
"Yey... akhirnya.. selesai juga ujiannya... pusing gue." kata Brooklyn.
"Huft... bener banget... mana soalnya susah lagi..." imbuh Bailey.
Saat ini duo ciwi-ciwi itu sedang duduk di kantin sambil menunggu pesanan mereka yang sedang di beli oleh Mei dan Yasmin.
"Nih, makanan kalian" kata Emilio sambil duduk diikuti dengan Ivan, Alex, Yasmin, Mei dan Manu. Dan di belakang mereka ada penjual yang membawa pesanan mereka.
"Lah bukanya tadi yang beli Mei dan Yasmin?" tanya Brooklyn
"Iya tadi ketemu waktu pesen. Trus di bantuin." jelas Yasmin.
"Lain kali pesen sendiri. Enak aja loe buat pacar gue jadi kacung." kata Manu.
"Ih... Manu g boleh gitu... lagian Brooklyn dan Bailey sering beliin titipan Mei sama Yasmin koq... jadi gantian..." kata Mei
Cuma dengusan Manu sebagai balasannya.
"Gimana tadi ujiannya sayang? bisa?" tanya Manu sambil memainkan rambut Mei. Sedangkan Mei sendiri malah menikmati makanannya.
"Hmm mm.. bisa koq. Mei bisa." jawab Mei.
"Bagus.. that's my girl..." kata Manu.
"Ujiannya lumayan." kata Emilio
"Lumayan?? iya-in ajah deh... yang punya otak tokcer... gue mah apa??? cuma butiran debu..." kata Ivan.
"G usah curhat... gue dengerin loe jadi enek!" kata Emilio.
"Mil. ntar kalo nilai gue jelek, trus mommy blokir kartu gue, gue pinjem punya loe ya..." kata Ivan.
"Ngimpi loe?" kata Emilio
"Ih... Emilio koq gitu ci.. cama babang Ivan... jahat..." kata Ivan
"Najis!!" kata Emilio.
Sedang yang lain, melihat tingkah keduanya pun tertawa.
"HM.. tapi bener kata kak Ivan. Ujiannya lumayan sulit juga." kata Bailey
"Enak ya jadi Yasmin... punya otak encer... pasti tahun ini Yasmin masuk dalam 10 besar ranking nilai tertinggi se sekolah." kata Brooklyn.
"Yap. Setuju" Kata Bailey.
"Amin... semoga saja.." kata Yasmin.
"Ya kalo dia g masuk 10 besar, beasiswanya bakal di cabut. Dan dia cus... get out dari sekolah ini." kata Alex sambil tersenyum miring.
Yasmin yang mendengar itu pun hanya tertunduk takut pada Alex.
"Habis meres otak enaknya shopping, makan makanan enak trus nonton..." kata Brooklyn.
"Anj*m meres... ambigu banget..." kata Ivan disusul geplakan kepala dari saudaranya.
"Nonton?? Mei juga pingin... Manu.." kata Mei sambil menunjukkan puppy eyes andalannya..
"Nonton di mansion aja... nanti aku temenin..." kata Manu.
"Nonton di mall!!" kata Mei
"No!!" jawab Manu
"Aaahhh.... Manu... Mei pingin nonton di mall... makan di mall juga..." pinta Mei
"No! mending nonton di mansion berdua sama aku" kata Manu.
Mei mencebikan bibirnya.
"Tuh bibir di kondisikan... minta di cium??" kata Manu. Dan di balas pukulan Mei pada lengannya.
"Hadew babang Manu... tolong dong.. tingkat kemesraannya di kontrol.. nih jiwa kejombloan babang Ivan merongrong..." kata lebay Ivan.
"Iri? Bilang bawahan..." kata Manu.
"Mampus.." kata Emilio
"Wah... wah..." Ivan langsung kehilangan kata-kata.
"Ck... Oke... nanti kita nonton" kata Manu
"Di mall??" kata Mei memastikan.
"Hmm.." jawab Manu
"Yey... makasih Manu... Manu baik.. " kata Mei sambil mencium pipi Manu lalu memeluk lengan Manu.
