
ย
Selama di koridor menuju kantin, pasangan Manu dan Mei sukses merebut perhatian para siswa-siswi SMA Anderson High school. Para siswa memandang heran seorang Manu yang dingin, cuek, dan kejam menggandeng seorang cewek imut dengan penuh perhatian. Sedangkan para ciwi\-ciwi menatap mereka penuh tanya, tak sedikit juga dari mereka yang menatap Mei dengan pandangan iri, sinis serta benci karena Mei bisa di perlukan lembut oleh seorang Manu Rios Anderson.
ย
"Em.. Manu, ada yang aneh ya sama Mei?" tanya Mei yang merasa banyak siswa-siswi yang menatap padanya.
" G ada sayang. G ada yang aneh koq sama kamu. Sini lihat..." kata Manu. Manu membungkukkan badannya sehingga wajah Mei dan Manu sejajar. Lalu Manu menangkup wajah Mei dan mengusap pipi chubby Mei dengan ibu jarinya dan berkata " Manis" satu kata Manu yang sukses membuat rona merah pada pipi Mei. Manu yang melihat itu tersenyum gemas dengan tingkah Mei. Ke-3 teman Manu yang dari tadi mengikuti mereka dari belakang hanya bisa menggelengkan kepala.
"Anj*r berasa jadi lalat gue.." ucap Ivan.
Emilio yang mendengar itu pun menepuk nepuk pundak adik kembarnya sebagai respon. Sedangkan Alex, jangan tanya. Dari tadi Alex sibuk tebar pesona pada cewek-cewek dengan lirikan maut yang dia punya. (Dasar buaya darat๐๐).
Ciwi-ciwi yang melihat senyum langka Manu tadi pun menjerit iri....
"OMG... babang Manu gue senyum.."
"Jiwa jomblo gue meronta bang.."
"Mau dong di senyumin..."
"Meleleh aq bang lihat senyum Abang..."
"Halallin aq..."
"Ih.. siapa sih tuh cewek beruntung banget."
"Ih.. ke gatelan banget tuh cewek".
"Dasar jal*ng".
Itu adalah suara-suara ciwi-ciwi yang melihat adegan Manu dan Mei. Manu yang mendengar Mei di sebut jal*ng pun mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras pertanda bahwa dia sangat marah.
"Siapa itu??Siapa yang berani ngatain cewek gue?!!" tanya Manu dengan suara keras penuh dengan amarah. Ciwi-ciwi itu pun kaget dan ketakutan mendengar suara keras Manu. Mereka tak berani menjawab. Sebab mencari masalah dengan Manu, sama artinya hidup mereka bakalan tak tenang selama bersekolah di sini. Itu paling ringan. Yang paling parah adalah mereka yang berurusan dengan Manu akan di keluarkan dari sekolah, dipukuli hingga babak belur dan bahkan keluarga mereka bakalan dibuat menjadi gelandangan dalam hitungan hari.
Melihat tak ada satupun yang bicara Manu semakin marah.
"G ada yang ngaku rupanya...." kata Manu sambil mendengus dan tersenyum miring yang menyeramkan. Mereka semua ketakutan mendengar itu. Mereka tahu jika tak ada yang mengaku, udah habis nasib mereka semua.
"it..itu ta..di Kak Diza kak.. yang bilang" ucap seorang siswi memberi jawaban Manu sambil menunjuk pada kakak kelas yang tadi dia dengar menghina Mei. Manu yang melihat cewek yang di tunjuk oleh adik kelas tdi langsung mendekat kearah cewek yang ditunjuk tadi sambil tetap menggandeng Mei.
"Elo yang berani ngatain cewek gue?!" tanya Manu dengan suara rendah tapi terkesan menakutkan. Kakak kelas tadi tak berani menjawab karena ketakutan oleh tatan mengintimidasi Manu. Manu tak mau berteriak di depan Mei. Dia tak mau membuat pacarnya itu ketakutan.
"Jawab!!" ucap Manu sambil masih dengan suara rendahnya.
"Ma..ma..maaf" jawab kakak kelas yang bernama Diza itu.
"Minta maaf sama cewek gue gobl*k!!! bukan ke gue!" perintah Manu.
"Maafin gue..." ucap Diza pada Mei sambil menundukkan kepalanya.
