
" Boleh aku bergabung dengan kalian?" tanya Maddie.
Tak ada satu pun dari kedelapan orang yang ada dimeja cafe yang merespon ucapan Maddie.
"Em... aku sendirian sekarang. Dan aku berfikir untuk ikut bergabung dengan sepupuku. Apa kalian keberatan?" kata Maddie lagi. Tapi kali ini Maddie mengatakannya dengan nada sedih.
" Iya... g papa koq... gabung aja sama kita." Kata Mei. Tanpa menunggu lagi Maddie langsung duduk di sebelah Manu. Padahal kursi di depannya tadi kosong, tapi Maddie malah dengan sengaja memilih kursi disebelah Manu. Sedangkan yang lain yang melihat tindakan Maddie merasa terkejut. Mereka merasa bahwa Maddie sedang berusaha untuk mendekati Manu. Padahal sedang ada Mei yang notabenenya pacar Manu ada di sebelahnya. Sedangkan reaksi Mei biasa aja karena bagi Mei itu hal biasa. Mei tidak punya pemikiran buruk pada Maddie. Sedangkan Yasmin walau pun sedari tadi dia merasa aneh dengan gaya bicara Maddie berbeda dari biasanya, memilih untuk diam. Yasmin tidak mau berburuk sangka kepada sepupunya itu.
"Ah.. kita belum kenalan... aku Mei O'pray, ini Bailey, Brooklyn, Ivan, Emilio, Alex, dan.... belum sempat Mei mengenalkan Manu, tapi langsung di potong Maddie.
"Manu Rios Anderson. Iya kan... Seluruh sekolah pasti mengenal Manu. Anak pemilik sekolah kita dan ketua Thunder. Salam kenal..." kata Maddie sambil mengulurkan tangannya. Di balas dengan Manu yang tak menggubrisnya dan langsung membuang muka dari Maddie.
"Pppffftttt" suara Emilio dan Brooklyn, yang berusaha menahan tawa mereka.
"Wuuaakakakak... ngocak parah... kacang.. kacang... hahaha" tawa Ivan sambil memegangi perutnya.
"Dasar g tau malu..." ucap Bailey lirih tapi tetap bisa di dengar Maddie. Sedangkan Alex mendengus dan tersenyum miring merendahkan Maddie.
"Brengs*k!!" maki Maddie dalam hati.
"Ice cream terus..." ucap Manu sambil tetap memakan makanannya setelah dari tadi melirik Mei yang tak memakan makanannya tetapi malah memakan ice cream.
" Masih aku lihatin... Belum aku seret pulang karena aku marah" kata Manu lagi sambil kali ini melihat Mei. Mei yang merasa dirinya disindir Manu pun hanya nyengir.
"Hehehe... Manu jangan marah... Ini Mei makan kok makanannya. hehehe" ucap Mei
"Ck bocil kalo nanti demam awas aja kalo manja sama aku. Minta di temenin bobo'nya lah minta di puk puk punggungnya lah, bodoh amat!! Bandel emang." kata Manu sambil meminum minumannya.
"Ih... Mei g bandel koq... g nakal juga. Ini Mei makan koq." ucap Mei sambil memakan makanannya.
"Belepotan!! Sini aku suapi aja." kata Manu sambil mengambil makanan Mei dan mulai menyuapi Mei. Yasmin, Brooklyn dan Bailey cengo melihat kejadian itu. Sedangkan teman-teman Manu sudah tau kelakuan pentolan Thunder itu terhadap pacar manjanya.
sedangkan Maddie yang melihat itu mengepalkan tangannya yang berada di bawah meja. Maddie merasa cemburu pada Mei. Gadis manja kekanak-kanakan, parasnya bisa saja, pakaian dan gaya Mei pun tidaklah kekinian, serta Mei tak bisa melakukan hal mudah dengan benar. Maddie merasa bahwa yang lebih pantas Bersama Manu adalah dirinya. Dirinya cantik, modis, dan yang pasti puluhan kali lebih baik dibandingkan Mei.
" Em.. Manu bisa bantu aku membuka minuman ini..." pinta Maddie manja sambil menyerahkan botol minumannya. Sedangkan Manu jangan ditanya... dia malah mengacuhkan Maddie. Tak menggubris Maddie sama sekali dan masih tetap asik menyuapi Mei.
