
Masih flashback juga....
"*Hallo, gue mau ngomong sama loe..."
"...."
"Ini penting!! Gue tunggu di apartemen gue."
Doori memutuskan sambungan teleponnya. Doori melirik lalu mengambil tes pack yang menunjukkan dua garis merah.
Tadi pagi Doori memutuskan untuk mengecek bahwa dugaannya selama beberapa hari lalu itu salah. Mual, pusing, seta lemas Doori alami beberapa hari ini. Doori ingat seharusnya Minggu lalu adalah periodenya. Tapi Doori belum mengalami periodenya.
Dengan perasaan tak karuan, akhirnya Doori memutuskan untuk membeli testpack.
Dan betapa hancur perasaanya saat melihat dua garis merah yang menjadi hasil dari testpack itu.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
"Ada apa lagi... Bukanya urusan kita sudah selesai" kata Dion.
Doori melempar testpack ke arah Dion. Dion mengambil dan melihat testpack yang menunjukkan dua garis merah sebagai hasilnya.
"Ini... Apa maksudnya?" tanya Dion.
"Gue hamil brengs*k!!!"
"Heh... Terus loe maunya apa?" tanya Dion sambil tersenyum miring.
"Gue g mau hamil brengs*k!! terutama hamil anak loe!!"
"Terus loe mau apa? gugurin tuh janin?"
Doori terdiam. Doori takut menggugurkan janin itu. Tapi Doori juga tak mau menanggung malu karena hamil diluar nikah apalagi ia masih sekolah.
"Gimana kalo Manu yang jadi suami loe sekaligus bokap dari tuh janin..." kata Dion.
"Maksud loe?"
"Malam itu, semua anggota Thunder tau kalo Manu lah yang pergi ke apartemen loe bukan gue. Loe tinggal bilang kalo tuh janin milik Manu."
"Itu g mungkin. Manu hanya sebentar ke apartemen gue."
"Kalo loe g bilang yang sebenarnya, g akan ada yang percaya pada Manu. Loe hanya harus bilang yang melakukan itu sama loe adalah Manu. Bukan gue. Pikirkan, kalo loe bilang gitu Manu bakalan diminta untuk bertanggung jawab sama loe. Dan loe bisa miliki Manu seutuhnya."
"Tapi... Manu ngancam gue... Manu bakalan hancurin perusahaan milik keluarga gue kalo gue masih gangguin dia. Gue takut."
"Ck... gobl*k!! Loe tinggal bilang ke bokap nyokap loe kalo loe hamil anak Manu. Bokap Lo pasti g akan marah sama loe dan bahkan akan sangat dukung loe supaya Manu tanggung jawab sama loe. Orang tua mana yang g mau anaknya nikah dengan keluarga Anderson?? pikirkan.."
"Tapi... g ada bukti kalo Manu yang hamilin gue.."
"CCTV"
"CCTV?? bukannya dengan CCTV Manu bisa buktikan bahwa ia g salah?"
"Heh... Gobl*k!! nih..." kata Dion sambil memperlihatkan hp nya pada Doori. Dimana di dalam hp itu ada video yang menampakkan seorang laki-laki memakai jaket kulit hitam dan topi yang memasuki apartemen Doori.
"Ini kan gambar loe!?" Doori tak mengerti apa maksud Dion memperlihatkan video itu.
"Gobl*k!! Loe masih g sadar???"
Dan di balas gelengan kepala Doori.
"Ck... Baju, penampilan dan juga postur tubuh gue mirip sama penampilan Manu malam itu. Ngerti kan loe. Loe tinggal memperlihatkan video itu dan ngaku kalo cowok yang ada di video itu adalah Manu."
Doori diam. Doori memikirkan segalanya. Doori ingin Manu menjadi miliknya dan menjadi ayah dari janin yang dia kandung saat ini. Tapi Doori juga masih ingat dengan ancaman Manu.
Dion pun memperlihatkan video lain. Didalam video itu tampak adegan dewasa Doori dengan seorang cowok. Tapi wajah cowok itu tak terlihat.
Doori terkejut dengan video itu. Doori tak menyangka Dion mengambil video saat mereka berdua melakukan hubungan intim.
"Brengs*k!!! Loe videoin gue!!! Brengs*k!"
"Loe bisa buat video itu jadi bukti tambahan untuk menekan Manu. Tapi gue juga bisa menyebar video itu ke publik kalo loe g mau ngelakuin apa yang gue saranin." kata Dion mengancam Doori.
"Brengs*k!! Loe ngancam gue??"
"Terserah loe. Keputusan ada di tangan loe."
Setelah mengatakan itu, Dion pergi meninggalkan Doori sendiri.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
"Saudara Manu Rios Anderson, anda di tangkap atas tuduhan pemerkosaan terhadap saudari Doori Franklin. Silahkan ikut kami." ujar seorang polisi yang datang menemui Manu di basecamp Thunder.
__ADS_1
"What??" kata Ivan kaget.
