
The power of Gossip itu benar-benar W.O.W 😱. Hanya dalam waktu singkat, seluruh penghuni SMA Anderson High school sudah mengetahui bahwa seorang Manu Rios Anderson mostwanted sekolah telah memiliki pacar. Mei, kini tiada orang yang tak mengenal dirinya sebagai pacar seorang Manu Rios Anderson anak pemilik sekolah.
"Pagi Yasmin..." sapa Mei sambil berlari memeluk Yasmin.
Yasmin terlonjak kaget oleh pelukan Mei pada dirinya.
"Pagi Mei..." balas Yasmin dengan senyuman yang ramah. Untuk sesaat Yasmin baru tersadar bahwa Mei tidak datang sendiri melainkan bersama Manu. Lalu dengan cepat Yasmin menundukkan kepalanya.
"Sayang... aku pergi dulu. Jangan nakal." ucap Manu sambil mengusap kepala Mei lalu mencium kepala Mei. Setelah itu Manu pun pergi meninggalkan kelas Mei.
"Yasmin koq pagi datengnya? Yasmin rajin ya..." kata Mei sambil duduk di bangkunya yang di sebelah Yasmin.
" udah biasa koq" jawab Yasmin sambil tersenyum.
" klo Mei g bisa bangun pagi. Mesti dibangunin Manu dulu. Terus klo Manu g nungguin Mei mandi, nanti Mei bakalan ketiduran di bathtub. hehehe" jelas Mei sambil nyengir.
Yasmin tersenyum geli mendengar ocehan Mei.
Suasana kelas Mei saat ini sangat riuh. Itu di sebabkan jam kosong. Guru mereka tidak bisa masuk kelas karena ada urusan.
"Yasmin, temenin Mei ke toilet dong... Mei pingin pipis.." pinta Mei sambil memohon dengan puppy eyesnya.
"Iya. Baiklah" jawab Yasmin sambil berdiri.
"hehehe.... Yasmin baik..." kata Mei sambil berjalan menuju toilet sambil merangkul lengan Yasmin.
"Jadi ini jal*ng kegatelan yang mendekati Manu??" kata seorang cewek yang tiba-tiba masuk ke toilet bersama dengan 3 orang temanya saat Mei dan Yasmin sedang mencuci tangan mereka di wastafel. Yasmin mengenali cewek yang barusan berbicara pada mereka. Dia adalah Olivia Jensen. Ketua dari club cheerleader. Dia juga terkenal sebagai tukang bully. Serta ke-3 temanya yang lain juga merupakan anggota cheerleader dan tukang bully disekolah ini. Para guru pun tak berani mengambil tindakan dari masalah yang disebabkan oleh Olivia and the gang. Karena orang tua Olivia adalah salah satu donatur di sekolah ini. Dan Ibunya adalah salah satu orang berpengaruh di perkumpulan orang tua murid.
Yasmin yang melihat Olivia pun punya perasaan tidak enak. Sebab Yasmin juga pernah dibully oleh mereka.
"Kakak bicara sama Mei?" tanya Mei sambil menunjuk pada dirinya sendiri.
"ya iya lah... gue ngomong sama loe hal*ng" ucap Olivia sambil mendorong Mei dengan telunjuknya.
Yasmin yang melihat itu, berusaha untuk menghentikan Olivia.
"kak... jangan gini..." kata Yasmin
"heh.. diem loe gadis miskin." ucap Sandra teman Olivia sambil mendorong bahu Yasmin.
"eh.. koq kakak kasar sih sama Yasmin.." ucap Mei tak terima dengan perlakuan teman Olivia.
"eh diem loe jal*ng!!" ucap Olivia sambil melayangkan tangannya hendak memapar Mei.
Melihat itu Yasmin langsung menghalangi Olivia. Hingga berakhir dengan dirinya yang tertampar oleh Olivia. Mei kaget dengan kejadian itu.
__ADS_1
"Yasmin..." kata Mei lirih...