"Ih... Manu... aku kan minta tolong..." kata Maddie sambil menggoyangkan mundak Manu meminta perhatian darinya.
Manu tetap tak menggubris Maddie.
Mei yang melihat itu pun merasa kesal. Mei paling g suka waktunya bersama Manu di ganggu. Mei pun berkata dengan kesal,
"Maddie, Maddie g lihat Manu kan sedang nyuapin Mei. Maddie bisa minta tolong pada yang lain. Alex mungkin."
"Gue??? Ogah..." kata Alex.
"Udah sini... babang Ivan yang baik ini aja yang buka'in." kata Ivan sambil mengambil botol air mineral Maddie dan membukanya.
"Kasihan amat loe neng..." kata Ivan sambil tersenyum mengejek Maddie dan memberikan botol minuman milik Maddie kembali.
Maddie kesal karena rencananya mulai mendekati Manu gatot alias gagal total.
Setelah selesai makan, mereka memutuskan langsung pulang karena Yasmin beralasan bahwa ia tidak diperbolehkan pulang malam.
"Maaf... Ayah aku g suka kalo aku pulang malam. Lagi pula Ayah aku baru balik dari kerjaanya yang keluar kota. Ayah aku ingin family time sama putrinya." itulah penjelasan Yasmin pada semua orang. Jadilah mereka semua gagal untuk lanjut ke bioskop.
"Hari ini merupakan hari pertama kita hangout bareng. Lain kali kita cewek-cewek harus punya girl time. Harus pokoknya. Kita have fun bareng. Makan, shopping, nonton bioskop, kalo perlu nyalon bareng. Gimana menurut kalian?" usul Bailey.
__ADS_1
"Boleh" Brooklyn setuju.
"Iya... Mei setuju juga" kata Mei antusias.
Alex yang mendengarkan usulan bailey melirik Yasmin yang hanya tersenyum menanggapinya.
"G. G ada kamu pergi sendirian ya.. Bocil kayak kamu ke mall sendirian nanti ilang. Harus sama aku." Tolak Manu.
"Ih.. Manu koq gitu.." kata Mei sambil merengek.
"Ih..Mini kiq giti" ucap Manu menirukan Mei sambi mengejek Mei.
"Udah ayok.. pulang. Bocil g boleh bobo' malem." kata Manu sambil menarik Mei kearah motornya. Mei pun menurut. Percuma ngebantah Manu ujung-ujungnya juga Mei kalah.
"Eh.. aku boleh bareng kalian?" tanya Maddie tiba-tiba saat melihat Manu akan pergi.
Mereka berdelapan menoleh ke Maddie.
"Sorry.. Mei pulangnya sama Manu." ucap Mei sambil menyeret Manu meninggalkan yang lain ke motor milik Manu.
"Ye... Ditinggalin kita. Anj*m tuh dua bocah" kata Ivan sambil menggelengkan kepalanya.
""Gue pulang sama dia". kata Alex sambil menggenggam pergelangan tangan Yasmin.
"Eh.." kata Yasmin kaget saat tiba-tiba Alex menggenggam pergelangan tangannya.
Alex pun langsung pergi dari sana tanpa menoleh ke belakang.
"Eh bangs*t... Tuh anak nyelonong seenak jidatnya bae..." kata Ivan melihat kelakuan Alex itu.
Bailey dan Brooklyn memilih langsung pergi tanpa berkata apa-apa.
"Loe ngapain bengong aja. Buruan jalan..." kata Emilio yang telah beranjak dan akan pergi dari sana pada Ivan yang masih diam.
"Lah.. tapi ni cewek Giman?" tanya Ivan.
Emilio pun berbalik dan mendekati Maddie.
"Sorry, gue dan adek gue g main sama jal*ng" ucap Emilio dengan nada rendah tapi sangat tajam serta smirk merendahkan. Emilio pun pergi diikuti Ivan yang memandang Maddie dengan senyum merendahkan.
Maddie yang ditinggal sendirian pun sangat marah dan kesal. Selama ini Maddie tak pernah diacuhkan, diremehkan, dan dihina seperti hari ini.