Anggota Thunder lain pun terkejut bukan hanya karena kedatangan polisi ke bascamp Thunder itu, melainkan juga karena tuduhan yang di layangkan polisi itu kepada Manu.
"Manu...." kata Emilio sambil menatap Manu meminta penjelasan.
"Brengs*k!!!" kata Leo yang menerjang Manu setelah mendengar penjelasan polisi tadi.
BUGH...
BUGH....
"Baj*ngan!!"
BUGH...
Leo menghajar Manu membabi buta.
Ivan dan Emilio menghentikan Leo yang memukuli Manu.
"Silahkan saudara Manu.." kata polisi itu sambil membawa Manu.
Manu melihat kearah Alex. Dan Alex pun menganggukan kepalanya.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
"Manu Rios Anderson, kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan kamu pada putriku!!" kata tuan Franklin
Manu tak menggubris perkataan pria paruh baya itu. Manu duduk di kursi polisi.
"Saudara Manu, anda tau, anda di tuduh atas tindakan pemerkosaan terhadap saudari Doori Franklin. Anda punya penjelasan?" kata polisi itu.
"Saya bisa menghubungi pengacara keluarga saya kan..." tanya Manu.
"Ya silahkan" polisi itu memperbolehkan.
Manu menelepon pengacara keluarganya agar datang ke kantor polisi. Setelah menutup panggilan teleponnya, Manu melirik Doori dengan tatapan tajamnya.
"Loe udah gue peringatin jangan pernah menunjukkan wajah loe atau berurusan sama gue dan pacar gue. Tapi loe malah cari masalah sama gue." kata Manu dingin serta aura yang menyeramkan yang dikeluarkan oleh cowok itu. Menyeramkan hingga siapapun yang ada di ruangan polisi itu dapat merasakan aura itu.
Doori sangat ketakutan. Tapi ia sudah terlanjur memilih cara ini. Doori mempertaruhkan segalanya sekarang. Baik masa depannya sendiri maupun masa depan dari bisnis keluarganya. Jadi Doori sudah tak akan bisa mundur lagi.
"Manu, saya akan memberikan dua pilihan untuk kamu. Kamu menikahi putri saya dan bertanggung jawab atas janin yang dikandungnya atau saya masukan kamu ke penjara atas tuduhan pemerkosaan putri saya." kata tuan Franklin.
"Anda yakin putri anda mengandung anak saya??" kata Manu tenang tapi penuh dengan penekanan dan aura yang mengintimidasi.
Christian Franklin yang melihat tatapan Manu pun harus mengakui bahwa dirinya merasa sedikit ketakutan.
"Coba anda tanyakan pada putri anda, malam itu, putri anda meminta saya untuk datang ke apartemennya. Saya memang datang, tapi saya langsung pergi meninggalkan apartemen putri anda tak lama setelah saya sampai. Lalu, bagaimana putri anda hamil anak saya, sedangkan saya tak pernah menyentuh putri anda. Ah... salah. Jangankan menyentuh putri anda, saya bahkan tak mau berhadapan dengannya." kata Manu.
"Saya punya bukti CCTV bahwa kamu masuk ke dalam apartemen putri saya. Dan video saat kamu dan putri saya berhubungan intim." jelas Christian dengan nada tinggi.
"Anda yakin di dalam video dan CCTV itu adalah saya?" tanya Manu.
"Sebaiknya anda hentikan ini. Karena begitu semua bukti yang sebenarnya sudah terkumpul dan saya dinyatakan bebas tak bersalah, saya pastikan keluarga anda akan jadi gelandangan dalam hitungan jam. Dan saya akan buat kehidupan anda bagai di neraka." kata Manu.
Manu pun duduk kembali.
"Apa saya bisa menghubungi keluarga saya?" tanya Manu.
"Ya silahkan." jawab polisi itu.
"Ini gue... bisa gue minta tolong sama kak Ryo??"
"...."
"Bisa g kak Ryo bawa Mei ke luar negeri untuk sementara waktu?"
"......"
"Ada hal merepotkan yang gue hadapi. Takutnya Mei bakal terluka dan terpengaruh."
"......"
"Gue g mau kalo sampai Mei g percaya sama gue dan benci gue."
"...."
"Please... cuma loe kak, yang bisa gue andalin. Setelah gue beresin masalah ini, gue sendiri yang bakal jemput Mei."
"....."
"Kalo bisa malam ini kak Ryo membawa Mei. Karena gue yakin pagi ini pasti berita tentang gue akan menyebar. Dan kak, pastikan Mei g membuka semua perangkat elektronik yang bisa menghubungkan Mei dengan dunia luar."
__ADS_1
".... "
"Hmm... Terimakasih kak.."