Olivia yang kesal menyuruh kedua temannya untuk menyeret Yasmin keluar toilet. Sedangkan satu temanya lagi memegangi tangan Mei dari belakang.
Yasmin didorong oleh Sandra dan Luna hingga tersungkur di lantai luar toilet dan mereka berdua mengunci pintu toilet itu.
Yasmin bangkit dan berusaha membuka pintu toilet dan membantu Mei.
"kak.. tolong jangan sakiti Mei kak.." pinta Yasmin sambil menggedor-gedor pintu toilet dan berusaha membukanya.
Sadar usahanya sia-sia. Yasmin pun memutar otaknya untuk menyelamatkan Mei.
"Manu.. ya Manu.."kata Yasmin. Ya.. Yasmin pikir cuma Manu yang bisa membantu Mei. Yasmin pun berlari ke arah bascamp Thunder. Yasmin tau pasti ada Manu disana. Walaupun tak ada Manu, pasti akan ada anggota Thunder yang bisa membantunya menyelamatkan Mei yang merupakan pacar Manu.
Sampai di dekat bascamp Thunder, tiba-tiba rahang Yasmin di cengkram erat oleh seseorang. Yasmin pun kaget dan mulai berkeringat dingin karena ketakutan saat tahu Alex yang mencengkram rahangnya.
"Mau apa cewek beasiswa kayak loe ke bascamp Thunder??? Mau jual badan loe ke anggota Thunder.. heh??" ucap Alex dengan nada menghina dan suara rendah yang menyeramkan.
"Emm.." Yasmin berusaha melepaskan cengkraman Alex dengan mata yang berkaca-kaca menahan sakit karena cengkraman itu.
"Me..me..Mei..." ucap Yasmin terbata.
"Ngomong yang jelas ****..." bentak Alex.
"me..Mei.. toil.. toilet... bully.." kata Yasmin terbata-bata berusaha menjelaskan pada Alex.
Alex yang mendengar nama Mei itu pun langsung menghempaskan Yasmin dan menggantinya dengan mencengkram lengan gadis itu.
"ikut gue! Dan jelasin di dalem" kata Alex sambil menyeret paksa Yasmin.
Alex tak menggubris Ivan.
"jelasin!" kata Alex penuh penekanan pada Yasmin sambil menghempaskannya ke depan Manu.
" Tolong.. selamatkan Mei... Mei dibully kak Olivia di toilet.." jelas Yasmin pada Manu.
Begitu mendengar nama Mei, Manu langsung berlari meninggalkan bascamp dan menuju toilet wanita. Begitupun dengan Ivan dan Emilio yang mengikuti Manu dari belakang.
"Ngapain loe diem aja hah!!" bentak Alex.
"Buruan jalan!" kata Alex sambil menyeret Yasmin.
Sementara itu, setelah pintu toilet di kunci oleh Sandra, tinggallah Mei bersama geng Olivia.
"hei jal*ang! Saatnya gue beri pelajaran loe karena udah kegatelan deketin Manu gue!!" bentak Olivia sambil tersenyum miring.
"Guys.. enaknya kita apain dulu ni jal*ng?" tanya Olivia pada teman-temannya.
"Udah Liv.. habisin langsung aja..." kata Luna memanasi.
__ADS_1
Lalu tanpa aba-aba Olivia menampar Mei dengan keras. Bibir Mei pun sobek karena tamparan itu. Mei meringis kesakitan.
"hiks..hiks.. sakit.." ucap Mei sambil mulai menangis.
Belum selesai dengan itu, Olivia pun menarik keras rambut Mei dan mendorongnya sampai terbentur pinggir wastafel hingga mengakibatkan memar di kening Mei. Lalu Olivia pun menarik rambut Mei dan memposisikan Mei tertidur dilantai toilet lalu mulai menampari pipi Mei secara bergantian. Sandra pun berinisiatif menyiram Mei dengan air yang dia bawa, hingga Mei basah kuyup.
