My Childish Girlfriend

My Childish Girlfriend
Bab 6 : Hukuman Sisi lain Manu Rios Anderson


__ADS_3

ย 


Saat ini Mei telah selesai mendapatkan perawatan dari salah satu Dokter di rumah sakit itu. Dima dokter sekaligus kakak Mei yang menangani itu.


ย 


"gimana bisa kejadian kayak gini sih Manu?" tanya Dima menuntut penjelasan Manu.


"Maaf bang. Gue lalai jagain Mei " sesal Manu.


"ck... loe tau kan... pasti kak Ryo tau kejadian ini dari orang suruhannya." kata Dima.


"hmm." jawab Manu paham.


"Siap-siap loe bro... siap-siap bonyok. Bogeman Kak Rio itu maut bro" ucap Dima sambil menepuk pundak Manu seolah menyemangatinya.


"gimana dengan Mei bro?" tanya Alex yang baru dateng bersama dengan Yasmin.


"hmm... udah ditangani" jawab Manu.


"Em... boleh.. ak... aku.. men.. menemui Mei?" tanya Yasmin sambil menunduk.


"hmm.." jawab Manu sambil mengangguk kepadanya.


Setelah Yasmin masuk keruang rawat Mei. Manu pun bicara serius dengan Alex.


"gimana?"tanya Manu


"Mereka udah di bawah Ivan dan Emilio ke tempat itu. Tinggal loe mau ngapain mereka." jawab Alex.


"hmm.." Alex pun mengerti dan masuk ke kamar rawat Mei.


"Manu..." ucap Mei sambil merentangkan kedua tangannya meminta pelukan Manu.


Manu pun tersenyum dan langsung memeluk Mei.


"hiks.. hiks.. hiks.. badan aku sakit.." ucap Mei manja sambil menenggelamkan kepalanya didada bidang Manu.


Elusan lembut di kepala Mei sebagai tanda Manu mengerti.


"emm... klo gitu aku pulang dulu Mei..." pamit Yasmin.


" Makasih... Yasmin udah bantuin Mei tadi" ucap Mei.

__ADS_1


Yasmin pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum dan beranjak pergi.


"Alex.. koq g nganterin Mei pulang?? kan kesininya bareng?" tanya Mei sambil memegangi bibirnya yang sobek karena tamparan Olivia.


"ngapain? siapa suruh maksa ikut kemari" jawab Alex ketus.


"ih... Alex g boleh kayak gitu... g boleh jahat. ya kan Manu... ish.. jangan debat sama Mei... bibir Mei sakit nih.." ucap Mei sambil menenggelamkan kepalanya didada bidang Manu dan memeluknya.


Manu melihat Alex dan mengarahkan kepalanya kearah Yasmin yang masih berhenti di dekat pintu. Manu mengisyaratkan untuk Alex mengantar Yasmin.


"Shit...." umpat Alex yang mulai berjalan untuk mengantar Yasmin pulang.


Setelah kepergian Alex dan Yasmin, Manu pun melanjutkan memeluk Mei sambil berbaring di ranjang rumah sakit Mei.


"Pingin bobo'. Manu puk puk punggung Mei." pinta Mei. (Meski dengan nada perintah๐Ÿ˜)


"Dimana mereka?" tanya Manu yang baru datang ke tempat Rahasia Thunder.


"Didalem." ucap singkat Emilio.


"Mo diapain emang??? pakai nyuruh gue manggil para guard gue?" tanya Ivan tapi tak di gubris Manu.


"Ya elah... Kacang.. kacang..." ucap Ivan kesal sambil memanyunkan bibirnya.


"Manu...maafin gue.." ucap Olivia memelas.


"iya Manu.. maafin kita... kita g bakal ngulangin perbuatan kami." ucap Beri dan diangguki oleh tiga temannya yang lain.


Smrik miring mengerikan Manu yang mereka dapatkan.


"masuk" ucap Manu pada seseorang yang ada di balik pintu.


Emilio dan Ivan memasuki ruangan itu diikuti sekitar 15 sampai 20 orang guard dengan tubuh kekar dibelakang mereka.


" Kalian bilang cewek gue jal*ng?" kata Manu.