"Astaga... mata suci adek ternoda babang Manu.. " kata Ivan.
"Bahasa loe. Ternoda pa'an? otak loe tuh yang ternoda oleh banyaknya micin. Dasar generasi micin." kata Emilio
"Wah tega loe bang sama adek loe ini. Abang macam apa loe... sungguh Ter la lu" kata Ivan.
"Lebay loe.." kata Emilio sambil menoyor kepala Ivan.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
"Emm.. aku g bisa ikut kalian... maaf ya.." kata Yasmin
"No. Yasmin... kali ini loe harus ikut. HARUS!!" kata Brooklyn
"Ya. Yasmin... Brooklyn benar. Ayolah... please.." kata Mei
"Bener kata Mei sama Brooklyn. Loe selalu g mau ikut kita. Bibi loe yang rese itu?? kan ada ayah loe. Loe bisa izin..." kata Bailey
"Baiklah... aku telepon ayah dulu ya..." kata Yasmin sambil menelepon ayahnya.
"Assalamualaikum ayah..."
__ADS_1
"......"
"Ayah Yasmin mau minta ijin ke mall sama Brooklyn, Bailey, dan Mei. Boleh?"
"........"
"Nonton"
"......."
"Iya... g malam-malam koq Yasmin pulangnya"
"......"
"Iya... assalamualaikum"
"Jadi tunggu apa lagi? Ayo..." kata Brooklyn sambil menggandeng lengan Yasmin.
Mereka berempat pergi ke parkiran.
"Ayo Yasmin loe bareng kita." kata Bailey
"He em.." kata Yasmin sambil membuka pintu penumpang belakang mobil Bailey-Brooklyn.
"Loe dengan gue." kata Alex sambil menyeret Yasmin kearah motornya.
Bailey dan Brooklyn bengong melihat kejadian itu. Mereka bertanya-tanya atas sikap Alex pada Yasmin.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Sesampainya di mall terbesar milik Anderson, mereka berdelapan mulai memasuki mall tersebut.
Pertamanya mereka memasuki salah satu toko baju populer di sana. Itu pun setelah melalui peperangan mulut antara Brooklyn dengan Ivan yang ingin makan terlebih dahulu. Akhirnya Ivan mengalah dan mengikuti para ciwi-ciwi setelah mendapat komentar dari kembarannya. "Loe banci? ngalah sama cewek!" itu kata Emilio.
"Ini bagus..." kata Brooklyn sambil menunjukkan pakaian yang di pilihnya.
"Ini lucu..." kata Bailey
"Yang ini...." kata Mei menunjukkan pakaian pilihannya pada Manu.
"Big No!! Kamu mau pamer kaki kamu? Kamu pilih itu, aku kurung kamu di apartemen aku."
kata Manu.
"Widih.... di kurung di apartemen??? di apain bos q..?? Wkwkwk" tanya Ivan di balas lirikan tajam Manu.
"Ish..." Jawab Mei sambil memanyunkan bibirnya dan mengembalikan baju pilihannya tadi.
"Bibirnya... ngode aku?" kata Manu..
"Ngode apaan bos?? tolong di perjelas dong.. pikirkan ane kemana-mana ini... wkwkwk" toyoran kepala dari Emilio adalah jawaban dari pertanyaan Ivan tadi.
"Yasmin g milih?" tanya Mei
"Enggak... aku g usah.." jawab Yasmin
"Loh kenapa?? G papa.. pilih aja... kan yang bayar Manu..." kata Mei yang sukses membuat ke empat orang lainnya terkejut. Yasmin, Bailey, Brooklyn dan Ivan.
"Iya kan Manu... Orang biasanya kalo Mei jalan-jalan, shopping, nyalon atau makan diluar pasti di bayarin Manu. Iya kan..." kata Mei sambil mengedip- ngedipkan matanya dan tersenyum manis...
"Tentu sayang... everything for you.. Duh lucu banget... pacar siapa sih ini??" kata Manu.
