke mommy dan daddy?"


"Hm... udah tadi."


"Mana berani gue pulangin loe dengan mata bengkak habis nangis... bisa-bisa gue babak belur di pukuli bokap sama kakak dan Abang loe!" batin Manu.


"Okey...." jawab Mei.


Mereka pun melanjutkan makan malam.


Setelah itu Manu menemani Mei melihat kartun kesukaannya sambil didekap Manu dari belakang. Sampai Mei tertidur pulas di dekapan Manu. Manu pun mengangkat Mei dan menggendongnya ala bridal style menuju kamarnya. Manu membaringkan Mei perlahan dan mencium kening dan bibir Mei. Sebenarnya Manu selalu melakukan ini saat Mei tidur. Jadi tadi bukanlah ciuman pertama Mei.


Setelah menutup pintu kamarnya, Manu pun menelepon seseorang.


"Dimana loe?"


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Sorry 2 hari g up. Mimin sibuk... kerjaan lembur... jadi Mimin belum bisa up. Maafin ya..🙏🙏

__ADS_1



**Manu yang memeluk Mei....


__ADS_2