
Si jago merah begitu Agresif menyergap apa saja yang ada di dekatnya. Tempat itu habis di lahap oleh Si Jago Merah beserta isinya. Terlihat beberapa orang berusaha untuk memadamkan Kobaran Si Jago merah sambil penunggu petugas datang.
Sedangkan orang yang menjadi dalang terjadinya Si jago merah hanya duduk bersantai dan mengawasi dalam kegelapan
" Kurasa ini sedikit menyenangkan" Smirk Jho
" Siapa suruh membangunkan Singa yang sedang tidur" Lanjut Jho
Yeah..! Yang menjadi dalang dari semua yang terjadi adalah Ulah Jho.
Setelah menerima perintah dari Bosnya Jho langsung menjalankan Aksinya pada malam harinya dan yang menjadi target pertamanya adalah gudang Menyimpan Atmaja Company.
Melihat kobaran api yang tambah membesar Jho yakin semua isi di dalamnya pasti tak tersisa. Jho langsung pergi dari tempat itu menuju target Selanjutnya.
" APAAAA" Teriak pria paruh baya
" BAGAIMANA BISA " lanjut pria paruh baya lagi
" ******* "
" Saya akan kesana segera" kata pria paruh baya langsung mematikan Sambungan telponnya.
" Bagaimana bisa gudang penyimpanan bisa terbakar " Kata pelan pria paruh baya itu
pria paruh baya itu langsung turun dari Ranjangnya sambil mengomel hingga membangunkan istrinya yang sedang tidur
" Ada apa sih Pah. Tengah malam gini Ngomel-ngomel " Tanya Sang istri
" Gimana nggak mau ngomel. gudang penyimpanan kita Terbakar " Jelas pria itu pada istrinya
" APAAAA" teriak sang istri
" jadi bagaimana Pah " Lanjut sang istri
" Panggilkan Stevan Cepat" Perintah pria itu pada sang istri
10 Menit Kemudian Tn Riko dan Stevan menuju tempat TKP Sampai disana mereka langsung membelalakkan mata melihat Gudang penyimpanan yang sudah hampir Roboh.
" KEMANA PEMADAM KEBAKARAN " Teriak Tn Riko
" Kami tidak bisa menghubungi Tim pemadam kebakaran tuan" Jawab salah satu pria yang ada disana
" Bagaimana mungkin itu bisa terjadi" Teriak Stevan
" Kalau tidak percaya Hubungi saja Sendiri " Jawab Salah satu Seorang Wanita yang bernama Monika.
__ADS_1
Monika kurang suka dengan Stevan karna iya sering kali melihat Stevan Berkencan dengan Tunangannya yang sekarang Sewaktu iya masih bertunangan Dengan Queen.
Monika sangat membenci laki-laki tipe seperti Stevan selain itu Walau Monika tidak Dekat dengan Queen tapi dia kenal Queen Karna mereka satu Pas Sekolah Menengah atas.
" Kamu......" Stevan ingin sekali iya menghabisi Wanita di depannya ini. tapi wanita ini adalah salah satu Aset di perusahaannya jadi dia hanya bisa Menahan Emosinya karna bagaimanapun dia masih membutuhkan Monika.
" Sudah hentikan Stevan " Lerai Tn Riko pada Anaknya
" coba hubungi Tim pemadam Kebakaran " Lanjut Tn Riko
Stevan langsung menjalankan perintah Ayahnya Tapi semua sia-sia karna yang di bilang Monica benar.
" Tidak bisa Pah " Keluh Stevan
Tuan Riko langsung emosi mendengar itu. bagaimana bisa gudangnya terbakar Seperti ini sedangkan di sekitar tidak ada yang mencurigakan.
" panggil orang yang menjaga gudang penyimpanan " Perintah Tn Riko
Monica langsung mencari orang yang di cari oleh Tn Riko. Tidak lama setelah itu monica kembali bersama dua orang pria
" Kalian yang menjaga gudang " Tanya Tn Riko
" Iyah tuan " Jawab keduanya
Bugh Bugh Bugh
" Dasar tak berguna Cuih " Maki Stevan Meludahi mereka
Tiba-tiba sekelompok orang berbaju hitam datang dan langsung menghormat pada Tn Riko.