" Pacarnya Manu Rios Anderson" kata Mei semangat.
"Gadis pintar..." kata Manu sambil mengusap kepala Mei.
"Gimana kalo ini? gue pilihin khusus buat loe.." kata Alek sambil menyodorkan sebuah pakaian pada Yasmin.
"Astaghfirullah haladzim..." kata Yasmin sambil langsung menundukan kepalanya dan kedua pipinya langsung merona merah setelah melihat pakaian yang di tunjukkan Alex padanya.
Lingerie
Jangankan Yasmin, Bailey, Brooklyn, Ivan pun juga pasti akan terkejut.
"Eh buset... loe kira-kira dong Lex... masak anak orang yang tertutup gini loe kasih pakaian kurang bahan kayak gitu... transparan lagi... situ sehat??" kata Ivan.
"Kenapa?? dia g mau pilih. Gue berbaik hati pilihin baju buat dia. Belum tentu dia bisa beli kan?" kata Alex mengejek.
"Sableng nih orang..." kata Ivan sambil menggelengkan kepalanya.
"Gue suka baju kayak gini... apalagi kalo yang pakai ini dia. Bikin gue on..." kata Alex
Sedangkan Yasmin tak tahan dengan omongan Alex pun langsung pergi dari sana. Dan di ikuti Bailey dan Brooklyn.
"Itu baju koq kayak gitu??? emang itu baju ya??? koq Mei belum pernah lihat?? emang bisa di pakai??? nanti keliatan semua dong... dan g kedinginan ya??" kata Mei
"Ck... bukan. Itu bukan baju." kata Manu
"Trus itu apa?" tanya Mei.
"G tau.. udah kita lihat di tempat lain." kata Manu sambil menggandeng tangan Mei pergi dari sana.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Setelah berbelanja baju mereka memutuskan untuk menonton film. Karena saat itu hanya ada film bergenre horor jadilah mereka terpaksa untuk melihat film itu.
Saat film itu di putar, mereka berdelapan menampilkan berbagai macam ekspresi.
Bailey yang biasa saja. Karena ia selalu berfikir "Inikan cuma film." jadi tidak merasa takut sama sekali.
Sama halnya dengan Bailey, Emilio juga begitu. Satu ekspresi. DATAR.
Brooklyn. Malah tertawa saat melihat sosok hantu di film itu. Brooklyn hanya merasa wajah hantu itu lucu karena make up nya.
Sedangkan Ivan yang di sebelah Brooklyn tak percaya dengan yang dilihatnya. Bayangkan saja, mana ada cewek yang melihat hantu malah tertawa. Dasar aneh. batin Ivan. Sedang Ivan sesekali ia menutup matanya karena takut pada hantunya. Tapi ia berusaha menjaga image nya. apalagi di sebelah Brooklyn yang aneh menurutnya.
Yasmin, dia juga ketakutan. cewek yang takut pada gelap plus sekarang ditambah penampakan hantu di film itu membuatnya menutupi matanya dengan kedua tangannya. Dan tanpa sadar malah menyandarkan kepalanya di lengan Alex.
Alex, bukanya melihat filmnya malah ia sibuk melihat ekspresi Yasmin yang ketakutan. Dan merasa terhibur karenanya.
__ADS_1
Mei jangan di tanya... sejak awal film saja ia sudah menyembunyikan kepalanya pada dada bidang Manu sambil memeluknya.
Manu, malah asyik mengelus kepala Mei dan sesekali memainkan rambut Mei. Dan jangan lupa, Manu juga mengambil kesempatan dalam suasana gelap itu untuk sesekali menciumi pipi chubby pacarnya itu.
(dasar cowok... bisa aja π)
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Setelah nonton, mereka memutuskan pergi ke salah satu kafe disana baru setelah itu akan pulang.
Saat mereka berdelapan selesai makan dan keluar dari kafe itu, tiba-tiba...
"Honey... kau kah itu..." suara berat seseorang dibelakang mereka.
Mereka pun menoleh pada sumber suara itu.
