
"Mommy... Mei pulang nich...!!" teriak nyaring.
"ih.. anak mommy udah pulang...???eh ada Manu. Manu udah makan ??" tanya Yuri ibu Mei.
"belum mom. Bareng bocil ajah".jawab Manu.
"ih mommy... yang anaknya mommy kan Mei... koq yang ditanya Manu?? ish sebel" ngambek Mei sambil bersedekap dada. Manu yang melihat itupun hanya mendengus dan malah duduk di sofa.
" ih.. gitu aja ngambek... ngambekan ih.. anaknya mommy..." rayu Yuri.
"yaudah... gih ganti baju trus makan siang sama Manu. Kasihan Manu klo kamu ngambek terus g makan2". ucap Yuri sambil memeluk Mei dan mengantarkan Mei ke kamar.
" mom Mei makanya pakai nasi,kecap sama kerupuk aja..." kata Mei pada Yuri yang akan mengambilkan nasi untuk Mei. Yuri, Mei, dan Manu sekarang ada di meja makan.
"loh koq gitu... pakai lauk sama sayur dong sayang..." bujuk Yuri.
"G mau. Mei g mau..." kata Mei sambil menggelengkan kepalanya.
"udah mi biar sama Manu ajah". kata Manu.
"g papa nih Manu..?" tanya Yuri.
"ya. g papa mom biar sama Manu ajah" ucap Manu.
"ya udah..." Yuri pun mengalah sambil memberikan nasi Mei pada Manu. Lalu meninggalkan Mei dan Manu berdua.
Manu pun menambahkan nasi ke piring Mei tadi.
" makan sama aku. Pakai lauk, pakai sayur. g ada bantahan". perintah Manu.
"ish... g mau pokoknya... Mei g mau..." rengek Mei sambil menggelengkan kepalanya.
"Jangan jadi bocah nakal.. Aku marah nanti. Mau aku marah?" ucap Manu menekan Mei.
Mei yang melihat wajah Manu yang tegas pun tak berani membantah. Dengan berat hati pun Mei menuruti Manu.
"hiks..hiks.. Manu jangan marah...hiks" ucap Mei sambil menahan tangisnya.
" aku g bakalan marah klo kamu nurut". ucap Manu sambil menghapus air mata Mei.
"udah sekarang ayo makan. lagian makan koq cuma nasi, kecap, sama kerupuk doang. Kayak kamu g di masakin mommy Yuri aja" omel Manu sambil menyuapi Mei lalu bergantian dengan dirinya sendiri.
Malamnya seperti biasa Manu bakalan ke rumah Mei untuk menidurkan Mei. Sudah kebiasaan klo Mei g bisa tidur klo sendirian. Jadi semenjak Manu resmi jadi pacar mei, dia akan selalu menidurkan Mei.
"malam daddy Sean... mommy Yuri... abang Dima.." sapa Manu pada keluarga O'pray yang saat itu berada di ruang keluarga.
"Kamu datang mau nemenin Mei tidur?" ucap Sean daddy Mei.
"iya dad" jawab Manu.
"ya udah. gih udah ditunggui Mei di kamar kamu." ucap Sean.
__ADS_1
Manu pun berjalan menuju kamar Mei di lantai 2 mansion keluarga O'pray.
"Lagi ngapain?" ucap Manu mengagetkan Mei yang saat itu sibuk membaca chat di grup yang baru saja dibuat oleh Bailey, Brooklyn dan Yasmin.
"eh..eh.. ish.. Manu ngagetin Mei aja. Untung Mei g punya penyakit jantung..."omel Mei.
"kamu sedang apa? sampai g tahu aku masuk." ucap Manu sambil mengambil hp Mei dan membacanya.
"ih.. kembali'in hp Mei..." pinta Mei sambil berusaha merebut hpnya kembali.
"selingkuh kamu??" tanya Manu tegas.
"ih.. enggak.. Mei g selingkuh... itu tadi chat group aku sama Yasmin, Bailey dan Brooklyn." jawab Mei.
Sebenarnya Manu udah tahu. Tapi dia mau mendengar jawaban Mei aja. Kali aja bo'ong.
"Masing bocil g boleh selingkuh. Awas aja kamu kalo selingkuh." ancam Manu.
" Klo Mei selingkuh trus Manu mau apa?" tanya Mei.
"Gue abisin selingkuhan loe." jawab Manu dengan tatapan tajam.
"ih... Manu nyeremin... Mei jadi takut tau..." kata Mei.
" Ayo cepetan tidur. Udah malem juga.." kata Manu sambil beranjak ke tempat tidur dan menarik Mei ke tempat tidurnya. Mei pun tidur menghadap Manu. Manu mejadikan satu lengannya sebagai bantal mei, dan lengan satunya memeluk pinggang Mei. Seperti biasa Mei akan mencari posisi yang nyaman yaitu mendekatkan wajahnya ke ketiak Manu sambil memeluk tubuh Manu. Posisi aneh memang. Tapi sudah menjadi kebiasaan Mei dalam posisi tidur yang seperti itu. Kata mei, bau Manu itu wangi.