" Tuan" Ucap mereka menundukkan kepala
" Kalian Semua Cari tau semua ini " Perintah Tn Riko pada anak buahnya yang baru datang
" Baik Tuan" Jawab mereka menundukkan kepala.
" Sebaiknya kita pulang dulu Stevan. Besok baru kita lanjutkan " Kata Tn Riko meninggalkan Lokasi di ikuti oleh Stevan si belakang
Keesokan harinya di Hebohkan dengan berita Gudang penyimpanan perusahaan Atmaja Company mengalami Kebakaran dan ada beberapa perusahaan Lainnya yang mengalami hal serupa.
Prangggg...... Brukkk....
Akibat Hal itu terjadi penurunan Saham pada perusahaan.Stevan langsung Mengamuk Masalah kebakaran Gudang saja belum ketemu pelakunya Sekarang datang lagi masalah penurunan Saham jika Papanya tau dia langsung murka.
Stevan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Seseorang.
__ADS_1
" Kita bertemu di tempat biasa" Kata Stevan. Lalu mematikan Sambungan telponnya.
Stevan langsung menuju lokasi yang mereka sudah sepakati. Sesampainya disana Stevan langsung membahas tentang masalah Kebakaran dan pelakunya belum ketemu.
" Apa kamu mencurigai seseorang atau barang yang kamu dapatkan disana " tanya orang yang duduk di depan Stevan
" Aku tindak mencurigai seseorang Namun Aku menemukan ini di Reruntuhan Bangunan itu" Kata Stevan. meletakkan Gelang Naga di atas meja. orang itu mengambil gelang Naga dan mulai mengamatinya.
" Gelang Naga" Kata pelan orang itu
" Cuma benda itu yang mencurigakan karna tidak mungkin di gudang perusahaan bisa ada benda yang tak berguna itu" Jelas Stevan.
" Kenapa Naga ini agak Familiar" Guman orang itu. dia mulai berpikir dimana dia pernah melihat lambang naga hingga tiba-tiba dia langsung Gemetar
" Kamu kenapa " Tanya Stevan
" Apa masalah mu kena......kenapa ka...kau menyinggung kelo....kelompok itu " Tanya orang itu dengan terbata-bata
" Kelompok yang mana " Tanya Stevan mengerutkan alisnya
" Mafia King Dragon mereka adalah mafia nomor 1 dan Terkejam sepanjang masa" jawab orang itu
" Aku tak pernah menyentuh kelompok mereka" jawab Stevan
" Tapi gelang ini ada lambang mereka. bukan gelangnya tapi Naganya " ucap orang itu.
Sontak Saja Stevan langsung kaget. jika dia menjadi musuh King Dragon pasti hidup dan bisnisnya akan berakhir.
" Tapi aku tidak pernah menyinggung mereka. sudah lama aku tak melakukan pekerjaan memyingkir- menyingkirkan Begini. kecuali kemarin pemilik Wijaya menjadi target." Jelas Stevan
" Mungkin pemilik perusahaan itu memiliki hubungan baik dengan kelompok King Dragon atau mungkin dia ketuanya" Jelas pria itu
" tidak mungkin. Aku tau Tuan Adam walau begitu tegas tapi dia pribadi yang lembut" ucap Stevan
" Maaf kawan jika dulu aku bersedia membantu bahkan tambah upah tapi sekarang jika musuh-musuh mu adalah kelompok mereka. mohon maaf aku tidak akan membantu kamu lagi. mereka bukan lawan yang sebanding di bandingkan Anggotaku" Kata orang itu
" Tidak bisa begitu " Tekan Stevan
" KAU HARUS MEMBANTUKU. AKU TIDAK PEDULI DIA HARUS DI SINGKIRKAN. " Teriak Stevan menarik kerah baju orang itu
"kalau Lo mau dia di mati yah Lo bunuh saja sendiri. Gue nggak ikutan Sorry gue nggak mau mati konyol hanya karna ulah Lo. belum lagi Anggota gue pasti habis di bantai." lanjut orang itu langsung pergi Meninggalkan STEVAN yang sedang Emosi
" Sialan " umpat Stevan pergi dari situ.
" Apa hebatnya sih kelompok King Dragon itu " Guman Stevan berlalu pergi dari tempat itu.
__ADS_1
tanpa mereka ketahui Ada orang yang mendengar semua ucapan barusan tadi Bahkan orang itu mempunyai foto mereka.