"hiks..hiks.. udah.. hen... hentika.. hiks.. Mei.. kesakitan.." jelas Mei sambil memegangi kedua pipinya yang mulai bengkak karena tamparan-tamparan Olivia.
"hentikan?? gue belum puas sebelum jal*ng seperti Lo kapok!" kata Olivia sambil memberi kode pada teman-temannya untuk ikut memberikan Mei pelajaran.
Melihat itu Mei ketakutan..
"Jangan...jangan.." ucap Mei sambil menggelengkan kepalanya.
Mereka berempat tak menggubris ucapan Mei dan mulai membully Mei. Olivia duduk diatas tubuh Mei, Sandra berusaha memegangi kedua tangan Mei, Luna menarik rambut Mei, sedang Beti, merekam tindakan mereka.
"BRAK..!" terdengar pintu toilet yang rusak akibat tendangan Manu. (anggap aja suaranya gitu ya..😁😁)
Betapa marahnya Manu melihat keadaan Mei yang memperihatinkan.
"BRENGS*K!!" teriak Manu marah.
Lalu dengan emosinya Manu mencengkram kerah baju Olivia yang sedang menduduki tubuh Mei. Dan dihempaskanya tubuh Olivia hingga tersungkur di lantai. Lalu Manu mendekati Sandra dan Luna. Manu langsung memapar kuat mereka berdua sampai bibir mereka sobek dan mengeluarkan darah. Mei saat itu hanya bisa menangis. Menatap Mei yang menangis, Manu pun tanpa kata-kata pun memeluk Mei dengan perlahan. Dibelainya rambut belakang Mei dengan perlahan.
"G papa.. g papa.. aku udah disini... g papa.. tenang ya.." kata Manu pelan menenangkan Mei yang masih bergetar karena tangisnya. Sungguh Manu sangat marah sebenarnya saat ini. Tapi bila dirinya memperlihatkan amarahnya serta tindakan brutalnya akan hanya akan menambah ketakutan Mei. Jadi Manu berusaha menahan emosinya.
Dengan hati-hati Manu mengangkat dan menggendong Mei ala bridal style.
saat melewati teman-temannya, Manu memberikan kode berupa lirikan pada Emilio. Entah apa maksud dari isyarat itu. Tapi sepertinya Emilio bisa mengerti. (wow.. pakai telepati kali ya...hihihi)
Manu pun berjalan meninggalkan toilet itu dan menuju ke arah parkiran sekolah. Dua akan membawa Mei ke rumah sakit.
Alex pun akan mengikuti Manu tapi terhenti karena merasakan tarikan pada ujung bajunya. Alex pun menoleh. Dan mendapati Yasmin sebagai pelakunya. Sebenarnya Yasmin sangat takut. Tapi rasa bersalah karena tidak bisa membantu Mei tadi dan rasa khawatirnya pada Mei yang mendorong dia berani menarik ujung baju Alex.
"Boleh.. bolehkah aku ikut..." dengan takut-takut Yasmin bertanya pada Alex.
Alex terdiam sesaat. Alex melihat Yasmin. Alex tahu gadis berhijab itu ketakutan terhadapnya. Tapi rasa khawatir terhadap Mei membuat gadis itu berani menarik ujung banjunya.
Alex melepaskan cekalan pada bajunya dan berjalan.
"Ngapain diem aja loe??! ikut g??" kata Alex angkuh.
Yasmin pun mendongakkan kepalanya dan mengedipkan kedua matanya seraya tak percaya oleh perkataan Alex barusan.
Saat baru saja nggeh Yasmin langsung menundukan kepalanya, dan mengekori Alex dari belakang.
Tanpa disadari semua orang, ada sepasang mata yang memperhatikan semua kejadian itu dalam diam. Tatapan yang ntah apa arti dari tatapan itu.
Yang nungguin Yasmindiyah Madison...
Terimakasih telah membaca karya Mimin... mohon doanya supaya makin banyak yang baca karya Mimin...
__ADS_1
Mimin seneng banget klo banyak suka dengan karya Mimin... Terimakasih 😊😊