"Iya.. Mei maafin kamu" balas Mei.
Manu yang melihat itupun berkata, "Mulai besok loe g usah dateng lagi kesini. Loe dikeluarin".
Mendengar itu Diza terkejut dan akan membantah. "Elo berani ngebantah perkataan gue, siap siap keluarga loe jadi pengem*s". ucap Manu dengan nada penekanan.
__ADS_1
Mendengar itu Diza pun mengurungkan niatnya untuk membantah Manu. Lalu dengan tetap menundukan kepalanya Diza pergi. Baginya dirinya masih beruntung setidaknya Manu tidak memukul dirinya.
"Manu koq kakak tadi Manu keluar dari sekolah sih... kan kasihan..." ucap Mei.
"Itu pantas. Dia berani ngatain kamu. Udah ayo ke kantin". Jawab Manu menggubris pertanyaan pacarnya.
"Jal*ng itu apa??" tanya Mei sambil terus berjalan dengan Manu.
Manu yang mendengar itu terkejut dan sesaat menghentikan langkahnya lalu melanjutkan lagi langkahnya dengan santai sambil berkata
" Itu kata kata g baik. Anak kecil g boleh tahu. Dan g boleh ngucapin itu. Ngerti..."
Sambil mengedipkan matanya polos, Mei pun menganggukkan kepalanya mengerti. Manu yang melihat pacarnya menuruti perintahnya, mengusap sayang kepala Mei.
"Bagus" ucap Manu.
Alex, Ivan dan Emilio yang mendengar pertanyaan polos Mei dan jawaban Manu hanya bisa menahan tawa mereka mati-matian.
"Anj*r!! Ngakak sumpah!" ucap Ivan pelan. (G mau keras2 ngucapinya. Takut kena bogeman dia๐๐)
ย
Sampai di kantin, bangku pojok belakang kantin adalah kekuasaan Thunder. Tak ada satu murid pun yang berhak dan berani duduk disana. Mei duduk di samping Manu. Sedang Manu langsung memeluk pinggang Mei posessive.
ย
"Sayang mau makan apa?" tanya Manu.
"Mei mau makan bakso yang pedes sama es teh manis yang banyak es nya". Antusias Mei.
"Ok. Mang pesen bakso g pedes sama air mineral". ucap Manu pada mamang penjual bakso.
" Lah ya aq tadi pesan apa loh?? bakso kan..." goda Manu.
"iisshhh.. Mei sebel". kesal Mei sambil menggembungkan pipinya.
Melihat itu Manu pun tertawa sambil mengelus kepala Mei gemas.
" Bocah kecil g boleh makan pedes sama banyak minum es. Nanti sakit perut". ucap Manu.
Alex, Ivan dan Emilio datang dengan pesanan masing2 plus pesanan Manu.
"Nih gue ambilin loe bakso. Biar bocil loe g iri". ucap Alex sambil menyerahkan bakso pada Manu.
"Thanks" jawab Manu.
"Alex jangan ikut-ikutan nyebelin kayak Manu ya..." kata Mei.
"Halah... nyebelin nyebelin gitu loe g bisa tidur klo g nyium keteknya Manu. Ya g..." ledek Alex sambil menaik turunkan alisnya. Manu yang sedang memotong bakso milik Mei dan mendengar ledekan Alex hanya bisa mendengus. Karena apa yang dikatakan Alex memang benar.
"iisshh.." sebal Mei sambil memilih memakan bakso yang sudah di potong kecil-kecil oleh Manu. Kebiasaan Mei kalo makan bakso selalu minta di potong kecil-kecil baksonya oleh Manu. Katanya sulit motong baksonya sendiri. (Hadew neng... koq bisa gitu ya?๐ค). ( Jawabannya ya suka suka Mimin lah... wkwkwk๐๐)
ย
Saat sedang menikmati bakso tidak pedasnya, Mei melihat Yasmin, Bailey dan Brooklyn sedang bingung mencari tempat duduk di kantin. Mei dengan semangatnya sambil melambaikan tangan memanggil mereka.
ย
__ADS_1
"Yasmin, Bailey, Brooklyn... sini..." ucap Mei.