Mereka melihat dua pria dewasa satu berpakaian formal, sedang yang lain memakai kaos yang melekat memperlihatkan bentuk badan kekar pria dewasa itu.
"Ayah..." kata Yasmin sambil berjalan mendekati salah satu pria dewasa itu.
Yasmin mencium telapak tangan pria dewasa yang memakai kaos itu.
Bailey, Brooklyn, Ivan dan Mei terkejut saat tau pria yang memakai kaos itu baru saja di panggil Yasmin dengan sebutan ayah. Emilio pernah bertemu dengan ayah Yasmin saat dia menghadiri acara cerdas cermat tingkat SMA dimana Yasmin dan Emilio menjadi pesertanya. Manu, tidak terkejut karena ia sudah sering menemui orang seperti ayahnya Yasmin. Alex, agak terkejut Yasmin memiliki ayah yang... diluar ekspektasinya. Tapi Alex menutupi keterkejutannya dengan segera menormalkan ekspresinya.
"Mr. Madison, siapa gadis cantik yang anda panggil honey ini?" tanya pria berjas itu.
"My daughter." jawab orang yang di panggil Mr. Madison itu sambil merangkul pundak Yasmin.
"She ia beautiful.. Apa anda tidak berminat menjadikan putri anda mode? ah tentu saja sebagai model muslimah tentunya.." kata pria berjas itu.
"No. Putriku tidak untuk dibagi. Saya lebih suka memonopolinya sendiri." kata Mr. Madison. Thomas Alva Madison. Ayah yasmindiyah Madison.
"Sayang sekali... padahal putri anda cantik sekali.. saya yakin putri anda pasti menjadi top model muslimah, apalagi dengan anda sebagai fotografernya." kata pria berjas itu.
"Hallo nona cantik... saya Daniel Milan, senang bertemu denganmu." kata pria berjas itu sambil mengulurkan tangannya.
"Yasmindiyah Madison" jawab Yasmin sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.
Daniel Milan pun menarik tangannya.
"Maaf, anda bukan muhrimnya. Di agamanya, seorang wanita tidak diperbolehkan bersentuhan dengan nonmuhrimnya." jelas Thomas.
"Ya.. saya mengerti. Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu. Senang berkerjasama dengan anda." kata Daniel sambil menjabat tangan Thomas dan pergi dari sana.
"So... ini teman-temanmu? ah biar ayah tebak.. si kembar cantik ini pasti Bailey dan Brooklyn.. dan yang manis satu ini pasti Mei... Right?" kata Thomas.
"Ah... anda mengenal kami..." kata Brooklyn
"Of course... honeyku selalu menceritakan kalian. Terimakasih selama ini selalu menjaga honeyku..." kata Thomas.
"Kita teman... tentu saja harus saling menjaga" kata Bailey.
"Bukannya tadi kau bilang akan ke mall dengan Bailey, Brooklyn dan Mei honey?? Lalu siapa cowok-cowok ini?" kata Thomas
"Em.. ini kak Manu pacar Mei... dan itu teman-temanya. Kak Ivan, kak Emilio dan kak Alex." jawab Yasmin.
"Oh.. Thomas Alva Madison ayah Yasmin.." kata Thomas sambil menjabat tangan para mostwanted SMA High School Anderson itu.
"Kalo begitu kami pulang terlebih dahulu. Ayo honey.." kata Thomas sambil berlalu dengan Yasmin.
"Gila.... ayahnya Yasmin..." kata Brooklyn..
"Laki banget..." kata Ivan tak percaya
"So badass..." kata Brooklyn
" Hot Daddy..." kata Bailey
"King Kong..." kata Mei. Dan sontak membuat yang lain menatap kearah Mei.
π»π»π»π»π»π»π»π»
**Ini pakaian yang di beli mereka...
Brooklyn**..
Bailey....
Yasmin..
Mei...
**Para cowok....
Ivan**...
Emilio...
Alex...
Manu....
**Dan ini cast untuk si Hot Daddy...
__ADS_1
Thomas Alva Madison**