My Childish Girlfriend

My Childish Girlfriend
Bab 9 : The Storm


__ADS_3

"Omo... Daebak.. kak Manu ganteng gila.."


"Alex badass sumpah"


"Kak Emilio... saranghae.."


"Ih... Ivan cucok..."


Komentar ciwi-ciwi yang sedang melihat para pentolan Thunder. Saat ini mereka sedang bermain basket di tengah lapangan.


"Anj*ng!!" umpat Ivan tiba-tiba.


"Ngapain loe??" tanya Emilio heran karena adiknya itu tiba-tiba mengumpat.


"Kalian g denger teriak ciwi-ciwi alay itu?" kata Ivan.


"Terus ngapain loe ngumpat segala?" kata Emilio


"j*ng. Teriakan buat loe pada keren. Lah gue??? Cucok?? Emang gue itu apa? benc*ng pinggir jalan? Anj*ng emang" kesal Ivan.


"Elo itu g pantes ngomong gue. Harusnya loe pakai kata eike. Uwahahaha" kata Emilio. Sedangkan Manu dan Alex hanya tersenyum miring menanggapi kelakuan kembar itu.


Ivan yang tak terima dengan candaan Emilio pun berlari ke arah Emilio dan mulai menyerang kakak kembarnya itu.


Saat ini keempat pentolan Thunder sedang duduk-duduk di pinggir lapangan di bawah pohon. Setelah mereka lelah bermain basket serta Emilio dan Ivan yang lebih lelah karena mereka berdua malah kejar-kejaran.


"Ini.. Mei beliin minuman buat Manu." ucap Mei sambil menyerahkan bungkusan plastik yang berisi air mineral dan softdrink serta beberapa makanan ringan. Mei datang bersama ketiga sahabatnya, Yasmin, Brooklyn, dan Bailey.


"Ini nih baru pacarnya Manu. Pinter. Sini duduk sama aku" kata Manu sambil menyuruh Mei mendekat ke arahnya. Setelah Mei mendekat, Manu langsung menarik Mei ke pangkuannya. Mei yang tidak siap pun langsung terduduk di pangkuan Manu.


"Anj*ng. Kita-kita dianggap transparan. Kira-kira kali bos, kalo mau bermesraan. Jangan di depan kita-kita kaum jomblo ini." kata Ivan kesal.


"Bac*t!" kata Manu.


"Ih.. Manu... ngomongnya jelek..." kata Mei.


"Kelepasan." kata Manu.


"Kelepasan??? Kelepasan apa bos?? Buahahaha... ambigu banget." kata Ivan.


"Kita? Jomblo?? Loe kali... Gue mah tinggal pilih aja. Barisan cewek-cewek gue masih panjang." bangga Alex.


"Antrian cewek club malam maksud loe?" tanya Emilio.


"Mill mulut loe." kata Manu sambil melirik Mei dan tetap memeluk Mei dari belakang.


"Sorry" kata Emilio.


"Cewek club malam itu gimana??? Cewek yang jadi anggota club yang kegiatan clubnya diadain waktu malam ya??" tanya Mei polos.


"******!!" ucap Ivan.


"Ck. Ya kali... " jawab Manu singkat tidak mau menjelaskan pada Mei.


"Berarti Mei g bakalan bisa ikut club itu... kan kalo malam Mei harus belajar. Trus habis itu bobo' deh. Iya kan Manu..." kata Mei.


"Iya. Tuh pinter" kata Manu.


"Ya lah... Mei gitu..." sombong Mei.


"Iya in aja... dari pada ribet" kata Manu dalam hati.


Sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepalanya akibat perkataan polos Mei.


"Nih... buat loe.." kata Bailey pada Ivan.


"Widih... dapet makanan dan minuman dari cewek cantik... Asik..." kata Ivan sambil mengambil makanan dan minuman itu serta dengan menaiki turunkan alisnya pada Bailey untuk menggodanya.


"Dih!!" kata Bailey memutar bola matanya lalu mengedikan bahunya seolah-olah jijik.

__ADS_1


"Nih.." sekarang giliran Brooklyn yang menyerahkan bungkusan pada Emilio.


"Thanks" ucap Emilio sambil menerima bungkusan itu.


"Ini.." kata Yasmin perlahan sambil menunduk menyerahkan bungkusan yang kali ini untuk Alex.


"G usah gue g butuh. Gue g mau nerima apapun dari loe." kata Alex sambil berlalu meninggalkan mereka.


Yasmin yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa menunduk semakin dalam sambil menahan air mata dari kedua matanya yang berkaca-kaca.