Ketiganya menoleh ke arah Mei yang memanggil mereka. Mei akan mendekati mereka tapi pinggangnya di tahan oleh Manu.
"Mo kemana???Duduk aja" perintah Manu.
Walau kesal tapi Mei tetep nurutin Manu.
Bailey dan Brooklyn tampak bingung. Mereka bingung untuk mendekat atau tidak. Secara walaupun mereka sama-sama juga dari keluarga berada tapi mereka tetap tak mau berurusan dengan Thunder. (cari aman guys..). Sedangkan Yasmin diam sambil menundukan kepalanya karena dia tak sengaja melihat Alex menatapnya. Akhirnya Bailey dan Brooklyn memutuskan mendekati Mei diikuti oleh Yasmin di belakang mereka.
"Ada apa Mei?" tanya Bailey.
"Duduk disini aja.. Bareng Mei.." ajak Mei.
Bailey dan Brooklyn berpandangan. Brooklyn menggeleng pelan memberi isyarat Bailey.
"Emmm... g usah Mei. Kita cari tempat duduk lain aja" kini giliran Brooklyn yang menjawab.
"G papa. Sini aja bareng Mei. Iyakan Manu..." kata Mei.
Manu yang mendengar itu hanya berdehem sebagai tanda mengiyakan.
"Tuh kan g papa. Sini duduk... Yasmin duduk deket Mei aja." ajak Mei. Dengan berat hati mereka bertiga pun gabung dengan Thunder plus Mei.
Kini posisi mereka, Bailey dan Brooklyn duduk di sebelah Emilio dan Ivan. Sedangkan Yasmin, duduk di sebelah Alex sambil terus menundukan kepalanya. Alex sedari tadi memang terus memandangi Yasmin ditambah sekarang Yasmin duduk di sebelahnya. Itu makin memudahkan Alex untuk mengamati Yasmin dari bawah keatas ataupun sebaliknya, dari atas kebawah. Karena sebenarnya Alex dulu pernah membully Yasmin saat Yasmin kelas X. Dan terkadang sampai sekarang Alex masih membully Yasmin bila ia melihat Yasmin sendirian. Jadi untuk menghindari bullyan Alex, Yasmin akan berusaha menghindari Thunder khususnya Alex. Tangan Yasmin kini berkeringat dingin karena ketakutan dekat Alex.
"Yasmin koq g di makan batagor nya? g enak ya..." tanya Mei yang melihat Yasmin hanya memainkan jemarinya.
"eh... enggak... enak koq" jawan Yasmin mengangkat kepalanya kaget dan cepat-cepat menundukkan kepalanya lagi.
"Jadi kalian kembar cewek itu ya?" tanya Ivan memecahkan suasana canggung.
"iya" jawab Brooklyn singkat.
"Jarang banget lihat kembar cewek cowok satu sekolah plus satu bangku lagi. Ya g bang.. " ucap Ivan lagi.
"hmmm.." jawab Emilio. Dia kali ini setuju dengan Ivan.
"Nama kalian siapa?" tanya Emilio.
"cie abang... mulai ganjen ya... nggodain ciwi-ciwi.. gue bilangin nyokap loe bang biar di kawinin. hahaha" goda Ivan.
"bac*t Lo!!!" jawab Emilio
Ivan yang mendengar jawaban abangnya sewot malah makin tertawa.
"em... gue kakaknya, Brooklyn. Ini adek gue Bailey. Dan itu yas.." belum sempat Brooklyn mengenalkan Yasmin tiba-tiba Alex menyela.
"Yasmindiyah Madison" sela Alex sambil melirik tajam Yasmin. Mereka yang disana pun terdiam melihat respon Alex yang menyebut nama lengkap Yasmin. Mereka memang tahu bahwa Alex membully Yasmin.
"Wow... Alex kenal sama Yasmin ya... temenan??!" tanya polos Mei.
"Ya. gue kenal ma dia" ucap Alex masih menatap Yasmin sambil mendengus dan tersenyum miring penuh arti.
Yang pingin lihat Alex Maxwell...
__ADS_1
Ini karya pertama saya.. bila ada kritik dan saran saya dengan senang hati akan menerimanya dan berusaha untuk memperbaikinya. Terimakasih telah membaca karya pertama saya ini.๐๐๐