"AKHH!!!!" teriak Maddie melampiaskan amarahnya. Dia tak peduli pada sekitarnya.
"Awas kalian!!! gue bakal bales kalian semua!! gue bakalan hancurin kalian semua. AGGHH."
teriak Maddie.
" Jadi, kenapa sayang ku ini bersikap g sopan tadi?" tanya Manu yang saat ini Duduk berhadapan dengan Mei di atas kasur gadis itu.
"Kapan? Mei g inget." kata Mei sambil meletakkan jari telunjuknya ke pipinya seolah-olah sedang mengingat-ingat.
"Siapa yang ngajarin pacar aku bo'ong hmm" tanya Manu sambil mencubit pipi chubby Mei.
"Akh... sakit Manu... Nanti pipi Mei tambah chubby" kata Mei sambil mengelus pipinya.
"Salah siapa bo'ong sama aku. Aku g suka ya.. dibohongi." kata Manu.
__ADS_1
" Abis... Mei kesel sama Maddie. Masa Maddie cari perhatian Manu mulu. Mei kan kesel." kata Mei.
"Hmmm" ucap Manu sambil mengangguk anggukkan kepalanya seolah-olah mengerti.
"Terus yang tambah bikin Mei kesel, Maddie selalu ngeliatin Manu. Manu g lihat, soalnya waktu itu Manu nyuapin Mei. Tapi Mei lihat semuanya." kata Mei.
"Hmm" kata Manu.
"Dasar jal*ng" ucap Mei.
"HEH!! Mulutnya!!" kata Manu tak percaya Mei bisa berbicara kasar. Manu menyentil pelan bibir Mei sebagai hukuman.
" Ish... Manu sakit.." ucap Mei sambil mengusap-usap bibirnya.
" Salah sendiri ngomong g baik kayak gitu. Diajarin siapa kamu??? " kata Manu.
"Kak Olivia dulu kan pernah ngatain Mei kayak gitu" ucap Mei.
"Ck... Pacar aku tuh g boleh bicara yang g baik, kalo kamu bicara kayak gitu lagi berarti kamu bukan pacar aku. Sebab Mei yang pacarnya Manu Rios Anderson tuh selalu nurut, g neko-neko, g bandel, g nakal, g pernah bicara kasar, g pernah bikin kese..." ucap Manu perpotong.
"Iya.. iya.. Mei g ngomong kasar kayak tadi lagi... janji.." ucap Mei sambil mengarahkan jari kelingkingnya di depan Manu. Manu pun mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Mei.
"Pinky promise... Siapa yang ingkar janji akan mendapat hukuman" kata Mei sambil mengayunkan kelingking mereka.
"Gih bobo'... udah malem" kata Manu sambil membantu Mei tidur.
"Kamu g suka Maddie ngeliatin aku? g suka Maddie berusaha ngedeketin aku?" tanya Manu.
"he'em" jawab Mei sambil menganggukkan kepalanya.
"Hmm... berarti kamu cemburu dong.." goda Manu.
"Ih... enggak... Mei g cemburu. Mei cuma g suka Manu dideketin Maddie". jawab Mei.
"Cemburu itu..." kata Manu.
"Enggak..." bantah Mei.
"Ck.. Cemburu g ngaku. Aku mau koq di cemburuin sama kamu.." goda Manu.
"Ih... Manu nyebelin... sana.. Mei mau bobo' sendiri." usir Mei.
" Emang bisa??" tantang Manu.
"Bisa koq.. Mei bisa. Ish.. sana!." Usir Mei.
Manu pun keluar dari kamar Mei sambil menutup pintunya.
"Yes.. Dicemburui Mei" ucap Manu senang sambil mengayunkan tangannya.
"Mommy... temenin Mei bobo'..." teriak Mei dari dalam kamar.
"Hahaha" tawa Manu saat mendengar tetiakan Mei.
Maddie Madison...
__ADS_1
Sebenarnya Mimin itu pengin buat novel tentang Alex dan Yasmindiyah Madison sendiri. Tapi ntar aja waktu cerita ini tamat di season 1. Mimin mau fokus sama kisah Manu dan Mei dulu. Apa temen-temen juga tertarik dengan kisah Alex dan Yasmindiyah?? koment ya... terimakasih 😊