"Ih... Alex kok jahat sih sama Yasmin... padahal biasanya enggak. Kan kasihan Yasmin nya.." kata Mei sambil beranjak dari pangkuan Manu untuk menghibur Yasmin.


"Ck.. sini aja."kata Manu menahan Mei agar tetap diam. Manu masih PW (Posisi Wenak๐Ÿ˜) dengan menopang dagunya ke pundak Mei sambil memeluknya dari belakang.


Manu yang melihat kepergian Alex hanya meliriknya dengan tatapan misterius.


"Kenapa sih temen loe??? g terimakasih banget sama temen gue" kata Bailey kesal.


Ivan yang berada di sebelahnya mengangkat bahunya tak tau. (Dan tak mau tau๐Ÿ˜๐Ÿ˜) Ivan malah sibuk memakan makanannya.


"Ck... malah makan aja loe." kata Bailey kesal. Bailey pun merampas makanan ringan dan bungkusan milik Ivan sambil berlalu pergi dan menggandeng Yasmin. Brooklyn pun mengikuti di belakang.


"Eh... rejeki gue..." kata Ivan kaget saat makanannya diambil oleh Bailey.


"Akh... apes banget gue!" kata Ivan.


Emilio yang melihat itu hanya melirik kelakuan kembaranya itu sambil tersenyum miring mengejek nasib apes Ivan. (hahaha wkwkwk๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚)


"Yasmin..." sapa Mei pada Yasmin yang sedang duduk di halte bus. Mei sedang di bonceng Manu dan di belakang mereka ada Alex. Mereka bertiga akan pulang. Manu akan mengantar Mei ke mansion keluarga O'pray, sedang Alex akan pulang ke apartementnya.


Yasmin yang merasa namanya dipanggil pun menoleh kearah Mei.


"Belum pulang?" tanya Mei.


"Belum. Busnya g dateng dateng." Kata Yasmin sambil menghembuskan nafasnya lelah. Pasalnya sudah satu jam Yasmin menunggu bus yang akan membawanya pulang.


"bareng Alex ajah... tuh Alex sendirian." kata Mei.


"Ya bagus loe nyadar." kata Alex ketus.


Mei yang mendengar itupun menggembungkan pipinya. Merasa kesal dengan Alex.


"Barengin ajah. Loh pernah nganterin tuh cewek kerumahnya kan? Yaudah.. anterin lagi." kata Manu santai tapi ada maksud tersembunyi dari perkataannya untuk Alex.


Alex sebenarnya tidak mau. Tapi karena memandang Manu yang sepupunya, Alex pun mau.


"Ck... Naik loe." ucap Alex.


"G usah..." kata Yasmin.


"Buruan!!"kata Alex meninggikan suaranya.


Yasmin yang mendengar suara keras Alex kaget dan ketakutan. Dengan perlahan Yasmin pun mendekat Alex. Dan mulai menaiki motor Alex.


Dalam perjalanan pulang, Alex mendengar suara motor yang ramai. Alex pun melihat ke spion motornya dan melihat segerombolan geng motor dibelakangnya. Alex tau itu adalah geng The Storm, geng pimpinan Leo. Alex melajukan motornya di samping Manu.


"Storm di belakang" ucap Alex berteriak pada Manu agar didengar.


Manu pun melihat ke arah belakang dan melihat ada sekitar lima motor yang mengikuti mereka. Manu sebenarnya tak masalah bila berantem dengan The Storm. Tapi saat ini Manu sedang bersama Mei. Manu tak mau pacarnya terluka.


"Cabut!!" kata Manu dan dijawab anggukkan kepala oleh Alex.


Alex juga tau situasinya yang membawa cewek-cewek akan merugikannya.


Manu dan Alex menambah laju kecepatan motor mereka. Tapi Dewi fortuna sepertinya tidak memihak pada mereka. Dari arah depan sudah ada sekitar 10 orang anggota The Storm yang menghadang mereka.


"Shit!!" Umpat Manu pelan.


"Manu kenapa berhenti?? kan belum sampai ke mansion Mei." kata Mei pada Manu.

__ADS_1


"Siapa mereka?? temen Manu?" tanya Mei lagi. Mei baru sadar alasan Manu berhenti.


"Turun dulu gih" pinta Manu.


Mei pun turun. Diikuti oleh Manu yang turun dari motornya. Begitu juga Alex dan Yasmin.


"Loe diem disini dan jagain Mei. Kalo sampai pacar sepupu gue kenapa-kenapa, habis loe gue bully." kata Alex pada Yasmin yang kini bersama Mei. Yasmin menganguk mengerti.