Keempat cewek itu menggeleng ketakutan sambil menangis serta dalam keadaan tangan terikat kebelakang. Ya.. tangan mereka terikat saat dibawa ke tempat itu. Tempat rahasia Thunder itu adalah villa di tengah hutan dalam kawasan milik keluarga Anderson. Villa yang memiliki ruang bawah tanah yang biasanya digunakan oleh keluarga Anderson untuk memberi pelajaran ataupun menghabisi orang-orang yang mengkhianati ataupun yang berani mengusik keluarga Anderson.


"gue bakalan buat kalian jadi jal*ng sesungguhnya" kata Manu penuh penekanan. Keempat cewek itu pun ketakutan bukan main. Apalagi melihat para guard yang mengelilingi mereka.


" Nikmati mereka berempat sesuka kalian selama seminggu. Jika perlu panggil teman-teman kalian untuk menikmati mereka. Jangan biarkan kalian berhenti sampai mereka merasakan apa itu neraka pelac*ran. Setelah itu kembali mereka ke keluarganya. Katakan itu akibatnya jika berani mengusik keluarga Anderson."


Manu, Ivan dan Emilio pun pergi meninggalkan ruangan bawah tanah itu.

__ADS_1


"Loe balik ke rumah sakit?" tanya Emilio.


"hmm.. gue mo nemenin Mei. Ortunya lom balik dari Singapura. Abangnya g mungkin lah bisa nemenin Mei 24jam. Dokter sibuk dia" jawab Manu.


"eh buset... biasanya kalo pun ada mereka juga loe main nyosor seenak jidat loe bos q... pencitraan loe??"ejek Ivan langsung mendapat keplakan kepala dari sang bos.


"bacot loe" kata Manu.


"******!!" kata Emilio


Ivan pun menggosok-gosokkan kepalanya yang sakit sambil nyengir.


ย 


Saat Manu akan membuka pintu rawat Mei, tiba\-tiba dengan cepat ada yang menarik pundaknya dan mendaratkan bogeman keras padanya.


ย 


"BUGH..." suara bogeman itu. (anggep aja gitu...๐Ÿ˜๐Ÿ˜)


"Masih berani loe datengin adek gue saat gue ada di sini hah!! Setelah loe g mampu ngelindungi dia!!" bentak orang yang baru saja memberikan salam bogeman pada Manu.


"Sorry... gue lalai..." jawab Manu sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya yang sobek akibat bogeman tadi.


"gue udah ngizinin adek gue buat sekolah di sekolahan loe dari pada homeschoolingnya. Jangan buat gue kecewa lagi sama loe. Awas sampe kejadian kayak gini terjadi lagi. Gue kirim loe ke ruang ICU rumah sakit." kata Mariano sambil menonjok dan memukuli Manu lagi. Ya orang yang tadi memberi bogeman pada Manu tadi adalah Mariano. Kakak tertua Mei.


"Pergi loe sekarang!" perintah Mariano.


"kak.. please. Gue pengen nemenin Mei. Gue diem aja loe pukulin gue karena gue tau gue pantes dapetin itu. Gue tau gue salah, lalai njagain Mei. Tapi please kak... ijinin gue nemenin Mei." pinta Manu.


"ck.." decak Mariano lalu pergi meninggalkan Manu. Walau ia masih marah pada Manu, tapi ia tau Manu sudah memberikan pelajaran pada para jal*ng yang telah membully adik kesayangannya itu.


Manu masuk ke dalam ruang rawat Mei. Manu memandang sendu Mei yang terbaring di tempat tidur ruang inap itu. Manu mulai berjalan mendekati tempat tidur Mei. Setelah sampai Manu mengelus sayang kepala Mei dan menciumi kening Mei perlahan. Lalu Manu pun perlahan mulai berbaring di ranjang yang sama dengan Mei sambil memeluk Mei.



**Manu yang memeluk Mei.


Bonus kakak Mariano O'pray...


Kakak yang bernama panjang Mariano O'pray ini biasa di panggil Kakak Ryo sama Abang Dima dan adek Mei serta kedua ortunya.


__ADS_1


Terimakasih telah membaca novel pertama saya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ tetap setia sama kisah Manu & Mei ya....


__ADS_2