My Childish Girlfriend

My Childish Girlfriend
Bab 7 : Mulai Mendekati


__ADS_3

"MEI..."" teriak si kembar Brooklyn dan Bailey bersamaan saat melihat Mei telah masuk sekolah dan sedang duduk bangkunya.


Mereka berdua pun memeluk Mei.


"Maaf ya Mei... kita g ada waktu loe dibully sama geng cabe-cabean ganjen itu." sesal Brooklyn.


"Iya bener. Kalo waktu itu ada kita berdua.. bakalan gue bejek-bejek tu cewek cabe-cabean. uh.... bikin kesel tuh emang mereka." kata Bailey sambil mengepalkan tangannya dan memperagakan tinju-tinju kecil ke lengan Brooklyn.


"Aw... sakit Bailey" kata Brooklyn sambil mengusap lengannya yang sakit karena ulah Bailey.


"Hihihi... Bailey lucu... Mei udah sembuh kok... bibir dan badan Mei g sakit lagi." ucap Mei sambil nyengir...


"Loe yakin udah g papa? kan loe kemarin sampai masuk rumah sakit.." tanya Brooklyn.


"Ih.. Mei udah g papa. Brooklyn bawel kayak mommy-nya Mei. Masak tadi pagi Mei mau berangkat malah dilarang sama mommy nya Mei. Kan sebel. Inikan udah satu Minggu Mei g masuk sekolah. Mei kan kangen sama kalian." jawab Mei sambil memeluk ketiga sahabatnya itu.


Flashback On


 


Seperti biasanya pagi ini Manu menjemput Mei di mansion keluarga O'pray.Tak sulit bagi Manu langsung memasuki mansion itu. Karena Manu sudah sering kesana untuk menemui Mei.


"Pagi mom... baby girl aku udah bangun?" tanya Manu sambil memeluk Yuri.


"ck... kalian jadi berangkat sekolah pagi ini?" tanya Yuri memastikan. Jujur Yuri masih merasa was was bila Mei masuk sekolah lagi. Yuri masih takut kejadian bullying kemarin terjadi pada putri kesayangannya itu.


"Iya mom... mommy Yuri tenang aja.. kali ini Manu bakalan menjaga Mei dengan extra ketat. Janji deh mom..." ucap Manu sambil membuat tanda piece dengan kedua tangannya..


"Yaudah gih bangunin Mei. Anak itu g bisa bangun kalo g kamu bangunin." kata mommy Yuri.


"Siap Nyonya.." canda Manu*.



**Kamar Mei....


Saat memasuki kamar Mei, Manu melihat Mei sedang bergelung di kasurnya. Manu tersenyum tipis.


"Sayang.. wake up... Ini sudah pagi sayang.." kata Manu sambil mengusap kepala Mei dan mencium keningnya.


" Eng... Mei masih ngantuk..." kata Mei sambil mengucek matanya.


" Bangun sayang... g lupa kan.. kita mulai berangkat ke sekolah lagi hari ini?" kata Manu sambil membuka selimut Mei.


"Gendong.." ucap Mei sambil merentangkan kedua tangannya dan masih memejamkan matanya.


Manu pun tersenyum dan langsung menggendong Mei di depan seperti koala dan berjalan menuju kamar mandi.


"Cepat mandi ya... Jangan tidur di sini." kata Manu mengusap kepala Mei.


"hmmm." jawab Mei masih dengan menutup matanya.


"Di dengerin g sih aku ngomong. hmm" kata Manu sambil mencubit gemas pipi chubby Mei.


"Ih... Manu.. ih... iya.. ini Mei dengerin kata Manu koq... jangan dicubit pipinya Mei... sakit tau.." kata Mei.


"Nah gitu dong.. melek matanya. Awas ya kalo ketiduran lagi. Aku tungguin kamu di bawah. Jangan lama-lama." ucap Manu sambil meninggalkan Mei.

__ADS_1


Hampir satu jam Manu menunggu Mei dimeja makan. Akhirnya Mei pun datang dan langsung duduk di kursi antara kak Ryo dan Manu.


" Mau sarapan apa sayang?" tanya Yuri pada Mei.


"Nasi pakai kecap pakai kerupuk." jawab Mei.


"Ck.. di bilangin g boleh makan kayak gitu masih aja bandel. Mulai nakal kamu? g nurutin aku?" kata Manu sambil mengisi piringnya dengan nasi, sayur dan lauk untuk porsi dua orang.


"Belum pakai sepatu itu Mei nya..." ucap Ryo sambil melirik kearah kaki Mei.


"Tunggu di sini ya... aku ambil sepatu kamu dulu" kata Manu sambil meletakkan piringnya dan beranjak ke kamar Mei untuk mengambil sesuatu Mei.


" Bucin juga tuh anak" kata bang Dima.


"Itu harus. Kalo sampai tuh anak g cinta mati ma adek gue... bakal gue pisahin mereka jauh-jauh sampai tuh anak g bakalan lagi nemuin adek kesayangan gue." kata kak Ryo.


"Kakak sama Abang itu ngomongin siapa? anak ituh tuh siapa? Mei g ngerti. Kakak Ryo sama Abang Dima punya anak? masak belum nikah koq udah punya anak? kan g boleh gitu kan mom..." katanya Mei polos.


Ryo dan Dima pun hanya menggeleng kepala dan diam tak menanggapi pernyataan polos Mei.


"Ish.. Mei koq di cuekin..." kata Mei lagi. Tapi kali ini sambil menggembungkan pipinya ngambek.