"Manu.. puk puk punggung Mei..." pinta Mei.
"Iya... nih udah aku puk puk. Cepetan tidur". perintah Manu. Berapa menit kemudian Mei sudah terlelap. Manu pun pergi perlahan meninggalkan Mei.
"Mei udah tidur?" tanya bang Dima.
"Mo kemana loe?" tanya Dima lagi.
"Biasa bang... balap" jawab Manu.
"oh.. tiati..." pesan Dima.
Manu pun pergi dari mansion keluarga O'pray ke arena balap liar.
"huwo... dateng juga loe boss" ucap Ivan menyambut kedatangan Manu.
"Udah mulai?" tanya Manu.
"Belum. Setengah jam lagi." jawab Emilio kali ini.
"bro.." ucap Alex sambil ber-tos ria dengan Manu.
"udah di bobok in tuh bini loe??" goda Ivan.
"Tenang... udah gue puasin dia... g bakalan bangun sampai besok." canda Manu menanggapi godaan Ivan.
"Widih.... berapa ronde bos q..." canda Ivan lagi.
"ada lah. kepo loe!!" jawab Manu.
"Dasar abstrak!!" ucap Emilio sambil menggelengkan kepalanya menanggapi obrolan abstrak temennya.
__ADS_1
Manu pun sudah bersiap di arena balap itu. Di sampingnya ada Leo, lawan dari Manu.
"udah siap kalah loe?" tantang Leo.
"Loe ngomongin diri loe sendiri?" balas Manu.
"kali ini gue pertaruhin cewek gue." kata Leo sambil mendongakkan kepalanya kearah seorang cewek seksi.
Manu yang mengikuti arah pandang Leo dan melihat cewek itu pun hanya mendengus saja. Dalam hatinya Manu tak berniat sama sekali dengan cewek itu.
"klo gue menang, gue mau mobil farery sport loe yang baru." lanjut Leo.
Manu tak menjawab. Dia hanya langsung menutup kaca spion helmnya dan mulai bersiap balapan.
Balapan berlangsung dengan sengit. Leo yang tak ingin kalah dari Manu berbuat curang dengan menyuruh anak buahnya untuk menuangkan minyak pada jalan yang akan dilewati Manu sehingga menjadi licin.
Manu yang kaget sempat oleng dan hampir terjatuh tapi untungnya dia memiliki skill balap yang mumpuni sehingga dia dapat mengendalikan lagi motornya. Setelah itu, Manu pun menambahkan laju motornya lebih cepat dan berhasil mendahului Leo yang tadi sempat memimpin.
"Brengs*k!!" maki Leo emosi, karena kalah dari Manu.
"heh... anj*ng!! pengecut loe!! beraninya main curang." ucap Ivan emosi sambil mencengkram kerah jaket Leo.
Leo yang masih tak terima kalah dari Manu pun hanya menjawab pernyataan Ivan itu dengan dengusan dan smrik menantang.
"udah. Van. Sekarang loe kalah Leo!" ucap Manu sambil memberikan tatapan merendahkan pada Leo.
Karena Leo udah kalah dan malu, dia pun beranjak pergi meninggalkan arena balap itu. Sebelum itu Leo pun berkata," Loe bisa nikmati tuh cewek!!"
"Tunggu." ucap Manu.
Leo pun berhenti dan menatap Manu.
"Gue g butuh jal*ng bekas loe!!" ucap Manu sambil mengarahkan pandanganya ke cewek seksi yang datang menghampiri mereka. a.k.a Alex, Ivan, Emilio, Leo dan beberapa anak buah Leo.
Manu pun pergi meninggalkan arena balap itu. Sedangkan cewek itu yang mendengar perkataan Manu pun mengepalkan tangannya. Cewek itu merasa terhina dan tertantang. Cewek itu memandangi punggung Manu dengan tatapan yang sulit diartikan.
Cewek itu pun lalu mendekati Leo dan menggelayut manja di lengan Leo.
"cewek modelan gini di jadiin taruhan. Di club juga bejibun" ucap Ivan sambil menilai cewek itu dari atas kebawah dengan tatapan merendahkan. Lalu Ivan, Emilio dan Alex pun pergi meninggalkan tempat itu. Leo yang masih diliputi oleh emosi karena kalah dan bahkan di rendahkan karena cewek itu pun menghempaskan dengan kasar tangan cewek itu, dan meninggalkanya. Cewek itu pun marah dan kesal dengan apa yang telah terjadi padanya malam ini.
"Awas loe Manu Rios Anderson, gue bakalan buat loe bertekuk lutut di kaki gue gimana pun caranya." ucap cewek itu.
Sean O'pray
Daddy-nya Mei...
Yuri O'pray
Mommy-nya Mei....
(mommy mommy yang awet muda..)
__ADS_1
Abang Dima O'pray
(Abang-nya Mei beda 9 tahun dengan Mei.)