My Childish Girlfriend

My Childish Girlfriend
Bab 2: Manu Rios Anderson


__ADS_3

 


Setelah mengantar pacarnya, Mei ke kelasnya, Manu bukanya pergi ke kelas melainkan ke bascamp Thunder. (Horang kaya mah bebas... di tambah anak yang punya sekolah. Kita mah apa atuh..😭😭)


 


"Widih... baru dateng bos q..." tanya Ivan pada Manu yang baru saja membuka pintu bascamp. Hanya lirikan mata yang dapatkan Ivan sebagai jawabannya.


"Cih diem diem bae..." decak Ivan.


Manu tak menggubris Ivan. Dia memilih melanjutkan langkahnya ke sofa kebesarannya.


"Darimana?" kali ini Emilio si kakak dari Ivan yang bertanya.


"Gue habis nganterin baby girl gue ke kelasnya". Jawab Manu.


"Udah mulai masuk sekolah ini rupanya". Tanggapan Emilio.


"Hmm" jawab Manu.


"Anj*r si kampr*t Leo nantangin loe balap motor malam ini boss.. " seru tiba-tiba Ivan setelah dia membaca pesan singkat dari hpnya.


"Berani juga tuh Bangs*t. G ada kapoknya. Kemarin udah kalah, sekarang nantangin loe lagi emang gebl*k". kali ini Alex yang mengeluarkan suara.


Manu pun hanya tersenyum miring sebagai tanggapanya.


"Gimana?" tanya Emilio

__ADS_1


"Dia nantangin gue ya gue terima lah. Gue bukan pengecut. Lagian gue pingin lihat wajah kekalahan si brengs*k itu". Jawab Manu.


"Yakin loe? trus bayi loe mo loe kemana in.." tanya Alex sambil mengejek Manu.


"Ntar gue ke sananya selesai gue nidurin baby girl gue". Jawab Manu.


Mendengar itu, ke-3 teman Manu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Dasar bucin.." batin mereka bersamaan.


Mereka tahu bagaimana Manu sangat mencintai pacar manja plus polosnya itu. Sebagaimana over protective nya Manu pada Mei, pacarnya. Manu tak akan segan-segan menghajar siapa saja yang jangankan mengganggu Mei, menatap Mei dengan tatapan kurang ajar pun tak luput dari bogeman si ketua Thunder ini. Baik itu cowok atau cewek, Manu tak akan pandang bulu.


 


Tak terasa bel istirahat pun berbunyi. Para siswa-siswi pun mulai keluar dari kelas mereka.


 


"Lah kemana bos??" tanya Ivan.


"Mo ngasih makan baby girl gue supaya cepet gede" jawab Manu yang di akhiri dengan senyuman miring dari bibir cowok tampan itu.


" Gede apanya bos?? ambigu banget" canda Ivan cengengesan sambil menarik turunin alisnya.


"Menurut loe.. berani loe mikir macem-macem tentang Mei, habis loe" jawab Manu.


"Ya elah... gitu aja marah. Canda bos.." sambung Ivan sambil mengangkat ke dua tangannya menyerupai huruf v.

__ADS_1


"Ngikut Napa bos.." seru Ivan sambil beranjak dari tempat duduknya dan menyusul Manu yang mulai meninggalkan bascamp yang di ikuti pula oleh Emilio dan Alex.


 


Sepanjang koridor menuju kelasnya Mei, banyak sekali tatapan memuja yang di layangkan kaum hawa saat ke-4 mostwanted SMA Anderson High school. Bagaimana tidak, ke-4 nya memiliki paras tampan bak dewa Yunani serta kekayaan yang berlimpah. Dimulai dari si Kembar Emilio Mcknight dan Ivan Mcknight. Putra-putra dari keluarga Mcknight. Pemilik dari perusahaan otomotif, serta furniture terbesar se Eropa. Memiliki wajah yang tampan, tubuh yang atletis, dan kekayaan yang berlimpah membuat jejeran kaum hawa yang mengidolakan mereka tak pernah surut.


 


Kemudian Alex Maxwell sepupu dari Manu Rios Anderson ini walau pun terkenal sebagai mostwanted yang badboy plus brengs*k karena tiap hari bisa nidurin cewek yang berbeda, tapi tak di pungkiri wajah tampan, tubuh atletis serta harta yang berlimpah juga merupakan incaran dari para kaum hawa. Cowok bertato putra dari keluarga Maxwell, pemilik perusahaan terbesar yang bergerak di bidang perhotelan, rumah sakit, elektronik, software, pelabuhan, serta berbagai restauran terbesar di dunia ini menambah daya tarik yang kuat untuk memikat kaum hawa pada pesona seorang Maxwell. Baginya selama ada uang maka semua wanita akan dengan senang hati memuaskannya di atas ranjang.


Terakhir Manu Rios Anderson putra tunggal dari keluarga Anderson. Keluarga terkaya se Eropa. Hampi semua bidang usaha di kuasai oleh keluarga Anderson ini. Termasuk pemilik sekolah ini. Berbeda dengan sepupunya Alex, Manu tidak lah brengs*k. Cuma badboy. Suka berkelahi, balapan, merokok, bolos tapi tidak suka deket dengan cewek. Baginya cewek yang dia suka dan sudah sesuai dengannya ya cuma Mei seorang. Gadis manja dan polos yang bisa membangkitkan jiwa keposesivan seorang Manu Rios Anderson.


 


Sesampainya dikelas Mei, Manu melihat Mei sedang mengobrol dengan beberapa cewek. " Sayang... ayo ke kantin..." ucap Manu. Ke empat ciwi itu pun menoleh ke arah Manu. Terlihat jelas tatap terkejut dari cewek tersebut melihat Manu, Alex, Emilio dan Ivan yang baru saja memasuki ruang kelas itu. Bukan hanya ke empat ciwi tadi tapi seluruh penghuni kelas yang masih tertinggal di jelas itu pun juga merasakan perasaan terkejut.


Manu pun mendekati Mei dan langung mengelus kepala gadis itu dengan sayang.


" Ke kantin udah waktunya makan. nanti kamu sakit lagi..." ucap Manu sambil menarik tangan Mei untuk ikut pergi dengannya.


" Eh..iya bentar... Mei ke kantin sama Manu dulu ya temen-temen..." ucap Mei pamit pada ke 3 teman baru nya. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan seorang gadis yang sejak tadi menundukkan kepala dengan tatapan yang sulit di artikan. Manu menggenggam tangan Mei lalu berjalan keluar kelas itu di ikuti dengan Alex, Emilio, dan Ivan yang merupakan geng Thunder.



Manu Rios Anderson


 

__ADS_1


__ADS_2