"Mau apa kalian" tanya Manu santai.


"Habisin loe berdua" ucap salah seorang dari anggota The Storm


"Kayak kalian bisa aja... ketua loe pada aja g bisa ngalahin Manu, apalagi begund*l kaya loe semua" kata Alex sambil tersenyum mengejek.


"Bac*t loe" kata anggota The Storm langsung menyerang Manu dan Alex.


Perkelahian pun terjadi. Dengan jumlah seperti bagi Manu tidaklah sulit untuk mengalahkan mereka apalagi masih ada Alex bersamanya. Saat perkelahian berlangsung, salah satu anggota The Storm mulai menyadari bahwa mereka tidak akan menang dari Manu dan Alex. Ia pun tak sengaja melihat Mei dan Yasmin. Cewek-cewek yang tadi di bonceng Manu dan Alex. Anggota The Storm tadi pun akan membawa salah satu dari Mei ataupun Yasmin sebagai sandra, yang nantinya menjadi alat untuk The Storm bisa menghajar Thunder habis-habisan. Ia pun mendekati Mei dan Yasmin dan mulai menarik Mei untuk mengikutinya. Yasmin yang melihat itu pun membantu melepaskan tangan Mei dari cowok itu.


"Ih... lepasin Mei." kata Mei mulai menangis ketakutan sambil berusaha menarik tangannya dari genggaman cowok The Storm itu.


"Lepasin!!" Yasmin pun membantu Mei.


Cowok itu kesal. Dia harus cepat membawa Mei sebagai sandera sebelum dia habis di hajar Manu. Cowok itupun langsung menampar Yasmin yang dianggapnya mengganggu.


"PLAK!!!" bunyi tamparan cowok itu.


"Yasmin..."teriak Mei yang melihat Yasmin ditampar.


Yasmin sampai terjatuh akibat tamparan itu dan sudut bibirnya sobek serta mengeluarkan darah. Manu dan Alex yang mendengar teriakkan Mei pun menoleh.


"BANGS*T" ucap Manu melihat Mei diseret paksa oleh salah satu anggota The Storm.


"BRENGS*K!!" ucap Alex saat melihat Yasmin yang terduduk di atas aspal akibat ditampar oleh salah satu anggota The Storm.


Alex pun langsung berlari ke arah Mei dan Yasmin. Sedangkan Manu yang kalah cepat akibat posisinya yang jauh dari Mei terpaksa tetap menghajar anggota The Storm yang saat itu dihadapinya.


Alex langsung membogem cowok yang menarik paksa Mei.


"Bangs*t loe.. anj*ng... beraninya loe sama cewek... pengecut loe..." maki Alex sambil menghajar habis-habisan cowok itu.


Mei yang telah terlepas pun mendekati Yasmin dan membantunya berdiri.


Alex masih terus menghajar dan sesekali menendang cowok itu pun membuat Mei dan Yasmin ketakutan akan tindakan Alex.


Manu yang melihat cowok yang dihajar Alex sampai hampir pingsan pun menghentikan Alex.


"Sudah. Dia udah hampir pingsan. Mei dan cewek loe ketakutan" kata Manu sambil memeluk Alex untuk menghentikan Alex.


Alex tersadar. Alex pun berhenti dan melihat kebelakang, ke arah Yasmin yang ketakutan. Pandangan Alex jatuh pada sudut bibir Yasmin yang sobek dan mengeluarkan darah.


Melihat itu Alex sangat marah dan kesal.


"****" umpat Alex sambil membuang muka berusaha meredam emosinya.


" Pergi kalian. Sekalian bawa temen loe yang hampir pingsan itu." Perintah Manu sambil mengeluarkan aura membunuh.


anggota The Storm yang telah babak belur pun pergi dari sana.


Manu mendekati Mei dan memeluknya. Manu tau Mei sedang menangis karena ketakutan.


"Hiks.. hiks.. hiks.. Mei takut..." kata Mei dalam pelukan Manu.


"Hmm.. aku tau. Sorry membuat kamu untuk melihat kejadian barusan sehingga kamu ketakutan seperti ini.. Sorry...." ucap Manu sambil mengeratkan pelukannya pada Mei.


**Pa****da sadar g sih kalo tadi Manu nyebutin Yasmin cewek Alex??? tapi Alex g bantah?? hmmmm๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Tetep setia ngikuti kisah Manu dan Mei ya...๐Ÿ™๐Ÿ™


Bonus cast Manu dan Mei**...

__ADS_1




__ADS_2