Bukanya menelepon keluarganya, Manu malah menelepon Mariano O'pray. Kakak sulung pacarnya. Manu tak mau Mei percaya dan akan membencinya dengan berita yang menyudutkannya. Berita yang kemungkinan besok akan menyebar yang akan menyalahkan dan menyudutkannya.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Pagi harinya media massa di gegerkan dengan berita bahwa pewaris kerajaan bisnis Anderson Corp telah memperkosa putri dari Chistian Franklin, pemilik Franklin Corporation. Doori Franklin.
"Kenapa bisa begini Doori?" tanya Leo.
"Gue g tau... Manu.. Manu memasukan sesuatu ke minuman gue... terus dia perkosa gue.. hiks.. hiks.." jelas Doori.
"Baj*ngan!!" geram Leo sambil mengepalkan tangannya.
"Hiks... hiks.. loe mau bantu gue kan Leo... Bantu gue supaya Manu tanggung jawab sama gue.. hiks... hiks.. please.." kata Doori.
"Loe tenang ajah.. gue bakalan maksa Manu supaya tanggung jawab sama loe. Manu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sama loe." kata Leo.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
"Loe musti tanggung jawab sama Doori!!" kata Leo yang kini ada di kantor polisi dan berhadapan dengan Manu.
Saat ini Manu masih berada di kantor polisi.
"Lucu... bukan gue yang ngehamili cewek loe kenapa gue yang mesti tanggung jawab?"
"Doori bilangan ke gue, kalo loe masukin sesuatu ke minumannya dan loe memperkosa dia. Baj*ngan!!"
"Dan loe percaya sama omongan jal*ng itu?"
"Brengs*k!! Siapa yang loe sebut jal*ng hah!!"
"Cewek loe. Siapa lagi?? Cewek yang dengan mudahnya tidur dengan cowok lain dan malah mengkambing hitamkan cowok yang tak ada sangkut pautnya itu apa namanya kalo bukan jal*ng??"
"Brengs*k jaga ucap loe." kata Leo sambil mencengkram kerah baju Manu.
"Mau apa loe?? Pukul gue??" tanya Manu.
Leo mendengus dan melepaskan cengkeramannya pada Manu.
"Gue mau loe nikahi Doori. Gue mau loe tanggung jawab pada janin yang dikandung Doori."
"Heh.... Ngimpi!!"
"Brengs*k!! Pengecut loe!! Loe harusnya malu dengan kelakuan loe!! Dengan kelakuan loe ini, loe g pantes jadi ketua Thunder!!"
"Terus loe mau ambil Thunder??" tanya Manu mengejek.
Leo yang melihat Manu seolah mengejeknya menjadi sangat marah.
"Mengambil Thunder?? Heh.... gue g butuh geng yang bahkan ketuanya pengecut kayak loe. Gue akan buat geng gue sendiri. Dan setelah itu, gue akan hancurin geng loe dan maksa loe buat tanggung jawab pada Doori"
kata Leo sambil beranjak untuk pergi.
"Selama ini gue diem saat tuh cewek ngedeketin gue. Itu karena gue masih menghargai loe yang suka sama tuh cewek. gue masih ingat loe pernah bantu gue waktu gue dikeroyok saat tawuran dulu. Tapi saat ini, saat loe minta gue untuk tanggung jawab pada kesalahan yang bukan gue yang melakukannya, dan saat loe lebih percaya sama omongan tuh cewek, gue kecewa sama loe. Jika loe lebih memilih untuk membenci gue dan memilih untuk tidak lagi menjadi teman gue bahkan memilih menjadi musuh gue, maka gue akan menganggap gue tak punya hutang lagi sama loe. Jadi gue tidak akan menahan diri gue untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara gue tanpa memberi belas kasih pada orang-orang itu. Karena mereka, gue musti berpisah dari Mei untuk sementara. Ini peringatan terakhir dari gue, katakan pada tuh cewek agar menghentikan ini semua dan berbicaralah jujur. Sebab begitu semua bukti ada di tangan gue, maka gue akan membalasnya berkali-kali lipat. Semoga tuh cewek g jadi gila setelah ini." kata Manu.
Setelah mendengar perkataan Manu itu, Leo pergi.
Saat akan keluar ruangan interogasi Manu, Leo berpapasan dengan Alex.
"Semoga setelah ini cewek loe g bunuh diri." kata Alex saat ia berpapasan dengan Leo.
Alex mendekati Manu dan menyerahkan sebuah flashdisk.
"Semuanya ada di sini." kata Alex dengan menyeringai.
Manu tau, Alex pasti tau apa yang mesti dilakukannya. Bagi Alex tak ada informasi apapun yang tak bisa Alex dapatkan.
Manu sudah mendapatkan semua bukti yang didapatkan Alex, Manu tersenyum menyeringai penuh arti sambil memainkan flashdisk itu*.
π»π»π»π»π»π»π»
Huft... untung bab 14 bisa lolos.. jadi g perlu ngedit bab ini...
Gimana alurnya?? mudah di tebak g???
ikuti terus ya ceritanya...π
Bonus cast
Dion Imanuel Thomson.
__ADS_1