"Dedek kecil belum boleh tau omongannya orang dewasa". kata Dima


"Ck... Kalian ini pagi-pagi sudah berisik. Saat makan itu diam" ucap sang kepala keluarga. Sean O'pray.


"Honey.. aku masih takut memperbolehkan Mei masuk sekolah lagi. Aku sungguh takut honey..." kata Yuri tiba-tiba. Ini sudah ke sekian kalinya Yuri mengatakan ketakutannya.


" Baby... hei... g perlu takut baby... Manu sudah janji menjaga Mei kan... lagian aku juga udah bayar orang untuk menjaga dan mengawasi Mei dari jauh." kata Daddy Sean menenangkan Yuri sambil menggenggam tangannya.


"Iya... mommy tidak perlu khawatir. Mei udah g papa... Lagian Mei udah kangen sama temen temen Mei." ucap Mei.


"Udah. Sekarang makan sama aku. Aku siapin". kata Manu sambil mulai menyuapi Mei.


Setelah sarapan pagi, Manu dan Mei pun berangkat ke sekolah bersama dengan menaiki motor sport milik Manu.



**Motor sport Manu...


(Begitulah keseharian Manu dan Mei sebelum berangkat ke sekolah)


Flashback off


Bell istirahat...


"Gimana kalo sepulang sekolah kita ngemall??" usul Bailey sambil menaik turunkan alisnya.


"Em.. bener juga. Kita makan-makan sebagai perayaan sembuhnya Mei. Gimana??" kata Brooklyn.


"Em.. aku beritahu Ayah aku duluya... Soalnya Ayah aku baru pulang." kata Yasmin.


"Mei mau! Tapi Mei ijin dulu sama Manu. Kalo Manu ngijinin Mei ikut. Tapi kalo enggak Mei g ikut. G berani sama Manu. Nanti Mei di bilang Nakal, Bandel, dan G Nurut. Trus bilang ke mommy dan daddy-nya Mei. Ih.. Mei takut." jelas Mei.


"Ya elah Mei.. Gitu aja minta ijin segala. Nanti gue anterin pulang ko.." belum sempat Bailey meneruskan perkataannya suara bass terdengar dari belakang.


"Ngajarin apa loe sama pacar gue?? ngajarin bo'ong?? atau ngajarin jadi pembangkang?" ucap penuh penekanan Manu pada Bailey sambil menatapnya tajam. Bailey yang ditatap seperti itu pun hanya bisa meneguk lidahnya susah payah karena ketakutan.

__ADS_1


"Manu..." ucap Mei sambil memeluk pinggang Manu.


"Mei, Yasmin, Brooklyn dan Bailey mau ke mall. Di bolehin kan sama Manu..??" tanya Mei memohon sambil memperlihatkan puppy eyes andalannya.


" Ck... iya.. tapi sama aq juga." jawab manu.


"Asik... ngemall makan-makan nanti..." ucap Ivan semangat.


"Ck.. Norak loe... kayak g pernah ke mall aja . Gue jadi kakak loe malu tau liat kelakuan loe lama-lama." Emilio menanggapi kelakuan adek kembarnya itu.


"Ih.. Abang koq gitu ama dedek gumes ini..." kata Ivan sambil bergaya sok imut.


"Anj*r.. jijik gue Bangs*t". ucap Emilio


Mereka berdelapan akhirnya setuju pulang sekolah pergi mall milik keluarga Anderson.


"Jadi ini ceritanya gue sama Brooklyn pakai mobil kami, Manu bonceng Mei pakai motornya, terus Yasmin sama siapa jadinya?" tanya Bailey. Saat ini mereka berdelapan ada diparkiran sekolah.


"Gimana kalo Yasmin sama bang Emil naik mobil kit.." belum sempat Ivan menyelesaikan ucapannya Alex tiba-tiba memotongnya.


"Dia sama gue." ucap Alex sambil menggenggam pergelangan tangan Yasmin.


Yasmin yang digenggam tangannya oleh Alex berusaha melepaskannya tapi ia urungkan setelah mendengar ucapan Alex.


"Diem." ucap berbisik Alex yang penuh penekanan ditelingah Yasmin.


Sesampainya di mall terbesar di kota itu yang merupakan milik keluarga Anderson, mereka memutuskan untuk makan di sebuah kafe paling populer disana. Saat sedang makan, tiba-tiba ada yang mendekati mereka.


"Yasmin??" ucap cewek itu.


Yasmin yang namanya dipanggil pun menoleh.


"Maddie??" ucap Yasmin heran.


"Yasmin kenal?" tanya Mei.


Sedangkan Bailey dan Brooklyn membuang muka mereka karena tidak suka terhadap Maddie.


"Sepupu aku.." jelas Yasmin.


Yasmin heran karena tak biasanya Maddie menyapanya duluan. Selama ini Maddie selalu bersikap seolah-olah tak mengenal Yasmin karena posisi Yasmin yang merupakan siswi beasiswa.


Sedangkan keempat cowok itu kaget setelah mendengar jawaban Yasmin.


Cowok-cowok itu tak percaya bahwa Maddie adalah sepupu Yasmin. Ya Maddie adalah cewek yang menjadi taruhan di arena balap liar. Dan tanpa mereka ketahui, Maddie jugalah seseorang yang memperhatikan kejadian bullying terhadap Mei.


Bonus cast Si kembar cowok


Emilio dan Ivan Mcknight...



Dan Si kembar ciwi-ciwi...


Brooklyn dan Bailey Martinez...


__ADS_1


Dukung terus Mimin ya... dengan selalu membaca karya Mimin.... Terimakasih 😊


__ADS_2